[Oneshot] Only One

Title : Only One
Author : Fha
Rate     : T
Cast     : – Okamoto Keito (HSJ), Houtaro Chiaki (OC), All members of Hey! Say Jump!
Genre    :  Romance

Summary : Okamoto Keito tak pernah menyangka akan bertemu dengan seorang teman lamanya ketika ia di Suffolk. Harusnya ia biasanya saja, tapi akan lain cerita bila gadis itu berubah menjadi seorang wanita yang penuh pesona. Hampir semua member Hey! Say Jump! memperbutkannya. Namun, Keito sendiri bingung harus berbuat apa. Situasi pun berubah sejak gadis itu datang.

-dozo-

Ohisashiburi nee, Bakamoto kun.

Keito tak dapat berkonsetrasi lagi menjadi juri saat ini. Pertemuannya dengan seorang gadis di depan pintu masuk tadi membuyarkan semua pikirannya. Raganya masih di sana, tapi pikirannya hanya terpaku pada gadis yang bertahun-tahun tak ia jumpai.

Hari ini seharusnya ia menjadi juri yang selektif dalam menilai para dancer wanita yang akan menjadi partner mereka untuk PV dan aksi panggung mereka nanti. Setelah anniversary yang ke delapan ini, produser mereka merencakan album baru dengan konsep yang benar-benar keluar dari comfort zone of  Hey! Say Jump!. Sang produser menginginkan konsep “seksi” baik dari segi lagu, tarian, hingga tetek bengeknya. Bahkan para member pun akan menari dengan dancer wanita. Tentu hal itu tidak pernah dilakukan pada konsep-konsep sebelumnya.

Audisi pun diadakan. Selain para staf, para anggota HSJ pun diminta untuk menjadi juri untuk audisi ini. Hal ini dilakukan sang produser supaya para anggota HSJ langsung bisa mendapatkan chemistry dengan dancer yang akan mendampingi mereka.

Tidak ada masalah bagi seorang Okamoto Keito untuk melakukan hal itu. Namun, ceritanya berbeda bila salah satu peserta adalah Houtaro Chiaki. Entah mengapa gadis itu benar-benar berbeda dari ingatannya. Ia bahkan sempat tak mengenali jika saja gadis itu tidak menyebutkan nama dan bagaimana mereka berteman dulu.

‘ Tapi dulu dia tidak seperti itu’, keluh Keito dalam hati. Saking pusingnya ia memijat-mijat pangkal hidungnya. Hal itu menarik perhatian Yuri yang duduk di sebelahnya.

“ Kau baik-baik saja, Keito?”

“ Ah, iya. Aku baik kok,” jawabnya sambil merenggangkan tubuh. Ketika sedang asyik melemaskan punggungnya, tiba-tiba orang yang sedari tadi mengusik pikirannya masuk. Sial, kenapa begitu ia masuk tubuhnya sedang dalam posisi yang tidak menyenangkan untuk dilihat?

“ Selamat siang,  namaku Houtaro Chiaki. Umurku 22 tahun.”

“ Punya pengalaman menari? Atau ikut suatu kompetisi?” sapa Yuto.

Chiaki mengangguk, “ Aku hanya beberapa kali mengikuti kompetisi kecil, tapi aku menguasai Capoera, Hip hop dance, dan Miyako Odori.

Keito terbelalak. Jangankan menari tarian yang ia sebutkan tadi, senam irama saat mereka dulu saja Chiaki susah sekali bergerak. Makanya Keito mengejeknya dengan sebutan Ahoutaro. Chiaki pun membalas Keito dengan sebutan Bakamoto, karena Keito lemah di pelajaran sejarah dunia.

Tak hanya Keito, tapi semua teman-temannya juga para staf kagum dengan pengakuan dari gadis itu. Salah satu staf pun mempersilahkan Chiaki untuk memulai tariannya. Ia mengangguk seraya berbalik memunggungi semua orang. Ia membuka jaket yang menutupi tubuhnya hingga lutut. Keito tak pernah tahu kalau yang dipakai Chiaki adalah sebuah jaket sampai benda itu dilepas, tapi yang mengejutkan adalah yang setelahnya. Musik diputar, Chiaki berbalik dengan penampilan yang luar biasa mengejutkan.

Ingatan Keito masih jelas kalau Chiaki adalah gadis dengan tubuh yang sangat subur. Chiaki bukan orang Jepang asli. Ibunya berkebangsaan Amerika berkulit hitam. Makanya Chiaki sewaktu di Inggris menjadi bahan olok-olokkan semua orang. Ia memang mengambil kebangsaan ayahnya, tetapi memiliki kulit yang berbeda dengan orang Jepang kebanyakan.

Namun, apa yang ia lihat sekarang adalah sesuatu yang menakjubkan. Keito bertanya-tanya kemana hilangnya semua lemak yang dulu menggelambir hingga dagu gadis itu. Chiaki yang sekarang adalah Chiaki yang memerkan abs-nya lewat tank crop yang ia kenakan. Betisnya yang dulu berlipat kini terlihat jenjang, dan ia sangat percaya diri mengenakan hot pants birunya. Hanya saja sepertinya Chiaki tak pernah mencoba memutihkan kulitnya, tapi hal itu menjadi sebuah bonus. Kulit eksotis Chiaki sangat seksi dengan eleven line yang pamerkan lewat liuk-liukan tubuhnya.

Keito mengalihkan perhatian pada teman-temannya. Terlihat para staf itu hanya menganga menyaksikan gerakan seksi Chiaki, tak terkecuali para member HSJ. Paling parah adalah Hikaru. Ia benar-benar tak berkedip saat Chiaki unjuk bakatnya. Ia satu-satunya orang yang 100% kehilangan kesadaran saat gadis itu menari.

Keito menggendikkan bahunya. Ia tak mau menebak apa yang ada di dalam pikiran Hikaru. Namun, ocehan Yuto pada Yuri hampir membuatnya terbahak-bahak.

“ Kau lihat abs-nya itu, Chii? Seperti gulungan mentega segar langsung dari oven.”

Kepala Keito semakin berdenyut. Untung Chiaki sudah menyelesaikan tariannya. Ia pun segera mengenakan jaketnya kembali dan keluar dari ruang audisi. Seketika semua orang yang ada di ruang audisi itu menghela napas.

“ Dia seksi sekali,” komentar Yuya.

“ Benar, keterlaluan bila ada yang menolaknya di sini,” sahut Kei.

“ Kuharap aku bisa jadi center kali ini,” ujar Hikaru sambil terkekeh. “ Karena keterlaluan bila tak menaruh si seksi itu di belakang.”

Keito kembali memijat keningnya. ‘ Di PV kali ini pasti akan terjadi perebutan posisi center’.

ooOoo

Keito menatap sembilan nama dancer wanita yang lolos seleksi. Ia tak bisa komentar apapun begitu melihat nama Chiaki di posisi pertama. Hikaru benar, perempuan ini lolos sebagai dancer pendamping untuk center di PV nanti.

“ Kau tidak mengucapkan selamat padaku, Bakamoto?”

Keito melirik gadis itu sekilas, lalu kembali menatap daftar nama itu. “ Kau tidak mengabariku kalau kau akan pulang, Ahoutaro.”

“ Aku pikir kau sudah lupa padaku, dan nama itu,” Chiaki terkekeh. “ Aku harap aku akan menjadi partnermu.”

Keito tersenyum tipis, “ Tidak akan pernah.”

“ Eh, kenapa?” tanya Chiaki heran.

“ Karena aku bukan center. I just the underdog,” ujar Keito sambil menghela napas panjang. “ Kalau tidak dengan Yamada, mungkin kau akan dipasangkan dengan Hikaru.”

Tak ada jawaban. Keito pun mencari tahu apa yang sedang dilakukan gadis itu. Ternyata gadis itu hanya menampilkan ekspresi penuh kekecewaan. Wajahnya terlihat seperti gumpalan kertas.

“ Kau kenapa?”

Gadis dengan cepat merubah raut masam menjadi senyum lebar di wajahnya, “ Ah, tidak. Kupikir aku bisa jadi partnermu nanti. Padahal aku sudah sangat berharap.”

“ Oh…” Keito kehilangan kata-kata setelah mendengar alasan dari gadis itu. Ia menjadi salah tingkah berada di samping Chiaki saat ini.

“ Tapi selamat ya. Kuharap kita bisa bekerja sama,” ujar Keito sambil berlalu meninggalkan gadis itu.

Chiaki tak dapat mencegah kepergian Keito. Ia hanya bisa menatap punggung lelaki itu yang semakin menjauh.

ooOoo

Ryosuke adalah orang pertama yang bersorak ketika tahu bahwa Chiaki lolos sebagai dancer center, dan tentu saja semua orang tahu siapa center abadi dari HSJ. Namun, Hikaru dan Yuto juga tak kalah senang begitu mendengar alur cerita dari PV yang akan dibuat nanti.

Dalam PV itu nanti mereka akan berada di sebuah perkumpulan para street dancer. Di sana mereka seolah-olah tertarik pada Chiaki yang merupakan ketua geng dari para dancer wanita. Satu persatu dari mereka mencoba mengajak Chiaki menari, tapi pada akhirnya Chiaki hanya akan berdansa dengan Ryosuke.

Meski Ryosuke akan mendapatkan Chiaki di bagian akhir, tapi akan ada battle sexy dance antara Hikaru, Yuto, dan Chiaki. Tentu saja ini yang ditunggu-tunggu oleh kedua orang itu. Bagaimana tidak, sejak hari audisi kedua orang itu tak berhenti membicarakan lekukan tubuh Chiaki yang mereka bilang seperti “gulungan mentega segar dari oven”.

Latihan dimulai. Sensei  yang biasa melatih koreografi mereka pun memberikan arahan serta mencontohkan gerakan-gerakan yang akan mereka lakukan. Ternyata bagian untuk Ryosuke dan Chiaki lebih banyak serta lebih ‘panas’. Ada bagian dimana seolah-olah meraba perut dan pinggul gadis itu. Begitu pula dengan Chiaki, ada bagian tariannya dimana dadanya sangat menempel dengan dada Ryosuke.

Entah kenapa Keito kepanasan melihat hal itu. Cemburu? Tidak! Keito sudah menegaskan pada dirinya sendiri bagaimana hubungannya dengan Chiaki selama ini. Ini pertemuan pertamanya sejak mereka berpisah di Inggris, dan selama di sana pun mereka hanya berteman. Cukup dekat, tetapi hanya teman.

Keito langsung keluar dari ruang latihan begitu waktu istirahat. Ia butuh udara segar untuk mendinginkan kepala dan hatinya yang terlanjur terbakar. Ia juga malas melihat Hikaru dan Yuto yang mencoba bermodus ria pada gadis itu.

“ Aah, ternyata di sini segar ya.”

Keito hampir menyemburkan air mineral yang ia minum saking kagetnya. Ia tak menyangka Chiaki tiba-tiba sudah ada di sampingnya.

“ Sepertinya kau tidak suka melihatku menari dengan temanmu tadi.”

Terdengar helaan napas yang berat dari Keito, “ Kau terlalu menempel padanya.”

Tehee, kau cemburu?” tanya Chiaki denga cengiran di wajahnya.

“ Tidak!” jawab Keito tegas. “ Maksudku kau bisa saja dibenci oleh fansnya Yamada. Gerakanmu tadi bisa membuat marah para fans di luar sana. Kalau sudah begitu kau bisa diserang oleh para stalker di ruang sana.”

“ Ahh, begitu,” nada suara Chiaki terdengar kecewa. “ Aku mengerti. Aku akan berhati-hati.”

“ Aku memang tidak cemburu padamu,” Keito menyandarkan punggungnya. “ Tapi aku mengkhawatirkanmu.”

Senyum Chiaki kembali merekah. Tanpa sengaja Keito menangkap senyuman itu. Terlepas dari segala macam perubahan yang terjadi pada gadis itu, Keito akui senyuman gadis itu sangat manis. Terlepas pula dari segala macam pesona gadis itu, Keito merasa ada getaran aneh yang berpusat di dadanya.

Buru-buru Keito mengalihkan pandangannya. Sial, ia bisa saja terlena menikmati senyum gadis itu. Matanya kini justru tertuju pada kaleng kopi yang dipegang gadis itu. Seketika keningnya berkerut.

“ Sebaiknya kau hentikan dulu kebiasaan minum kopimu itu. Kau bisa muntah kalau menari setelah minum kopi.”

Chiaki tersentak. Ia melihat kaleng kopinya, kemudian kembali tersenyum.

“ Aku mengerti,” Chiaki langsung membuang kaleng kopi itu meski isinya masih setengah, kemudian berjalan meninggalkan Keito. “ Tapi senang kau masih mengkhawatirkan aku.”

Kali ini giliran Keito yang hanya bisa menatap punggung gadis itu yang semakin menjauh.

ooOoo

Hari-hari berikutnya terus diisi dengan latihan. Konsep album kali ini lebih menguras energi ketimbang album-album sebelumnya. Biasanya mereka hanya menari sendiri-sendiri, tapi kali ini mereka harus menyeimbangkan tempo, emosi, serta banyak hal lainnya dengan partner mereka.

Musik sudah memasuki bagian akhir. Tarian terakhir akan ditutup dengan Chiaki yang berputar dan kemudian jatuh ke pelukan Ryosuke. Tiba-tiba hal aneh terjadi. Ketika musik berhenti dan Ryosuke sedang memeluk gadis itu, Chiaki buru-buru melepaskan diri dari Ryosuke. Tak hanya itu ia juga menutup mulutnya seolah-olah akan memuntahkan sesuatu. Chiaki langsung keluar tanpa permisi.

Keito langsung menyusul gadis itu. Ia mengabaikan segala bentuk keheranan dari teman-temannya. Tentu saja ini menimbulkan pertanyaan semua orang tentang apa yang baru saja terjadi.

“ Dia kenapa?” tanya Ryosuke yang terlihat agak shock.

“ Sepertinya dia mau muntah,” sahut Yuri. “ Tapi kenapa ya?”

“ Mungkin karena kau bau, Yamada. Baumu membuat dia muntah” ujar Hikaru yang disahut dengan gelak tawa teman-teman yang lain.

“ Tidak mungkin!” seru Ryosuke sambil mengendus-endus tubuhnya. “ Tidak, tapi, eh, mungkin keringat. Tapi tidak kurasa tidak akan membuatnya muntah.”

“ Itu’kan menurutmu,” ujar Daiki dan disusul gelak tawa lagi.

ooOoo

“ Kau baik-baik saja?”

Ternyata Keito menunggu Chiaki di depan pintu toilet. Ia langsung memberikan air mineral agar gadis ini sedikit tenang.

“ Terima kasih.”

Keito mendesah berat, “ Bukankah sudah kubilang untuk tidak minum kopi sebelum latihan.”

“ Maaf.”

Tadinya Keito masih ingin mengocehinya banyak hal, tapi melihat ekspresi Chiaki yang terlihat lemah, ia pun mengurungkan niatnya.

“ Ahoutaro.”

Chiaki tertawa kecil, “ Ah, kau selalu memanggilku begitu kalau kau marah.”

Keito ikut tersenyum. Tak lama kemudian member yang lainnya datang menyusul mereka. Terlihat wajah Ryosuke yang sangat cemas.

“ Kau baik-baik saja, Chiaki-san?” ujar Ryosuke. “ Kau muntah bukan karena bau badanku’kan?”

Chiaki dan Keito saling bertukar pandang, lalu keduanya sama-sama tertawa.

“ Mungkin iya, aromanya tidak enak tuh,” Keito mengompori sambil mengipas-ngipas di udara.

“ Kau jahat sekali sih,” Chiaki menyikut lengan pria itu. “ Tidak, Yamada san. Aku muntah bukan karena itu. Kau tidak bau kok.”

Ryosuke mendesah lega. Gelak tawa kembali pecah. Ryosuke yang masih kesal karena dijahili pun segera mengejar Hikaru yang sudah lebih dulu mengambil langkah seribu.

ooOoo

“ Houtaro san itu siapamu sih, Keito?”

Keito gelagapan ketika Yuri tiba-tiba menanyakan hal itu ketika mereka sedang break untuk sebuah talkshow. Pertanyaan Yuri juga mengundang perhatian dari member yang lain. Fokus mereka pun jadi mengarah padanya.

“ Benar juga. Kulihat kalian sangat akrab, apalagi ketika kau menolong gadis itu,” sahut Yuya. “ Kalian punya hubungan khusus?”

Etoo, dia temanku waktu aku Suffolk. Kami memang cukup dekat.”

“ Tapi kedengarannya kalian punya panggilan khusus,” Daiki mengompori.

Member yang lain saling menyahut. Mereka membuat spekulasi sendiri. Hal ini membuat Keito gerah.

“ Dia hanya teman. Kalian ini sudahlah.”

Saat Keito menyatakan keberatannya, member yang lain pun langsung tak berniat meneruskan pembicaraan. Namun sesaat sebelum waktu break habis, Yuri membisikkan sesuatu yang langsung membuat Keito tak bisa lagi memikirkan gadis itu.

ooOoo

‘ Jangan sampai kau terlambat memilikinya…’

“ APAAA DIDEPORTASE????”

Pagi ini Chiaki menyampaikan kabar mengejutkan kepada semua orang. Ia mohon pamit karena visanya mengalami masalah sehingga ia harus kembali ke Negara asalnya. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada semua member dan staf. Reaksi para member tentu sangat kecewa, lebih-lebih Hikaru. Ia sangat kecewa karena belum sempat mengajak Chiaki kencan.

“ Sampai jumpa, semuanya,” ujar Chiaki sambil melambaikan tangannya, kemudian matanya mengerling pada Keito. “ Jaa nee, Bakamoto kun.”

Chiaki masih menatapnya sekali lagi sebelum ia benar-benar pergi. Ia ingin mendengarkan kata perpisahan dari Keito. Namun, jangankan kata perpisahan, tersenyum pun tidak. Laki-laki itu hanya menatap datar padanya. Kecewa dengan sikap Keito, Chiaki pun segera angkat kaki.

Bukannya tak mau, tapi Keito tak tahu. Ia tak tahu harus berbuat apa. Ia tak tahu harus berkata apa. Ia bingung. Sampai Chiaki benar-benar menghilang dari hadapannya barulah ia sadar. Masalah baru pun muncul. Ia tahu apakah masih ada kesempatan atau tidak.

“ Kau jahat sekali, padahal dia tadi sudah menunggu salam darimu,” ujar Yuri.

“ Aku bingung. Bingung padanya, pada keadaan, dan pada diriku sendiri,” balas Keito frustasi. “ Tapi… apa aku masih punya kesempatan?”

“ Kau sih tidak mendengarkan kata-kataku kemarin,” Yuri mencibir Keito, lalu ia melirik arlojinya. “ Tapi, hei, kurasa masih sempat. Ayolah, jangan sampai kau benar-benar kehilangannya.”

Keito melirik Yuri. Laki-laki itu mengedipkan matanya. Keito pun terdorong untuk segera mengejar Chiaki. Mendapatkan gadis itu. Bukan. Mendapatkan semua jawaban yang mengganjal di hatinya.

‘ Apa aku merindukanmu? Apa aku cemburu padamu? Apa aku sanggup berpisah darimu lagi?’

“ CHIAKIII!!!”

Gadis itu baru saja membuka pintu taksi. Melihat Keito yang ngos-ngosan seperti itu, ia pun terpaksa meminta maaf pada supir taksi itu karena ia tak jadi naik. Ia pun segera menghampiri Keito yang masih kelelahan.

“ Kau kenapa? Apa ada barangku yang ketinggalan?”

Keito menggeleng. Ia mengatur napasnya. Setelah cukup tenang ia pun langsung bertanya.

“ Kapan kau akan pergi?”

Bingung, tapi Chiaki tetap menjawab, “ Nanti malam.”

“ Secepat itu?” seru Keito. “ Kau− aargh… kenapa harus secepat itu sih?”

Keito terlihat kesal, tapi ia tak tahu harus berkata bagaimana. Entah kenapa ada Chiaki sedikit senang melihat ekspresi laki-laki itu.

“ Kau kesal karena aku akan pergi nanti malam atau karena… kau tidak bisa jadi partner dancemu?”

Kali ini Keito yang terlihat bingung, “ Apa maksudmu?”

Tiba-tiba Chiaki langsung memeluk pinggang Keito. Terkejut, tapi Keito tak berniat untuk melepaskannya.

“ Aku memang akan pergi, tapi aku bohong soal deportasi itu.”

Keito langsung melepaskan pelukannya. Ia semakin bingung kenapa Chiaki justru tertawa.

“ Kau lupa kalau ayahku berkebangsaan Jepang. Tentu saja aku mengikuti ayahku.”

“ Lantas kenapa kau pergi?” tanya Keito tak sabar.

“ Habisnya produsermu itu peliiit. Aku sudah minta dari awal agar aku dipasangkan dengamu, tapi dia menolak,” Chiaki mengerucutkan bibirnya. Di detik berikutnya ekspresi gadis itu terlihat sedih. “ Selain itu… kau juga sepertinya tidak suka aku ada di sini. Padahal butuh waktu bertahun-tahun untuk merubah diriku sampai 180 derajat seperti ini. Setelah semua yang kulakukan agar aku jadi pantas berada di sisimu, tapi kau justru menganggapku sebagai angin lalu. Jadi yaaa… kurasa tidak ada alasan lagi aku ada berada di sini.”

“ Ya Tuhaaan…” Keito mendesah panjang. Setelah itu ia kembali menarik Chiaki ke dalam pelukannya. “ Kupikir aku tidak akan bertemu denganmu lagi.”

“ Jadi kau ingin aku di sini?” tanya Chiaki riang.

“ Masih bertanya pula,” bisik Keito. “ Ahoutaro.”

Chiaki semakin mengeratkan pelukannya, “ Aku lega mendengarnya, Bakamoto.”

“ Cepatlah pulang, tapi kalau pulang nanti tidak usah kasih kabar ke yang lainnya. Cukup aku saja.”

“ Kau cemburu, Bakamoto?”

“ Perlukah kujawab, Ahoutaro?”

 

-Owari-

Nama                     : Tiffani Witharza

Nama di Fandom : Sebut saja “FHA” (nama disamarkan)

Ichiban                  : Inoo Kei

Ucapaan           : Happy anniversary buat Hey! Say Jump! semoga makin solid, gak ada yang bubar jalan lagi, dan pastinya semoga makin keren.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s