[Oneshot] The Best Present

Potato_2001707_02a_副本

The Best Present

By : Matsuyama Retha

Genre : Friendship, Family, (little bit) Romance

Rated : PG-15

Cast : Iwasaki Taisho (東京B少年), Fujii Naoki, Nasu Yuto, Sato Ryuga, Ukisho Hidaka, Kanasashi Issei (東京B少年) ; Takahashi Yuuka, Hashimoto Reina (OC)

Disclaimer    :

  • This FF is Iwasaki Taisho POV ^^
  • All member of Tokyo B Shounen are belong to themselves and JE. OC’s and Story are belong to me ^^
  • FF ini dibuat special ultah nya dedek Taisho XD

Otsukaresama!!

“Kalian hebat! Kuyakin acara dua hari yang akan datang berjalan dengan lancar.”

Seru kami semua setelah menyelesaikan berbagai macam ragam latihan untuk acara ulang tahun sekolahku, SMA Kanagawa yang ke-30. Dibilang tua juga tidak karena sekolah ini dibangun 30 tahun yang lalu. Namun meskipun begitu, sekolahku yang satu ini tak kalah dengan sekolah yang lain –dengan usia yang lebih tua dari usia sekolahku-.

Hari sudah menjelang sore baik sadar atau tidak. Yah, rasanya waktu berlalu dengan cepat padahal beberapa jam yang lalu aku berangkat sekolah dengan kelima kawanku, setelahnya berlatih untuk acara ulang tahun sekolah dua hari yang akan datang.

Sebenarnya kami sudah merencanakan untuk ikut tampil memeriahkan acara ulang tahun SMA Kanagawa yang inti acara tersebut adalah pesta dansa bertopeng dan beruntungnya kepala sekolah mengizinkan kami untuk tampil.

Aku, Iwasaki Taisho, pemuda yang tampan, keren, kalem, pandai bernyanyi dan juga dance (menurut teman-temanku). Yah, aku mensyukuri itu terlebih senang dengan pujian dari teman-temanku. Selama sekolah di SMA Kanagawa, aku mengikuti klub dance dan menyanyi karena itulah hobiku. Mengherankan lagi, kelima temanku pun juga memiliki hobi yang sama.

Dan dari situlah hubungan pertemanan kami berlanjut dan bahkan kami sepakat untuk membuat nama grup sendiri yang bernama Tokyo B Shounen. Mengapa? Tentu saja karena kami sering diminta untuk ikut mengisi kegiatan acara-acara sekolah ataupun lomba tingkat daerah sampai Nasional.

Tanpa kami sadari, banyak sekali fans-fans kami di sekolah yang mengaggumi kami. Yeah, aku bersyukur sekali jika keahlian kami semua dikagumi oleh satu sekolah. Mungkin sampai ke luar kah? Entahlah, tapi semoga saja.

“Taisho-kun? Kau belum pulang?” suara seorang gadis telah sukses mengejutkanku.

Bagaimana kau tidak terkejut tatkala sedang melamunkan sesuatu, lalu dengan tiba-tiba seseorang memanggilmu. Terlebih orang itu adalah orang yang special bagi dirimu.

“Sebentar lagi. Aku baru saja selesai mengemasi bajuku.” Ujarku dengan lembut dan berusaha untuk tidak terlihat gugup dihadapan gadis itu.

Sungguh, gadis itu benar-benar membuat jantungku berdebar.

“Oke. Nanti kita pulang bersama ya. Aku menunggumu di luar.” Ujar gadis itu dengan riang dan kemudian keluar bersama teman dekatnya tepat sebelum aku menyampaikan jawabanku.

Gadis itu, Takahashi Yuuka namanya. Gadis yang benar-benar menyita hatiku ini. Setiap kali berbicara padanya atau dekat dengannya, jantung ini selalu berdebar.

Tak tahu mengapa …

Melihatnya tertawa bersama teman dekatnya, Hashimoto Reina, membuatku … senang. Rasanya ingin sekali aku melihat senyumannya secara privasi. Tapi, itu tidak mungkin.

“Yo, Taisho! Kau melamun?” sebuah tepukan di bahu kini kurasakan. Sato Ryuga-lah pelakunya.

“Ah, tidak. Aku hanya memikirkan kegiatan apa yang akan kulakukan dirumah. Papa Mama ku sedang pergi ke luar kota.” Baiklah. Perkataanku ini adalah bohong namun memang benar adanya.

Mengapa bohong? Karena pada saat ini aku tak melamunkan apa yang kuucapkan barusan. Tapi, memang itulah kenyataan bahwa Papa dan Mama-ku sedang pergi ke luar kota untuk urusan bisnis.

“Oh. Kalau begitu, nanti jam 7 kita berlatih lagi di rumah Yuto. Bagaimana?” saran Ryuga itu tiba-tiba saja membuat wajahku berbinar.

Lebih baik berlatih bersama kawanmu daripada dirumah sendiri tapi tidak ada kegiatan, bukan? Lagipula dengan begitu bisa memperbaiki sekaligus menyempurnakan gerakan-gerakan dance.

“Boleh juga idenya! Sankyu Ryuga!” ucapku dan berterima kasih pada Ryuga atas ide bagusnya.

“Yeah! Kalau begitu aku bilang sama Yuto dulu sekalian pulang bareng. Jaa!!” aku pun mengangguk tatkala Ryuga langsung pamit pulang duluan.

Sebagai jawaban aku hanya mengangguk dan kemudian sosoknya mendekati seorang pemuda bernama Nasu Yuto (dia juga teman dekatku) yang saat ini sedang asyik mengobrol dengan Hashimoto Reina. Apa mungkin dia menyukai Reina? Entahlah.

Tak lama setelahnya, ketiga teman dekatku yang lain, Fujii Naoki, Ukisho Hidaka, dan Kanasashi Issei mulai berpamitan padaku dan mengingatkanku untuk kembali latihan di rumah Yuto. Meskipun sudah tahu, aku hanya mengangguk saja pada mereka. Toh tak masalah, ‘kan?

Pada akhirnya aku menghampiri Yuuka yang barusaja melambaikan tangannya kearah Reina dan juga Yuto. Namun, sebuah pemandangan tak terduga membuatku membulatkan mata.

“Yuuka-chan, apa Yuto sama Reina …”

“Ya. Mereka sudah jadian sejak 2 hari yang lalu, Taisho-kun. Aku tak menduga kalau Nasu-kun juga menyukai Rei-chan!!” ucapanku disela oleh Yuuka-chan dan secara otomatis aku paham akan maksud ucapannya.

Souka. Pantas saja Yuto bersikap aneh belakangan ini. Ternyata …”

“Haha! Apa dia tidak cerita padamu?”

“Sama sekali tidak. Apa-apaan dia itu, sudah jadian dengan Reina tapi tidak kasih tahu kita-kita. Mendokusai.”

“Hahaha! Kau lucu sekali Taisho-kun.”

DEG

Apa katanya? Dia mengatakanku lucu? Oke … lucu apa yang dimaksudkan? Lucu karena tingkahku atau hal yang lain? Entahlah.

Mau sekonyol apapun diriku, asal bisa membuat Yuuka-chan tersenyum, itu tak masalah. Ah, entah mengapa diriku ini menjadi aneh.

“Taisho-kun? Ayo kita pulang. Nanti kau masih latihan lagi ‘kan dirumahnya Nasu-kun?”

“Ah, iya. Ikou!” ucapku padanya dan segera kembali pulang.

Selama perjalanan, aku menyempatkan diri untuk melirik kesebelah dimana Yuuka-chan berada. Senang sekali bisa pulang bersamanya bahkan mengobrol banyak dengannya.

Sekilas hatiku berdebar tatkala melihat wajahnya yang mendadak gelisah itu. Entah benar atau tidak karena aku tak bisa memastikannya. Aku hanya meliriknya dan tak berani untuk langsung melihat wajah gelisahnya.

Ada apa denganmu, Yuuka-chan?

Ne, Taisho-kun …”

Belum lama kami berjalan dan juga keheningan tercipta diantara kami, tiba-tiba saja Yuuka-chan buka suara dengan memanggilku. Secara otomatis kepalaku mengarah kesamping untuk bertatapan langsung dengannya dan memastikan penglihatanku pada kegelisahan yang terlukis di wajahnya.

Nani?” tanyaku padanya dengan lembut.

Ano, kalau dipikir-pikir … Nasu-kun dan Rei-chan beruntung sekali ya.” Pernyataan darinya membuatku paham akan alasan mengapa ia gelisah sekaligus mengernyitkan dahi.

Apa maksud perkataannya?

“Apa maksudmu?”

“Yaa, seperti yang kukatakan tadi. Mereka jadian dan saling menyukai. Itu membuatku iri.”

DEG

Oke. Ini sama seperti apa yang kualami sebelumnya dikala mengetahui bahwa Yuto dan Reina-san jadian. Pasti ada yang iri, terlebih sama-sama menyukai dan bisa bersatu dalam menjalin hubungan kasih.

“Dan lebih kagetnya lagi, dulu sebelum mereka jadian, Nasu-kun dan Ukisho-kun sempat berduel untuk mendapatkan hati Rei-chan. Untungnya mereka berduel dengan cara baik-baik dan tetap berteman sampai sekarang. Uwaaa aku benar-benar iri dengan NasuRei!!”

Mendengar penjelasan dari Yuuka-chan benar-benar membuatku kaget dan hanya bisa terdiam karena tak tahu-menahu soal ini. Ada bagusnya juga mereka duel dengan cara baik dan tetap berteman sampai saat ini.

“Taisho-kun? Kenapa diam saja? Apa ada masalah?”

Tiba-tiba saja langkahnya terhenti setelah menanyakan hal itu padaku. Tentu saja aku juga menghentikan langkahku dan memandang kearah Yuuka-chan. Ia memandangku dengan penuh tanda tanya.

Daijoubu. A-aku hanya kaget mendengar ceritamu, Yuuka-chan. Terlebih Hidaka dan Yuto tidak pernah cerita apapun padaku tentang masalah itu.” Jawabku dengan lembut.

Souka na~ Teman-temanmu itu benar-benar aneh. Hahaha!”

“Yeah. Awas saja mereka main rahasia-rahasiaan. Hahaha!”

Pembahasan yang awalnya sedikit menegangkan, kini bisa menghilang ketika aku mencari kata-kata untuk mencairkan suasana. Aku pun bisa memaklumi curahan hati Yuuka-chan tentang hal ini.

Tapi, aku juga tak ingin dia seperti Reina-san. Berebut untuk mendapatkan hati seseorang yang kita sukai dengan cara baik-baik itu menyusahkan dan juga kebanyakan orang akan menghalalkan segala cara untuk bisa merebut orang itu terlebih dahulu.

Tidak tidak tidak!! Aku tidak mau seperti itu.

Aku hanya bisa berharap tidak ada orang lain yang menyukai Yuuka-chan saat ini. Onegai~

 

.

.

Waktu telah menunjukkan jam setengah tujuh malam. Sudah waktunya bersiap-siap pergi kerumah Yuto untuk berlatih dance.

Acara ulang tahun sekolah tersisa dua hari dari sekarang. Jadi, mau tak mau kami, grup Tokyo B Shounen, harus berlatih keras dan semaksimal mungkin untuk memeriahkan acara tersebut.

Setelah dirasa cukup dalam hal membawa barang yang kubutuhkan seperti smartphone, botol minum, baju ganti, handuk, sepatu yang sudah ada di tasku ini, segera saja aku menutup pintu rumah dan menguncinya. Kemudian berjalan keluar melewati pagar rumah dan menutupnya kembali.

“Yo, Taisho!” Tanpa kusadari, seseorang kini memanggil namaku sambil menepuk pundakku dari belakang.

Menyadari siapa pelakunya, aku pun berbalik ke arah sumber suara.

“Yo, Hidaka!” balasku dan tersenyum ramah kearahnya.

Ukisho Hidaka namanya. Dia adalah teman pertamaku sejak masuk SMA. Baru saling mengenal, tiba-tiba saja kami langsung akrab seperti layaknya kenalan lama ataupun bersahabat. Yeah ceritanya simple saja, karena memiliki hobi yang sama-lah membuat kami menjadi cepat akrab.

Ah mengingat cerita Yuuka-chan tadi saat pulang, entah mengapa aku ingin bertanya padanya.

“Hidaka, apa benar kalau kau sempat berduel dengan Yuto untuk merebut hati Reina-san?”

Dapat kulihat reaksinya setelah aku menanyakan hal ini padanya. Reaksi antara kaget, panic, bingung, dan apapun itu.

“D-darimana k-kau tahu?” tanyanya dengan panic.

“Jangan panic begitu. Aku ini temanmu, Yuto juga temanku. Jadi tak masalah kan jika aku tanya tentang hal ini?” ucapku dan berusaha membuatnya rileks.

“Y-yeah. Memang benar. Aku menyukai Reina-chan sejak pertama kali masuk SMA Kanagawa sekaligus saat dia membantuku dalam mengurus keperluan klub juga. Tapi, sepertinya dia menyukai Yuto sejak lama karena mereka teman lama sejak SD.”

Aku hanya mengangguk dan memilih untuk tetap diam mendengarkan Hidaka bercerita. Setidaknya itu membuat suasana hatinya tidak terlalu gelisah, kan?

“Aku sempat terkejut kalau Yuto menyadari aku menyukai Reina-chan. Tiba-tiba saja dia mengajakku untuk duel secara baik-baik demi mendapatkan hatinya. Tapi siapa sangka kalau Yuto yang menang.”

“Sudahlah, Hidaka. Jangan murung begitu. Pasti kau akan menemukan gadis yang cocok untukmu. Kau ini tampan, manis, kalem juga. Tak mungkin tak ada gadis yang mengagumimu. Percayalah.” Ucapku dan memberi semangat padanya.

“Yeah, tentu saja. Aku tidak seperti kebanyakan orang yang suka tidak semangat hidup kalau cintanya ditolak. Hahaha!”

Yokatta!! Tapi, kau dan Yuto masih berteman baik ‘kan?”

“Yap. Tidak ada alasan bagi kami untuk saling membenci. Lagipula kita juga satu grup dan harus saling mendukung, deshou?”

“Benar! Terpenting hubungan pertemanan baik kita jangan sampai pecah hanya karena masalah seperti ini.”

Ah~ akhirnya Hidaka telah mengutarakan isi hatinya padaku. Yeah, menjadi pendengar sekaligus penasihat untuknya tidak buruk juga ternyata. Hahaha!

“Lalu, bagaimana denganmu dan Takahashi-san?”

Pertanyaan inilah yang ingin kuhindari. Tapi, masa iya tidak kujawab?

“Hmm. Kami hanya sekedar teman. Tapi …”

Ya Tuhan! Apa aku juga mencurahkan isi hatiku pada Hidaka?

“Tapi?”

Jitsu wa, ore … Yuuka-chan ga suki.”

Maji de?!!”

Baiklah. Hidaka sangat terkejut kala ia mengetahui bahwa aku menyukai Yuuka-chan. Sepertinya tidak masalah jika aku mengatakannya, terlebih dia juga sudah menceritakan masalah gadis yang disukainya padaku.

Jadi, adil ‘kan?

Souka. Yuuka-san itu temannya Reina-chan ‘kan? Hahaha!”

“Yeah. Haha!”

“Sebaiknya kita cepat, Taisho.”

Yosh!!”

Percakapan yang cukup panjang pun terhenti dan bergegas melanjutkan langkah kami menuju ke rumah Nasu Yuto untuk berlatih dance.

Selama perjalanan, aku sempat berpikir apakah Reina-san akan ada disana? Jika iya, pasti Yuuka-chan juga. Ah, aku snagat berharap Yuuka-chan ikut dan melihatku berlatih lagi walau tadi siang ia sudah melihatku, mungkin.

Tidak ada salahnya ‘kan jika mengharapkan sesuatu?

“Taisho, nanti tolong ajarkan aku gerakan di lagu Byakuya ya. Sebenarnya aku masih kebingungan dengan gerakan tempo cepatnya.”

“Tentu. Nanti aku beri tips supaya mudah di pelajari. Hehehe.”

Sankyu na!!”

Are? Iwasaki-kun? Ukisho-kun? Kalian mau kemana?”

Baka. Sudah jelas mereka mau kerumah Nasu-kun, Rei-chan.”

Tanpa kami sadari, suara seorang gadis kini mengejutkanku. Tapi, sepertinya Hidaka yang sangat terkejut saat ini dan aku tahu siapa pemilik suara itu.

Ketika aku membalikkan badan, dapat kulihat dua gadis yang kukenal. Mereka Hashimoto Reina dan Takahashi Yuuka.

Maji de?!

 

“Ah halo Reina-san Yuuka-chan.” Sapaku pada mereka dan berusaha untuk tidak gugup kala Yuuka-chan saat ini berada di depanku.

“Ukisho-kun doushita?”

Ah, aku baru menyadari sedari tadi Hidaka masih setia berdiri disana tanpa membalikkan badannya. Apa dia masih ragu-ragu untuk mendekat kesini? Entahlah.

Mau tak mau aku menghampirinya yang diam bak patung itu.

“Hey, Hidaka! Ayo kesana. Jangan cemberut gitu.” Bisikku pada Hidaka yang masih diam saja.

Sumanai. Aku hanya gugup karena tiba-tiba Reina-chan muncul.”

Mou. Sekarang kita kesana ya. Setidaknya mengobrol dengan sikap sewajarnya saja.”

“Yeah.”

Aku tersenyum tatkala Hidaka mengikuti perkataanku. Lagipula tidak sopan ‘kan kalau seseorang menyapamu, tapi kamu tak menggubrisnya.

“Kau baik-baik saja, Ukisho-kun?” dapat kulihat raut wajah Reina-san yang panic itu.

Daijoubu, Reina-chan.”

“Bagus kalau begitu. Kita lekas ke rumah Nasu-kun sekarang.”

Kami bertiga serempak menganggukkan kepala sebagai jawaban atas ucapan Yuuka-chan barusan.

*+*+*+*

Detik demi detik berlalu sampai terhitunglah satu menit. Menit demi menit berlalu sampai terhitunglah satu jam. Jam demi jam pun berlalu pula sampai terbentuklah hari.

Hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh siswa SMA Kanagawa dimana sekolah tercinta akan merayakan ulang tahun yang ke-30. Seluruh panitia kegiatan tersebut telah melaksanakan tugasnya dengan semaksimal mungkin dari awal hingga saat ini.

Sebagian klub telah dipilih untuk menjadi bagian pengisi acara agar tampak meriah. Termasuk klub kami yang sudah memiliki nama grup Tokyo B Shounen. Padahal belum lama grup ini terbentuk, sudah banyak sekali penggemar grup kami.

Senang sekali rasanya memiliki penggemar, terlebih Yuuka-chan dan Reina-san. Kalau masalah siapa member favorit bagi Reina-san, sudah pasti jawabannya Nasu Yuto karena dia adalah pacarnya. Mengejutkan lagi disaat Yuuka-chan ditanya oleh salah seorang siswi SMA Kanagawa, jawabannya adalah …

Aku.

Terkejut? Senang? Terharu? Tentu saja. Semuanya tercampur menjadi satu sehingga aku tak tahu harus berekspresi apa ketika mendengar jawabannya. Sebagai gantinya pun aku mengucapkan terima kasih dan tersenyum tulus padanya.

Namun ketika aku dapat merasakan keganjalan yang ada pada diri Yuuka-chan telah membuatku bingung.

Ada apa dengannya?

Apa aku salah dalam mengatakan sesuatu? Tapi aku merasa tidak salah dalam mengatakan terima kasih padanya.

Lalu ada apa sebenarnya? Aku tak mengerti dan hal ini membuatku frustasi.

“Taisho! Perhatikan gerakanmu dengan fokus. Kita kebagian center di lagu-lagu tertentu jadi kau harus bisa fokus!”

Dengan tiba-tiba suara keras itu (tepatnya suara bentakkan) dapat kudengar dari bibir Fujii Naoki. Arghh!! Tiba-tiba tidak fokus!

Sumanai! Bisa kita ulang lagi?” ujarku memohon.

“Hah~ baiklah. Kali ini harus fokus, Taisho. Kita tampil nanti malam jadi harus semaksimal mungkin kita berlatih.” Tegur Naoki lagi dan langsung kuanggukkan kepalaku.

Oke, Taisho. Kau harus fokus demi kelancaran acara ulang tahun sekolah! Untuk masalah Yuuka-chan mungkin belakangan dulu.

Ya, itulah jalan terbaik untuk sekarang ini dan aku bertekad untuk menanyakan permasalahan ini padanya setelah acara selesai.

Daijoubu ka?” tiba-tiba sebuah tangan kini menepuk pelan pundakku yang terbalut kaos biru.

Daijoubu desu.” Jawabku pada sang pemilik tangan itu, Ukisho Hidaka.

Ganbatte, Taisho-senpai!!” seru Kanasashi Issei, Kouhai sekaligus member termuda di grup kami.

Sankyu, Issei!”

.

.

.

Selamat malam dan selamat datang untuk Kepala Sekolah, guru-guru dan staff karyawan, beserta siswa-siswi SMA Kanagawa yang terkasih, hari ini kita ……

Suara sang MC acara kini terdengar di seluruh penjuru halaman SMA Kanagawa yang terkenal luas ini. Dapat kulihat diluar sana, banyak sekali siswa-siswi mengenakan setelan jas dan juga gaun pesta yang sangat menawan dengan topeng yang berkilauan karena hiasan glitter yang mengenai sinar lampu disana.

Saat ini, aku beserta teman satu grupku, Tokyo B Shounen, tidak mengenakan setelan jas seperti para siswa lainnya disana. Tentu saja karena kami akan tampil sebagai pengisi acara tersebut dan setelahnya barulah kami mengganti pakaian kami dengan setelan jas dan mengenakan topeng seperti mereka.

Posisi kami berada di ruang klub kami sendiri yang beruntungnya dekat dengan belakang panggung megah dan besar itu. Selain itu, keuntungan lainnya adalah panggung itu pun bisa jadi penghalang siswa-siswi untuk masuk keruangan klub yang telah ditentukan untuk mengisi acara ulang tahun sekolah. Jadi, aman pastinya.

“Taisho!” panggil Naoki yang tiba-tiba itu membuatku mengarahkan pandangan padanya dan menghampirinya ketika ia memberi isyarat padaku untuk mendatanginya.

Hai.” Jawabku kemudian.

“Oke. Hari ini kita akan tampil, jadi kalian harus fokus ya! Dan … jangan gugup!” titah Naoki yang sudha seperti leader kami.

“Yak, bagus sekali titahmu itu, Fujii Naoki-kun. Hahaha!”

Tanpa kami sadari, suara seorang pemuda mengejutkanku. Terlebih Naoki. Ketika kami semua mengarahkan pandangan tertuju pada suara itu, tak kami sangka pemuda itu bersama dua teman lainnya dengan mengenakan setelan jas beserta topeng yang menutupi sebagian wajah mereka. Dan mengejutkannya lagi,

Setelah mereka membuka topeng, ternyata mereka bertiga adalah senpai kami dan satu klub dengan kami dengan membentuk nama grup Mr. KING. Ya, beruntungnya mereka karena saat ini tidak tampil untuk mengisi acara dan grup kami-lah sebagai gantinya dengan grup HiHi JET.

Ah, mengenai grup HiHi JET, bisa dikata semua anggotanya hampir seumuran kami namun grup itu telah terbentuk lebih dulu setelah Mr. KING. Jadi, kami juga menganggapnya senpai.

Kabar baiknya, grup HiHi JET akan menjadi backdancer grup kami. Mengejutkan, deshou? Bahkan kami mengetahui hal ini dari pelatih kami kemarin.

Benar-benar menakjubkan.

“Mou Kaito-senpai!!” seru Naoki pada pemuda yang bernama Kaito itu. Takahashi Kaito.

“Ano, bagaimana senpai-tachi bisa masuk kesini?” tanya Hidaka dengan sopan pada member Mr. KING.

Etto, sebenarnya kami diperbolehkan masuk ke ruangan klub oleh panitia.” Jelas pemuda yang berada disebelah Kaito-senpai, Nagase Ren-senpai namanya.

“Yap! Kami juga akan memberikan kejutan diakhir acara nanti. Eh, kejutan setelah acara selesai maksudnya.” Tambah Hirano Sho dengan raut wajah berbinar.

Baiklah. Ini hanya perasaanku atau bukan, Sho-senpai memandangiku dengan penuh arti setelah mengucapkan kalimatnya itu. Apa maksudnya?

Sou desu ne!!”

Beberapa saat kami terdiam. Entah apa yang ada dipikiran teman-temanku, bahkan senpaitachi saat ini. Tak lama setelahnya, dapat kusadari bahwa pandangan Hidaka saat ini penuh arti dalam memandangiku. Setelahnya Yuto, Naoki, Ryuga, dan Issei.

Ada apa dengan mereka saat ini?

“Kenapa kalian semua memandangiku?” tanyaku penuh dengan penasaran.

“Taisho-kun, selesai acara ini jangan pulang dulu ya.” Ucap Ren dan kemudian tersenyum penuh arti padaku.

Baiklah. Otak sehatku tak dapat menangkap maksud dari senyuman itu. Hontou ni kowai.

Hai. Wakatta.” Jawabku kemudian dan hanya bisa pasrah saja.

Baiklah! Mari kita saksikan performance selanjutnya dari klub sing and dance, TOKYO B SHOUNEN!!!

KYAAAAA!!!!

Suara sang MC tiba-tiba saja mengejutkan kami setelah menyebut nama grup kami. Terlebih suara teriakan para siswi diluar sana. Benar-benar heboh.

Yosh! Tokyo B Shounen, saatnya tampil.”

Suara ini bukan berasal dari member Mr. KING atau grup kami. Asal suara tersebut berada diluar pintu ruang klub kami. Dan ternyata …

“HiHi JET-san?!!!” seru kami kompak.

Gomen na, minna. Kami tadi hampir saja terlambat.” Ujar sang leader dari grup HiHi JET, Takahashi Yuto namanya.

Ah, nama marganya persis seperti Yuuka-chan. Mengingatnya jadi membuatku rindu. Padahal kami lost contact hanya sehari, mungkin.

Tapi, sebenarnya ada masalah yang belum aku selesaikan dengannya.

“Untung saja kita langsung memakai ini dari rumah, hahaha!” ujar Hashimoto Ryo sambil tertawa dan mendekati Nasu Yuto.

Dapat kulihat sekilas wajah Nasu Yuto sedikit tersipu tatkala Ryo-san tertawa dan mendekatinya. Ah, apa karena nama marga pacarnya itu sama seperti Ryo-san? Mungkinkah?

Are? Dimana Soya-kun?” tanya Yuto pada Ryo-san.

“Ah iya, Soya-kun tidak ikut tampil, tapi dia datang kok. Mungkin bersama Yuuka-san dan Reina-chan.” Jelas Ryo-san.

Kenapa Ryo-san memanggil pacar Yuto, Reina-chan? Mungkinkah …

“Kalau begitu kalian bersiaplah.” Titah Sho-senpai.

Ganbatte!! HiHi B Shounen!!”

Setelahnya kami semua berjalan keluar dari ruangan untuk tampil diatas panggung.

.

.

Tak terasa 3 jam telah berlalu dan waktu telah menunjukkan pukul 11.30 malam. Yeah acaranya benar-benar menarik sekaligus terkesan mewah. Terlebih disana tadi juga ada acara dansa dan sebagainya.

Saat ini kami sudah berganti pakaian mengenakan setelan jas setelah kami tampil perfom sing and dance. Kami belum bisa kembali pulang karena seperti yang dikatakan Sho-senpai, akan ada kejutan setelah acara tersebut.

Fiuhhh~ aku benar-benar lega sekarang setelah semuanya berjalan lancar. Bahkan semua teman satu grup memujiku kalau aku bisa tampil dengan baik dan keren. Sebagai bukti bahwa tadi banyak sekali siswi-siswi yang meneriakkan namaku.

Yokatta~

 

“Nah, sekarang sudah selesai. Jadi aku akan memberikan kejutannya sekarang.” Ucapan Sho-senpai yang bersamaan dengan tatapan penuh artinya memandangiku itu membuatku terkejut.

Terlebih semua orang disana tersenyum penuh arti dan ikut memandangiku.

“Kenapa kalian semua memandangiku?” tanyaku dan kemudian memasang wajah cemberutku.

Sedari tadi mereka berlaku aneh dengan tatapan penuh arti dan juga senyuman aneh itu. Benar-benar mencurigakan.

Apa yang dipikiran mereka sekarang?

“Taisho, kau tak ingat ini hari apa?” pertanyaan dari Ryuga membuatku mengerutkan alis.

Memangnya kenapa?

“Ini hari Rabu. Memangnya ada acara khusus ya selain ulang tahun sekolah?” tanyaku pada Ryuga. Namun lebih tepatnya pertanyaanku itu kutujukan pada semua orang disana.

“HAHAHAHA!!!”

Hah? Kenapa mereka tertawa? Apa ada yang lucu dengan pertanyaanku? Kurasa tidak. Hmm …

“Taisho, sungguh kau tak mengerti ini hari apa? Padahal hari ini special loh. Hahahah!” Seru Ren dan masih dalam mode tertawa.

“Benar yang dikatakan Ren-senpai. Kau ini masih muda tapi sudah pikun ya, Taisho.” Tambah Hidaka kemudian dan tertawa.

Baiklah. Apa yang mereka bahas sekarang? Kenapa aku jadi kena bully seperti ini?

“Sudah-sudah. Lebih baik masuk kedalam intinya saja ya.” Ucapan dari Sho-senpai kini membuat semuanya berhenti tertawa.

PLOK (intinya ini suara tepuk tangan ya XD)

Douzo, Takahashi-sama.” Seru Sho-senpai sembari menepukkan kedua telapak tangannya di udara dan memanggil nama seseorang.

Takahashi-sama? Dare?

Happy birthday to you. Happy birthday to you. Happy birthday happy birthday~ happy birthday, Taisho-kun.

Suara ini …

Ya, aku mengenal dengan sangat baik suara ini. Suara seorang gadis yang kurindukan setelah satu hari tanpa ada kabar tentangnya. Suara yang ingin kudengar.

Suara itu …

Yuuka-chan ka?

“Yuuka-chan …” gumamku untuk memastikan lagi.

Dapat kulihat seorang gadis dengan gaun pesta kuning cerah dengan hiasan kupu-kupu disekitarnya serta taburan glitter di bagian pinggang dan bawah dasar gaun itu membuatku terpana. Terlebih model gaun itu dengan bahu terbuka dan sebuah topeng emas yang bertengger manis menutupi sebagian wajah pemiliknya itu.

Dapat kulihat bibirnya yang mengukir sebuah senyuman manis. Kedua tangannya yang putih membawakan sebuah kue coklat dengan lilin diatasnya.

Hari ini … hari ulang tahunku? Bagaimana aku bisa lupa?

“Taisho-kun.” Panggilnya setelah sampai dihadapanku.

Aku tak tahu harus berekspresi seperti apa. Ini benar-benar diluar dugaanku.

“IWASAKI TAISHO, OTANJOUBI OMEDETOU!!!!”

PAAK

Suara seluruh teman-temanku kini mengejutkanku. Terlebih beberapa konfeti yang ditujukan kearahku sehingga kepalaku terkena olehnya dan juga … gadis dihadapanku.

“Taisho! Buka topengnya.” Seru seorang gadis yang berdiri ditengah-tengah Nasu Yuto dan Hashimoto Ryo.

Itukan suara Reina-san. Sejak kapan dia?

Namun aku tak peduli dengan masalah itu, jadi aku menuruti perkataannya dan membuka perlahan topeng yang dikenakan gadis dihadapanku ini. Kepalanya sedikit tertunduk supaya memudahkanku melepaskan ikatan tali yang mengikat topeng itu.

Setelah benar-benar terlepas, betapa terkejutnya aku …

Otanjoubi omedetou, Taisho-kun.” Ucap gadis itu yang bersamaan dengan senyum manisnya.

Ya. Gadis itu adalah Yuuka-chan. Gadis yang kusukai sejak lama ini mengucapkan selamat ulang tahun padaku.

Meskipun ia sudah sering mengucapkannya di tahun-tahun sebelumnya, entah mengapa aku menyukai ucapannya di tahun ini. Benar-benar manis.

“Yuuka-chan…” gumamku menyebut namanya.

Make a wish first setelahnya tiup lilinnya ya.” Instruksinya itu membuatku tersenyum lembut dan menganggukkan kepala.

Tak lama setelahnya, aku pun melipatkan kedua tanganku dan mulai melakukan make a wish. Setelahnya aku pun meniup lilin di atas kue itu.

“YEAAAHH!!!” teriak teman-teman kami secara langsung setelah aku meniup lilinnya.

“Yak sekarang Yuuka-chan ucapkan sesuatu yang berkenaan dengan perasaanmu pada Iwasaki-kun.” Dapat kudengar dengan jelas instruksi dari Reina-san setelah ia mengambil kue ditangan Yuuka-chan dan berjalan mundur.

Mengucapkan tentang perasaannya padaku?

“Pertama, aku ingin meminta maaf padamu karena sehari yang lalu tidak memberimu kabar apa-apa. Kedua, aku juga minta maaf atas sikapku saat itu yang membuatmu bingung bahkan jadi tidak fokus karena harus kepikiran. Terakhir …”

Sesaat sebuah jeda tercipta. Bahkan kami semua terdiam untuk mendengar ucapan Yuuka-chan selanjutnya.

Entah kenapa jantungku jadi berdebar-debar seperti ini?

Daisuki desu, Iwasaki Taisho-kun!!” serunya dan langsung berhamburan memelukku.

“Wohooo!!!”

“Suit suit!!”

Setelah pernyataan dari Yuuka-chan, semuanya langsung heboh dan bahkan berteriak sambil bersiul.

Ah, tak kusangka Yuuka-chan juga menyukaiku. Akhirnya …

“Taisho-kun, inilah alasan kenapa aku mengagumimu karena aku menyukaimu.” Ucapnya yang masih dalam posisi memelukku.

Sudah cukup. Ia tak perlu mengucapkan apapun lagi karena aku sudah menemukan jawabannya. Tak perlu aku menunggu untuk mengungkapkan isi hatiku yang sesungguhnya pada Yuuka-chan.

Arigatou, Yuuka-chan! Boku mo, kimi ga suki desu!!” ucapku kemudian dan membalas pelukannya dengan erat.

Melihat itu, semua teman kami langsung berteriak ria sambil bersiul.

Merasa diperhatikan, kami pun saling melepaskan pelukan dan memandang malu-malu pada mereka.

Pada akhirnya, perasaanku tersampaikan. Ini benar-benar hadiah terbaik yang kudapatkan di tahun ini.

Aku berharap bisa terus bersamanya~

 

OWARI~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s