[Oneshot] Yuri, Love !

Yuri, Love!
by. chinenchiput
Type : Oneshot
Genre: Friendship, Romance
Rating : G
Cast : Chinen Yuri, Yamada Ryosuke (HSJ); Kang Jiyoung (K-Actress);         Kei (OC)

15-Desember-2015

“Maaf… kita akhiri saja semua ini!”

“eh… apa maksudmu aku tak mengerti!?”

“……Jiyoung-chan… aku……”

“nani???”

“aku tidak bisa melanjutkan semua ini…………………………..”

Nampak kedua pasangan tersebut tengah berdiri diluar gereja, mereka saling berdiam diri satu sama lainnya, Yuri memakai setelan tuxedo berwarna putihnya sedangkan Gadis yang berada dihadapannya menggunakan Wedding dress berwarna putih. Ini adalah hari dimana mereka akan menikah.

“Gomen~na!!!”ucap lelaki tersebut dengan rasa bersalah sembari membow dihadapan calon pengantin wanitanya, lantas membuat gadis tersebut meneteskan air matanya tak percaya dengan pernyataan kekasihnya itu, Mereka menjalin hubungan selama 4tahun terakhir ini.

**Yuri pov

Aku memiliki seorang sahabat sedari kecil ia seorang wanita blasteran Indonesia,Jepang ia adalah tetanggaku tepat rumahnya bersampingan dengan rumahku tiap kesekolah kami sering bersama-sama baik ketika TK,SD,SMP,hingga SMU kami selalu bersama akan tetapi ketika memasuki bangku kelas 2SMU semuanya telah berubah.

15-Desember

Tepat lima tahun yang lalu

-flashback-

“Eh jadi kau berpacaran dengan Yamada Ryosuke anak kelas sebelah itu?”ujarku seraya menatap kearahnya tak percaya

“eum, aku benar-benar beruntung bukan?”jawab Kei dengan bangganya nampak dari raut wajahnya yang sangat bahagia kala itu.

“Eum.. sulit dipercaya”lanjutku lalu memandanginya dengan tatapan sendu

Tak lama kemudian ketika kami meninggalkan halaman sekolah aku dan kei melihat sosok Yamada-san yang tengah berdiri tepat digerbang sekolah,sembari menunggu seseorang ia pun memandangi kearah kami dan melambaikan tangannya kepada kami lebih tepatnya kearah Kei-chan sahabatku tersebut nampak gadis itu tersenyum bahagianya ia pun berlari menghampiri lelaki itu, akan tetapi sebelum ia berlari menghampiri lelaki itu ia memalingkan wajahnya lalu memandangi kearahku sembari berkata “Aku duluan Yu-chan” ucapnya sembari tersenyum bahagia dan aku hanya dapat membalas senyumannya tersebut dengan sebuah senyuman palsu yang tersimpul pada bibirku.

Aku merasa berbeda ketika tak bersama dengan sahabatku itu,seperti ada yang telah berkurang pada saat ini,setiap paginya kami selalu berangkat bersama akan tetapi pagi ini berbeda aku melihatnya bersama seorang lelaki dan lelaki tersebut bukanlah diriku, aku sangat menyesalkan hal tersebut. ia juga telah berubah nampak ia begitu lebih manis dibandingkan sebelumnya,mungkin faktornya adalah karena ia memiliki seorang kekasih yang termasuk dalam jejeran siswa popular disekolahan maka dari itu ia merubah dirinya.

-sekolah-

“Chinen-kun..”teriak seorang lelaki dari arah berlawanan,aku pun memalingkan wajahku kebelakang lalu melihat sosok tersebut nampak ia berlari menghampiriku lalu ia merangkul leherku.

“Yak…. Arioka-san aku tak bisa bernapas”jawabku sembari melepaskan rangkulannya tersebut

“Kemana Morimoto-san? Biasa kalian bersama”tanyanya sembari melangkahkan kaki selaras denganku aku hanya melihatnya tanpa sengaja ketika melewati kelas Yamada-san aku melihat sosok Kei-chan nampak ia sedang duduk diatas bangku salah seorang murid dalam kelas tersebut ia melihat kearah kami sembari melambaikan tangannya dan tersenyum akupun membalas lambaiannya itu sembari tersenyum,tiba-tiba Yamada-san menghampirinya lelaki itu berdiri tepat disampingnya sembari merangkul mesra kei-chan dan nampak membuatku sedikit kecewa.

“Ah jadi karena itu ia tak bersama mu!”tebak Arioka-san sembari menatapku tajam aku hanya terdiam ketika ia mengatakan hal seperti dikarena tebakannya itu sangatlah tepat.

Beberapa bulan telah berlalu kini memasuki musim panas, kala itu matahari sangatlah teriknya aku sedang menyiram bunga—bunga  tanaman ibuku di halaman rumah,tiba-tiba tanpa sengaja aku melihat Kei-chan ia nampaknya sedang menunggu seseorang didepan gerbang rumahnya tanpa fikir panjang akupun lalu menghentikan aktivitasku lalu menghampirinya yang tengah berdiri didepan gerbang rumahnya.

“Yohoooo~~~”sapaku sembari mengagetkannya ia pun lalu memandangku sembari terkejut

“Yak.. Yu-chan!!!”ujarnya sembari memukul pundakku,aku hanya tertawa ketika ia melakukan hal tersebut aku memperhatikan dirinya dari atas hingga bawah ia nampak berbeda seperti bukan dirinya saja. Ia nampak semakin manis dan dewasa berbeda dari sebelum-sebelumnya. Aku pun masih memandangnya dengan fikiran kosong dikepalaku.

“Yu-chan~~”panggilnya sembari membuatku terkejut akupun lalu mengalihkan pandanganku darinya

“Kau mau kemana?”tanyaku sembari melihat kearah halamannya

“eum,,tentu saja ke pantai!”jawabnya sembari tersenyum kecil

“bersama siapa?”balasku lagi

Tiba-tiba sebuah mini van mengklakson kami nampak seorang lelaki keluar dari dalam mini vannya tersebut, ternyata dia adalah Yamada-san kekasih Kei-chan ia bersama beberapa temannya yang nampak menunggu didalam mobil,aku sedikit minder ketika melihat yamada-san ia menghampiri kami berdua.

“Ryo-chan telah datang..aku pergi dulu”ujar kei-chan berpamitan aku melihat yamada-san merangkul erat pundak kei-chan membuatku sedikit cemburu dan kecewa.

**Author Pov

Liburan musim panas pun berlangsung Yuri hanya berdiam diri dirumahnya tiba-tiba Arioka-san mengunjunginya dirumah lalu mengajaknya keacara “Goukon” awalnya lelaki pendek ini menolak ajakan temannya tersebut tetapi pada akhirnya ia pun ikut serta dalam acara tersebut.

Ada beberapa anak manis dari sekolah lain yang ikut serta 4 orang lelaki termasuk Yuri dan Arioka dan 4 orang anak gadis, mereka menjadi pasangan masing-masing pada akhirnya ketika acara goukon telah berlangsung Yuri pun menjadi dekat dengan salah seorang dari keempat gadis tersebut ia menjadi akrab dengan Kang Jiyoung gadis blasteran Korea,Inggris ini menjadi pasangannya kala itu. Hingga goukon pun berakhir Yuri dan Jiyoug bertukar email satu sama lainnya.

Setiap harinya mereka saling beremail membahas beberapa hal baik dalam pelajaran,music dan lainnya entah apa hubungan mereka yuri dan jiyoung pun tak tau mereka hanya mengganggap diri mereka berdua hanya sebatas teman saja.

Suatu hari ketika liburan musim panas telah usai yuri mempunyai sebuah dating bersama jiyoung mereka pun akhirnya keluar bersama setelah jam sekolah telah usai.

“Chi-kun type wanita seperti apa yang kau sukai?”Tanya jiyoung disela-sela perjalanan mereka

“aku…? Eummm seperti apa ya”jawab yuri sembari berfikir

“aku ingin tau wanita seperti apa yang kau sukai…”ucap jiyoung sembari menghentikan langkahnya,langkah yuri pun juga terhenti ia memandangi gadis yang berada dihadapannya,sehingga membuat gadis tersebut menjadi salah tingkah

“eum… tak tau…”tiba-tiba ia pun mengahlihkan pandangannya mereka berdua pun melanjutkan langkah mereka tiba-tiba ketika melihat kearah kanan nya Yuri melihat sosok Kei-chan dan Yamada-san tengah berjalan sembari saling bergandengan tangan nampak keduanya sangat bermesraan membuat Yuri menghentikan langkahnya lalu menatapi punggung Kei-chan hingga gadis itu pun berlalu dari pandangannya.

Ternyata Jiyoung memperhatikan Yuri ia mendapati lelaki itu tengah mengamati gadis diseberang jalan dengan tatapan sedih entah apa yang difikirkan oleh lelaki tersebut jiyoung pun tak tau. Ketika sampai dirumah Yuri pun masuk kedalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya diatas kasur nan empuk tersebut ia menaruh tangan kanannya diatas kepalanya.Tiba-tiba ponselnya berdering awalnya sebuah email dari Jiyoung ia membaca pesan tersebut tanpa membalasnya tiba-tiba ketika ia ingin menaruh ponselnya disampingnya, ponsel tersebut berdering ia lalu meraihnya dengan malas dan menatap kelayar ponsel itu. ternyata sih penelpon tersebut adalah Kei ia pun sedikit terkejut lalu duduk diatas ranjangnya sembari menjawab panggilan dari sahabat kecilnya.

 

“Moshi-moshi..”

“moshi..moshi..”

“Yu-chan, ini aku kei-chan”

“eum kei-chan ada apa?”

“aku.. ingin bertemu Yu-chan saat ini…”

**Yuri pov

Mendengar akan hal tersebut akupun berlari meninggalkan kamarku,mengambil sepeda dari garasi lalu mengendarainya menuju tempat yang ditujukan oleh Kei-chan, tak lama kemudian akupun sampai disebuah taman bermain nampak kei sedang duduk sendiri disebuah bangku panjang besi ia nampak membelakangiku, akupun menghampirinya sebelum itu aku memarkirkan sepedaku disebuah tempat parkir sepeda lalu berlari menghampirinya.

“KEI-CHAN~”teriakku sembari mengampirinya ia pun lalu memandangku dari kejauhan nampak ia melambaikan tanganya sembari tersenyum.

“Kau berkeringat sekali lihat dirimu!”ujarnya sembari memandangiku

“eh…”gumamku dengan nafas tersenggal-senggal  dikarenakan aku sangat kelelahan.

“maaf membuatmu harus berada disini”lanjut Kei dengan tatapan sedikit menyesal

Aku hanya menggelengkan kepalaku pelan, sembari mengatakan “Tidak ini bukan salahmu!”

Ia pun  lalu duduk disampingku ia memandangi langit yang terbentang luasnya,aku sedikit bingung apa yang akan ia katakana. aku pun duduk disampingnya sembari menatap langit malam itu.

“Yu-chan…. Aku merasa akhir-akhir ini kita jarang bersama…”ucapnya memecah keheningan pada saat ini aku pun lalu memandang kearahnya dengan tatapan kebingungan akan tetapi ia masih memandangi langit malam itu.

“dari dulu kita sering bersama,dari awal aku datang ke jepang kau adalah teman pertamaku disini, kini aku merasa kita semakin menjauh,apa kau merasakan hal tersebut?”ia pun lalu memandang kearahku ia mendapatiku yang tengah sedari tadi memandanginya tatapan kami saling bertemu satu sama lainnya.

“eh.. eum iya”gumamku lalu merundukkan kepalaku

“mungkin kita telah berada dijalan yang berbeda..”ujarnya dengan pelan,dan aku hanya mendengarkan apa yang ia ucapkan. Aku tak berkata apapun hanya terdiam mendengarkan ceritanya tentang masa lalu kami,hingga ia terdiam aku pun melirik kearahnya nampak ia sedang memikirkan sesuatu.

“tadi tanpa sangaja aku melihatmu sedang berduaan bersama seorang wanita”lanjutnya sembari membuatku terkejut akupun menatap kearahnya ia pun lalu menatapku sembari tersenyum.

“SEMANGAT CHINEN YURI!!!”teriaknya sembari menepuk kedua pundakku. akupun masih menatapnya dengan tatapan penuh tanya ia mungkin menganggap jiyoung adalah kekasihku….

Kami berdua berbincang-bincang sembari bercanda,sama seperti dulu suasana saat ini aku sangat merindukannya berdua bersama Kei sahabatku lebih menyenangkan dibandingkan mengikuti acara goukon yang sering di adakan oleh Arioka

Waktu terus berlanjut kini kami memasuki ujian akhir sekolah tepat pada musim panas ditahun 2011 kami telah diberikan rekomendasi dari sekolah untuk melanjutkan jenjang perguruan tinggi pada Universitas pilihan, aku direkomendasikan untuk masuk Universitas swasta ternama di jepang  perjuangan ku tak sia-sia mengikuti 3tahun pelajaran sekolah ini, aku mendapatkan nilai tertinggi se-sekolahan maka dari itu para guru serta orang tua ku sangatlah bangga, berbeda denganku Kei-chan ia memang sedari dulu tak terlalu cerdas aku selalu membantunya kali ini ia lolos di universitas Hokkaido bersama dengan Yamada-san mereka berdua sangatlah kompak.

Suatu hari ketika libur tanpa sengaja aku mendengar keadaan dirumah Kei-chan kedua orang tuanya memiliki konflik dan alhasil ayahnya meninggalkan mereka entah ia kemana sedankan ibunya jatuh sakit  gadis tersebut tak ingin meninggalkan ibunya dan ia pun menolak menerima beasiswa tersebut karena ia ingin merawat ibunya yang sedang sakit, Mendengarkan hal itu akupun menjadi sangat prihatin terhadap keadaan keluarga Kei

Aku melihat gadis itu sering menangis di depan pintu rumahnya sembari menutupi wajahnya menggunakan tangannyanya lalu menyandarkan wajahnya kepada lututnya, sering kali aku ingin menghiburnya akan tetapi aku tak dapat menghiburnya.

“Gomen..na Kei-chan.. aku tak bisa berbuat apa-apa untukmu!”

Suatu ketika karena tidak tahan dengan penyakitnya,ibu Kei-chan pada akhirnya meninggal dunia ia meninggalkan kei-chan seorang diri membuat kei-chan semakin terpukul dan terpuruk akan tetapi aku sangat bersyukur pada saat terpuruk Yamada-san selalu berada disisinya,ia memang membutuhkan seseorang yang benar-benar perduli kepadanya.

Ayah kei-chan terlilit hutang karena usahanya bangkrut rumah mereka pun disita oleh bank, kini kei-chan benar-benar tak memiliki siapapun lagi, aku mendengar berita memilukan tersebut dari ibu. Ia sangat bersedih dengan keadaan Kei-chan saat ini, gadis itu tidak melanjutkan pendidikannya dikarenakan ibunya telah tiada dan ayahnya meninggalkannya dengan hutang yang sangat banyak,hidupnya sangat hancur.

*******

“bangun pemalas!”ujar seorang gadis sembari menarik selimutku, aku masih memejamkan mataku ia pun lalu membuka gorden jendela dan membuat sinar matahari menyinari cela-cela tembok kamarku tersebut, ketika aku mencoba membuka mataku,aku mendapati sosok gadis yang tengah berdiri tegap menghadap jendela ia nampak bersinar dikarenakan cahaya matahari tersebut.

“Kei-chan~”gumamku sembari mengucak kedua mataku gadis itu pun lalu menghampiriku wajahnya berdekatan dengan wajahku

“ia anak nakal ini aku!”ujarnya sembari mencubit hidungku, aku menatapnya setengah sadar ia malah tertawa melihat keadaan ku yang tengah berantakan dikarenakan baru bangun tidur tiba-tiba ia merogoh saku celananya lalu mengambil sebuah ponsel ia pun lalu memotret diriku yang sedang berada diatas ranjang dengan keadaan rambut berantakan dan sedang toples itu.hal tersebut  membuatku sedikit kesal aku pun sesegera mungkin merampas ponsel miliknya tersebut akan tetapi ia sangatlah cerdik ia berlari meninggalkanku lalu menuju kedapur ia bersembunyi dibelakang punggung ibu. Pagi itu sangatlah menyenangkan kejadian beberapa tahun lalu pun terulang.

** Sore Hari

“Yak…Yu-chan… aku akan pergi!”ujarnya sembari menatap rerumputan yang telah berada dihalaman belakang rumah, lantas perkataanya tersebut membuatku bingung.

“eh.. kemana?”Tanya ku lalu memandang kearahnya dengan tatapan tak percaya ia pun lalu memandangku ia menatap kedua bola mataku lantas membuatku sedikit salah tingkah dengan tatapannya tersebut.

“ingin memulai kehidupan baru”jawabnya sembari tertawa pelan,aku masih menatapnya dengan sedikit mengerutkan dahiku ia selalu mengatakan hal yang aneh dan tak serius maka membuatku sedikit kesal.

“usotsuki baka…”ujarku lalu mengalihkan pandanganku darinya ia malah tertawa dengan riangnya nampak seperti orang yang tak mempunyai beban akan tetapi ia memikul sendiri beban kehidupannya tersebut, aku memang tak bisa membaca fikiran dan isi hatinya akan tetapi aku bisa melihat dari raut wajahnya ia memaksakan untuk tertawa agar menutupi kesedihannya tersebut.

Tanpa kusadari itulah hari terakhir dimana aku dapat melihat wajahnya,mendengarkan suaranya dan…. Bercanda bersamanya, setelah kejadian tersebut paginya ia berpamitan karena tak ingin membangunkanku ia pun hanya menitipkan sepucuk surat diatas meja belajarku, ketika terbangun aku mencari sosoknya tapi tak ku temukan juga hingga ibu mengatakan kepadaku bahwa Kei telah meninggalkan kota Tokyo, gadis itu mencari kehidupannya sendiri aku menyadari dari kejadian yang menimpanya tersebut mengajarkannya menjadi gadis dewasa yang harus tumbuh kuat dan tegar.

Aku menyesali keperginnya tersebut, aku mengira ia telah berbohong kepadaku jika ia akan meninggalkan kota Tokyo dan memulai hidup barunya di tempat lain aku sangat menyesal jika mengetahui hal tersebut aku akan mencegatnya agar ia tak meninggalkan ku bersama kenangan-kenangan yang ia tinggalkan,aku pun mengambil sepucuk surat itu lalu duduk di lantai balkon kamarku sembari membaca surat tersebut.

To : Yu-chan Sahabatku tercinta

Mungkin setelah membaca surat ini aku sudah tak berada di Tokyo lagi atau bahkan di Jepang, terima kasih kuucapkan untukmu karena telah menjadi teman terbaikku hingga saat ini. Aku pergi bukan untuk meninggalkan semua kenangan indah tetapi aku pergi meninggalkan kenangan buruk yang telah ada didalam hidupku, apa kau tau ? aku selalu memperhatikanmu… ketika SMU dulu aku memperhatikanmu walaupun aku telah bersama Ryo-chan, aku selalu memperhatikan prilaku sahabat kecilku akan tetapi aku tak ingin menampakkannya aku khawatir dengan keadaanmu yang jarang ingin berbaur dengan sekelilingmu akan tetapi aku bersyukur kau bukanlah Yu-chan yang dulu….

            Hal yang paling kuingat dari dirimu adalah ketika kita masih TK dulu kau sering dibully oleh orang-orang karena kau itu sangatlah cantik, kau menghampiriku sembari menangis dan aku akan menghajar para murid yang membullymu itu. Aku tertawa jika mengingat kejadian tersebut apa kau juga akan tertawa jika mengingatnya? Aku harap kau pun juga tertawa HAHAHAHAHAHAHA……………………..

            Ketika mengetahui bahwa Yu-chan telah berkencan dengan wanita lain aku sedikit cemburu akan hal itu tapi aku tak ingin menampakkannya.. karena aku sadar bahwa diriku lebih dulu menjalin hubungan dengan seorang lelaki selain Yu-chan dan sempat melupakan Yu-chan, tapi aku sadar suatu hal dan aku baru menyadarinya saat ini.

            Ternyata jauh sebelum bertemu Ryo-chan aku sangat menyukai Yu-chan…. Menyukai bukan dalam arti pertemanan melainkan dalam arti “Lebih dari sekedar sahabat” aku baru menyadarinya beberapa waktu lalu ketika aku melihat Yu-chan dan Kekasihnya berciuman di halte bus pada saat itu malam hari bukan? Aku ingin mengatakan secara langsung kepada Yu-chan akan tetapi aku takut jika yu-chan mengetahui hal ini Yu-chan akan menjauhiku maka dari itu aku menulisnya disurat ini.

            Maaf aku telah berbohong bahwa hubunganku dan Ryo-chan berjalan dengan lancar sebenarnya aku dan Ryo-chan telah berpisah sebulan yang lalu kau tak perlu tau alasannya kenapa yang terpenting saat ini Yu-chan harus melindungi kekasihnya jangan membuat dia menangis, Yu-chan harus berjanji pada Kei-chan bahwa suatu saat Yu-chan akan tumbuh menjadi lelaki dewasa dan bertanggung jawab ! kei-chan harap semoga yu-chan akan selalu mengingat kei-chan dimanapun yu-chan berada, walaupun kei-chan telah menjauh dari yu-chan akan tetapi kei-chan harap persahabatan kita tidak akan terputus Yu-chan akan berada didalam hati kei begitu pula kei berharap sebaliknya…………..

Selamat tinggal lelaki kesayanganku,,                                                              Kei…

Ketika membaca isi surat tersebut membuat air mataku menetes membasahi pipiku, saat itu pula hujan tengah turun membasahi bumi. Entah mengapa ketika suasana hatiku tengah mendung langit pun menjadi mendung ketika aku menangis hujan pun turun seakan-akan ia mengerti kesedihan yang kurasakan…………………………..

###

**Author Pov

Tiga tahun pun telah berlalu, semenjak kepergian Kei-chan

Para siswi kelas 3A mengadakan reuni kelas itu adalah kelas Kei dan Yuri semua murid telah berkumpul tapi Kei tidak ada diantara mereka, teman sekelas Yuri bercerita tentang masa-masa mereka ketika sekolah dulu nampak mereka begitu bahagianya mengingat kejadian 4tahun lalu.

“oh Iya, Chi apa kau tak mendengar  kabar tentang Mori-chan?”Tanya seorang teman terhadap Yuri nampak lelaki tersebut terdiam ia memikirkan keberadaan Kei 3tahun terakhir ini tapi ia tak menemukannya, ia pun lalu tersenyum sembari menggelengkan kepalanya pelan.

“kasian dia, sih brengsek Yamada meninggalkannya ketika ia sedang mengandung!”ujar seorang lelaki sembari meremas botol minumnya lantas perkataan tersebut membuat Yuri terkejut.

“He… Mengandung!?”ucap yuri sedikit tak tau menahu

“Kau tak tau kalau Mori-chan tengah hamil? Anak dari Yamada Ryo?”Tanya Kyuui terhadap Yuri membuat lelaki itu menggelengkan kepalanya.

“tak bisa dipercaya padahal kau sahabatnya!!!”ujar salah seorang lelaki lalu memukul mejanya membuat mereka jadi pusat perhatian dikafe tersebut,ia pun lalu mengamati sekitarnya sembari tersenyum canggung dikarenakan tingkahnya tersebut. yuri hanya melototi temannya itu dikarenakan ia terkejut melihat prilaku yuyan salah seorang teman kelasnya itu, salah seorang teman pun angkat bicara soal berita ini.

Dia adalah Kitamoto Seiyuu dia sekampus dengan Yamada dan sekelas dengan lelaki tersebut ia mengetahui kejadian itu ketika tak sengaja mendengar pembicaraan Yamada-san dengan beberapa temannya dalam cerita tersebut Yamada menghamili kekasihnya akan tetapi ia tak ingin bertanggung jawab maka dari itu ia memberikan sejumlah uang kepada kekasihnya lalu menyuruh gadis tersebut menggugurkan kandungannya, kejadian tersebut tepat terjadi tiga tahun yang lalu,mendengar cerita temannya tersebut lantas membuat Yuri merasa bersalah kepada Kei ia tak tau menahu soal sahabatnya itu,begitu pula dengan teman yang lain ia merasa iba kepada gadis yang kini entah keberadaannya pun tak diketahui.

Tak ada yang mengetahui keberadaan gadis tersebut ia tak pernah menginjakkan kakinya lagi di Tokyo paskah kepergiannya 3tahun silam,topic pun tergantikan mereka tak membahas soal Kei lagi melainkan mereka membahas soal pernikahan Yuri bersama kekasih yang ia kencani selama 4tahun tersebut,mereka merencanakan menikah pada desember, dua minggu lagi pernikahan akan terlaksanakan membuat Yuri tersenyum mendengar tanggapan para temannya akan tetapi rasanya berbeda jika tak ada Kei-chan disisinya.

=satu minggu sebelum pernikahan=

Yuri mendapatkan tugas sebelum mengambil cuti  menikah, ia diperintahkan oleh bosnya untuk mengecek pabrik yang berada di fukuoka ia pun melaksanakan tugas tersebut karena itu adalah tugasnya sebagai seorang manajer perusahaan ia berangkat bersama beberapa bawahannya menuju lokasi tersebut.

Tanpa sengaja ketika ia berada di sebuah kedai ia melihat seseorang yang sangat mirip dengan sosok Kei, awalnya ia tak terlalu memperdulikan hal tersebut karena difikirannya mana mungkin kei berada di kedai makan ini, akan tetapi tiba-tiba pandangan terahlihkan ketika seseorang memanggil gadis yang tengah melayani beberapa pelanggan tersebut ia pun mengamati gadis tersebut,gadis itu berambut panjang tubuhnya pendek.

pada akhirnya karena penasaran,ketika gadis itu membuang sampah di belakang kedai Yuri yang tengah mengikuti gadis itu tak sengaja memanggil nama Kei, lantas membuat gadis itu mengalihkan pandangannya lalu memandang ke sumber suara tersebut.

Nampak gadis itu terkejut mendapati yuri yang tengah berdiri dibelakangnya, Yuri lebih terkejut lagi mendapati sosok Kei sahabat kecilnya yang ia cari selama ini matanya melototi gadis tersebut seraya tak percaya.

“Kei-chan…”gumam Yuri pelan  melongo tak percaya

“Yu-chan..”gumam Kei seraya memperhatikan lelaki yang berada dihadapannya.

Pukul menunjukkan jam 23.00 saat itu kei-chan tengah menyelesaikan pekerjaannya ia meninggalkan kedai tersebut,Yuri memerintahkan beberapa bawahannya untuk kembali duluan kehotel sedangkan dia mengantar gadis tersebut untuk pulang kerumahnya.

“sudah tiga tahun kita tak bertemu”ujar Kei nampak sedikit bersemu

“eum,, kau.. aku tak menyangka kita bertemu disini”balas Yuri masih tak percaya

“sekarang kau menjadi dewasa..”ujar Kei sembari melihat kearah Yuri

“ah.. iya,,”balas Yuri singkat ia nampak sedikit canggung dengan suasana saat ini mereka pun lalu terdiam suasana malam itu nampak menjadi hening,sepanjang perjalanan mereka tak mengucapkan sepatahkata pun tiba-tiba ponsel Yuri berdering ia pun sesegera mungkin menjawab panggilannya tersebut. ternyata sih penelpon adalah Jiyoung kekasih Yuri mereka bercakap melalui telpon melihat pemandangan tersebut membuat Kei menjadi tak enak hati.

Sesekali Yuri pun melirik kearah temannya tersebut akan tetapi Kei hanya menatap lurus kearah trotoar, telpon pun terputus Kei-chan lalu melihat kearahnya sembari tersenyum.

“kekasihmu?” tanyanya dengan sebuah senyuman yang tersimpul pada bibirnya itu.

“calon istriku”jawab Yuri sedikit ragu mendengar jawaban dari Yuri nampaknya gadis tersebut menatap lelaki yang berada disampingnya tak percaya

“eh,,,,,,,,,,,,,,,,,,,kau akan menikah?”tanyanya dengan nada tak percaya

“Eum…”balas yuri sedikit malu

“kapan??”

“seminggu lagi..”

“syukurlah kalau begitu, omedatou..”balas Kei lalu menepuk pundak sahabatnya sembari tersenyum

**Yuri pov

Ada beberapa pertanyaan yang berada difikiranku saat ini yang ingin kutanyakan kepada Kei-chan akan tetapi aku tak enak hati untuk menanyakannya ini adalah privasinya tapi aku penasaran dengan cerita teman kelasku ketika reunian beberapa hari yang lalu,dan itu masih mengganjal di fikiranku. Kami pun sampai didepan apartemen Kei-chan ia menyuruhku untuk mampir kerumahnya akupun ikut masuk kedalam, nampak ia sangat hidup dengan sederhana terlihat dari beberapa barang miliknya,tiba-tiba seorang anak lelaki berlari menghampiri Kei ia nampak memeluk gadis tersebut dengan eratnya. Aku terkejut karena anak lelaki itu memanggil kei dengan sebutan “MAMA” aku dan kei pun saling menatap satu sama lain.

“dia adalah anakku…”ujar kei sembari menyeduhkan segelas cokelat panas

“eh.. anakmu?”tanyaku terkejut dengan perkataannya tersebut

“anakku bersama Yamada Ryosuke”balasnya sembari merapikan beberapa piring yang berada diatas wastafel miliknya,aku hanya terdiam sembari meminum segelas cokelat panas tersebut,ternyata gossip itu bener kei-chan tengah mengandung anak Yamada dan lelaki itu meninggalkannya,gadis itu pun telah selesai membereskan piringnya ia pun menghampiriku sembari membawa sepiring muffin dan beberapa toples cookies lalu menaruh diatas meja makannya.

“kau tak perlu repot-repot”ucapku segan

“heh,, repot apanya… kau kan baru mampir kesini”balasnya lalu tersenyum ia pun duduk dihadapanku

“bagaimana keadaan paman dan bibi? Aku sangat merindukan mereka”tanyanya lagi

“ibu dan ayah sehat-sehat saja”jawabku sembari tersenyum kecil aku pun memperhatikannya nampak kebiasaan lamanya tak berubah ia sering memainkan gelasnya dan sedikit tersenyum ia pun memandangku dan berkata “Yak.. apa yang kau perhatikan?”tanyanya sembari menghentikan aktivitasnya aku hanya mengangguk pelan tak berkata apapun rasanya lidahku kaku ketika ingin menggerakkannya.

“Yamada… dia meninggalkanku”lanjutnya akupun lalu memandang wajahnya nampak raut wajahnya terlihat sedih ketika memulai pembicaraan tersebut,ia menghentikan kalimatnya sembari tersenyum kecil kepadaku

“dia kemana?”tanyaku karena sedikit penasaran,ia pun lalu memandang kearahku ia nampak kebingungan untuk menjawab pertanyaan tersebut wajahnya nampak gelisah ia memegangi erat gelasnya ketika ia hendak meminum cokelat panasnya itu.

“eum…. Dia, entahlah”jawabnya sembari mengangkat kedua bahunya

“kudengar dia menikah dengan gadis pilihan orang tuanya”lanjutnya lalu tersenyum kecut

“Maafkan aku..”balasku sedikit menyesal

“tak apa ini bukan salahmu”balasnya lalu tersenyum, hal yang dapat ia lakukan saat ini adalah tersenyum walaupun dia menderita dan merasakan sakit yang bertubi-tubi dia tetap terus tersenyum itulah Morimoto Kei yang kukenal selama ini ia tak pernah berubah sedikit pun.

Beberapa jam kemudian aku pun bermaksud untuk kembali ke hotel akan tetapi ia menahanku dan menyuruhku untuk menginap semalam dirumahnya,aku ingin menolak akan tetapi aku tak enak untuk menolak keinginan sahabatku tersebut,jujur aku sangat merindukannya ia nampak sangat berubah lebih dewasa dari sebelumnya,aku tidur dikamar anaknya ia dan anaknya tidur bersama ketika ingin menuju toilet  aku melihat pintu kamarnya sedikit terbuka aku melihat dirinya tengah tidur saling berpelukan dengan anaknya tersebut.

=Author Pov=

==keesokan harinya==

Yuri pun berpamitan dengan Kei nampak ia telah akan kembali ke Tokyo,ia memeluk gadis tersebut dengan hangatnya ketika hendak masuk kedalam Kei, nampak ia sangat lega bertemu dengan sahabat kecilnya walaupun hanya semalam saja itu dapat mengobati rasa kerinduaannya untuk tiga tahun terakhir ini.

“Mungkinkah??????????”

“dia akan hadir ke pernikahanku ??”

Batin Yuri lalu menghela napas panjang

=sehari sebelum penikahan=

Yuri dan Jiyoung sibuk mengurus pernikahan mereka,hari ini mereka berlatih digereja untuk acara resepsi pernikahan mereka besok, nampak Jiyoung sang pengantin wanita saatlah antusias menanti pernikahan mereka berbeda dengan Jiyoung, Yuri nampak gelisah entah apa yang ia fikirannkan saat itu membuat sang wanita sedikit khawatir dengan keadaan kekasihnya tersebut. ketika berada di ruang ganti jiyoung pun menghampiri kekasihnya tersebut nampak ia memeluk Yuri dari belakang sehigga membuat lelaki tersebut terkejut.

“Jiyoung-ah…”gumamnya sembari menghentikan aktivitasnya

“Yuri-kun nampak gelisah”ujar gadis tersebut sembari membenamkan wajahnya dipunggung Yuri ia masih memeluk kekasihnya tersebut dengan erat seakan tak ingin melepaskan pelukannya dari lelaki itu, Yuri pun lalu menghela napas panjang ia pun lalu memegangi tangan Jiyounng yang nampak melingkar di perutnya. Ia lalu melonggarkan pelukan gadis tersebut sehingga tubuhnya tak membelakangi gadis itu.

“kau tak perlu khawatir”tuturnya sembari tersenyum hangat

“tapi aku takut”ujar jiyoung dengan manjanya ia lalu memeluk lelaki tersebut dengan eratnya

“aku takut jika Yuri-kun berubah fikiran”lanjutnya lagi lelaki tersebut pun tersentak ketika mendengar perkataan dari gadis tersebut ia pun membalas dekapan jiyoung sembari menyandarkan kepalanya pada dada atas gadis itu dikarenakan gadis itu lebih tinggi darinya.

“kau tidak perlu khawatir aku milikmu”ucapnya sembari memejamkan matanya lalu membelai rambut       gadis itu dengan lembutnya.

“aku.. takut jika semuanya terlambat……”

=Hari Pernikahan=

Nampak para tamu telah hadir Yuri berdiri tegak di altar sembari menunggu sang pengantin wanita ia merasa cemas dan khawatir entah apa yang ia fikirkan terlihat jelas dari raut wajahnya yang nampak begitu pucat dipagi hari dimusim dingin ini, para tamu pun telah bermunculan satu-persatu terlihat beberapa teman dekat Yuri yang nampak berada di kursi tamu mereka melambaikan tangannya kepada Yuri, lelaki itu terus melihat sekeliling ruangan nampak ia mencari seseorang, tiba-tiba seorang gadis masuk kedalam gereja ia menggunakan mini dress berwarna merah dibalut dengan mantel bulu berwarna hitam nampak Yuri sedikit cemas ketika mendapati sosok wanita tersebut ternyata dia adalah Kei sahabatnya.

“Aku tak menyangka dia akan datang”batin Yuri sembari menatap gadis itu dengan leganya,sedangkan gadis itu duduk di kursi yang telah disediakan ia terus menatap sahabatnya tersebut sembari tersenyum karena bahagia melihat Yuri yang berada dialtar berbalut karpet merah itu.

Acara pun telah dimulai sang pastor pun telah datang kini calon pengantin wanita segera berjalan menuju altar diiringi dengan music dari para pemain music di gereja tersebut,seluruh mata telah menatap sang pengantin wanita yang tengah menggunakan wedding dress berwarna putih yang tengah memegang rangkaian bunga mawar, Jiyoung nampak cantik membuat Yuri sedikit takjub dengan kecantikan wanita itu. Pada akhirnya gadis itu pun sampai di altar ia saling berhadapan dengan Yuri ia tersenyum kepada lelaki yang berada dihadapannya tersebut,Mereka pun menghadap ke hadapan sang pastor untuk saling mengucapkan janji suci.

=Yuri pov=

Ketika pastor mengucapkan kalimatnya fikiranku nampak sangat kosong, diriku memang tengah berada dikeramaian akan tetapi aku berfikir sejenak tiba-tiba fikiranku terahlihkan oleh Kei gadis itu telah hadir difikiranku membuatku merasa degdegan dan sesak napas,perasaan yang selama ini tidak kurasakan kini telah hadir kembali,jiyoung pun  lalu menegurku ketika sang pastor telah menghentikan kotbahnya lalu menanyaiku.

“Chinen Yuri mau kah kau menerima Kang Jiyoung sebagai istrimu baik dalam keadaan suka maupun duka

sampai ajal kematian menjemput kalian?”

tiba-tiba bibirku menjadi kaku suaraku serasa berat ketika ingin menjawab pertanyaan tersebut, aku pun menatap sang pastor yang nampak nya juga menatapku,lalu menatap Jiyoung yang berada dihadapanku saat ini ia menatapku dengan sebuah senyuman akan tetapi senyuman itu berbeda dari biasanya, nampak seperti sebuah kecemasan yang tengah tersimpul pada bibir kecilnya tersebut,lalu akupun menatap para tamu yang telah berada didalam gereja tersebut ketika melihat kearah pintu aku menemukan sosok Kei yang tengah berjalan meninggalkan gereja ia nampak sedang terburu-buru, rasa-rasanya aku ingin mengejar gadis itu akan tetapi aku tak bisa.

“Yuri-kun….”panggil Jiyoung sejenak menyadarkanku

Tanpa sebuah kalimat yang terucap dari bibirku akupun meninggalkan altar membuat para hadirin yang menyaksikan janji suci tersebut terkejut dan suasana didalam gerja menjadi riuh, aku meninggalkan jiyoung sendirian didalam gereja  tersebut dengan sebuah rasa bersalah dan penyesalan. Ketika berada dihalaman gereja aku mencari sosok Kei akan tetapi aku tak menemukannya maka dari itu akupun berlari mencari sosoknya akan tetapi tiba-tiba langkahku terhenti ketika seseorang memegangi lengan kananku, aku menemukan sosok Jiyoung yang nampak tengah kelelahan mengejarku. Ia pun melepaskan pegangannya lalu meminta sebuah penjelasan terhadapku.

“Maaf… kita akhiri saja semua ini!”

“eh… apa maksudmu aku tak mengerti!?”

“……Jiyoung-chan… aku……”

“nani???”

“aku tidak bisa melanjutkan semua ini…………………………..”

Angin musim dingin telah berhembus pelan, nampak salju telah mengguyur kami berdua, gadis itu masih memandangiku dengan tatapan sayupnya aku tak tahan melihat air matanya yang tengah menetes membasahi pipi gadis tersebut, aku menyadari suatu hal aku menyukai Jiyoung akan tetapi aku tak bisa mencintainya seperti mencintai Kei.walaupun ia selalu berada disisiku akan tetapi perasaanku kepada Kei tak akan pernah berubah aku tak bisa menuliskan sebuah cinta diatas cinta. Aku benar-benar meminta maaf kepada gadis yang berada dihadapanku tersebut.

 “Aku tau aku akan menemui Kei-chan….

Aku tau kau tak bisa melupakan gadis itu…

Maaf karena menahanmu disini…”ucapnya sembari menangis terisak

Aku ingin memeluknya akan tetapi ia melarangku untuk melakukan hal tersebut ia memerintahkanku untuk menjaga jarak darinya gadis, aku merasa sangat bersalah kepadanya ia selama ini yang selalu bersamaku akan tetapi aku tak bisa membahagiakannya bahkan hanya membuatnya merasa sedih dan menangis. Aku lelaki yang sangatlah jahat membuat seorang wanita secantik jiyoung harus merasakan sakit yang sangat mendalam karena perbuatanku ini.

“Jiyoung-ah.. aku….. ucapku sembari mendekatinya “DIAMLAH YURI!”teriaknya membuatku terkejut nampaknya gadis itu sangatlah marah dan kecewa terlihat dari raut wajahnya ia melangkah mundur perlahan-lahan sembari masih mengusap air matanya tersebut.

“Maaf karena aku selalu membuatmu bersedih

Maaf karena membuat mu seperti ini, dan maaf karena tak bisa menepati janjiku

Tapi perasaanku padamu selama ini sungguh-sungguh aku menyukaimu sangat menyukaimu

Maafkan aku karena semua itu, aku menyukaimu akan tetapi aku mencintai Kei-chan”

Lantas membuat gadis tersebut semakin menangis ia pun menatapku dan berkata “Pergilah”

“Eh…”gumamku bingung

“Pergilah cari cinta sejatimu…”lanjutnya sembari menatapku ia pun lalu tersenyum kepadaku walaupun air matanya masih menetes membasahi pipinya mendengarkan pernyataannya tersebut akupun memeluk gadis itu dengan eratnya, pelukan ini mungkin yang terakhir dariku.

“semoga kau mendapatkan lelaki yang jauh lebih baik dariku”bisikku sembari memeluknya ia hanya menganggung pelan dan tangisannya pun semakin menjadi-jadi.

=Kei Pov=

Aku sangat menyesal tak bisa menghadiri acara pernikahan sahabatku dikarenakan Yosuke tengah jatuh sakit pada akhirnya aku pun meninggalkan gereja tersebut dan masih menunggu kereta selanjutnya aku ingin mengucapkan selamat kepada sahabatku itu akan tetapi aku tak sanggup nampaknya aku sedikit cemburu dengan Jiyoung, memang aku sedikit egois akan tetapi aku sudah lama menyadari bahwa aku mencintai Yu-chan sahabatku itu.

==Author Pov==

Kereta selanjutnya pun terhenti Kei sesegera mungkin naik kedalam kereta tersebut akan tetapi ketika ia ingin masuk kedalam kereta seseorang menahannya, ia adalah Yuri yang nampak kusut dan membuat Kei terkejut karena mendapati Yuri yang berada dihadapannya tersebut, lelaki itu menariknya keluar dari dalam kereta.

Mereka menjadi pusat perhatian dikarenakan Yuri menarik Kei hingga gadis itu keluar dari dalam kereta yang hampir saja berjalan,untungnya kereta itu belum jalan sehingga Yuri dapat meraih tangan Kei hingga membuat gadis itu berhasil menjangkaunya.

“Yu-chan…. Sedang apa kau disini?”Tanya gadis tersebut nampak terkejut melihat sosok Yuri lelaki itu masih memegangi tangannya ,dengan napas tersenggal-senggal nampak ia masih kelelahan dikarenakan berlari dari gereja hingga menuju stasiun kereta.

“Yu-chan…”panggil Kei tiba-tiba lelaki tersebut menarik tangan gadis itu lalu memeluknya dengan erat membuat keduanya menjadi pusat perhatian pada saat ini,Kei-chan nampak terkejut melihat tingkah Yuri yang tak biasanya ia pun membalas pelukan sahabatnya tersebut lalu menepuk punggung Yuri.

“Bagaimana pernikahanmu?”Tanya Kei-chan sedikit ragu lelaki itu hanya menggelengkan kepalanya pelan nampak itulah jawaban dari nya, melihat akan hal tersebut Kei pun sedikit penasaran ia pun lalu melepas pelukannya lalu memegang kedua pundak sahabatnya tersebut sehingga pelukan Yuri terlepaskan darinya.

“ada apa denganmu?”tanyanya menatap Yuri sedikit cemas

“Biarkan aku memelukmu”jawab lelaki tersebut dengan sedikit lelah

“Tidak.. jawab pertanyaanku dulu”balas Kei sembari menahan kedua tangan Yuri

Lelaki itu menatapnya dengan tatapan sendu membuat Kei menjadi salah tingkah ia pun lalu memalingkan wajahnya karena malu,tiba-tiba seseorang menyambarnya sehingga gadis itu terjatuh kedalam pelukan yuri yang tepat berada dihadapannya tatapan mereka pun saling bertemu satu sama lainnya membuat keduanya menjadi malu yuri belum melepaskan pelukannya dari Kei mereka masih menatap satu sama lainnya sehingga membuat jantung Yuri berdetak dengan kencangnya.

==Yuri Pov==

Jantungku berdetak dengan kencangnya ketika menatap wajah Kei-chan aku belum melepaskan dekapanku darinya aku masih menatapnya yang tengah menatapku juga wajahnya nampak begitu dekat rasa-rasanya aku ingin mencium bibir merahnya tersebut ,akupun mendekatkan wajahku  sehingga membuat hidungku menyentuh hidungnya dan memiringkan sedikit wajahku,tangan kananku memegangi tangan kananya perlahan-lahan aku pun  menyentuh bibir mungilnya dan melumat bibir tersebut secara perlahan-lahan sedangkan tangan kiri mengusap tengkuknya dengan perlahan.

Gadis itu nampak terkejut terlihat ketika tangan kirinya yang memegang tas tangan terjatuh di atas koridor stasiun aku mendengar suara tepuk tangan yang tengah menyemangatiku, tanpa kusadari kami menjadi bahan tontonan saat ini aku pun melepaskan ciumanku tersebut lalu menatapnya nampak ia menatapku dengan tatapan sedikit tak percaya ia tak berkutik sama sekali, aku pun lalu memegang kedua tangannya dan berkata

“Aku meyukaimu,sangat menyukai Kei-chan dari dulu hingga saat ini!”ujarku lalu tersenyum lega

Gadis itu hanya terdiam ia nampak kebingungan seluruh orang yang berada distasiun tersebut telah menjadi saksinya mereka menonton kami bagaikan sebuah dorama percintaan mereka bertepuk tangan beberapa dari mereka bersorak dan mengatakan “Terima saja dia!!!” mendengar support dari mereka membuatku semakin bersemangat aku tak malu menyatakan cintaku kepada Kei-chan dikhalayak umum seperti ini malahan aku sangatlah bangga.

“Istrimu….?”Tanya Kei sedikit gemetaran

“Tidak… aku hanya ingin kau yang menjadi ibu dari anak-anakku”jawabku dengan lantangnya

Gadis itu pun lalu tersentak sehingga ia meneteskan air matanya aku terkejut ketika ia meneteskan airmatanya wajahnya memerah ia nampak melihat sekelilingnya sembari mengangguk pelan sembari tertawa pelan aku pun ikut tertawa karena bahagia,seluruh penonton pun turut berbahagia aku dapat menyaksikan hal tersebut aku pun lalu memeluk kei dengan  hangatnya memeluk gadis yang kucintai membuatku sangatlah bahagia.

Setelah itu kami pun menumpangi kereta menuju fukuoka ketika berada diatas kereta Kei tengah menyandarkan kepalanya dipundakku sedangkan aku menyandarkan kepalaku diatas kepala Kei sehingga membuat kami sedikit menjadi pusat perhatian,kami saling bergenggaman tangan dengan eratnya.

Pada akhirnya perasaanku tersampaikan juga setelah bertahun-tahun pada akhirnya Kei menjadi milikku

“Tangannya tersebut tak akan pernah kulepaskan lagi…………………….”

                                                Jodoh ku ……………………..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s