[Minichapter] Broken Wings (#3) -END

  • Juara 3 SAGITTARIUS SQUAD FANFIC CHALLENGE

BROKEN WINGS PART 3-END
By : Hanazuki
Chara: Kyomoto Taiga (SixTONES), Iwahashi Genki (Mr Prince), Matsushima Sou (Sexy Zone), Abe Ryohei (Snowman), Chinen Yuri (Hey! Say! JUMP), Kyomoto Kirie (OC) dan beberapa karakter dari game Ensemble Star dan karakter lain yang ikut muncul namanya.
Rating: R-13
Genre: Romance (?), Family, drama, Friendship

broken-wings-cover

Kyomoto Kirie masih berjalan cepat, bukan kali pertama Genki melakukan hal itu padanya, tapi hatinya berdegup semakin kencang. Degupan yang tak pernah ia rasakan saat melakukan apapun bersama Taiga, kakaknya. Kirie belum pernah merasakan hal itu sebelumnya, perasaan yang membuatnya sendiri bingung.

Bruuuk

Tanpa sadar Kirie menabrakkan badannya pada segerombol anak berseragam SMA dengan tampilan berantakan yang masih asik berdiri dipinggir jalan. Kiri memeluk kencang tas di dadanya, sangat kencang, ia ketakutan.

“Hai gadis cantik,  sendirian? Kau ingin bermain bersama kami?” goda salah satu pria dengan rambut yang diwarna pirang. Perawakannya cukup tinggi, sangat tidak cocok untuk berseragam SMA. Kirie menundukkan pandangannya, perlahan berjalan mundur. Malang, dibelakangnya sudah ada pria lain yang menghalanginya.

“Kau mau kemana? Bukannya kau datang untuk menggoda kami? Hahaha” satu lagi pria berbadan cukup besar, kurus, rambut hitam lurus menutup separuh wajahnya sambil beberapa kali memainkan rambut Kirie.

“Kiriechaaan….”Genki tiba tiba datang menyusup ke gerombolan yang mencoba mengganggu Kirie. Dipeluknya erat gadis itu,Beberapa coba memisahkan mereka dengan menarik Genki. Meski kesakitan Genki masih menahan badannya untuk melindungi Kirie. Sesekali beberapa menedang tubuh Genki yang tak terlalu besar itu. Sampai segerombolan orang itu berhenti, Genki merintih kesakitan, Kirie mencoba menopang tubuh Genki yang makin melemah.

Keduanya menurunkan pertahanan, berharap gerombolan tadi menyudahi gangguannya. Kirie memapah tubuh Genki perlahan. Tapi tiba-tiba salah seorang melemparkan tendangan keras ke arah punggung Genki, tapi Kirie menahannya. Kirie pingsan dihadapan Genki. Sontak segerombol lelaki itu kabur dari lokasi kejadian.

.

Taiga lari menyusuri lorong rumah sakit sambil masih membawa bungkusan Taiyaki yang memang sengaja ia bawakan untuk adiknya. Melihat Genki duduk lemas dengan badan penuh perban emosinya meluap. Sebuah pukulan keras dilayangkan ke wajah kiper timnya itu.

“Aku sudah curiga padamu sejak pesta di rumah. Puas kau sudah membuat adikku kritis dan kesakitan?” sambil menahan emosinya, Taiga menahan nafasnya yang juga tak teratur. Wajahnya memerah, air mata tak bisa ditahannya lagi. Ia layangkan sekali lagi pukulan ke arah Genki yang sudah pasrah, tapi sengaja diarahkan ke dinding. Tangannya memerah.

“Gomenn…”Genki hanya bisa menduk, menyesal karena ia tak bisa melindungi gadis kecil itu. Akibat tendangan keras dari gerombolan pemuda tadi sekarang Kirie masih belum sadarkan diri dan kritis di rumah sakit. Taiga memasuki kamar tempat Kirie dirawat, meninggalkan Genki yang mesih merunduk kesakitan sendiri di luar kamar.

.

NTS masih berlatih seperti biasa, tapi Taiga sempat beberapa kali kehilangan konsentrasinya. Bola-bola indah yang sengaja dioperkan padanya tidak ada satupun yang berhasil membobol gawang Genki, pun tendangan pinalti yang sengaja diberikan padanya. Lari berantakan, pertahanan melemah, benar-benar kekacauan yang timbul menjelang detik detik turnamen. Genki tau kalau yang membuat Taiga tidak konsen adalah dirinya. Genki sadar pasti Taiga benar-benar membencinya sekarang.

Peluit istirahat dibunyikan panjang. Taiga menjatuhkan dirinya dilapangan. Ia hanya memandang langit tanpa memperdulikan panggilan orang-orang, termasuk panggilan dari coach Hamada.

“Taiga kun, ada yang ingin kubicarakan denganmu”, sontak Genki membangunkan Taiga. Tatapan mata Taiga kembali sangat dalam. Dia ikut saja Genki mengajaknya bicara berdua.

“Gomennasai… aku tak bermaksud melukai Kirie chan, sungguh. Kau boleh marah sesukamu ke aku, meski seharusnya aku yang marah padamu.” Genki menggenggam erat tangannya, badannya panas.

“Hah? Jelas jelas kau menyeret Kirie ke dalam masalahmu! Kalau memang kau ada urusan denganku jangan bawa-bawa Kirie!” Taiga mendorong tubuh Genki sampai membentur pohon di dekat mereka.

Genki kesal, berbalik mendorong Taiga ke pohon yang sama, disudutkannya calon kapten U-19 NTS itu. Sebuah tinjuan mendarat tepat disamping wajah Taiga mengenai pohon yang sudah lama ada dipinggir lapangan latihan NTS.

“Akira Minami, gadis yang bunuh diri dengan lompat di rel kereta api di jam sibuk….” Genki terdiam menundukkan padannya. Tangannya masih menghalangi jalan Taiga keluar dari pohon tempatnya disudutkan. “Gadis yang kau tolak gara-gara penyakit brother complexmu itu, bunuh diri tepat dihari ulang tahunnya, dihari yang sama setelah ia menyatakan perasaannya padamu.” Genki melanjutkan kalimatnya pelan, dadanya bergetar hebat menceritakan kejadian yang membuatnya tak bisa tidur berhari-hari, kejadian yang membuatnya dendam dengan Kyomoto Taiga.

“Kau tau betapa bahagianya dia saat menceritakan setiap harinya saat melihatmu latihan dan turnamen, betapa dia begitu bahagia saat kau menerima coklat valentine darinya? Kau tahu berapa banyak lelaki yang ditolaknya hanya untuk dirimu? Kau pikir siapa dirimu pantas menolak kakakku yang berharga itu?” Genki menaikkan nada bicaranya. Tangannya dengan keras kembali memukul batang pohon tempat Taiga disandarkannya. Air matanya kembali pecah.

“Orang tua kami memang bercerai, ia memakai nama keluarga yang berbeda denganku. Tapi kami masih sering pergi bersama dan tiba-tiba saja kau merenggut kebahagiannya itu.“ Genki melanjutkan sesaat, tafasnya terengah, kalimatnya terpotong. Taiga hanya bisa diam. Ia ingat orang bernama Akira Minami itu, kakak kelas satu tahun diatasnya. Salah satu fans terbaik club sepak bola sekolah, kapten club voli putri. Memang ia menolak gadis itu karena ia tak mau pisah dengan Kirie, tapi ia benar-benar tidak tahu kalau Akira Minami samapi bunuh diri setelah ia menolak perasaan gadis manis itu.

“Aku jatuh cinta dengan Kirie saat melihatnya di turnamen perfektur saat sekolah kita bertemu 2 tahun lalu, dan akhirnya aku menemukannya disini. Tapi kenapa dia harus adikmu! Kenapa dia punya kakak seorang brother complex! aaaaaaaaaaakh Kusooo!!!” Genki kembali memukul batang pohon itu. Tangisnya masih belum berhenti. Ia mendorongkan tubuhnya ke tubuh Taiga, tangisnya belum berhenti. Taiga kehabisan kata-kata mendengar penjelasan Genki, badannya tak bergerak menahan badan Genki.

“Gomen…aku tidak tahu semua itu. Gomenn” Taiga masih membiarkan Genki meluapkan kemarahan dan kesedihannya. Hingga peluit panjang tanda istirahat selesai berbunyi. Keduanya mengakhiri pembicaraan, menuju kran air untuk membilas wajah berantakan keduanya.

“Datanglah ke rumah sakit dan temani Kirie hari ini. Lusa, tolong temani aku ke makam Akira senpai” Ucap Taiga sambil berjalan mendahului Genki.

Langit diatas lapangan NTS cerah, dengan beberapa gumpalan awan yang berjalan membentuk berbagai macam bentuk yang sangat indah. Angin musim dingin masih bertiup dingin dan belum menunjukkan kapan akan berakhir.

*********

Liga U-19 dimulai. Pertandingan pembukaan antara North Tokyo Star melawan Fukuoka Blue berjalan sengit. Iwahashi Genki yang ada di posisi kiper mati-matian menjaga gawangnya dari ganasnya tim lawan. Matsushima Sou, Chinen Yuri, Yusuke Yamamoto, dan Sakurai Keito tak kalah bersusah payah menjaga barisan belakang. Ditambah pertahanan ekstra dan dorongan bola dari Hidaka Hokuto, Shino Hajime, Aoi Yuuta, di lapangan tengah. Serangan dari Abe Ryohei, Ito Daisuke dan Kyomoto Taiga yang menjadi kapten tim juga tak berhenti karena serangan dari tim lawan.

Kedua tim tampil maksimal di laga pembuka ini. Laga yang menjadi debut bagi beberapa pemain NTS U-19 dan cukup menentukan posisi klasemen mereka kedepannya.

2×45 menit berakhir dengan manis bagi NTS U-19 dengan gol jarak jauh dari Taiga dimenit ke 92 dengan tambahan 3 menit di akhir pertandingan. Nyaris. Tenaga kedua tim habis karena benar-benar tampil maksimal. 3 poin penuh untuk NTS.

Coach Hamada memberi selamat pada timnya. Kemangan pertama yang diharapkan membangkitkan adrenalin dan semangat anak asuhnya itu agar tetap menjaga kestabilan dan meningkatkan pertandingan hingga akhir laga. NTS merupakan salah satu tim yang cukup diperhitungkan diranah turnamen sepak bola Jepang disetiap jenjangnya, tak hayal meskipun bukan tim senior tapi pertandingan pembuka tadi cukup heboh dinikmati fans sendiri maupun fans tamu.

“Jadi kita hari ini mau perayaan dimana? Ada yang mau makan katsudon biasanya?” Abe menggantungkan tangannya ke pundak Taiga dan Genki yang sepertinya masih sama-sama dingin.

“Lepaskan. Aku ada janji dengan Kirie” Taiga menjawab singkat. Tentu saja karena memang Kirie sudah menunggu sejak pertandingan baru mulai.

“Gomenn Abekun, aku juga ada janji hahaha lain kali yaaa.” Genki ikut melepaskan tangan Abe dari pundaknya.

“Jadi sekarang ada yang adiknya sudah dierbut pria lain dan tetap ikut kemanapun adiknya pergi? Hahahahhaa” Abe mencoba menggoda Taiga yang sebenarnya tidak lagi ingin digoda.

“Berisik. Byee aku pulang dulu…Ayo” Taiga menarik jaket Genki. Diluar ruang ganti Kirie sudah menunggu kakak dan kekasih barunya itu. Taiga memang mengijinkan Genki berpacaran dengan adiknya tapi tentu dengan syarat untuk selalu mengajaknya pergi kemanapun mereka pergi. Selain agar kejadian yang sama tidak terulang, Taiga juga masih tidak rela adiknya disentuh terlalu banyak oleh Genki. Karena bila Genki berani melayangkan tangannya menyentuh Kirie, maka Taiga tak segan melakukan hal yang sama pada Genki.

“Jadi, apa kita akan makan udon atau makan pasta hari ini” Kirie tersenyum pada dua lelaki yang berjalan bersebelahan dibelakangnya itu.

*********

TAMAT ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s