[Oneshot] The Second Chance

Author : Rei-chan
Type     : Oneshot
Genre   : Romance, Friendship
Rating  : PG-13
Staring : Yabu Kota (HSJ); Kitahara Sara (OC)
Disclaimer : Yabu Kota is under Johnnys & Associates; Kitahara Sara is mine, my original character.

THE SECOND CHANCE

“Sara-chan, pangeranmu sedang menunggu di depan kelas!”seru Hashimoto Miyu, teman dekatku, yang baru kembali dari kantin.

“Siapa, Miyu-chan? Pangeran siapa?”tanyaku sambil menyelesaikan catatan Fisikaku.

“Pangeranmu! Siapa lagi kalau bukan Yabu-kun?”goda Miyu.

“Miyu-chan! Bagaimana kalau ia mendengarmu?”

Miyu tertawa geli. Aku segera keluar dari kelas untuk menemui Yabu-kun sebelum mulut comel Miyu menyebarkan gosip jika aku sangat menyukai Yabu-kun. Gosip? Itu fakta. Aku memang menyukai Yabu Kota, temanku sejak sekolah dasar. Yabu-kun tersenyum begitu melihatku keluar. Dan, Kami-sama! Kuatkanlah aku! Senyumnya begitu manis.

Yabu-kun menyodorkan sebuah buku bersampul kuning. “Kitahara-san, arigatou! Mudah-mudahan aku tidak terlambat mengembalikannya.”

“Belum terlambat. Apakah bagus?”tanyaku sambil menerima buku dengan tangan gemetar.

“Bukunya sangat menarik. Apalagi penulisnya adalah motivator terkenal.”

Tanpa sengaja aku bertemu dengan Yabu-kun di perpustakaan minggu lalu. Aku melihatnya sedang asyik membaca buku itu. Aku agak terkejut melihatnya. Setahuku, Yabu-kun bukanlah tipe siswa kutu buku tapi kutu game online. Aku menghampirinya dan bertanya buku apa yang sedang ia baca. Yabu-kun langsung memintaku meminjamkan buku itu untuknya. Meskipun ada larangan tertulis untuk meminjam dengan kartu orang lain, tapi aku tak kuasa menolak permintaannya.

Maji? Apakah memang sebagus itu hingga kau rela berjam-jam membacanya?”

“Kau bisa mulai membacanya.”sahutnya kemudian tersenyum.

Bel selesai istirahat berbunyi. Yabu-kun berpamitan untuk kembali kelasnya, kelas 2-2. Aku agak menyesal karena kebersamaan kami harus berakhir.

“Buku milik siapa, Sara-chan?”tanya Miyu.

“Yabu-kun yang memintaku meminjamkan ini di perpustakaan.”

“Kau sangat menyukainya ya? Kau melakukan apa saja yang ia inginkan.”

Aku tertegun sesaat. Aku masih mengingat jelas peristiwa 2 tahun lalu saat aku duduk di bangku SMP. Saat itu, Yabu-kun mengucapkan kata cintanya padaku. Dan aku dengan lugu dan polosnya menolak cinta tulusnya hanya karena aku hanya menganggapnya sebagai sahabat.

Aku menolak Yabu-kun karena aku menghargai persahabatan kami berdua sejak SD. Tapi entah bagaimana terjadi rasa cintaku perlahan tumbuh. Menjalar hingga ke otak.

“Entahlah, Miyu-chan. Kau tahu sendiri Yabu-kun sangat populer.”

Aku memandang ke arah kelas Yabu-kun. Aku melihatnya sedang bercanda dengan teman-temannya. Jelas aku melihat gadis-gadis selalu betah berada di samping Yabu-kun. Aku cemburu. Cemburu tanpa alasan. Cemburu yang tak berhak aku miliki.

oOo

            Hari-hari selanjutnya aku lewati seperti biasa. Aku bertemu dengannya setiap pagi. Saling menyapa dan tersenyum. Dia selalu menggoda sebagai siswi yang rajin belajar. Tentu saja aku tersanjung.

Yabu-kun masuk dalam jajaran Student Committe yang baru. Terkadang aku usil memanggilnya dengan sebutan Mr. President. Ia pernah berkata padaku bahwa ia merasa khawatir banyak gadis yang akan berusaha mendekatinya. Senyumnya yang manis menjadi modal mautnya. Aku pun harus lebih bersiap untuk cemburu.

oOo

            Langit seolah runtuh menimpaku saat aku mengetahui Yabu-kun sedang mendekati  juniornya di Student Committe, Sato Ayane. Tentu saja aku marah. Aku ingin menampar wajah Ayane dan segera mengirimnya dengan kilat khusus ke Mars serta lusinan mantra penangkal agar ia tak kembali lagi.

Aku meminta Miyu untuk menemaniku melihat langsung siapa gadis yang disukai Yabu-kun itu. Ayane memang tipe gadis yang sangat diidam-idamkan Yabu-kun. Tipe yang yang tak satupun melekat dalam diriku. Tapi aku sadar aku tak boleh merasa begitu. Bukankah aku sendiri yang telah menolak cinta Yabu-kun atas nama persahabatan?

Yabu-kun resmi berkencan dengan Ayane dua minggu kemudian. Sebagai seorang sahabat, aku merasa bahagia karena sahabatku telah menemukan belahan hatinya. Aku tidak akan memungkiri bahwa dalam hatiku berkecamuk kecemburuan dan luka yang perih.

“Sepertinya Yabu-kun sudah tidak menyukaiku lagi, Miyu-chan. Ia sudah bahagia dengan gadis bernama Ayane itu.”curhatku dalam perjalanan pulang menuju stasiun.

“Hmm…itulah cinta, Sara-chan. Sebab, sebagaimana cinta memahkotaimu, begitu pula ia menyalibmu.”kata Miyu.

Aku tersenyum sinis mendengar petikan puisi Kahlil Gibran.

“Kau harus bersabar, Sara-chan. Aku yakin kau akan menemukan pangeran lain yang lebih baik dari Yabu-kun.”

Aku terlalu sibuk untuk memikirkan Yabu-kun. Pelajaran-pelajaran di sekolah membuatku sedikit melupakannya. Aku pulang ke rumah dalam keadaan letih. Aku segera pergi mandi dan menenggelamkan diriku dalam novel yang kupinjam dari perpustakaan. Tiba-tiba saja, aku ingin menulis curahan hatiku yang seolah tak terbendung untuk Yabu-kun.

Aku memandang punggungnya

            Masih sama sebelum rasa menyusup di hati

            Dalam do’a ku ingin ia nyatakan sesuatu

            Hal kedua kalinya

            Kami-sama, bila Kau izinkan

            Biarkan rasa cintanya terucap lagi

            Aku akan mencintainya segenap hatiku

            Agar takkan ada lagi sesal di akhir nanti

Aku membaca goresan penaku di kertas berwarna putih itu. Aku membacanya dua kali, kemudian menyisipkannya di sela buku bahasa Inggrisku. Aku terlelap setelahnya.

oOo

            Ujian akhir semester telah usai, semua teman-temanku bersiap untuk acara trip ke Akita. Miyu telah memintaku untuk menemaninya berbelanja selama di Akita. Dan bodohnya, aku tak bisa menolak.

Trip kali ini menggunakan kereta. Aku membawa barang-barangku ke kereta . Miyu tampak kerepotan dengan kopornya yang seberat carrier untuk mendaki gunung. Anehnya, Miyu tak duduk di sampingku.

“Miyu-chan, kau tak duduk di sampingku?”tanyaku.

“Aku lupa memberitahumu, Sara-chan. Seseorang akan duduk di sebelahmu.”

Seseorang? Siapa?”

Miyu tidak menjawab. Ia hanya tersenyum misterius. Miyu duduk dengan Nakatsu Ai, dari kelas 2-2. Para peserta trip memang diberi kebebasan untuk duduk di kursi mana pun yang disukai. Aku menghenyakkan diri di kursiku. Aku mengambil novel yang baru kubeli kemarin.

“Kitahara-san, aku harap kau tak keberatan aku duduk di sampingmu.”kata Yabu-kun dengan senyum khasnya.

Aku mengambil ponselku. Aku mengirim pesan via Line.

Miyu-chan, mengapa kau tak mengatakan padaku jika Yabu-kun yang duduk di sampingku?

Tidak sampai satu menit balasan dari Miyu datang.

Kau senang?

Aku mengetik balasanku.

Aku sangat gugup, Miyu-chan.

Balasan dari Miyu datang lagi.

Nikmati saja perjalanan ini, Sara-chan.

Dasar Miyu! Perjalanan ini terasa tidak nyaman karena Yabu-kun di sebelahku. Bukannya aku tidak suka dia duduk di sampingku. Tapi aku masih menghormati Ayane. Bagaimana pun status Yabu-kun masih kekasih Ayane. Walaupun aku sangat menginginkan Yabu-kun tapi aku masih punya hati.

Aku sibuk mendengarkan lagu sambil membaca novel. Yabu-kun tampak asyik dengan iPhone-nya sambil sesekali menikmati camilan. Suasana gerbong yang ramai sudah mulai sepi. Sudah banyak yang terlelap di lautan mimpinya masing-masing.

“Cokelat, Kitahara-san?”tawar Yabu-kun.

Arigatou. Kau tak tidur?”jawabku sambil menerima cokelat darinya.

“Belum mengantuk. Kau sendiri?”

“Aku masih membaca ini. Kisahnya menarik sekali.”jawabku sambil menunjukkan novel yang aku pegang.

Kemudian kami berdua terdiam.

“Kau tak nyaman karena aku duduk di sampingmu?”

“Bukan begitu. Aku hanya merasa tak enak hati dengan kekasihmu.”

“Ayane-chan? Aku sudah selesai dengannya.”katanya santai.

Aku terkejut mendengar ucapan Yabu-kun.

“Aku dan Ayane-chan sudah berakhir, Kitahara-san. Tidak perlu khawatir. Aku justru khawatir dengan kekasihmu.”

“Kekasihku? Kau bicara apa?”

“Kekasih yang kau inginkan.”

“Kau mengigau, Yabu-kun.”

“Aku serius. Bukankah kau menyukaiku, Kitahara-san?”

Aku merasa kilat menyambar-nyambar kepalaku.

“Aku hanya ingin bersama gadis yang tulus mencintaiku. Gadis yang menginginkanku menyatakan cinta kembali.”

“Yabu-kun! Leluconmu ini tidak lucu.”

“Kau pikir ini lucu?”tanyanya sambil menunjukkan secarik kertas padaku.

Aku tentu saja mengenali kertas itu. Goresan rasa cintaku untuk Yabu-kun. Aku bertanya-tanya darimana Yabu-kun mendapatkan kertas itu. Aku segera teringat Miyu meminjam buku bahasa Inggrisku seminggu sebelum ujian semester. Pasti dia yang menemukan kertas itu dan memberikannya ke Yabu-kun.

“Aku masih menyukaimu, Kitahara Sara.”

Aku terdiam cukup lama. Aku merasakan tatapan Yabu-kun yang tajam namun tulus.

“Aku tidak keberatan untuk membuatmu bahagia.”

Yabu-kun tertawa. Yabu-kun sekarang menjadi kekasihku. Yabu-kun yang selalu kucintai sekarang menjadi milikku. Sekarang semua perasaan sayang, rindu, dan cemburu padanya adalah hakku.

Aku merasakan ponselku bergetar. Line. Miyu.

Omedetto! Aku ikut bahagia untukmu, Sara-chan.

Aku tersenyum membacanya. Aku menoleh pada Yabu-kun yang sedang menatapku. Kami berdua saling menatap. Aku bahagia karena aku bisa mendapatkan kesempatan kedua. Suatu hal yang kadang sulit didapat orang lain.

THE END

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s