[Oneshoot] Suki ☆ Nii

Title     : Suki ☆ Nii

Cast     : Fujigaya Taisuke (Kis-My-Ft2)

Fujigaya Yumi (OC)

Kitayama Hiromitsu (Kis-My-Ft2)

Genre  : Romance, Family, Incest

Rating : PG-17

Author  : Nakamura Yumi

———————————————–

“Niichan!!” Taisuke membuka matanya dengan berat saat mendengar panggilan adiknya. Dia melirik ke arah jam, ini masih sangat pagi bagi mahasiswa seperti dirinya.

“Gawat! Gawat!” panik Yumi adiknya yang langsung menerjang Taipi.

“Ugh! Ada apa Yumi?” tanya Taisuke yang masih berusaha membuka matanya dan menyingkirkan tubuh Yumi yang menimpanya.

“Aku datang bulan!” panik Yumi di balas dengan muka datar Taisuke.

“Trus? Kalau tidak datang, baru kamu panik..” jawab Taisuke dan menaikkan selimutnya berniat lanjut tidur.

“Iya sih.. tapi niichan! Dengar dulu!” Yumi menguncang-guncang Taisuke, “Pembalutku habis.. belikan..” rengek Yumi.

“Yu-yumi.. kalau itu beli sendiri dong, kan biasanya juga kamu beli sendiri..”

“Ta-tapi! Aku sekarang tidak pake pembalut! Aku tak sadar pembalutku habis! Niichan tega aku keluar gitu? Niichan tega?” Mendengar itu Taisuke pun mulai goyah, ditambah dengan mata adiknya yang mulai berair, walau dia tau adiknya sering memakai jurus itu untuk memintanya melakukan sesuatu, tetap saja dia kalah juga.

“O-ok ok. Tenang, niichan pergi..” nyerah Taisuke dan beranjak dari tempat tidurnya.

“Yeeii~ niichan daisuki~”

.

.

Taisuke berjalan masuk ke minimarket jauh dari rumahnya, supaya tidak ada orang yang mengenalnya saat dia berbelanja. Dia jalan menyelusuri minimarket tersebut, maklum dia tidak tau dimana letak benda itu. Dia pun tidak mungkin menanyakannya pada pegawai sana. Dan akhirnya dia pun menemukannya, mengambil barang sesuai permintaan dan mengambil beberapa snack juga. Setidaknya untuk menutupi barang tersebut saat dia berjalan. Saat dikasir tak henti-hentinya dia berdebar, ‘ini lebih menegangkan dibanding pertama kali aku membeli buku porno’ pikirnya. Taisuke tetap memasang wajah datar dan melihat ke arah lain saat kasir menscan barangnya. Saat Taisuke mau membayar, kasirnya pun tersenyum dan berkata, “Kamu suami yang baik ya.” Kaget, Taisuke hanya membalas senyum kasir tersebut.

Taisuke pun bergegas pulang ingin cepat-cepat menyerahkan ini ke Yumi. Saat dia membuka pintu rumah, Yumi sedang memakai sepatu sekolahnya dengan pakaian seragam yang lengkap.

“Ah! Niichan! Aku pergi sekolah dulu ya~” Yumi berjalan keluar rumah.

“Eh? Ini bagaimana?”

“Ternyata aku ada menaruh cadangannya di bawah rak! Itu taruh aja di meja kamarku, dah~” Tak lupa Yumi memberi kecupan sebelum pergi pada Taisuke yang terdiam atas ucapan Yumi barusan.

*****

Di hari yang damai, di saat Taisuke sedang santai menonton televisi di ruang keluarga, Yumi tiba-tiba duduk disebelah Taisuke.

“Niichan.. bisa temani aku belanja baju?” tanyanya pelan.

“Hari ini kan hari sabtu, tidak pergi sama temanmu?” tanya Taisuke yang sedang PW.

“Mou.. mereka sibuk sama pacarnya..” jawab Yumi cemberut yang membuat Taisuke berpikir, ‘Apa boleh buat..’

.

.

Saat mereka sampai ke Mall, awalnya Yumi membawa Taisuke melihat-lihat baju, tanpa dia sadari, adiknya itu membawa dia ke bagian pakaian dalam wanita.

“Yu-yumi.. untuk apa kita kemari.. kita mau beli baju kan?” panik Taisuke.

“Bajunya kurang srek! Jadi aku kemari, kebetulan yang lama udah mulai sempit~” jawab Yumi dan menarik lengan Taisuke untuk jalan lebih ke dalam.

“Niichan~ menurutmu, mana yang lebih manis? Ini atau ini?” tanya Yumi memperlihatkan dua pasang pakaian dalam ke depan Taisuke.

“Yang mana saja..” jawab Taisuke yang tidak melihat ke arahnya.

“Niichan! Aku serius! Jawab dong~”

“Yang mana aja cocok untukmu..” pasrah Taisuke.

“Darimana niichan tau cocok? Niichan membayangkan aku memakai ini?” goda Yumi.

“Wa-”

“Bercanda kok~ tunggu ya~ aku mau testing dulu~ haha..” tawa Yumi dan berjalan ke kamar pas.

‘Anak itu.. darimana dia belajar kata-kata menggoda kayak gitu..’ pikir Taisuke yang menyembunyikan sembrutan merahnya.

.

.

Taisuke menunggu di luar kamar pas dengan patuh.

“Niichan~ kau disana?” tanya Yumi yang berada di balik kamar pas.

“Ya, ada apa?” tanya Taisuke yang berharap Yumi  tidak keluar memperlihatkan dia memakai pakaian dalam tersebut.

“Bisa ambilkan ukuran yang lebih besar?” tanya Yumi dan melempar keluar pakaian dalam.

“Wha-” Taisuke pun kembali terdiam, dan mengambil yang dikeluarkan Yumi dan berjalan ke arah tempat dimana pakaian dalam tadi berasal.

Saat dia berjalan, dia menatap pakaian dalam yang di tangannya dan berpikir, ‘ini.. baru dipakai Yumi kan? Agak hangat.. tidak, tidak! Tenangkan pikiranmu!’ Taisuke pun menampar pipinya sendiri dan cepat-cepat memberikan yang baru ke Yumi.

.

.

“Aah.. Niichan kenapa sih pingin cepat-cepat pulang? Kan aku masih belum siap liat-liat..”

“Niichan capek.. mau istirahat, maaf ya.” bohong Taisuke yang tidak ingin Yumi membawanya ke tempat yang tidak bagus untuk imannya.

“Lain kali niichan temani aku lagi ya~” riang Yumi yang dibalas dengan senyuman canggung Taisuke. Taisuke mulai berpikir untuk mencari alasan saat Yumi memintanya menemaninya lagi, walau akan percuma saja saat melawan jurus Yumi..

.

.

Ting Tong

“Ya~” jawab Yumi dan membuka pintu rumahnya.

“Hallo Yumi-chan~” sapa orang yang berada di balik pintu tersebut.

“Hiro-nii~ apa kabar~”

“Baik, Yumi-chan makin cantik saja.” kata Hiro yang mengelus kepala Yumi.

“Hei kau kemari untuk menggoda adikku atau apa?” tanya Taisuke yang berada di belakang Yumi.

“Gomen, gomen.. nih aku bawakan videonya.” kata Hiro yang masuk dan menyodorkan sebungkus plastik.

“Video apa? Video porno?” tanya Yumi kepo.

“Bukan, video horor! Yumi-chan mau nonton?” tanya Hiro dengan senyum menakutkan.

“Jangan! Yumi mana mungkin kuat sama kayak gituan.”

“Oh.. gitu ya..”

“Aku mau nonton!” kata Yumi yang merasa diremehkan.

“Yumi?” heran Taisuke karna biasanya kalau ada film hantu, Yumi menutup matanya.

“Si-siapa tau cuman sampulnya aja yg horor!” kata Yumi yang mencari alasan supaya dia

dikasih nonton.

“Yumi-chan masih mengira ini video porno?” tawa pelan Hiro.

“Pokoknya Yumi ikut nonton!”

“Tapi..”

“Sudahlah, kasih aja Taisuke.. dia bukan anak kecil lagi, ya kan Yumi-chan?” tanya Hiro yang dibalas anggukan sama Yumi.

“Baiklah.. tapi aku tak tanggung jawab ya.”

“Ok!”

.

.

“Filmnya tak terlalu serem sih, tapi yang buat aku kaget tu suara teriakan Yumi-chan..” ucap Hiro yang mengusap-usap telinganya yang hampir budek.

“Makanya kubilang jangan nonton..” ucap Taisuke khawatir dia mengelap air mata Yumi dan memberikannya air minum.

Hiro pun melihat Taisuke mengurus Yumi.

“Jadi sifatmu yang pandai mengurus orang itu karna Yumi-chan? Kalau aku punya adik kayak dia, aku bisa populer juga nih~”

“Maksudmu?” heran Yumi.

“Karna sifatnya itu, Taisuke populer loh~ banyak perempuan yang mengejarnya!” jelas Hiro.

“Sudahlah jangan dibahas.” kata Taisuke yang memberi sinyal pada Hiro untuk tidak menceritakan lebih lanjut. Merasa diasingkan, Yumi mulai kesal.

“Hei! Kenapa cemberut gitu?”

“Tidak ada!” Yumi memalingkan muka.

.

Hari pun sudah malam, Hiro pun pamit.

“Hei.. dari tadi tidak bicara denganku, kenapa?” tanya Taisuke yang mulai tak enak. Yumi hanya diam.

“Yumi!” bentak Taisuke yang membuat yumi terkejut dan dengan mata berair..

“Ha-habis.. kara Hiro-ni, niichan dikejar-kejar cewek kuliahan niichan.. mereka kan cantik2.. jadi.. jadi..” ucap Yumi yang takut.

“Hah..” Taisuke tidak ingin membicarakan ini, tapi melihat adiknya seperti itu, sepertinya dia harus jujur, “Niichan tidak mau membahas ini karna memalukan, tapi apa boleh buat, dengarkan. Para cewek itu mendekatiku karna merasa bisa memanfaatkanku saja.”

“Eh? Benarkah?” tanya Yumi dengan wajah yang terlihat lega.

“Kenapa kau senang? Seharusnya kau sedih saat mendengar niichanmu dimanfaatkan!” sebel Taisuke dan mencubit hidung Yumi.

“hehe.. gomen.”

“Ini sudah jam tidur, balik ke tempat tidurmu.”

“Ok~”

Taisuke membersihkan sampah di kamarnya dan beberapa saat kemudian mati lampu.

“Kyaaaa!!”

“Ada apa?” panik Taisuke berlari ke arah suara tersebut.

“Niichan..” Spontan Yumi memeluk Taisike, “Di-di film tadi hantunya keluar saat mati lampu kan..”

“Makanya kubilang jangan nonton..” kata Taisuke yang tak bosan-bosannya mengulang kata tersebut, setidaknya supaya lain kali adiknya menurut kata-katanya.

“Huwe… temani aku tidur..”

“heh?”

“Ngantuk.. tapi takut…”

Sekali lagi dan lagi, Taisuke menyerah, dia berencana balik ke kamarnya saat Yumi sudah tidur, tapi ternyata dia juga ikut tertidur.

.

.

Yumi pun membuka matanya, sepertinya sudah pagi, hari ini dia tidak sekolah makanya Taisuke tidak membangunkannya. Yumi pun melihat ranjang di sebelahnya, ‘Kemarin niichan tidur sini’ pikirnya. Dia pun memeluk bantal yang digunakan Taisuke kemarin dan berguling-guling.

“Niichan daisuki~” teriak Yumi, dia tidak takut didengar oleh orang lain karna dia tau hari ini Taisuke ada kuliah dan orang tuanya kerja dan tidak ada di rumah selama beberapa hari.

Setelah beberapa saat, Yumi pun bangkit dari tempat tidur dan ke dapur untuk sarapan. Selagi dia sarapan, dia berpikir untuk melakukan sesuatu untuk Taisuke. Dia ingin membuat kaget Taisuke saat dia pulang nanti. Dan akhirnya dia pun memutuskan untuk merapikan kamar Taisuke.

Sambil membersihkan kamar Taisuke, Yumi bersenandung ria.

“Niichan daisuki~ Yumi anak baik~ Niichan suki da~” sambil bernyanyi-nyanyi kecil, Yumi melihat rak meja belajar Taisuke yang biasanya terkunci, sekarang kuncinya tergantung di sana.

“Niichan lupa membawa kunci raknya~ apa yang selama ini niichan sembunyikan disini~” Yumi pun tergoda dan membuka rak lemari tersebut.

Di dalamnya terdapat foto-foto mereka berdua dan Yumi yang masih kecil, di bawahnya terdapat sebuah buku. Yumi pun mengambil dan membacanya.

-tanggal xx bulan xx tahun xx

hari ini Yumi berulah lagi.-

“Eh?”

-dia menyuruhku membeli pembalut.. serius? tidak taukah dia itu sangat memalukan? di tambah saat aku sudah membelikannya, ternyata dia tidak terlalu membutuhkannya..-

Yumi pun membalik-balikkan buku diari itu, semakin dia baca semakin banyak keluhan Taisuke terhadapnya.

-tanggal xx bulan xx tahun xx

-hari ini Yumi sangat… bagaimana bilangnya.. sekarang musim hujan, saat itu aku mengecek keadaan yumi di kamarnya ternyata pakaian dalamnya yang berada di jendelanya belum diangkatnya.. dia tertidur pulas di tempat tidurnya, bagaimana kalau itu terbawa angin? atau ada orang mesum yang mencurinya? akhirnya aku pun mengambilnya tapi untuk mengambilnya aku harus naik ke tempat tidur itu, aku berusaha naik tanpa membangunkan Yumi. saat kuambil, angin tertiup kencang ke arah dalam dan baju yang dipakainya tersingkap.. serius.. kenapa dia memakai pakaian tipis seperti itu saat cuaca dingin seperti ini.. bagaimana kalau aku tidak menutup perutnya dengan selimut? melainkan menyeran–

Yumi menutup buku itu, dia tak sanggup melihatnya lagi.

Dia mulai panik dan berpikir kalau niichannya sudah mulai muak dengannya. Di buku diarinya tak henti-hentinya dia mengeluh tentang Yumi. Yumi tidak mau dibenci oleh Taisuke. Setidaknya tidak mau dibenci lebih dari ini pikirnya. Dia pun memutuskan untuk membuat Taisuke membutuhkan dia. Dia mulai membelin bahan untuk memasak makanan kesukaan Taisuke.

“Aku pulang..”

“Selamat datang niichan~” sambut Yumi dan dia pun bergegas mengambil tas Taisuke, “Niichan capek? Mau mandi atau makan dulu?”

“Ada apa ini?” bingung Taisuke yang didorong masuk sama Yumi.

“Lihat! Lihat! Aku memasak makanan kesukaan niichan!”

“Eh? Ada apa denganmu Yumi? Kau ingin sesuatu?” tanya Taisuke heran.

“Ingin apa? Emangnya salah kalau aku memasak makanan kesukaan niichan?”

“Tidak sih.. tapi aku curiga saja, kau mau aku melakukan sesuatu? Atau ingin membeli sesuatu?”

“Curiga? Emang aku tidak pernah memasak makanan kesukaan niichan tanpa alasan?” Walau pun benar prasangka Taisuke, tapi kalau dikatakan langsung seperti itu, dia kesal juga.

“Ya..” Mendengar itu Yumi pun merasa ngedown. Tak heran Taisuke mengeluh di diarinya. Pasalnya dia selalu menyusahkan Taisuke dan baik jika ada maunya. Yumi bingung harus berkata apa, selagi Taisuke memanggil manggil namanya untuk menyadarkan Yumi, Yumi masih terdiam.

Suasana sunyi menyelimuti acara makan malam mereka. Sejak saat itu Yumi pun masih diam, sedangkan Taisuke tidak tau harus berbuat apa.

“Terima kasih atas makanannya.” ucap Taisuke dia melihat Yumi sejenak, “Aku pergi mandi dulu ya, kalau ada apa-apa panggil saja.” Dan Taisuke pun bangkit dari kursinya.

Setelah beberapa saat pun Yumi yang kehabisan ide berdiri dari kursinya.

.

.

“Niichan.. kau di dalam?” tanya Yumi yang ada di depan pintu kamar mandi.

“Ya, ada apa?”

“Boleh kugosok punggungmu?” tanya Yumi masuk dengan hanya berlilit handuk.

“Y-YUMI??” kaget Taisuke. Untung dirinya telah masuk ke bak mandi hingga badannya tak terlihat, tapi Yumi? Taisuke berusaha tidak melihat ke arah adiknya.

“Yumi.. apa lagi yang kau rencanakan.. keluar..” ucap Taisuke memelan.

“Tapi! Yumi mau menggosok punggung Niichan!”

“Yumi.. kau tau itu tidak mungkin..”

“Kenapa? Sewaktu kecil kita sering mandi bersama..”

“Itu dulu! Sekarang kita sudah besar. Keluarlah.”

Yumi pun terdiam.

“Niichan.. kau membenciku?” Mendengar itu refleks Taisuke melihat ke arah Yumi dan dia bisa melihat Yumi mukai menangis.

“Yumi?” Taisuke berniat mendekati Yumi tapi melihat keadaannya, diurungkan niatnya.

“Aku tidak membencimu sama sekali kok..”

“Bohong!”

“Kapan aku berbohong pada adik kesayanganku ini?”

“Tapi semalam aku membaca diarimu..”

“Egh? Diari? Kau membacanya?” Dan dibalas anggukan Yumi, “A-apa yang kau baca disana?” gugup Taisuke.

“Kau mengeluh tentangku! Aku menyusahkanmu terus..”

“.. itu saja?”

“Itu saja? Apa maksudmu? Itu hak yang besar!”

“Tidak kok. Kau adikku, tak apa jika kau menyusahkanku.. lagipula aku tipe orang yang tak bisa hidup jika tidak ada yang membutuhkanku.”

“… jadi, aku masih boleh menyusahkanmu?”

“Tentu saja!” Senyum Taisuke dan dibalas senyum juga oleh Yumi.

“Ok! kalau begitu..” Yumi pun melompat ke bak mandi, “Kita mandi bareng!”

“Eh? Tunggu Yumi..” Panik Taisuke yang berusaha menjaga jarak dari Yumi.

“Aku boleh menyusahkanmukan?” Senang Yumi dan mulai mempersempit jarak.

“Tunggu! Tapi bukan begitu juga! Yumi!!”

.

OMAKE

.

“Ok~ walaupun kata niichan aku boleh menyusahkannya, tapi tak ada salahnya kan kalau aku berbuat baik? Sesekali akan kubuatkan bekal untuk Niichan~ hitung-hitung melihat keadan kampus niichan~” riang Yumi dan berjalan ke kampus Taisuke.

Saat sampai di sana, dia hanya tinggal bertanya arah jurusan seni berada, saat sampai di sana, ternyata Taisuke masih belajar awalnya Yumi mau menunggu tapi dia pikir jarang2 dia melihat niichannya belajar, dia pun menyelinap dan mencari jendela untuk diintip. Betapa kagetnya dia lihat di depan niichannya ada cewek telanjang. ‘Tidak ada yang boleh telanjang di depan Niichan selain aku!’ pikirnya.

Awalnya dia mau masuk tapi melihat ternyata itu adalah sebuah kelas untuk menggambar tubuh telanjang orang, dia urungkan niatnya. Dia tak boleh membuat masalah untuk niichannya, lagi pula di sana tidak cuman mereka berdua.. ada belasan orang di sana yg juga menggambar. Selama cewek itu tidak menggoda Taisuke, Yumi hanya akan melihat. Apalagi Taisuke menggambar punggung cewek telanjang itu. Saat pergantian pose, cewek itu memutar dan menghadap Taisuke dengan wajah menggoda.

Yumi pun mulai mendidih ternyata cewek itu mengincar Taisuke. Para siswa lain pun pindah mencari posisi bagus untuk menggambar cewek itu, Taisuke pun pindah, dia kembali mencari posisi di belakang cewek itu. ‘Bagus niichan! Cuekin aja cewek itu!” kesal Yumi dan menatap cewek itu kesal.

Waktu pun berlalu dan akhirnya kelas usai, Cepat-cepat Yumi berlari untuk meninggalkan tempat itu. Dia pun pura-pura menunggu di lorong. Tapi dia merasa kok Taisuke agak lambat, dia pun mulai mengintip lagi, ternyata di kelas itu cuman ada cewek itu dan Taisuke! Yumi kesal ‘Apa yang cewek itu rencanakan? Niichan milikku tau!’ Yumi pun mendengarkan mereka secara seksama.

“Hei, kenapa kau cuman menggambar punggungku? Semua orang terpesona dengan kecantikanku, apa yang salah denganmu?”

“Tidak ada, kau memang cantik tapi aku tidak berminat menggambarmu.” ucap santai Taisuke dan berniat untuk pergi.

“Hei! Tunggu!” Cewek itu pun mendorong jatuh Taisuke, “Apa yang kurang dariku, huh?”

“Hei, menjauh dariku.” Itu tidak di dengar cewek itu, dia pun mulai mendekatkan diri.

“NIICHAAAN!!” teriak Yumi yang tak tahan sama adegan itu, dia pun berlari masuk, “Menjauh dari Niichan!!”

“Aah~ dasar bocah mengganggu.” sebal cewek itu dan bangun dia pun berjalan ke arah pintu keluar dan di balas juluran lidah oleh Yumi.

“Niichan tak apa?”

“Tak apa kok, makasih ya.”

“Ya! Ah! Ini, gambar-gambarmu jatuh..” Yumi pun mengambil kertas-kertas Taisuke.

“Hei! Tunggu!” Betapa kagetnya Yumi melihat kalau yang Taisuke gambar itu Yumi. Bahkan ukuran badannya pun ukuran Yumi. Dengan sigap Taisuke mengambil kertasnya.

“Er.. jadi.. buat apa kau kemari?” tanya Taisuke canggung.

“Eh? Itu.. aku bawa bekal untuk niichan..”

“O-oh.. makasih ya, a-ah! Aku masih ada kelas lagi, lebih baik kau pulang saja..”

“O-ok..”

Dan Yumi pun berjalan pulang sambil membayangkan apa yang Taisuke pikirkan saat menggambar dirinya.

 ——————————————————

end

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s