[Oneshot] Kizuna

Title : Kizuna
Author : NaChan73
Genre : Friendship
Type : Oneshot
Cast : All Hey! Say! JUMP members

KIZUNA

27 September 2015

9 orang pria tampan itu duduk memutar mengelilingi meja. Lalu seseorang Kakek tua bedang berbicara dihadapan pria-pria tersebut. Beberapa orang dari Jimusho juga memenuhi ruangan.  Ditengah-tengah meja sebuah kue besar berlapis cream putih tipis, tergeletak apik dikelilingi makanan-makanan.
Pinggiran  kue itu dihias potongan buah stroberi, anggur, dan ceri yang berjejer mengelilingi kue. Lalu dibagian tengah bediri tegak lilin berangka 8. Lalu disekelilingnya  9  boneka coklat  versi chibi ke-9 pria tampan itu. Lalu dilengkapi dengan batangan coklat putih bertuliskan “happy 8th anniversary JUMP”. Diam-diam Yamada tersenyum melihat kue tersebut. Rasanya tak sabar segera melahap buah berwarna merah itu. Tiba-tiba Yuto menyenggol lengan sobatnya pelan.

“Yama-chan sabar, Kakek Jhonny belum kelar pidato” bisiknya pelan. Yamada hanya memanyunkan bibirnya mendengar pernyataan sobatnya. Meskipun sudah lapar tapi mau bagaima lagi. Padahal malam ini malam ulang tahun mereka tapi untuk makan kuenya saja harus menunggu Kakek itu selesai berbicara.

“JUMP-tachi tak terasa you-you tachi, sudah memasuki usia 8 di entertainmet world ini” ucap Kakek Jhonny dengan logat khasnya.

“semoga di usia You-tachi yang sudah tak muda ini lagi. You-tachi bisa makin popular di entertaimen world ini. Tak hanya di Japan tapi di Asia bahkan Dunia” Kakek itu berhenti sejenak mengumpulkan nafas. Maklum usianya sudah tak muda lagi.

“pokoknya HAPPY 8th ANNIVERSARY JUMP!!” Seru Kakek itu bersemangat di ikuti suara bising balon meletus dan ucapan selamat dari siapapun yang ada disana. Keito yang benci suara letusan balon. Memilih diam sambil menutup mata dan telingannya. Hikaru yang melihat target bully-an empuk, tersenyum lebar.  Tangannya mencomot balon berwarna hijau lalu membawanya ke depan wajah keito.

“Keito” panggilnya pelan. Merasa terpanggil Keito membuka matanya.

Duarrr

Balon itu meletus sempurna di depan wajah Keito. Keito kaget hingga jatuh ke belakang. Orang-orang yang melihatnya tertawa terbahak-bahak.

“sudah-sudah kasian Keito haha” ucap Yabu berusaha menenangkan tapi tetap saja ia juga tak bisa menahan tawanya.

Setelah suasana agak mereda Kakek Jhonny kembali berbicara.

“malam ini adalah milik you-tachi, bersenang-senanglah sepuasnya. Jika ingin sesuatu yg lain hubungi manager kalian oke. Sekali lagi selamat ya” Setelah itu Kakek Jhonny dan yang lainnya meninggalkan ruangan. Yang tersisa ke 9 pria tampan tersebut.

“Baiklah minna, ayo kita mulai pestanya!!” ucap Yuya bersemangat. Ia lalu meyalakan lilin berangka 8 ini.

“1, 2, 3 fuuuu ~” akhirnya lilin itu padam. Mereka lalu bersulang dengan segelas bir lalu meneguknya habis. Yamada yang sudah kelaparan buru-buru mencomot stroberi kesukaannya. Dan di ikuti protes seorang inoo kei. Mereka berdebat habis-habisan. Member yang lain bukannya melerai malah asyik taruhan. Chinen tak ingin ikut-ikutan ia lebih memilih asyik dengan gyoza kesukaannya. Sedangkan Yabu tersenyum kecil melihat  tingkah mereka. Bir tanda usia mereka yg sudah dewasa ternyata tak menglilangkan sifat kekenakan mereka.

Yabu terdiam memandangi segelas bir yang baru ¼ ia minum. Ia tak menyangka bisa seawet ini bertahan di dunia yang ia geluti. Padahal impian kecilnya menjadi seorang pemain bola. Tapi sepertinya takdir berkata lain. Takdir sudah menuliskan hidupnya untuk menjadi seorang Idol. Memang impian kecilnya tak tercapai tapi ia bangga. Setidaknya ia bisa membantu impian orang lain tercapai. Dengan suara indahnya ia bisa membuat orang lain kembali bangun dari keterpurukan.

Senyum lelaki jakung  ini merekah lebar mengingat hari-hari dimana ia ditetapkan menjadi anggota grup ini. Dulu ia hanyalah remaja masih polos. Ia tak menyangka dipasangkan dengan bocah-bocah cupu. Dan sebagai member tertua kadang Yabu merasa tertekan. Bocah-bocah cupu itu adalah tanggung jawabnya. Ia harus bisa membuat grup ini tetap solid. Namun beruntung Hikaru teman seperjuangannya selalu mendukungnya. Bocah-bocah cupu itu meskipun menyebalkan dan nakal. Tapi sekarang sudah tumbuh menjadi pria yang bisa diandalkan. Dan menjadi patner kerja bahkan sebagai keluarga yang berharga.

“hey, udalah kalian nggak laper apa? Meding makan dari pada debat” Akhirnya pria jakung itu menengahi. Secara ajaib mereka menurut. Daiki memotong kue itu menjadi 9 bagian.

“ahh aku mau yang ada tulisannya” rengek Yuya manja. Yang lain hanya berdecak pelan. Tapi begitulah Yuya. ‘kekanakan’.

Raut wajahnya bertambah sumringah mendapatkan potongan kue idamannya. Ia tak perduli kawan-kawannya mengatainnya ‘kekanakan’. Karna itulah dirinya. Mereka yang membuatnya menjadi seperti ini. Yuya bukan lagi member cool dan sedikit bad boy. Yuya yang sekarang  adalah Yuya yang bodoh dan kekanakan. 8 tahun bukan waktu yang pendek. Awalnya Yuya sedikit merasa tak nyaman berada di grup ini. Ia lebih senang diam dan menyendiri. Mungkin itu yang membuatnya terlihat  cool. Padahal Yuya sedang menyembunyikan diri. Ia tak ingin orang lain mengetahui tingkahnya yang memang kekanakan. Ia bersyukur tuhan telah menakdirnya bekerja dengan kawan-kawannya ini. Nyaman dan menyenangkan itu yang Yuya pikirkan ketika sedang bersama. Teman-temannya kadang membully-nya karna tingkahnya itu. Tapi Yuya tahu, itu karna kawan-kawannya menyayanginya.

“hihihi . . .” tawa jahat itu menyadarkan Yuya dri lamunannya.

“lho kueku mana?” Yuya kaget kuenya tiba-tiba lenyap. Pria cantik yang duduk di sampingnya ternyata pelakunya.

Kei Inoo , pria cantik yang suka bertindak semaunya. Juga pintar, sangking pintarnya ia suka berbicara semaunya.  Sampai-sampai orang-orang tak mengerti apa yang sedang ia bicarakan. Tingkahnya yang suka berbuat semuannya. Kadang membuat teman-temannya kesal. Tapi itu tanda sayangnya ke teman-temannya. Sudah 8tahun ini berjuang menjadi idol. Meskipun part solonya tak banyak, saat dance pun selalu di belakang . Namun Inoo tak perduli , ia tahu perjuangannya takan sia-sia. Suatu hari ia juga akan bersinar seterang kawan-kawannya. Dan ia sudah mendapatkannya. Bermain di dorama, mendapat part solo lebih banyak. Semua berkat kerja keras dan dukungn teman-temannya. Rasanya ingin menghentikan waktu dan tetap seperti ini. Ia bersyukur memilik kawan-kawan yang baik.

Plok

Sepotong kue milik satu-satunya mahluk bergingsul diruangan ini jatuh ke rambut Inoo. Sepertinya Inoo harus menarik pemikiran tadi. Uh, Inoo lupa ada yang punya tingkah yang lebih menyebalkan darinya. Si gingsul Hikaru. Tak tahu apa jadinya Hey! Say! JUMP tanpa Hikaru. Meskipun jahil, tanpanya tak akan ada tawa yg hadir tiap mereka berkumpul. Membuat semua orang bahagia. itu salah satu impian Hikaru. Menjadi seorang Idol artinya mereka menyebar kebahagian ke semua orang. Apa jadinya jika seorang Idol sendiri tak bahagia. ia tak ingin disaat kawan-kawannya down. Para fansnya juga tahu. Cukup mereka saja yang merasakannya. Hey! Say! JUMP adalah mimpinya. Jadi membuat kawan-kawannya tertawa bahagia meluapakan kesedihannya adalah tugasnya.

Di pojokan sana Daiki tertidur di bawah AC sambil mengelus-elus perutnya yang  membuncit.

“jumping to my dream setsunai kono kokoro de” ia menyanyikan lagu kebangsaan JUMP sengan suara yang amat menyakiti telinga.

“fighting for my dream taiyou wo daki . . . aduhh” nyanyiannya terhenti karna teman-temanny melemparinya dengan apel di atas meja.

“nyanyi tuh yang bener” ucap yamada kesal tak rela part solonya di nyanyikan orang tanpa niat.

Daiki tertawa kecut. Mau bagaimana lagi perutnya sedang dan tak karuan. Tapi ia juga ingin menyanyikan lagu penuh sejarah itu. Daiki ingat betul hari dimana ia pertama mendengar lagu debutnya. Jantungnya berdegub kencang  takut menyanyikan bagiannya dengan jelek. ia juga belajar koreo sekuat tenaga. Masa-masa yang kini ia rindukan.

“ngomongin lagu UMP kalian inget nggak muka Keito waktu nangis di pojokan dulu haha” Yuto mulai bersuara.

“mukanya kayak gini nih” ucapnya sambil menujukan foto Keito kecil yang diam-diam ia ambil. Keito yang  sedang  asyik memakan pudingnya langsung merebut  foto yang dipegang Keito.

“kawaii” seru yg lain kompak. Wajah Keito memerah ia segera kembali ke kursinya lalu kembali memakan pudingnya. Berusaha menyembunyikan wajahnya yang merah. Harus diakui dirinya yang dulu sangat berbeda dengan dirinya yang sekarang. Meskipun masih cengeng namun ia tak selemah dulu. Keito bahagia bisa tumbuh bersama teman-teman segrupnya. Melihat dirinya dan kawan-kawannya tumbuh dewasa. Sambil terus berjuang menggapai mimpi mereka.

Berbicara tentang mimpi Keito teringat pada lelaki jakung di sebelahnya. Lelaki tampan pujaan para wanita yang memiliki banyak mimpi. Hobinya memotret, suatu hari ia ingin membuka pagelaran seni sendiri yang memamerkan jepretannya. Lalu dalam bermain drum, bisa di bilang Yuto yang sangat mencintai drum. Mungkin drum bisa menjadi pelampiasan anggota badanya yang memang susah diam.

Lalu Yamada lelaki super tampan itu punya mimpi yang besar. Menjadi seorang idola nomor 1 di Jepang. Dan ia berusaha keras untuk mencapainya. Terkadang Yamada datang bercerita tentang jadwal kerjanya yang super padat. Berbanding berbalik dengannya. Ia terkadang mengelung tak punya waktu pergi bersama kawannya. Menghabiskan waktu sore di caffe sudah cukup membuat Yamada kembali bersemangat. Kadang Keito merasa iri. Ia juga ingin wajahnya terpampang diseluruh Jepang. Ia juga ingin menjadi lead-role sebuah film layar lebar. Ya tapi keito sadar usahanya belum seberapa. Yang ia bisa lakukan tetap mendukung temannya.

Sekarang pandangan Keito fokus ke lelaki mungil yg sedang duduk menghadap jendela.  Entah sejak tadi ia tak banyak bicara. Chinen sibuk memaikan piring kuenya. Tapi ia enggan memakannya. Sesekali ia melihat kearah jendela. Seperti sedang menunggu seseorang.

Chinen tubuhnya mungil dan jago akrobatik. Dulu ia member yang paling manja hobinya dipangku para member yang lain. Tapi Chinen yang sekarang  menjadi orang yang diam tak banyak bicara. Jadi lebih kalem. Tapi sekali bicara, ia asyik tak bisa berhenti. Terkadang Keito rindu pada tingkah manja Chinen.

Toktoktok Seseorang datang mengetuk pintu.

Whusss Chinen yang sedari tadi sibuk dengan dunianya. Langsung berlari membukakan pintu.

“ryuu-chan” serunya girang. Wajah Chinen berubah menjadi sumringah. Sekarang Keito paham  siapa yang Chinen tunggu.

“maap ya telat hehe” mereka menyambut si bungsu yang sudah tumbuh dewasa ini.

Ryutaro Morimoto mungkin tak banyak yang mengenalnya. Namun ia juga bagian dari Hey! Say! JUMP. Si bungsu yang bandel dan sok dewasa ini. Sudah memilih mimpinya yang lain. Mungkin awalnya ia berhenti karna kelakuan bandelnya. Tapi itu mungkin perantara Tuhan untuk mimpi barunya. Supaya ia juga belajar lebih dewasa. Dan berhati-hati bertindak. Terlebih ia seorang public figure.

“Ryuu-chan ini buatmu”  Chinen memberikan potongan kue miliknya tadi. Lalu diatasnya sebuah coklat berbentuk Ryutaro chibi berdiri tegak.

“hee, sankyuu” mata Ryutaro berbinar bahagia. ternyata hubungan antara Chinen dan Ryutaro tak sedangkal yang terlihat.

Lalu member yang lain merapat membuat lingkaran. Dan tada ~ sepotong kue krim putih itu sudah dihiasi sepuluh coklat chibi mereka. Senyum bahagia menghias ke-10 lelaki itu. Berkumpul lengkap ber-10 adalah hal yang sangat berharga. Meskipun hanya bisa 1 kali dalam setahun mereka tetap bertekad akan rutin melakukannya.

Meskipun baru 8 tahun. Bahkan formasi mereka dipanggung sudah tak lengkap lagi. Tapi  ikatan diantara mereka sudah tak bisa rusak. Bukankah tuhan telah mempertemukan mereka. Mereka juga sempat mengejar mimpi mereka bersama-sama. Sebuah pertemuan selalu memiliki arti dan 8 tahun persahabatan mereka akan terus berlanjut.

-the end-

Save

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s