[Oneshot] Shigatsu

Title     : Shigatsu

Genre  : Romance

Ratting : PG

Author : Shiina Hikari

Cast     : Yamada Ryosuke (HSJ), Shiina Hikari (OC), Hiroto (OC)

Lagu yang ada di dalam cerita: µ’s-Donna toki mo zutto dan Sangatsu Juuyokka ~ Tokei. Silahkan dibaca dan beri komentar desu. o((*^▽^*))o

Shigatsu…. Bulan April… Bulan keempat dalam satu tahun. Bulan yang menandakan awal musim semi. Bulan dimana bunga sakura pertama kali mekar. Bulan dimana semua murid memulai untuk sekolah. Bulan yang sangat indah. Bulan dimana aku bertemu dengan cinta pertamaku. Duduk di bawah pohon sakura. Memandang sakura dan menangkap bunga sakura yang terjatuh. Sakura dan gadis itu begitu cantik. Angin kencang menerpa rambut hitam panjangnya yang terurai. Gadis yang menahan topinya agar tidak terbawa angin. Sangat anggun bagaikan putri di kerajaan Eropa. Mata yang tidak terlalu sipit dengan bibir cantik dan hidung mancung yang menghiasi wajahnya.

***

“Yama-chan… Kamu bisa mengerjakan soal yang ini tidak?” tanya Chinen.

“Hm… Ini, bukannya begini caranya?” ucap Yamada sambil mencoba mengajarkan Chinen.

“Ne, ne… Kamu dengar tentang dia? Dia cantik sekali dan sangat pintar. Tidak ada yang tidak bisa dia lakukan.” ucap Daiki kepada member JUMP lainnya.

“Mereka sedang bicara apa?” tanya Yamada.

“Oh… Mereka sedang membicarakan gadis disekolah sebelah. Dia cantik sekali. Kalau tidak salah namanya Shiina…Hikari. Iya Shiina Hikari.” Jawab Chinen.

“Dia kemana-mana selalu dikawal oleh pelayannya. Jadi belum ada pria yang bisa mendekatinya.” Tambahnya.

Yamada memikirkan perkataan Chinen. Yamada menatap kearah jendela disebelahnya sambil menatap gedung sekolah disebelah sekolahnya.

***

“Yama-chan… Lihat… Dia keluar.” Ucap Daiki.

Seorang gadis cantik keluar dari sekolah yang ada disebelah sekolah Yamada. Gadis cantik dengan rambut hitam terurai. Gadis itu berjalan beriringan dengan pelayannya dan masuk ke dalam mobilnya.

“Kirei da na…” ucap Inoo.

“Gadis itu…” ucap Yamada.

“Kenapa dengan dia?” tanya Yaotome.

“Daijoubu.” Jawab Yamada.

***

Hari ini Yamada datang lebih cepat dari sebelumnya. Dia sedang tidak ingin datang beriringan dengan temannya. Yamada menoleh kearah sekolah gadis yang bernama Shiina Hikari itu. Disana Yamada melihat Hikari sedang bermain dengan kucing liar yang lewat di depannya. Hikari memberi kucing itu makanan dan berlalu masuk ke sekolahnya.

***

“Siapa yang bisa menjawab soal ini?” tanya sensei.

Sebagian murid di kelas itu diam dan tidak menjawab. Terlebih lagi pria yang bernama Yaotome Hikaru dan Takaki Yuya. Mereka langsung mengalihkan mukanya. Yamada berdiri dari tempat duduknya dan menyelesaikan soal matematika tersebut.

“Sasuga Yamada-san. Jawaban yang tepat sekali.” Ucap sensei.

Yamada Ryosuke. Umur 17 tahun. Tinggi 164 cm. Lahir di Tokyo pada tanggal 9 Mei. Bersama delapan teman sekelasnya, Yabu Kota, Takaki Yuya, Inoo Kei, Arioka Daiki, Okamoto Keito, Nakajima Yuto dan Chinen Yuri, mereka tergabung dalam boyband yang bernama Hey! Say! JUMP. Boyband ini sedang digandrungi gadis-gadis Jepang sekarang. Dia sudah mulai mendalami bidang ini sejak tahun 2004. Seorang pelajar terbaik dengan wajah tampan. Yamada adalah anggota yang paling banyak memiliki penggemar. Yamada selalu dijuluki playboy karena punya banyak penggemar. Tapi sebenarnya Yamada tidak seperti itu. Yamada hanya memperlakukan penggemarnya sewajarnya saja.

“Yaotome-san, Takaki-san. Silahkan jawab pertanyaan ini.” Ucap sensei.

“EEHH??? NANDE WATASHI????”ucap mereka sermpak.

Seluruh kelas menertawai tingkah mereka berdua.

***

Yamada berlari dengan cepat. Yamada berlai dari kejaran penggemar-penggemarnya yang memintanya untuk memakan bekal mereka. Yamada berlari secepat-cepatnya keatap sekolah. Yamada mengunci pintu yang menuju keatap sekolah dan duduk di depan pintu itu. Yamada terengah-engah ketika sudah sampai diatas. Yamada menoleh kearah kanan. Yamada terkejut karena dia melihat Hikari yang baru saja selesai makan siang. Hikari memasang headphone untuk mendegarkan lagu. Yamada diam-diam melihat Hikari dari balik dinding yang menutupi badannya.

Ureshiikara kimi ni ai ni ikou
Sabishiikara kimi ni ai ni ikou

Sonna kimochi ni naru nda
Susumu toki nayamu toki
Tsunagatte irunda ne zutto

Honki no yume de
Asu o tsukamu
Kitto dekiru yo kimi nara

Tamani wa yukkuri kimi no Peesu de
Yaritai koto-tachi mitsumete goran
Sono ato ganbare! Zenryokude ne (ganbarou yo)
Kibun ga harete oozora e maiagaru yo

Donna toki datte kimi o mitsume teru

Hikari berhenti bernyanyi. Bel disekolahnya sudah berbunyi. Bel di sekolah Yamada juga sudah berbunyi. Yamada segera berjalan turun ke bawah ketika Yabu sudah mengirimi pesan. Yamada turun tanpa melihat Hikari.

***

From: Yaotome Hikaru

Subject: Onegai….

Yama-chan, aku lupa mengembalikan bukumu tadi. Bisa kamu ambil sendiri? Aku masih ada pemotretan setelah ini.

Yamada menutup ponselnya dengan kesal. Hikaru selalu saja melupakan segala hal yang penting. Yamada melajukan mobilnya dengan cepat.

Ting tong…

“Siapa?” terdengar suara seorang pria dari dalam.

“Aku Yamada Ryosuke. Aku ingin mengambil buku yang aku pinjamkan pada Hikaru.”

Pintu gerbang pun terbuka. Yamada pun melajukan mobilnya ke halaman depan. Yamada turun dan dengan tiba-tiba ada seorang pemuda yang keluar dari pintu depan.

“Maaf. Tapi saya sedang terburu-buru. Bisakah anda menjaga rumah ini sampai saya kembali?”

“Ah… Iya.”

Pria itu berlalu begitu saja. Dari dandanannya, Yamada menyimpulkan jika pria itu adalah pelayan di rumah Hikaru. Yamada mencari-cari dimana kamar Hikaru. Tiba-tiba seorang gadis cantik keluar dari salah satu kamar. Gadis itu melewati Yamada tanpa menoleh kearahnya. Gadis itu adalah Shiina Hikari. Setidaknya itu yang Yamada yakini. Tapi kenapa gadis itu tidak melihatnya? Apa gadis itu sengaja? Yamada masih terus bertanya-tanya. Yamada memasuki kamar gadis itu. Dia mencari beberapa buku yang bisa dijadikan bukti bahwa gadis itu adalah Shiina Hikari. Ada sebuah tulis tergeletak di meja belajarnya. Di buku itu tertulis nama Shiina Hikari.

Tapi mengapa gadis itu ada di rumah Hikaru? Yamada langsung pergi meninggalkan kamar Hikari menuju kamar Hikaru. Setelah mendapatkan buku itu, Yamada duduk di kursi sebelah Hikari. Hikari seolah-olah tidak mempedulikannnya. Padahal Yamada jelas-jelas duduk di depannya. Yamada tiba-tiba menjatuhkan buku yang ada diatas meja.

“Siapa itu? Siapa itu? Hiro-kun! Siapa yang menjatuhkan bukuku?” teriak Hikari.

Itu membuat semua hal semakin aneh. Hikari tidak melihatnya yang menjatuhkan buku di depannya. Hikari beranjak dari tempat duduknya dan berjalan kearah Yamada.Wajah Hikari tepat di depan Yamada. Yamada menahan nafasnya sejenak. Tiba-tiba tangan Hikari memegang pipi Yamada.

“Teman Niichan ya?” tanya Hikari.

“Ah… Ha-hai.” Jawab Yamada dengan gugup.

“Hajimemashite Yaotome Hikari desu.” Ucap Hikari sambil tersenyum.

“Ah… Aku…”

“Yabu Kota desu ka?” potong Hikari.

Yamada bingung kenapa Hikari menyebut nama Yabu.

“Ano…”

“Aku suka sekali dengan Yabu-san. Suara Yabu-san bagus sekali.” Ucap Hikari sambil tesenyum.

“U-Un. Aku Yabu Kota.” Jawab Yamada.

Hikaru tiba-tiba masuk ke rumah.

“Yam…”

Yamada menutup mulut Hikaru dan segera membawa Hikaru ke kamar mandi.

“Dia Shiina Hikari kan? Bagaimana dia bisa disini? Dia adikmu?” tanya Yamada.

“Oke tenang dulu. Biar aku jelaskan.” Jawab Hikaru.

Hikaru pun menceritakan bahwa Hikari adalah adiknya. Marga Shiina hanya marga samaran. Dia tidak ingin adiknya diteror penggemarnya karena mereka tahu bahwa Hikari adalah adiknya. Dan juga dia melakukannya karena adiknya buta. Hikaru memberikan Hikari image sempurna untuk menutupi kebutaannya. Hikaru memohon kepada kepala sekolah di tempat Hikari bersekolah untuk menyembunyikan tentang kecacatan Hikari. Karena Hikari gadis pintar yang loncat tingkat, negosiasi dengan kepala sekolahnya jadi sangat mudah.

“Sekarang Hikari sudah kelas tiga. Aku mohon rahasiakan ini sampai Hikari lulus. Tolong rahasiakan ini dari seluruh member JUMP juga.” Ucap Hikaru.

“Kelas tiga? Dia pasti pintar sekali. Aku saja baru kelas dua.” Gumam Yamada.

“Baiklah. Aku akan menjaga rahasia ini. Tapi, dengan satu syarat.” Ucap Yamada.

“Apa itu?” tanya Hikaru.

“Rahasiakan tentang identitasku. Dia menganggapku sebagai Yabu-kun.”

“Ah… Kamu menyukainya?” potong Hikaru.

“Soal itu bukan urusanmu.” Jawab Yamada.

Yamada meninggalkan kamar Hikaru tanpa penjelasan apapun. Hikaru hanya menatap temannya itu sambil tersenyum.

Sono ato ganbare! Zenryokude ne (ganbarou yo)
Kibun ga harete oozora e maiagaru yo

Donna toki datte kimi o mitsume teru

Yamada melihat Hikari menyanyikan lagu itu lagi. Yamada duduk disebelah Hikari. Yamada berusaha untuk membuat Hikari tidak sadar kalau dirinya sedang ada disana.

“Nyan…”

Tiba-tiba Hikari menerjang tubuh Yamada dan sekarang Hikari berada di atas Yamada sedangkan Yamada terbaring di lantai.

“Hikari… Apa yang kamu lakukan? Niichan disini.” Teriak Hikaru.

“Eh? Bukan Niichan? Terus siapa?” tanya Hikari.

“Ini aku.” Jawab Yamada.

“Sumimasen deshita…”

Hikari langsung berlari kearah Hikaru.

“Hikari… Niichan disini. Yang itu Hiroto.” Ucap Hikaru.

“Eh… Salah lagi…” keluh Hikari.

“Kamu kurang melatih pendengaranmu sih…” ucap Hikaru sambil mengusap telinga Hikari.

Hikari berjalan kearah Yamada dan meraih tangannya.

“Ayo kita bermain di kamarku.” Ucap Hikari sambil tersenyum.

Hikari menarik tangan Yamada dan membawa Yamada menuju kamarnya sementara Hikaru hanya tersenyum.

“Jangan lakukan hal yang berlebihan.” Goda Hikaru.

Hikaru masih saja tertawa dengan reaksi Yamada. Yamada yang selama ini tidak tertarik kepada wanita tiba-tiba tertarik dengan adiknya. Menurutnya ini lebih menarik daripada harus mengganggu Yamada setiap hari.

***

Yamada masuk ke kamar Hikari. Padahal tadi dia sudah masuk ke kamar Hikari, tapi kali ini dia merasa lebih gugup dari yang sebelumnya. Tadi dia tidak begitu memperhatikan keadaan kamar Hikari. Ternyata kamar Hikari sangat cantik. Tembok yang didominasi dengan wallpaper berwarna biru muda dan merah muda, dua buah lemari berwarna putih dengan perabotan kamar yang berwarna putih semua. Sebuah tempat tidur besar yang muat untuk dua orang dengan tirai putih transparan yang menutupi semua sisi tempat tidur.

Hikari membuka tirai tempat tidurnya dan mengikat tirai itu ke sisi-sisi tiang tempat tidurnya. Hikari menyuruh Yamada duduk diatas tempat tidurnya. Hikari menatap tepat kearah mata Yamada. Yamada tahu jika Hikari tidak bisa melihat dan menatap secara acak, tapi karena Hikari menatap tepat di matanya, Yamada merasa sedikit gugup. Hikari Tiba-tiba menyentuh pipi Yamada dengan kedua tangannya dan meraba mukan Yamada.

“Ano…”

“Diam. Aku sedang berusaha mengenalimu.” Potong Hikari.

“Dua mata, dua telinga, satu hidung, dan satu mulut. Yosh… Yabu-san adalah manusia bukan alien.” Ucap Hikari.

“Apa-apaan itu. Jelas saja aku bukan alien.”

Hikari masih terus tertawa. Sementara Yamada masih mengambek. Hikari menarik kedua tangannya dari muka Yamada. Tiba-tiba Yamada menangkap tangan kanan Hikari. Hikari tertegun. Tidak sampai disitu, Yamad juga mencium punggung tangan Hikari.

“Ano… Yabu-san…”

“Kota juga tidak apa-apa.” Potong Yamada.

“Eh??”

“Aku tidak keberatan jika kamu memanggilku Kota.”

“Kou-chan.” Ucap Hikari sambil tersenyum.

Yamada terkejut melihat senyuman Hikari yang sangat manis. Dan yang membuatnya sakit hati adalah senyuman itu tidak ditujukan untuknya melainkan kepada Yabu.

***

Yamada menatap kearah jam tangannya terus-menerus. Dia menunggu jam istirahat tiba. Dia ingin cepat-cepat bisa melihat Hikari dari atap sekolahnya.

KRIIIINGG

Ketika bel berbunyi semua murid bergegas meninggalkan tempat duduk mereka menuju kantin.

“Yama-chan mau beli sesuatu?” tanya Yabu.

Yamada hanya menatap sedih keraha Yabu.

“Kamu benar-benar beruntung.” Ucap Yamada sambil meninggalkan Yabu

Yabu masih diam di tempatnya sambil bertanya-tanya sementara Hikaru hanya tersenyum kearah Yamada.

“Saa minna… Ayo kita makan. Aku yang traktir.” Ucap Hikaru yang disambut dengan teriakan senang dari para member JUMP.

***

Yamada melangkahkan kakinya menuju rumah. Dia agak kecewa karena tidak melihat Hikari diatap sekolah. Yamada menepuk kedua pipinya.

“Kalau menyerah sekarang, bukan aku namanya.” Ucapnya pada dirinya sendiri.

***

Ting… Tong…

Pintu rumah Hikari segera terbuka. Begitu pintu terbuka, Hikari langsung menerjang Yamada.

“Kou-chan…”

Hikari memeluk Yamada dengan erat.

“Kupikir Kou-chan sangat tinggi, ternyata tidak.” Ucap Hikari.

“Hmm… Tinggiku tidak bertambah sejak aku masuk SMA.” Jawab Yamada.

Hikari membawa Yamada masuk ke ruang tamu. Hikari membawakan Yamada bermacam-macam kue. Hikari dapat melakukan segala hal seperti dia bisa melihat. Bahkan dia bisa mengatur kemana arah matanya saat berbicara kepada seseorang atau melihat sesuatu.

“Kou-chan besok liburkan?” tanya Hikari.

“Un. Doushita?” jawab Yamada.

“Hari ini menginap disini saja ya? Niichan bilang, Niichan sedang ada pemotretan di Osaka dan baru bisa pulang besok siang.”

“Ii yo…”

***

Malamnya Hikari dan Yamada duduk di kursi yang terletak di depan rumah Hikari. Hari ini bulan dan bintang terlihat sangat jelas.

“Ne Hikari-chan…” tegur Yamada.

“Nani?”

“Apa pendapatmu mengenai Yamada Ryosuke?” tanya Yamada.

“Hm… Bagaimana ya… Niichan bilang dia orang yang baik dan suka sekali bergaul. Katanya dia sangat ramah kepada semua fansnya. Niichan bilang dia itu suka dibilang playboy padahal dia tidak pernah dekat dengan satu perempuan pun.” Jawab Hikari sambil tertawa.

“Bukan itu… Aku menanyakan pendapatmu bukan pendapat Hikaru-kun.”

“Katanya dia juga center abadi di JUMP. Yah… Aku tidak begitu mengenalnya. Tapi… Dia punya suara yanng indah. Suaranya sangat menenangkan saat menyanyikan lagu-lagu bertempo lambat. Saat dia menyanyikan lagu sedih, yang mendengarkan jadi sedih. Saat dia menyanyikan lagu semangat, yang mendengarkan jadi ikut bersemangat.”

Tanpa Hikari sadari, mukan Yamada sudah menjadi sangat merah.

“Bintang dan bulan. Seperti apa bentuknya?” tanya Hikari.

Yamada meraih tangan Hikari dan menggambar bentuk bintang dan bulan.

“Bulan bulat seperti matahari?” tanya Hikari.

“Iya. Bulan dan bintang itu sangat terang.” Jawab Yamada.

Hikari terdiam melihat kearah langit. Untuk pertama kalinya Yamada melihat Hikari melihta tanpa arah. Hikari tidak tahu letak posisi bulan. Dia hanya menatap langit secara acak. Hikari memejamkan matanya dan bersandar di kursinya. Yamada menatap Hikari sejenak dan mulai menciumnya. Mencium Hikari secara perlahan. Dia membiarkan Hikari merasakan kehangatan yang dia rasakan. Hikari tidak menolak ciuman Yamada. Ketika Yamada melepaskan ciumannya, Hikari tidak membuka matanya. Dia tertidur.

Yamada membawa Hikari masuk dan membawanya ke kamar Hikari. Yamada meletakkan diatas tempat tidur Hikari. Yamada pun berbaring disebelah Hikari dan memandang gadis yang sedang tertidur itu. Yamada mencium puncak kepala Hikari.

“Suki da yo.” Ucap Yamada sambil menggenggam tangan Hikari.

***

Hari kelulusan… Hari ini adalah hari kelulusan Hikari dan hari kenaikan kelas untuk Yamada. Hikari lulus sebagai siswa dengan nilai terbaik se Tokyo. Dia mendapatkan nilai sempurna di setiap ujian.

“Dilanjutkan perwakilan para murid: Shiina Hikari.” Ucap sang moderator.

Hikari membacakan pidato yang sudah dia siapkan sebelumnya.

***

Hikari keluar dari gedung sekolah meninggalkan beberapa temannya. Biasanya di hari kelulusan, para orang tua akan datang pada acara tersebut. Tapi tidak dengan Hikari. Dia datang bersama kakaknya. Untuk pertama kalinya Hikaru datang dan memperkenalkan diri sebagai kakak Hikari. Saat Hikari keluar dari gedung sekolah, sudah banyak orang yang menantinya untuk memberinya selamat. Banyak pria yang sudah menunggunya di depan pintu sekolah untuk sekedar memberi bunga dan selamat.

“Shiina-senpai… Sotsugyou omedetou.” Ucap seorang murid pria yang lebih muda darinya.

“Arigatou.” Ucap Hikari sambil memberikan senyum terbaiknya.

Sebagian siswi lainnya berbisik kenapa Yaotome Hikaru datang bersama Shiina Hikari. Jelas-jelas mereka punya marga yang berbeda.

“Anou… Yaotome-san… Kenapa kamu datang bersama Shiina-san?” tanya salah satu siswi sekolah Hikari.

“Nande? Atarimai desu yo… Watashi wa Yaotome Hikari no Aniki dayo.” Jawab Hikaru dengan santai.

“ANIKIIIIIII!!!!!” teriak semua orang.

Para member JUMP yang baru saja datang ikut terkejut. Semua member JUMP langsung berlari menuju Hikaru dan Hikari.

“Anatatachi wa kyoudai desu ka?” tanya Inoo.

“Mochiron yo.” Jawab Hikaru dengan yakin.

Yamada berjalan kearah Hikari dan tersenyum kearahnya.

“Sotsugyou omedetou Hikari-chan.” Ucap Yamada.

“Arigatou… Kirei no hana. Ayo kita ke rumahku.”

Hikari menarik tangan Yamada menuju mobilnya.

“Niichan hayaku…” teriak Hikari.

***

Hikari masuk ke kamarnya sambil terus menarik tangan Yamada. Para member JUMP lainnya kebingungan dengan sikap Hikari pada Yamada.

“Kenapa mereka sangat dekat?” tanya Takaki Yuya.

“Kenapa kamu tidak pernah bilang dia itu adikmu? Aku sudah lama sekali tertarik dengannya.” Ucap Arioka Daiki.

“Ne, aku dengar dia lompat tingkat jadi dia lebih muda dari kita kan?” tanya Okamoto Keito.

“Baiklah…. Akan aku ceritakan.” Ucap Hikaru.

***

“Kou-chan tahu? Aku dapat peringkat sterbaik se Tokyo. Nilaiku yang paling sempurna di Tokyo.” Ucap Hikari dengan senang.

“Hai, hai. Aku akan memberikan hadiah sesuai dengan janjiku. Makanya aku membawa gitar.” Jawab Yamada.

Kajikamute sode kara nozokase nagara
Ano hi kureta yuki mo tokeru kurai amai chokoreeto
Mado no soto nozoku to tsubomi ga mou mebuite
Mou soro soro purezento mitsuke ni ikanakyane

“Kono koe ga…” gumam Hikari.

Saisho ni watashita pasuteru karaa no tokei kyasha na ude ni tsuiteru
Mou kidzuiteru? tokei no ura ni kakushita kimi e no messeeji

Let’s spend the time together forever
Bokura no ai ga kono moji no youni jikan o kizandeku
Yukkuri to futari no byoushin ga yorisoi ai nagara ai o kizande yuku
Ano hi chikatta hanasanaitte rainen no kono hi mo isshoni iyou yo

Otagai betsu no michi arukou to shita kedo
Itsudatte mata kimi dake o kangaechaun dayou

Kisetsu ga megutte otona ni naru hodo horo nigai ai ni natteku no kana
Tokei no hari ga susundeku tabi kimi e no omoi mo tsuyoku naru

Kawaranai kara bokura itsumademo onaji kono keshiki o kono mama miteiyou
Nichijou no atari mae no one scene kimi to iru dakede hora konna ni mo kagayaku
Ano hi umareta futari dake no ai o itsumademo

Bukiyou ni kawashita saisho no kisu ga
Hanarenaitte yakusoku datta
Namida no aji de nandaka atatakakute
Bokura mata nandomo yorisoikasaneatta

Let’s spend the time together forever
Bokura no ai ga kono moji no youni jikan o kizandeku
Yukkuri to futari no byoushin ga yorisoi ai nagara ai o kizandeyuku
Ano hi chikatta hanasanaitte rainen no kono hi mo isshoni iyou yo
zutto…

Yamada selesai bernyanyi dan tersenyum kearah Hikari.

“Yamada-san?” tanya Hikari.

Yamada terkejut ketika Hikari tiba-tiba memanggil namanya.

“Kenapa… kamu memanggilku… Yamada?” tanya Yamada dengan ragu.

“Suara itu… Tidak salah lagi. Pasti Yamada-san.” Ucap Hikari.

Yamada semakin takut karena Hikari mengetahui kalau dirinya berbohong.

“Kenapa Yamada-san berbohong kepadaku?” tanya Hikari dengan lemah.

Yamada hanya terdiam. Yamada memegang tangan Hikari.

“Gomennasai. Aku…aku tidak pernah bermaksud untuk menipumu.” Ucap Yamada.

“Tapi kamu melakukannya? Aku… Apa salahku sampai kamu tega menipuku?” tanya Hikari sambil menangis.

“Kou-chan atau bukan, aku tidak pernah mempersalahkan hal itu. Aku hanya ingin kejujuran dari Yamada-san.” Sambung Hikari.

Yamada hanya terdiam. Dia tidak tahu harus menjawab apa.

“Watashi wa Hikari no koto ga suki…”

“Apa gunanya? Yamada atau Yabu. Itu tidak ada bedanya. Semuanya akan lebih baik jika kamu berterus terang. Aku tahu kalau aku buta. Bagaimana jika aku salah memanggil namamu, apa yang akan orang katakan. Kamu ingin orang-orang mengatakan lihat itu wanita itu buta. Apa itu yang mau kau dengar!!!!” Potong Hikari.

Hikari masih terus menangis.

“Gomennasai. Aku tidak akan melakukannya lagi. Ima made gomennasai. Sayonara.”

Yamada pergi meninggalkan Hikari. Hikari terus-menerus meraba sekitarnya. Dia mencoba untuk mencari Yamada.

“Ii ya yo!!! Watashi wa ii ya yo!!! Watashi wa Yamada-san koto ga suki. Jangan tinggalkan aku. Aku tidak bisa melihatmu.” Teriak Hikari.

Yamada yang dari tadi masih berada di kamar itu langsung memeluk Hikari. Yamada memeluk Hikari dengan erat.

“Aku tidak akan meninggalkanmu.”

Yamada mencium lembut bibir Hikari. Yamada melepaskan ciuman mereka dan tersenyum.

“Nande Yamada-san? Kore wa atashi no hajimete kissu…” ucap Hikari sambil memegang bibirnya.

“Kore wa Hikari-chan no hajimete kissu janai.” Ucap Yamada sambil tersenyum.

“Eh?”

“Itu ciuman kedua. Yang pertama saat Hikari-chan tertidur. Gomen ne…”

“Mou… Yamada-san hidoi yo…” ucap Hikari sambil memukul Yamada.

Yamada menangkap kedua tangan Hikari.

“Yamada-san janai. Ryosuke dayo.”

Hikari menggelembungkan pipinya.

“Ryo-kun baka!”

“Kawaii na…” ucap Yamada sambil mencubit pipi Hikari.

~~

Disamping itu para member JUMP lainnya sedang memperhatikan mereka dari balik pintu.

“Sial. Aku kalah cepat sama Yama-chan.” Ucap Daiki dan Yuya secara bersamaan.

Para member JUMP lainnya langsung menoleh kearah mereka.

“Apa? Lagian mana ada laki-laki yang tidak suka pada Hikari-chan.” Ucap Yuya dengan cuek.

***

Hikari dan para member JUMP duduk di ruang tamu. Hikari duduk diam disebelah Yamada sambil memakan es krimnya.

“Jadi… Kalian berpacaran?” tanya Okamoto.

“Hm~~ Entahlah.” Jawab Hikari singkat.

Semua member JUMP langsung menatap heran kepada Hikari.

“Jadi kamu masih suka sama Yabu-kun?” tanya Yamada dengan spontan.

“Eh? Suka sama aku?” tanya Yabu keheranan.

Hikari langsung berhenti memakan es krimnya.

“Ii ya. Bukan suka yang seperti itu.” jawab Hikari.

“Lalu?” tanya Yamada lagi.

“Aku menyukainya sebagai sosok kakak yang baik dan menyenangkan. Suaranya juga bagus aku suka. Tidak seperti kakakku. Bukannya mengakui aku adiknya, malah memberiku marga lain.” Jawab Hikari.

“Aku melakukannya untuk kebaikan Hikari-chan.” Jawab Hikaru.

“Iya-iya. Terserah Niichan saja.”

“Hikari-chan…” panggil Yamada.

“Nani?”

Hikari langsung menoleh kepada Yamada. Kesempatan itu segera dimanfaatkan Yamada untuk mencium Hikari.

“YAMADA!!!! BERANINYA KAMU MENCIUM ADIKKU!!!!!” ucap Hikaru.

Yamada langsung berlari meninggalkan ruang tamu.

“TUNGGU YAMADAAA!!!!!” teriak Hikaru.

***

Shigatsu… Bulan April…. Bulan dimana aku pertama kali bertemu dengan cinta pertamaku. Di bulan ini juga aku berpacaran dengan cinta pertamaku. Di bulan dan tanggal yang sama pada saaat itu. Di bawah pohon sakura aku berjanji untuk selalu mencintainya.

END

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s