[Minichapter] Broken Wings (#2)

  • Juara 3 SAGGITARIUS SQUAD FANFIC CHALLENGE

BROKEN WINGS – PART 2
By : Hanazuki
Chara : Kyomoto Taiga (SixTONES), Iwahashi Genki (Mr Prince), Matsushima Sou (Sexy Zone), Abe Ryohei (Snowman), Chinen Yuri (Hey! Say! JUMP), Kyomoto Kirie (OC) dan beberapa karakter lain yang namanya numpang muncul
Rating: R-13
Genre : Romance (?), Family, drama, Friendship

broken-wings-cover

Pria itu… suatu saat akan kubuat dia merasakan yang dirasakan kakak ….

.

.

.

“Oniichan…. untuk malam tahun baru, bagaimana kalau kita adakan pesta di rumah ini, sekaligus perayaan kau masuk tim utama U-19 NTS?”

“Yakin? Ini malam tahun baru loooh… siapa yaa yang biasanya nggak mau lepas dari oniichannya ini pas malam tahun baru? Siapa yang minta diajak jalan jalan sampai pagi dan bikin oniichan yang tampan ini tidak tidur? Siapa yang selalu minta udon pedas tengah malam tahun baru?yakiin tahun ini mau melewatkan bersama oniichanmu yang makin tampan ini” Taiga tersenyum penuh arti tersembunyi pada adiknya.

Hanya kurang dua minggu dari tahun baru tiba tiba saja Kirie adiknya minta diadakan pesta dirumah. Memang hal yang sangat aneh ketika seorang Kyomoto Kirie memikirkan untuk mengundang orang dan mengadakan pesta di rumahnya. Pasalnya selama 17 tahun umurnya ia sama sekali keberatan dengan yang namanya pesta, apalagi di malam tahun baru. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun inipun kedua orang tuanya tidak bisa pulang di malam tahun baru. Keduanya akan sendirian lagi di rumah, meskipun itu bukan hal yang aneh.

“uuumh! Ajak Abe kun, Iwahashi kun, Matsushima kun, dan teman-teman oniichan yang lain tak apa, ah iya ajak Chinen kun juga ya kak. Kita adakan pesta perayaan untuk kakak. Bagaimana?”

“kau benar-benar serius Kirie?”Taiga justru terlihat sedih mendengar Kirie yang begitu antusias mengadakan pesta kali ini. Kirie hanya mengangguk sambil tersenyum, entah apa yang dipikirkannya kali ini yang justru membuat taiga sedikit khawatir.

.

Undangan telah disebar, tentu tidak banyak karena memang Kirie dan Taiga tak banyak punya teman. Taiga hanya mengundang Abebe, Genki, Sou, Chinen, teman-temannya di NTS. Kirie justru lebih sedikit hanya mengundang Minami dan Hikari teman sekelasnya.

“neee oniichan, menurut oniichan lebih baik kita masak pasta, atau udon favorit oniichan? Lalu puding buah atau crepes ice cream? Coklat hangat atau lemon hangat?”

“apa saja asal kau yang pilih sayaaang….” Taiga mencubit pipi Kirie gemas. Baru kali ini adiknya terlihat begitu semangat menyiapkan sesuatu, setelah sebelumnya menyiapkan bento untuk turnamen pertama Taiga di NTS. “Kirie, menurutmu apa semua akan baik-baik saja saat malam tahun baru? Aku merasa sesuatu yang buruk dimalam itu akan terjadi”, Taiga melingkarkan tangannya ke pinggang Kirie, menyandarkan kepalanya di pundak adiknya.

“daijoubu daijoubu niichan~~~” Kirie mengusap kepala kakaknya itu, rambut hitam kecoklatan yang terkena cahaya yang terlalu halus untuk tubuh seorang pria seperti Taiga.

31 Desember, hari terakhir dengan sejuta arti bagi setiap orangnya. Cuaca yang cukup dingin untuk berkegiatan diluar rumah. Rumah keluarga Kyomoto memang tampak biasa dari luar, tapi dari dalam sesuatu yang langka memang sedang terjadi. Teman teman Taiga di NTS berkumpul, Chinen tidak jadi ikut karena ada janji dengan Yamada senpai yang kabarnya ada reuni dengan club sepak bola SMA mereka. Malangnya Karin dan Hikari, teman Kirie tidak jadi datang.

Genki masuk jadi kiper utama U-19 NTS, pun Abebe, dan Sou yang tidak ketinggalan masuk tim U-19 bersama Taiga. Suara tawa menyelimuti ruang makan. Sesekali suara musik yang mengalun mengalahkan obrolan mereka. Meski hanya berlima, namun terlihat begitu akrab dan menyenangkan.

“Ah, gomenn… aku lupa kalau adikku akan datang ke apartemen jadi aku harus pulang dulu. Tidak apa apa kan?” Abebe yang dari awal paling ceria sangat merasa menyesal harus pulang duluan. Memang beberapa kali ia mengabaikan ponselnya yang terus berdering, dan kali inipun setelah mengangkat telepon ia tampak sedih harus segera pulang.

“Abebe kun lain kali kau harus main lagi yaah kemari. Janji yaaah kita bertiga bisa bermain bersama lagi…” Kirie mengantarkan kepulangan Abe, tak lupa ia membungkuskan puding buah dan milk crepe untuk adik Abe yang datang berkunjung.

“Uhm… mata naa…~~~” Abebe melambaikan tangannya. Berjalan perlahan meninggalkan rumah besar keluarga Kyomoto.

“Ah Oniichan~~ kita kehabisan bubuk cabai ternyata dan susu cairnya habis. Gomenn aku jadi tidak bisa bikin udon pedas kesukaanmu …” Kirie memasang tampang sedih ke kakaknya. Tentu saja Taiga tak tahan melihat adiknya sedih

“Baiklah baiklah… aku akan jalan ke toko diperempatan jalan. Apa kau tak apa ku tinggal dirumah sendirian dengan Genki dan Sou?” Taiga membelai halus rambut adiknya. Genki dan Sou hanya melihat dari kejauhan sambil asik memakan crepe yang dimasak Taiga.

“Aku akan menemanimu Taiga, barangkali terjadi sesuatu dijalan. Meskipun begini aku kuat loooh” Sou memamerkan lengannya yang tidak berotot sama sekali

“Yosh.. aku akan menjaga Kirie chan seperti aku menjaga adikku sendiri, bagaimana?” Genki beranjak dari duduknya, ikut menawarkan diri

“Hei hei hei.. kalian kenapa sih? Aku hanya akan beli bubuk cabai dan susu di perempatan jalan, hanya 1 km dari sini hahahaha” Taiga bingung tentu saja. Ia juga tak yakin meninggalkan Kirie berdua saja dengan Genki.

“sudah sudah.. aku tak apa dengan Genki hahhaa. Titip snack Rocky yaaa niichan ~~~”. Dengan bujukan Kirie akhirnya Taiga bersama Sou pergi bersama ke toko 24 jam di perempatan jalan. Memang tak jauh, tapi udara yang semakin mendingin membuat keduanya memutuskan berjalan sangat pelan. Kirie di rumah berdua bersama Genki.

“Kiriechan…” Genki membuka percakapannya dengan Kirie setelah kakaknya itu keluar rumah. Alunan lagu lagu dari band lawas Ellegarden mengalun diantara keduanya

“umm…” Kirie menatap Genki yang duduk tak jauh darinya.

“Kau sangat dekat dengan Taiga yaa…”

“ Iya, dari kecil kami sudah sering ditinggal sih jadi yaa kami jadi sedekat ini hehe…” Kirie menjelaskan dengan malu-malu sambil mengunyah crepe nya

“Itu mengingatkanku dengan kakakku. Aku punya kakak perempuan dan kami sangat sangat dekat. Kau mau lihat fotonya? Dia sangat cantik, sama sepertimu” Genki beranjak dari duduknya mendekati Kirie, memperlihatkan fotonya bersama kakaknya.

“kawaiii… kalian benar-benar mirip ya Genki kun, tapi em.. em…” Kirie memotong pembicaraannya

“Kenapa?”

“Kakak Genki terlihat sedikit lebih macho daripada Genki kun. Hehehe tapiii dengan rambut pendek kakakmu kalian benar-benar seperti kembar!” Kirie masih menatap foto sambil sedikit kagum. Benar benar cantik.

“hahaha semua orang selalu bilang begitu. Dia anggota club volly saat SMA jadi yaa dia memang sengaja memotong pendek rambutnya haha” Genki masih asik mengobrol dengan Kirie. Sudah 15 menit berlalu tapi Taiga dan Sou juga belum kembali ke rumah.

Kirie dan Genki menjadi akrab begitu saja. Obrolan mereka beraneka ragam, apapun dibawah. Keduanya saling tertawa lepas tanpa malu-malu satu sama lain. Begitu dekatnya ….

.

“Tadaima… Kirie oniichan bawa semua pesananmu…”

“Okaeri niichan …” Kirie hanya menjawab dengan teriakan. Ia dan Genki saling diam dan memainkan ponselnya masing-masing. Makanan dan camilan di meja memang sudah banyak berkurang dari sebelumnya. Tapi suasana menjadi sangat berbeda dari sebelumnya.

“Taiga, aku pulang dulu yaa sepertinya sudah malam..” Genki beranjak, membereskan barang barangnya yang berserakan, berpamitan pulang.

“Ah kalau begitu aku juga pulang, gomeen Taiga..” Sou menyusul berpamitan. Jam memang masih menunjukkan pukul 9 malam. Suasana malam tahun baru bahkan baru mulai terasa dijalanan.

Taiga hanya menganggukkan kepalanya, mengiyakan Genki dan Sou berpamitan. Kirie masih diam sambil membereskan sisa makanan yang berserakan. Taiga bingung tentu saja, apa yang terjadi sampai adiknya menjadi seperti ini.

“Niichan…”

“em?”

“malam ini, aku tidur sama niichan yaa.. yaaa…”

“Kau kenapa kirie?” Taiga makin penasaran

“Karena sudah tinggal berdua kita lewatkan malam ini bersama seperti biasanya hehhe…” Sayangnya Kirie memang sangat jago berakting, jadi Taiga tak merasa aneh atau apapun itu.

keduanya duduk bersama menonton acara music sambil menunggu countdown. Kirie menyandarkan kepalanya di bahu Taiga, nyaman.

“Niichan, apa kau kangen ayah? Kapan kapan ke Indonesia yuuk, kita ke tempat ayah. Aku cari di internet katanya kota tempat ayah kerja sekarang memang bukan kota yang terkenal, tapi disana dekat banyak tempat wisata.”

“boleeeh, nanti kita ijin mamah dan hubungi ayah dulu yaaa….” Taiga mengelus rambut adik manisnya.

Countdown dimulai, acara musik yang berisikan grup grup idol pria yang populer itu mulai menghitung mundur setiap detiknya. Kirie ketiduran dipundak kakaknya. Tak mau adiknya terkena flu, Taiga mengangkat dan menggendongnya ke kamar. Selimut tebal menutupi sebagian besar badan Kirie. Wajahnya yang sedang terlelap tampak begitu manis. Kecupan selamat tidur dari taiga membasahi bibir adiknya.

Taiga berniat meninggalkan adiknya yang sedang tidur, tapi tiba-tiba tangannya ditarik tangan adiknya. Seakan Kirie tak mau ditinggal Taiga kali ini. Taiga membaringkan tubuhnya disamping tubuh Kirie. Melingkarkan tangannya di kepala Kirie, membelai rambut halus adiknya. Ada perasaan aneh, khawatir, dan takut yang dirasakan Taiga malam ini.

.

“Jadi kau benar melakukannya tadi? Dalam waktu sesingkat itu?” Sou penasaran dengan cerita Genki

“uhm.. aku sebenarnya tak mau melakukannya secepat ini, tapi setiap kali aku melihat keduanya rasa sakit dan perasaan balas dendam itu selalu muncul.”

“baka!” Sou menepuk belakang kepala Genki cukup keras. Genki kesakitan.

“jika saja Kirie bukan adik Taiga aku sudah benar-benar jatuh cinta dengannya sejak pertemuan di turnamen saat kita SMA. Kau ingat itu kan Sou?”

“tapi sampai sekarang bukannya sebenarnya kau masih menyimpan rasa untuk Kirie? Bukankah kau mati-matian masuk NTS karena tim ini ada di kota Kirie?”

“Memang, tapi setelah mengetahui bagaimana kedekatan Kirie dan Taiga aku jadi .. ah sudahlah ayo kita cepat jalan kalau tak ingin mati beku di sini hahaha” Genki mempercepat langkahnya, memasukkan tangannya ke kantong jaket yang sudah diberi penghangat untuk tangannya.

*********

Suara peluit memgangung di lapangan NTS. Tim U-20 mematangkan persiapan sebelum laga dimulai. Coach Hamada terus mencoba berbagai taktik yang sudah disiapkannya. Tak hanya latihan fisik dan taktik yang semakin ditingkatkan mendekati liga junior, tapi juga persiapan mental benar-benar diberikan jajaran pelatih NTS.

Suasana ruang ganti pemain ramai setelah selasai latihan. Beberapa bercanda sambil memikirkan bagaimana liga perdana mereka. Sebagian asik mandi sambil bersenandung, sebagian asik memainkan smartphonenya untuk sekedar bermain game atau sosial media.

“hmmm sepertinya ada yang mau kencan sore ini rapi amat. Dan parfumnya uuh mungkin aku tak mau melepaskanmu kalau aku wanita hahahaha” Abebe menggoda Genki yang paling cepat bersiap pulang. Tidak ada yang tau siapa yang akan diajaknya kencan malam ini, kecuali Sou yang sangat dekat dengannya.

Sabtu malam memang dirasakan spesial bagi beberapa orang, termasuk Genki hari ini. Janji untuk bertemu di salah satu cafe anime di dekat stasiun, siapa yang akan menyangka kalau Genki akan pergi bersama Kyomoto Kirie, adik kesayangan Kyomoto Taiga. Bahkan Taiga juga tak tahu hubungan antara adiknya dan Genki, sejak kapan, dan bagaimana dimulainya.

Triing

Oniichan~~~ aku pulang lebih malam hari ini.

Aku jalan dulu dengan temanku. Oh ya, aku sudah siapkan makan malam, jangan lupa dipanasin dulu yaa sebelum dimakan.

Chuuu ~~ :*

Taiga menghela nafasnya panjang. Sayang sekali rasanya tidak jadi menghabiskan sabtu malam bersama adiknya. Padahal ia sudah susah payah menyimpankan film bergenre Shonen ai favorit adiknya.

“Oii Taiga, kau mau jalan? Kabarnya ada kios taiyaki baru cabang dari Kyoto yang rasanya luar biasa enak”. Abebe menepuk pundak Taiga dari belakang, membuyarkan lamunannya.

“aaah~~ berhubung aku tidak ada kegiatan dan aku ditinggal sendiri di rumah aku ikut deh…”Taiga menjawab lemas

“Abekun~~ Aku ikuuuut…..” Sou berteriak dari luar kamar mandi dengan pakaian lengkapnya.

“hmmm sepertinya aku juga ikut kali ini, aku suka sekali taiyaki nih. Bolehkan Taiga kun, Abe kun?” Chinen juga muncul sambil menepuk pundah Taiga dan Abe.

“Yoooosh… ayo segera berangkat….” Abebe dengan cepat menarik tangan Taiga dan membangunkannya dari posisi duduknya yang terlihat tak bertenaga. Sou dan Chinen menyusul dibelakang mereka. Siapa sangka dijalan mereka bertemu dengan Hokuto dan Yamada Senpai yang memutuskan bergabung dengan mereka hanya untuk makan taiyaki.

Aku akan beli taiyaki, bukankah kau suka taiyaki? Akan kubawakan beberapa untukmu nanti yaa…

Chuu~

Send.

“Kyomoto kun sepertinya sedang ada masalah ya? Bukankah kalian malam ini untuk bersenang senang?” Hokuto senpai mulai curiga melihat ekspresi Taiga yang sedari tadi masih terlihat jenuh

“iyaa senpai, itu gara gara kirie chan kesayangannya hari ini pulang malam dan dia kesepian…”Abebe menyenggol keras pinggang Taiga, tapi yang disenggol tetap tak berubah sama sekali.

“aaaah di saat seperti ini aku ingin eskrim saja …” Taiga menghembuskan nafasnya panjang

“Kyomoto kun, kau mau coba taiyaki isi es krim kacang merah dari tempat yang akan kita datangi? Kabarnya eskrim kacang merahnya sangat enak disana.” Hokuto menjelaskan sambil tersenyum menghadap Taiga.

“Wuooooh senpai sudah tau itu…. baiklaaah !!” Taiga tiba-tiba menjadi sangat bersemangat. Meskipun cuaca masih dingin tapi kesenangan Taiga untuk makan es krim tak pernah hilang. Bahkan pernah ia menghabiskan semangkuk kakigori ditengah salju yang deras.

*********

“Kiriechan, kau tidak ingin pergi denganku yaa hari ini?” Genki menopang kepalanya dengan tangan di meja. Dua piring pasta dengan toping berbeda tersaji dipiring dengan jus jeruk dan coklat panas sebagai pasangannya. Kirie menggelengkan kepalanya sambil tersenyum ke arah Genki.

“Makanlah yang banyak, aku tidak tau kau suka pasta apa, tapi pasta seafood yang kau pesan aku rasa cukup enak” Genki kembali tersenyum di depan kirie. Ada perasaan tak wajar yang berdengung di hati wanita di depannya itu. Sejak pesta dirumah keluarga Kyomoto keduanya makin dekat satu dan yang lain, saling berkirim pesan, saling telepon di malam hari juga.

“Genki kun, kenapa kau mengajakku keluar malam ini?” Kirie menanyakan hal yang cukup mengganjalnya seharian sambil masih mengunyah pasta seafoodnya. Perpaduan antara pasta al dente, udang, cumi, potongan daging kepiting, kerang, dan kaldu dari berbagai jenis ikan khas Jepang memang benar-benar menari-nari di perut Kirie.

“Jadi kau tidak mau? Ah ada cipratan kuah di pinggir bibirmu”, Genki mendekatkan wajahnya, mengelap kuah yang menempel di wajah Kirie dengan jarinya.

Chuup

Tanpa disadari Genki mengambil kesempatan itu untuk kembali mencium adik manis dari Taiga. Kirie mendorong tubuh pria di depannya itu. Jantungnya berdegup sangat kencang. Berbeda dengan saat Taiga menciumnya setiap hari.

“Ah gomen Genki kun… “ Kirie meminum jus jeruknya dengan cepat, mengambil tas dan meninggalkan Genki yang masih terdiam di kursinya. Kirie mempercepat langkah kakinya, berharap Genki tak dapat mengejarnya dan ia bisa bertemu kakaknya secepatnya.

*********

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s