[Multichapter] Lelaki yang Mencicit (Part 7)

Title: Lelaki yang Mencicit
Author: Darya Ivanova
Genre: Fantasy, Comedy, Romance
Cast: Nakajima Yuto, Nakajima Kento, Fujii Ryusei, Yamazaki Kento
Theme song: Ever Ever After – Carrie Underwood (OST Enchanted)
Disclaimer: All casts are not mine

A/N: Akhirnya update (j)uga setelah hampir sebulan nggak kemari. Selamat membaca, dan comments are love! Maafkan juga kalau ceritanya agak kurang jelas karena masih mencari ide.

“Mengapa Kami Tidak?”

Meskipun Yuto belum mulai bekerja mengerjakan proyek terbarunya, ia sudah tahu bahwa waktu “hidup normalnya” hanya berlangsung di saat matahari telah terbenam hingga fajar menyingsing. Pada detik itu ia mulai menyusun apa yang harus dibuat untuk proyek terbaru. Maklum, Yuto bisa stres kalau sesuatu yang dilakukannya tidak dipersiapkan dengan baik.

“Kalau nanti si Bloody Mary – maksudnya Arai Yuko – sudah mengirimkan notulensi rapat, aku cukup menyesuaikan isinya saja nanti,” gumamnya. Kini Yuto teringat bahwa ada proyek yang saat ini harus diselesaikannya segera. Sebetulnya ia sudah menyelesaikan bagiannya di siang hari sebelum ia melamar Mariya – tetapi gagal. Ternyata ada manfaatnya juga berada di proyek yang sama dengan si Bloody Mary, batin Yuto.

                To: tomoyanagase@nagase-ad.jp, ueto-a@nagase-ad.jp, go911@nagase-ad.jp, wataru1986@nagase-ad.jp, yuko-arai@nagase-ad.jp, fujii08@nagase-ad.jp, kentonakajima0394@nagase-ad.jp

                Subject: Konsep iklan Sakuragi Pro (pre-final)

                Selamat malam,

                Bersama surel ini terlampir konsep iklan untuk Sakuragi Pro yang sudah diletakkan di atas desain dari visualizer, masing-masing dalam format *jpeg dan *psd (jika masih harus diperbaiki). Mohon maaf karena besok saya juga tidak dapat menghadiri rapat dengan klien untuk persiapan publikasi iklan.

                Terima kasih.

Setelah surel dikirimkan, Yuto menjadi sedikit tenang karena tugasnya di malam itu sudah selesai. Hingga kini perutnya masih “menyanyi” karena sejak pagi ia belum makan – karena ia tidak mau makan sampah. Nasi sisa semalam terpaksa dimakan karena ia sama sekali tidak dapat menahan rasa laparnya. Untuk malam itu ia terpikir untuk mengolah nasi sisa itu menjadi nasi goreng.

“Akhirnya aku makan juga!” gumamnya ketika suap pertama masuk ke dalam mulutnya. Kemudian matanya menatap ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 22.00. Mungkin sudah waktunya Yuto menerima takdir jika nanti ia kembali menjadi manusia, ia akan lebih gemuk dari sebelumnya. Masalahnya sekarang ia sudah makan berat di atas pukul 20.00 dan waktu olahraganya di pagi hari harus dilewatkan mengingat takdir buruk yang menyerangnya setiap pagi hingga sore hari – mulai saat fajar menyingsing. Namun di satu sisi ia juga harus bersabar karena tepat di hari munculnya bulan purnama, ia akan kembali menjadi manusia – meskipun itu berarti ia hanya dapat menghabiskan waktu seharian di apartemen sampai malam bulan purnama tiba.

**

Yuto kembali membuka kumpulan desain produk teh Harao Inc. yang baru saja diterimanya. Setidaknya terdapat varian rasa the biasa, teh hijau, teh chamomile, teh lemon, teh peppermint, serta teh perpaduan aroma stroberi dan vanilla.

“Berarti kalimat yang digunakan harus mampu menarik perhatian orangtua dan anak-anak,” gumam Yuto sembari mencatat konsep kata-kata yang nantinya akan digunakan di iklan. Kini Yuto kembali memutar otak. Kali ini ia memikirkan konsep akan seperti apa iklan produk teh Harao Inc nantinya, terutama untuk iklan televisi. Masalahnya adalah ide yang ada di otaknya adalah yang dimiliki oleh tim visualizer atau eksekutor.

“COPYWRITER TANGGUH! (4)”

Nakajima Yuto: Dude! Di antara kalian ada yang akan terlibat di proses pembuatan iklan Harao Inc. kan?

Yuto mengirim pertanyaan di grup percakapan di instant messenger. Sejujurnya ia juga bertanya-tanya apakah besok teman-temannya juga telah diajak rapat untuk brainstorming. Beberapa menit kemudian, Ryusei membalas dengan,

Fujii Ryusei: Aku dan Yamaken juga. Memangnya kau tidak membaca nama-nama penerima?!

Tak lama kemudian, Yamazaki Kento pun muncul.

Yamazaki Kento: Setidaknya siapkan bahan untuk rapat dan brainstorming, dude! Bagaimana kalau nanti Bloody Mary (versi Yuto) menagih kita?!

Yuto hanya tertawa ketika Yamazaki Kento menyebut Bloody Mary dan mencatut namanya.

Nakajima Yuto: Kalian mendapat pengingat untuk rapat besok tidak? Masalahnya aku tidak bisa hadir besok.

                Yamazaki Kento: Tidak. Tapi tanpa diingatkan aku sudah tahu. Memangnya mengapa?

                Fujii Ryusei: Aku juga tidak. Memangnya mengapa kau besok berhalangan hadir? Sampai kapan?

                Nakajima Kento: Hei, mengapa aku malah tidak diikutsertakan untuk Harao Inc?!

Tiba-tiba Kento bermarga Nakajima muncul dengan melayangkan protes akibat tidak bekerja dengan teman-teman dekatnya.

Nakajima Yuto: Bagaimana denganmu? Kau sudah baikan belum?

Beberapa minggu yang lalu Nakajima Kento sempat kolaps karena bekerja lembur dan tidak makan berat di siang dan malam hari.

Nakajima Yuto: Jangan-jangan kau ingin jadi penerus Bloody Mary?! Hahahahahaha! Kalau hasil eksekusi iklan terbaru Nakaken berhasil, kita tinggal tunggu saja dia promosi menjadi senior copywriter!

Memang, belakangan ini kinerja Nakajima Kento di timnya sangat memuaskan. Menurut rumor, jika di proyek ini ia sukses, ia langsung dipromosikan menjadi senior copywriter.

Fujii Ryusei: Wah, bisa-bisa ada orang kedua di angkatan kita yang cepat promosi menjadi senior copywriter. Meneruskan siapa, ya dia??

Yamazaki Kento: Yuto keterlaluan, ah! Orangtuanya sudah susah payah memberi nama “Yuko” untuknya, malah disebut Bloody Mary!

Memang, di satu sisi Yuto juga sedikit bersalah menyebut Yuko sebagai Bloody Mary. Namun memang ada satu sisi dari Yuko yang supermenyebalkan di balik pembawaannya yang – tampak – baik di hadapan orang lain.

                Nakajima Yuto: Oh ya, aku baru ingat! Tadi Bloody Mary mengingatkanku kalau ada rapat besok! Bagaimana ini?! Aku sama sekali tidak bisa hadir besok! Aku agak kurang sehat.

Nakajima Kento: Kalau sakit, mengapa kau malah online? How come?!

Ini juga salah satu hal yang Yuto permasalahkan. Sangat tidak mungkin orang yang kesehatannya sedang menurun malah online.

Nakajima Yuto: Ceritanya panjang dan penyakit ini juga menular. Kalau besok kalian ikut brainstorming, sebetulnya aku punya ide untuk konsep iklan Harao Inc., tetapi aku tak tahu apakah itu hanya terbatas untuk tim visualizer dan/atau eksekutor atau tidak. Aku akan segera mengirimkan konsep yang sudah kubuat untuk rapat besok.Nanti aku kirimkan via surel.

Yuto segera bergerak cepat membuka surel dan mengirimkan konsep yang dibuatnya. Dengan itu, ia berharap untuk dapat bertahan di dalam tim proyeknya, tetapi di satu sisi, ia merasa bahwa apa yang dibuatnya sebetulnya malah mengambil jatah pekerjaan divisi lain, khususnya dari divisi visual dan eksekusi. Ternyata beginilah hebohnya teman SMA yang berkumpul lagi menjadi rekan kerja. Sayangnya Hashimoto Ryosuke bertugas di bidang account management sehingga tidak bisa berkumpul di grup percakapan yang diberi nama “COPYWRITER TANGGUH itu.

                To: fujii08@nagase-ad.jp, yamazakiken@nagase-ad.jp

                Subject: Konsep iklan Harao Inc.

                Selamat malam,

                Bersama surel ini terlampir gambaran konsep iklan untuk Harao Inc. sebelum penyusunan tagline dan sebagainya. Namun, saranku jangan langsung keluarkan ide ini sebelum tim visualizer mengumumkan bagaimana konsep mereka.

                Terima kasih.

Setelah Yuto selesai mengirimkan surel, ponselnya bergetar kembali. Masih dari kelompok pria copywriter tangguh.

                Fujii Ryusei: Memangnya tadi siapa yang mengingatkanmu bahwa besok ada rapat untuk brainstorming? Bloody Mary?

                Nakajima Yuto: Tepat sekali!

                Nakajima Kento: Tidak salah?! Ini sudah kesekian kalinya ia mengingatkanmu untuk rapat, rapat, rapat, dan rapat. Padahal kau bukan orang  yang malas ikut rapat, loh! Pasti ada udang di balik batu, nih!

                Yamazaki Kento: Benar juga! Kalau dia memang berniat untuk mengingatkan seluruh anggota tim proyek, seharusnya diumumkan di grup proyek. Jangan hanya kepada satu orang. Apa jangan-jangan dia melakukan itu karena ada apa-apanya?

Boleh jadi sekarang Yuto menjadi sedikit takut dan cemas karena perkataan dua Kento. Bagaimana kalau semua yang terjadi memang ada maksudnya?

Nakajima Yuto: Terserah, deh! Pokoknya kalau kalian mencatat notulensi rapat besok, tolong sampaikan padaku, ya!

Sebetulnya untuk masalah notulensi rapat yang lengkap, jangan harapkan Ryusei karena pada dasarnya ia sangat jarang mencatat. Sementara itu, Yamazaki Kento hanya dapat memiliki notulensi yang penuh hanya pada saat rapat bersama divisi kreatif. Catatan lengkap itu pun cukup ia dapatkan dari pacarnya, Nikaido Fumi, yang bertugas di divisi visual – sehingga pada dasarnya keduanya agak sulit untuk diandalkan. Namun, Yuto sudah tidak memiliki pilihan lain selain dari mengandalkan kedua temannya itu karena sejauh ini ia masih menganggap bahwa Yuko hanya akan memberikan “jebakan Batman” untuk notulensi rapat besok.

~Bersambung~

Advertisements

One thought on “[Multichapter] Lelaki yang Mencicit (Part 7)

  1. Pingback: Darya Ivanova | Johnny's Entertainment Fanfiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s