Author Archives: suzusaifu21

[Minichapter] Aomori, Ringo to Kimi (Chapter 1)

Title: Aomori, Ringo to Kimi

Type: Minichapter

Chapter: One

Author: Suzuki Saifu x Shield Via Yoichi

Genre: Romance

Rating: PG-13

Fandom: JE, HSJ

Starring: Suzuki Saifu (OC),Yamada Ryousuke (HSJ), Arioka Daiki (HSJ), Sato Miharu (OC), Inoo Kei (HSJ), Ikuta Din (OC), Yuya Takaki (HSJ), dan beberapa anak JE yang akan lewat.

Disclaimer: Just own Suzuki Saifu OC, And other starring belongs to themselves. Please leave some comment, coz comments are LOVE~

 

 

 

CHAPTER ONE

  (Aomori~)

Advertisements

[Oneshot] Akai Ito

Tittle :[ONESHOOT] あかい いと
Type: Oneshoot
Author: Fukuzawa Saya
Rating : PG-15
Genre : Romance, Freindship
Fandom :JE, HSJ
Straring: Suzuki Saifu (OC), Sato Miharu(OC), Daiki Arioka (HSJ) segelintir peran pembantu =))
Discalimer:  I just own the plot and Saifu.. Daiki belongs to himself and JE. Miharu belongs to Silvia Renta . Just aa Fiction, enjoy the fiction.dedicated to Arioka Daiki!! HAPPY BASSUDAI

AKAI ITO

[Oneshot] My Heart Belongs

Tittle: My Heart Belong’s [Oneshoot]

Type: Oneshoot
Genre: Romance as usual
Rating: PG-13
Starring : Miharu Sato (OC), Inoo Kei (HSJ), Suzuki Saifu(OC), Daiki Arioka (HSJ), Mikako Sato(OC), dan beberapa peran pendukung
Disclaimer: Dedicated to Silvia Inoo for her birthday,hope you like it, hope you love itu. However I know your love just for Inoo Kei, your husband in future ~ … =))
 
My Heart Belongs

[Minichapter] Tears and Smile (Part 1)

Title        :Tears and Smile (Part 1)

Type          :Minichapter
Chapter     : One
Author    : Fukuzawa Saya
Genre        : Romance
Ratting    : PG-13
Fandom    : JE, HSJ
Starring    : Yaotome Saifu (OC) ,Sora Yabu (OC) , Yabu Kouta (HSJ), Hikaru Yaotome (HSJ) . Dan beberapa pemain pendukung (?)
Discalimer: I just own plot ~ and Saifu . Sora aslinya OC my bunda ~ . Pleaje enjoy the fanfict and leave some comment ~ . =)) Saifu deshita.  

 TEARS  AND SMILE

[Minichapter] Hana ya de Ai (Chapter 4)

Title: Hanaya de Ai (Chapter 4)

Type : Minichapter (sebenernya gatau mini apa multi =))
Chapter :Four
Author : Fukuzawa Saya
Rating :PG-15
Genre: Semi-family(?),Romance dan sebagainya =))
Cast : Aoi Kujyou(OC) , Suzuki Saifu (OC) , Daiki Arioka (HSJ) , Chinen Yurii (HSJ) , dan segelintingan orang liwat liwat =))  
Fandom : JE
Disclaimer: Semua karakter disini boleh minjem , kecuali Suzuki Saifu =)) . Aoi Kujyou minjem ama Fani Setiawati , Chinen Yurii dan Daiki Arioka asli punya JE dan orang tua mereka kecuali coret-merekamaungasihDaikikesaya-coret. =)) please enjoy this fiction minna =)) Saifu deshita .
                   …..HANA-YA DE AI  CHAPTER 4…..

[Minichapter] Hana ya de Ai (Chapter 3)

Title: Hanaya de Ai (Chapter 3)

Type : Minichapter (sebenernya gatau mini apa multi =))
Chapter :Three
Author : Fukuzawa Saya
Rating :PG-15
Genre: Semi-family(?),Romance dan sebagainya =))
Cast : Aoi Kujyou(OC) , Suzuki Saifu (OC) , Daiki Arioka (HSJ) , Chinen Yurii (HSJ) , dan segelintingan orang liwat liwat =))  
Fandom : JE
Disclaimer: Semua karakter disini boleh minjem , kecuali Suzuki Saifu =)) . Aoi Kujyou minjem ama Fani Setiawati , Chinen Yurii dan Daiki Arioka asli punya JE dan orang tua mereka kecuali coret-merekamaungasihDaikikesaya-coret. =)) please enjoy this fiction minna =)) Saifu deshita .
 
 
                   …..HANA-YA DE AI  CHAPTER 3…..

[Minichapter] Hana ya de Ai (Chapter 2)

Title: Hanaya de Ai (Chapter 2)

Type : Minichapter (sebenernya gatau mini apa multi =))
Chapter :Two
Author : Fukuzawa Saya
Rating :PG-15
Genre: Semi-family(?),Romance dan sebagainya =))
Cast : Aoi Kujyou(OC) , Suzuki Saifu (OC) , Daiki Arioka (HSJ) , Chinen Yurii (HSJ) , dan segelintingan orang liwat liwat =))  
Fandom : JE
Disclaimer: Semua karakter disini boleh minjem , kecuali Suzuki Saifu =)) . Aoi Kujyou minjem ama Fani Setiawati , Chinen Yurii dan Daiki Arioka asli punya JE dan orang tua mereka kecuali coret-merekamaungasihDaikikesaya-coret. =)) please enjoy this fiction minna =)) Saifu deshita .
                   …..HANA-YA DE AI  CHAPTER 2…..

[Minichapter] Hana-ya de Ai [Chapter 1]

Titlle: Hanaya de Ai (Chapter 1)

Type : Minichapter (sebenernya gatau mini apa multi =))
Author : Fukuzawa Saya
Cast : Aoi Kujyou(OC) , Suzuki Saifu (OC) , Daiki Arioka (HSJ) , Chinen Yurii (HSJ) , dan segelintingan orang liwat liwat =))  
Fandom : JE
Disclaimer: Semua karakter disini boleh minjem , kecuali Suzuki Saifu =)) . Aoi Kujyou minjem ama Fani Setiawati , Chinen Yurii dan Daiki Arioka asli punya JE dan orang tua mereka kecuali coret-merekamaungasihDaikikesaya-coret. =)) please enjoy this fiction minna =)) Saifu deshita .
 
               …..HANA-YA DE AI  CHAPTER 1…..

[Oneshot] Back In Time

Title        : Back In  In Time [Oneshot]

Type          : Oneshoot
Author    : Fukuzawa Saya
Genre        : Time Traveller, Fantasy
Ratting    : PG-13
Fandom    : JE, HSJ
Starring    : Suzuki Saifu (OC) ,Yamada Ryousuke (HSJ) ,and another member HSJ and OC :3
Minna please take aa seat and make yourself enjoy when you read this fict .and please leave some comment :*


 ~ BACK IN TIME ~

[Minichapter] Me, Her, and The Angel [story 3] ~end~

Title:Me, Her , and The Angel (Story 3-end of the story)
Author : Fukuzawa Saya
Type: Minichapter
Chara : Fujigaya Taisuke(Kis-My-Ft2 ) ,Ikuta Din (Oc),Saifu and someone who pair with Saifu 😛
Rating :PG -13
Fandom :JE
Disclaimer : requestan bundaaaaaaaaaaaaaaa…hope you love it !! :* .part 1 nya aneh banget .2 juga dan sekarang last chappp~!!

BETA READ by. Dinchan

Me, Her, and The Angel
~Story 3~ (end)

Saifu terbaring dikasurnya, matanya menatap Daiki yang menyandarkan kepalanya dipinggiran kasur yang ia tiduri. Beberapa saat mereka saling tatap tanpa ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka berdua.

“Ne..boleh aku bertanya?” tanya Saifu yang akhirnya membuka suara, memecahkan keheningan yang ada diantara mereka berdua.

“Un..”

“Kau siapa?” tanya Saifu .

“Aku?” Daiki tersenyum,” Aku penjagamu..” jawab Daiki sambil menatap Saifu.

“Penjaga?”

“Aku ditugaskan menjagamu saat di bumi, sampai akhirnya kau harus bertemu calon suamimu”, jelas Daiki.

“Kau tahu siapa yang akan jadi suamiku?”, tanya Saifu lagi.

“Tentu..jika tiba saatnya,kau pun akan tahu dia siapa .Sekarang istirahatlah..”,

Saifu tak ingin bertanya lagi, karena dia tak mau membuat perasaannya semakin buruk saja. Akhirnya dia memejamkan matanya ,tertidur .Daiki masih terjaga ,menatap wajah Saifu yang tertidur.

“Gomen ne…”, gumam Daiki sambil mengelus pipi Saifu lembut.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Taisuke..kenapa melamun gitu?”

Suara Din membuyarkan lamunan Fujigaya yang tengah berdiri di halte bis,”kau..”, Fujigaya menatap Din,lalu menggeleng,”daijobu..”

“Eh,hontou?”,tanya Din ,”sudahlah,katakan saja.Tentang Saifu?sesuatu terjadi?”, tanya Din lagi.

Fujigaya menimbang-nimbang,”baiklah kuceritakan, tapi jangan disini. Kau senggang?atau ingin pergi kemana?”, tanya Fujigaya.

Din menggeleng,”Sebenarnya aku ingin ke apartemenmu, aku beli cake untuk Saifu “, jelas Din sambil menunjukkan kantong dengan label sebuah toko cake.

“Sou desu ne..baiklah.Kita ke cafe saja..kuceritakan disana”, kata Fujigaya akhirnya, “Bis nya datang, ikou..”, kata Fujigaya dengan refleks menarik tangan Din masuk kedalam bis.

“Eh hontouu????”, Din menatap Fujigaya tak percaya sambil menyeruput  es kopinya. “sungguh? mereka bersayap juga??sugeeeeee…sudah kukira mereka pasti malaikat “, kata Din bersemangat.

“Tapi,kalau mereka malaikat.Siapa Saifu sebenarnya? Dan Daiki juga.Lalu kenapa mereka bersikeras membawa Saifu pergi, dan Saifu menolak dengan tegas..Aku penasaran sekali”,

“Ah, benar juga. Apa Saifu kabur karena ada sesuatu yang terjadi ya?”, kata Din sambil berfikir tentang siapa Saifu dan alasan dia kabur.

Tiba-tiba Fujigaya terkekeh geli, Din tentu saja bingung dan menatap Fujigaya dengan aneh, “Kau baik-baik saja?”, tanya Din.

“Tak apa, hanya saja setelah beberapa tahun tak bertemu..kita bisa langsung jadi akrab hanya karena malaikat sinis seperti Saifu, dan setiap kita bertemu hampir seluruh pembicaraan kita ya tentang Saifu itu…ahahaha”, Fujigaya tertawa lagi.

Din hanya manyun menunduk menyembunyikan wajah memerahnya , entah sejak kapan dia sadari perasaan yang dulu sudah dibuangnya , tumbuh lagi. Karena pertemuan kembali dengan seseorang yang dulu menjadi cinta pertamanya ini.

2 Months later

2 bulan sejak terakhir kali beberapa makhluk memaksa Saifu pergi dengan mereka, dan tentu saja usaha mereka gagal karena Saifu sangat menolak dan juga Daiki yang melindunginya.Selama 2 bulan ini Saifu dan Daiki juga terus bersama di apartemen Fujigaya . Saifu selalu menempel dengan Daiki, karena dia tak mau sampai sendirian kalau kalau beberapa orang akan memaksanya pulang lagi.

Saifu menopang dagunya, memandang Daiki yang memakai celemek sedang memasak sarapan untuk Saifu dan Fujigaya yang belum bangun .

“Saifu, kau tak mau bangunkan Fujigaya-san agar kita bisa sarapan bersama?”, , tanya Daiki masih sambil sibuk dengan makanannya.

“hmmm…”, Saifu bergumam sambil menatap jam, “Sepuluh menit lagi dia akan bangun seperti biasanya..”, gumam Saifu lagi.

“Sou desu ne..”, Daiki membawa 3 piring nasi goreng ke meja, “Makanlah..” kata Daiki.

Saifu hanya memandang makanannya dalam diam, 2 bulan terakhir ini dia merasakan perasaan lain saat bersama Daiki. Perasaan aneh yang membuatnya suka salah tingkah didepan Daiki , juga perasaannya yang tiba-tiba berdebar saat bersama Daiki, perasaan asing yang tak perna dirasakannya. Apa ini? Cinta kah?

Saifu menggeleng, “Muri da…”, gumamnya dalam hati.

“Nande? Akhir-akhir ini kau agak aneh..”, kata Daiki sambil menatap Saifu khawatir, sampai sekarang Saifu hanya tau Daiki adalah penjaganya.

Saifu menggeleng,”Aku hanya sedang tak ingin apapun..”

“Sou da ne…”, Daiki berfikir sebentar lalu langsung meraih tangan Saifu ,”Ayo kita jalan jalan..ne?”

“Eh?”

Belum Saifu menjawab Daiki sudah menjentikkan jarinya dan mereka sudah berpindah dari ruang makan apartemen Fujigaya ke suatu tempat.

“Dimana ini?”, tanya Saifu bingung.

“Sudahlah..waktunya sempit..”, jawab Daiki,”ayo..”

Saifu menatap tangan Daiki yang mengenggam erat tangannya, perlahan tangan Saifu yang digenggam Daiki itu membalas genggaman tangan pemuda itu . Mereka berjalan bergandengan erat .Saling tersenyum malu satu sama lain.

“Saifu..Daiki..?”, Fujigaya memanggil manggil nama dua makhluk yang menumpang di apartemennya itu, namun tak juga ada jawaban. Dia menghampiri meja makan dan menadapati 3 piring nasi goreng yang ditinggal begitu saja tanpa dimakan.

“Kemana mereka?”, gumam Fujigaya bingung, lalu matanya melihat sebuah kertas disamping piring,”ah..Daiki..”,gumam Fujigaya.

Fujigaya-kun Kami pergi jalan-jalan, sudah kubuatkan sarapan.
Makanlah,aku dan Saifu akan segera kembali.

Daiki

“Dasar, mereka malah kencan..”, gumam Fujigaya ,lalu duduk dimeja makan dan memakan salah satu nasi goreng yang ada dimeja. Tangan kanannya memegang sendok dan perlahan menyuapkan nasi goreng kemulutnya, sedangkan sebelah tangannya lagi memegang keitainya dan membaca pesan dari Din yang baru saja masuk .

Fujigaya tersenyum ,lalu memencet tombol call.

“Hai..moshi-moshi..”, jawab suara manis Din disebrang telpon yang langsung membuat Fujigaya berdebar.

“Anou..hari ini bisa kita bertemu..ada yang ingin aku katakan..”, kata Fujigaya, merasa ini sudah waktunya dan dia tak mau mengulur ulur waktu lagi.

Din memandang jam tangannya dengan tak sabar, sebenernya dia juga ingin menyampaikan sesutu kepada Fujigaya . Menyampaikan perasaannya kepada Fujigaya, sebenarnya Din takut juga. Takut jika Fujigaya menolaknya dan hubungan mereka jadi kaku nantinya.

“Maaf aku lama..”, kata Fujigaya yang berlari menghampiri Din.

Din sedikit gugup memandang Fujigaya,”Da..Daijobu..”, jawab Din dengan suara pelan.

“Eh? Kau kenapa? Haus ya?”, tanya Fujigaya menatap aneh Din.Mmebuat Din semakin memereah saja karena Fujigaya menatapnya.

“Daijobu desu .”, jawab Din masih sambil menunduk .

Fujigaya menganguk angguk walau masih bingung dengan sikap Din. “Hm..kalau begitu, ayo. Kau ingin kemana?”, tanya Fujigaya.

“Terserah kau saja. Tapi bagaimana kalau kita ke toko cake dekat stasiun yang baru buka …”,

Fujigaya mengangguk,”Boleh, ayo….”, Fujigaya dengan refleks langsung mengeggam erat tangan Din, menggandengnya.

Din terdiam menatap tangannya yang digenggam erat oleh Fujigaya , Fujigaya sadar itu makanya dia melepaskan tangan Din dan menatap Din salah tingkah.

“Ah..maafkan aku, bukan maksudku untuk..”

Din menggeleng,lalu menggapai tangan Fujigaya .Tangan mereka kembali bergandengan erat.

“Daijobu..”, jawab Din sambil tersenyum.

Din dan Fujigaya saling tersenyum, mempererat pegangan tangan mereka lalu beriringan berjalan menuju toko kue .Hati mereka berdebar, senyum tak bisa lepas dari wajah mereka, terlalu senang karena hari ini semuanya bisa dimengerti oleh mereka, tentang perasaan mereka walaupun tak ada kata yang terucap untuk mempertegas apa yang mereka rasa.

“Kau ingin cake apa?”, tanya Fujigaya.

Din menatap daftar menu, menimbang nimbang,”Cheese cake saja ..”,kata Din.

“Dua cheese cake tolong dan Dua lemon tea…”,kata Fujigaya.

“Daiki ini menyenangkan sekali..”,kata Saifu sambil tersenyum berlari kesana kemari,dari satu permainan ke permainan yang lain. Saifu sangat menikmati bermain ditaman bermain ini, Daiki tersenyum menatap Saifu yang sangat bersemangat itu.

Daiki menatap jamnya,”Waktunya makin sempit..”, gumam Daiki lalu menatap langit yang sudah mulai sore.

“Dai-chan~!ayo naik ini..”,kata Saifu menunjuk sebuah biang lala.

Daiki mengangguk ,lalu menghampiri Saifu yang tengah mengantri untuk naik biang lala.

“Tanoshiikatta ne~…”, kata Saifu sambil tersenyum menatap Daiki.

Daiki terpaku menatap wajah Saifu .

“Kenapa diam saja?”,tanya Saifu bingung sambil menatap wajah Daiki.

“….”

Saifu hanya mampu terdiam saat bibir lembut Daiki menyentuh bibirnya, Saifu hanya mampu terdiam terlalu kaget untuk beereaksi dengan gerakan tiba-tiba Daiki itu.

“Ahahaha..jadi kedua malaikat itu sedang kencan?”,tanya Din sambil tertawa kecil menikmati es creamnya bersama Fujigaya disebuah taman .

“Iya..Daiki meninggalkan sebuah memo dimeja tadi pagi. Aku memang sudah mengira Daiki menyukai Saifu..”, kata Fujigaya sambil menyuap lagi es creamnya.

“Apa mereka akan pacaran ya?”, tanya Din.

“Ma…”, Fujigaya nampak berfikir,”aku tak tahu..lalu..”

“Lalu apa?”, tanya Din.

“Bagaimana kalau kita pacaran?”, tanya Fujigaya sambil menatap Din.

Din terdiam sambil menatap Fujigaya.

“Ta..tapi aklau kau tak mau aku tak keberatan kok sungguh..”,kata Fujigaya dengan salah tingkah.

Din menggapai tangan Fujigaya,”Tak perlu kukatan,kau pun sudah mengerti dengan jawabanku kan?”,

Fujigaya menatap Din tak percaya, dia merasakan genggaman tangan Din di tangannya bertambah erat,”Arigatou …”,

“Un…”, Din mengembangkan senyumnya, hari ini dia merasa sangat bahagia.

“Tadaimaaaa….”, seru Fujigaya sambil masuk kedalam apartmennya, Din dibelakangnya juga masuk kedalam sambil membawa kotak berisi cake untuk Saifu dan Daiki.

“Loh?mereka belum pulang ya?”, gumam Fujigaya sambil menyalakan lampu apartemennya.

“eh? Kau dengar itu?”, tanya Din sambil menatap Fujigaya.

“Apa?”

“Seperti ada yang menangis..”, gumam Din.

“Jangan menakut nakuti ku..”, Fujigaya menatap ke sekeliling apartmennya dengan takut.

Din berjalan kearah kamar Fujigaya dan membuka pintunya, “Siapa disana?”, tanya Din sambil mendekati sosok yang tengah duduk memeluk lutut sambil menangis dipojok ruangan.

Fujigaya berjalan takut-takut sambil membawa tongkat baseball.

“Nyalakan lampunya..”, perintah Din dan langsung dituruti oleh Fujigaya.
“Saifu??”

Din dan Fujigaya menghampiri Saifu, menatap gadis itu dengan khawatir. Wajah gadis itu sembab .

“Keluar…”, gumam Saifu dengan suara lirih.

“Kau kenapa?”, tanya Fujigaya lagi, Din memeluk Saifu membiarkan malaikat itu menangis dipelukannya.

“Fu-chan maafkan aku..”

Fujigaya dan Din menoleh,mendapati Daiki .

“Te..tenshi???” ,Din terbelalak menatap Daiki. Daiki dengan pakaian putih dan sayap putihnya yang besar dan nampak kokoh itu.

“Pergi kau!! Pembohong! Kau bilang kau penjagaku! Nyatanya kau sama seperti mereka, mau membawaku paksa demi perjodohan sialan itu!!”,bentak Saifu marah.

“Tapi Saifu..”

“Tapi apa???!!”

“Saifu..hentikan bersikap seperti anak kecil begitu!!”,

Saifu menoleh kaget mendapati ayahnya kini sudah ada di ruangan itu juga.

“Otou-sama??”

“Cukup bermain-mainnya..sekarang kau harus pulang..”,suara ayah saifu tegas dan nampak tak bisa dibantah. Fujigaya dan Din hanya terdiam masih terlalu tak percaya, dalam satu hari mereka bisa melihat begitu banyak malaikat.

“Tidak!!”,lagi-lagi Saifu menolak,namun ayah Saifu langsung mengayunkan tangannya dan dalam sekejap tubuh Saifu sudah menghilang dari rungan itu.

“Dewa..ini tak sesuai perjanjian kita , kenapa anda membawanya paksa?harusnya tak begini”,Daiki nampak tak terima dengan apa yang telah diperbuat sang Dewa.

“Kita tak bisa terus mengulur ulur waktu..Aku harus segera memberikan jabatanku padamu, dan kau harus segera menikah dengannya..”

“Tapi..”

“Aku pergi sekarang..”, kata sang Dewa lalu langsung ikut menghilang dari ruangan itu.

Perlahan sayap dan pakain Daiki berganti jadi seperti manusia biasa.

“Anou…Daiki, kalau sekarang boleh kau jelaskan ?siapa kau?”,tanya Fujigaya.

Daiki tersenyum simpul lalu mengangguk.

Saifu terus menangis, terpenjara dikamarnnya. Takbisa keluar dan tak bisa melakukan apapun. Dan apa-apaan Daiki tadi? Setelah menciumnya dan membuat hatinya jadi tak karuan dia malah membawanya kembali ke kahyangan, tentu saja Saifu marah dan kabur dari kahyangan tadi.

“Kukira dia menyukaiku..ternyata dia malah membela Otou-san..”, gumam Saifu sambil sesunggukan.

Fujigaya dan Din hanya bisa melongo tak percaya mendengar cerita-cerita Daiki .

“Jadi begitu dan dengan begini kalian tak penasaran lagi kan dengan siapa sebenarnya aku dan Saifu itu..”, kata Daiki setelah selesai dengan ceritanya.

“Me….memangnya, malaikat itu ada juga yang dijodohkan ya?”, tanya Din bingung.

“Yah..hanya orang-orang seperti Saifu yang terkadang dijodohkan, tapi kadang ada juga sih yang tidak .Kehidupan kami sebenarnya secara garis besar sama seperti kalian, namun dibilang sama pun tak sama juga ya. Rumit juga ..”

“Lalu siapa yang akan dijodohkan dengan Saifu itu? Kau?”, tanya Din .

Daiki menangguk,”Tapi..sepertinya Saifu salah paham , dia pasti mengira aku menjebaknya dengan membawanya ke kahyangan tadi.Sebenarnya aku mau mengatakannya disana, tapi dia keburu marah dan pergi..makanya aku..”

“Apa ada yang bisa kami bantu?”, tanya Din dan Fujigaya merasa kasihan dengan Daiki.

“Memangnya kalian bisa membantuku pergi ke kahyangan lalu menyelinap dan membawa kabur Saifu ??”, tanya Daiki.

“Eh..?itu sih..”

“Ide bagus !! nah ayo bantu aku membawa Saifu ..”, kata Daiki lalu dengan sekali jentikkan jarinya mereka sudah berpindah tempat.

“Ehhh???Dimana ini??”, tanya Din dan Fujigaya kaget, menatap kesekeliling. Ruangan putih bersih ,rapi dengan segala perabot berwarna putih yang terbuat dari awan .

“Ini kamarku~ !nah sekarang aku harus memberikan kalian sayap dan baju pinjaman..”,gumam Daiki.

Dalam sekejap Fujigaya dan Din berubah , mereka punya sayap dan memakai baju ala malaikat.

“Daiki,kau ini malaikat atau pesulap sih??”, seru Fujigaya takjub.

“Mou sudahlah ayo….kita harus menemui Saifu “, seru Daiki.

“Menemui siapa??”, gumam Saifu sambil cemberut .

“hah ??kenapa kau disini??”tanya Daiki bingung,menatap Saifu yang berwajah sembab ada di depan pintu kamarnya itu.

“Kenapa kau tak bilang kalau kau yang akan menikah denganku???!!”, seru Saifu kesal .

“Gomen aku tak sempat..habis kau keburu marah dan pergi ..”,jelas Daiki

“Hwaaa…”, Saifu menghambur ke pelukan Daiki yang memeluknya erat.

“Jadi kalau denganku kau mau menikah?”,goda Daiki.

“Berisik!”, seru Saifu .

“Oi Fujigaya-kun,apa saat wanita jatuh itu bisa terlihat secantik Saifu?”Din memandang takjub kedua malaikat dengan sayap sayap putih bersih mereka saling berpelukan tersenyum .Din merasa seperti melihat lukisan malaikat yang sangat mahal.

“Apa kau mencintaiku?”, tanya Fujigaya.

“Hah? Tentu saja?” jawab Din tegas.

Fujigaya mendekatkan dirinya ke Din, lalu dengan gerakan lembut dia menempelkan bibirnya di bibir Din.

“Kalau begitu ..kau pun terlihat cantik,.Bagiku kau cantik melebihi malaikat manapun…karena kau adalah malaikatku..”

Din terseyum dengan wajah merah,Fujigaya mengenggam tangan Din erat.
Din pun bisa melihat malaikatnya, malaikatnya yang kini menggenggam tanganya disampingnya.
Membuatnya selalu terlihat cantik karena cinta.

“Aku senang bisa bertemu dengan para malaikat ini…”gumam Din.

“Ya..karena mereka aku pun bisa menemukan kebranian untuk bisa bersama malaikatku..”, kata Fujigaya.

TAMATTTT~ ..setelah lama gak di post ini. Bundaaaaa maaf akhirnya gaje bgttt TT.TT….
tamat~ ~~

Continue reading