[Oneshot] Don’t Stop Loving Me

Title                       : Don’t Stop Loving Me
Genre                   : Shounen Ai
Rating                   : PG-13
Author                   : Koizumi Arina
BackSound          : Always be Mine – F.T. Island
Cast

  • Matsumura Hokuto
  • Kyomoto Taiga

Dont stop loving me

**Taiga POV**

Pria itu… pria tinggi itu,,, ace dari kelas sebelah yang terkenal sebagai kelas unggulan di sekolah. Aku bertemu dengannya pertama kali ditepi pantai menuju ke sekolah. Waktu itu aku melihat seekor anjing kecil yang hampir mati kelaparan dan menolongnya… dan aku melihat pria itu disana,,, sedang tiduran diatas rumput sambil memandang kepantai. Aku tidak bisa melupakan siluet yang sempurna itu. Aku tidak sadar berapa lama aku memandang pemandangan itu, dan lamunanku tersadar ketika dia bangun kemudian berbalik. Pria itu tampak memandangku sesaat, dan aku langsung mengalihkan pandanganku ketempat lain. Ntah kenapa aku merasa sedikit malu dan seketika kurasakan pipiku memanas. Pria itu tampak tersenyum.

Dan… kenapa dia berjalan kearahku? Aku harus bagaimana,,, dan tiba – tiba saja aku menundukkan kepalaku. Aku merasakan dia melewatiku.

“Anoo sa…”

Aku mendengar pria itu memanggilku.. dan seketika aku tersadar dari lamunanku yang ternyata sejak tadi sedang memandanginya.

“H…hai…” jawabku sedikit gugup.

Pria itu tampak menunjuk sesuatu. “Kau berdiri disini, apa kau tidak takut terlambat?” katanya.

“He?” tanyaku heran dan memandang kearah yang ditunjuknya. Jam sekolahku. Dan….. jarum panjangnya hampir mencapai angka 12.. yang artinya tidak sampai semenit lagi kelas akan dimulai.

“Yabeeee….” Kataku dengan panik.

Kemudian tanpa memandang kebelakang lagi aku berlari mencapai pagar sekolahku.

Dan kini, dari tempat ku saat ini, aku bisa melihatnya sedang asik bersama teman – teman sekelasnya. Dan pria itu tampak tertawa lepas. Ntah kenapa aku aku pun ikut tersenyum melihat itu semua.

Ahhh… ini gila… “Taiga.. sadarlah.. dia itu pria. Sama denganmu…” kataku pada diriku sendiri sambil menepuk pipiku.

Namun mataku tak ingin lepas darinya. Memandang lekuk wajahnya, senyumannya,,, Oh Tuhaaan.. aku menginginkan pria sempurna itu lebih dari apapun di dunia ini.

**Taiga POV end**

**Hokuto POV**

Aku menangkapnya dari sudut mataku. Sejak tadi pandangannya tidak lepas dariku. Pria manis itu, aku menyadarinya dia sedang memperhatikanku.

“Ne, Hokku… kau lihat tadi kan bagaimana wajah Suzuki sensei panik ketika dia tidak bisa berdiri dari kursinya?” kata Juri tampak antusias.

“Kau terlalu kejam Juri… hahahahahahaa” sambut Hagiya namun sambil tertawa.

“Biar saja… haaahhh.. aku puas sekarang!” kata Juri dengan mata berbinar.

Akupun ikut tertawa mendengar itu semua. Mendengar Juri menceritakan kepuasannya mengerjai salah satu sensei disekolah yang bisa dibilang cukup killer. Namun aku masih dapat menangkap sosok pria cantik itu yang sedang duduk di tempatnya masih memandang kearahku.

Sejak pertama kali aku melihatnya, dia sudah mencuri perhatianku. Yah… aku melihatnya pertama kali dihari pertama aku menginjakkan kaki disekolah ini. Ketika aku melihat namaku di papan pengumuman di depan sekolah, disana pertama kali aku melihatnya. Dia sedang memandang papan dalam diam. Bibirnya yang merah, rambutnya yang tertiup angin, aku hampir saja jatuh cinta padanya, sebelum akhirnya ada temannya yang memanggilnya. Dan aku menyadari dia memakai seragam pria. Yaahh… sejak saat itu aku selalu memperhatikannya.

Dan bisa dibilang takdir sepertinya berpihak padaku. Pagi tadi aku bisa bertemu langsung dengannya. Di pantai dekat sekolah… aku selalu berbaring disana menikmati matahari terbit. Dan disana aku melihatnya sedang memberi makan seekor anjing liar. Dan aku sempat berbicara padanya sebelum akhirnya dia berlari dariku karena takut terlambat. Benar – benar pagi yang mengejutkan.

Aku langsung tersadar dan menggeleng pelan kepalaku. “Hokuto… apa yang kau pikirkan…” kataku pada diriku sendiri.

“Doushita na Hokku?” tanya Shori padaku.

Aku hanya menggeleng dan tersenyum padanya. “Daijobu… jadi sekarang kita mau kemana?” tanya ku pada mereka semua.

“Ehmm… ke kelas saja.. aku belum bikin pr matematika…” kata Juri.

Kami semua tertawa dan mulai berjalan ke kelas. Namun sebelum berbalik, aku masih bisa melihat dia untuk terakhir kalinya saat itu. Dan dia tampak memukul kepalanya sendiri sambil menggeleng. Aku langsung tersenyum melihat itu semua. Dia terlihat lucu.

**Hokuto POV end**

**Author POV**

“Taiga… chotto ii…” panggil kaasan pada sosok pria cantik yang tampak sedang menulis di meja belajarnya.

Taiga tampak memandang ibunya dengan dahi berkerut namun dia menghentikan kegiatannya kemudian mengikuti ibunya ke ruang tengah. Taiga melihat ibunya seadng memandangnya dengan serius.

“Doushite no kaasan?” tanya Taiga sambil duduk didepan ibunya.

Ibu Taiga tampak menyodorkan sebuah foto pada Taiga sambil tersenyum tipis. Taiga menerima foto itu dan memandangnya.

“Bagaimana menurutmu?” tanya ibunya pada anak satu-satunya itu.

Taiga memandang heran ibunya kemudian beralih ke foto itu. Seorang pria berperawakan asing. “Cukup tampan…. Dan juga raut wajahnya terlihat baik dan ramah…” kata Taiga kemudian menyerahkan foto itu kembali pada ibunya. “Doushite kaasan?” tanya pria itu lagi.

Wanita itu tampak mengehela napasnya dengan berat kemudian tersenyum tipis dan menggenggam tangan putranya itu dan mulai bercerita.

“Ibu bertemu dengan dia beberapa bulan yang lalu. Itu sebuah pertemuan yang tidak disengaja, dan mungkin ini sebuah takdir… hahaha… mungkin terdengar sangat klise jika ibu yang mengatakannya.. tapi Taiga, ibu yakin bahwa dia adalah orang yang tepat. Jadi …. Bagaimana menurutmu…?” tanya ibunya dengan hati – hati.

Taiga mengerti kemana arah pembicaraan mereka saat itu. Dia tampak berpikir sambil memandang foto yang berada tepat di depan ibunya saat ini. Dia tidak boleh egois saat ini. Ibunya sudah lama sendiri, bukankah dia ingin ibunya kembali menemukan cintanya?

Taiga kemudian tersenyum pada ibunya sambil menggenggam tangan wanita itu. “Selama kaasan bahagia,,, aku juga akan bahagia…” kata pria itu.

Tampak mata wanita paruh baya itu berkaca – kaca mendengar kata – kata putra tunggalnya itu dan membalas genggaman putranya. “Arigatou na,,, Taiga-kun…” kata sang ibu.

Taiga hanya tersenyum memandang ibunya. Dia hanya berharap keputusannya benar.

————

Taiga memandang sosok sang ibu yang sedang berdiri di depan altar untuk mengucapkan sumpah janji sucinya pada cintanya. Dan Taiga sesekali mencuri pandang ke sosok yang berdiri diseberang sana, yang hanya diam menatap pemandangan itu. Dan hal itu membuat hati pria itu terasa sakit saat memandangnya. Salahkah keputusannya?

“Maka, atas nama tuhan aku sahkan kalian berdua sebagai suami istri…” suara pendeta bergema diseluruh gereja membuyarkan lamunan Taiga saat itu.

Pria itu kembali tersenyum dan bertepuk tangan sambil memandang ibunya yang sedang tersenyum bahagia bersama suami barunya. Ayah tirinya.

Taiga mengikuti dari belakang sosok pengantin baru itu keluar dari gereja. Dan tepat disampingnya, sosok yang sejak tadi diperhatikannya, sosok pria yang kini menjadi saudara tirinya, tampak mengikuti namun dengan pandangan dingin. Sungguh berbeda dengan senyum yang pernah dia liat dihari itu. Hari pertama dia bisa bertemu langsung dengannya.

“Hokuto, Taiga, ayo kemari. Kita foto keluarga…” ajak ibunya pada kedua putranya itu.

Taiga tersenyum pada ibunya dan berjalan disamping sang ibu. Sedangkan Hokuto? Dia hanya berjalan pelan menuju ayahnya dan masih berwajah dingin, tanpa senyuman.

“Siap? Satu dua…” aba – aba dari kameraman sudah terdengar.

Namun tenggelam akan suara hati yang kini sedang menggema di telinga Taiga. “sepertinya aku sudah membuat keputusan yang salah

——————–

** Hokuto POV**

Aku tersadar dari tidurku. Menggeliat sebentar kemudian meraih jam di atas meja kecil disamping tempat tidurku. Baru jam 5 pagi. Aku kemudian duduk dan menyandar di kepala tempat tidurku. Saat itu aku baru sadar ada seseorang tidur disampingku. Sedikit kaget karena aku masih mengantuk, kemudian aku mengucek mataku dan melihat lagi siapa yang sedang tidur di sampingku.

Setelah melihat wajahnya aku baru sadar dan ingat. Bahwa aku sudah punya saudara tiri sekarang. ya… sehari sudah berlalu sejak pernikahan itu. Dan karena dirumah tidak punya banyak kamar, aku dan dia terpaksa berbagi kamar.

Yah…. Dengan pria yang sudah lama ku kagumi. Kyomoto Taiga. Atau sekarang harus ku panggil dia… Matsumura Taiga….? (Author : kyaaaaaaaaaaaaaa >_________< /tebar bunga moe moe ala Kaicho wa Maid sama/)

Ku pandangi wajah pria cantik itu ketika sedang tertidur. Terlihat sangat pulas. Sepertinya dia masih larut dalam mimpi – mimpinya. Tanpa sadar aku mengelus rambutnya dan tersenyum sendiri memikirkan itu semua…

“I hear you breathe your lying close to me

The shadow’s gone I enfold my peace

You make me calm with you I’m safe and warm

Enlighten by your side are strength to the night till eternity that’s the way it will be

 

And I wonder what you’re dreaming of

You’re so peaceful when you sleep

Everything I want everything I need

Is lying here, in front of me”

Kemudian aku tersadar akan yang sedang ku lakukan. Ini salah. Aku dan dia kini sudah jadi saudara, perasaan ini salah. Dan aku pasti akan membangunkannya. Kemudian aku langsung menyibak selimut dan bangun dari sana. Aku juga seperti mendengar suara dari luar, sepertinya ibu tiriku sudah bangun. Sebaiknya dia juga segera siap – siap untuk kesekolah.

**Hokuto POV end**

**Taiga POV**

“Hahhh…” untuk kesekian kalinya aku menghembuskan napasku.

Masih lama kelas akan mulai, tapi Hokuto sudah pergi duluan meninggalkanku dirumah. Sepertinya pria itu membenciku. Yah… sudahlah…

“Hahhhh…” kembali aku menghela napasku.

Langkahku kembali terhenti saat melihat sosok anjing liar yang pernah ku tolong. Anjing itu tampak duduk di tepi jalan yang sama sambil memandangku. Aku tersenyum kemudian menghampiri anjing itu dan mengelusnya.

“Apa kabar teman kecil? Kita bertemu lagi… bagaimana keadaanmu ehm?” tanyaku sambil mengelus anjing itu dengan sayang.

“Kita bertemu lagi disini…” suara pria yang terdengar sangat dingin menyapaku.

Aku mengangkat kepalaku dan menemukan sosok Hokuto sedang berdiri dan memandangku dengan tatapan yang suli untuk ku tebak. Aku melepaskan anjing itu dan berdiri berhadapan dengannya.

“Hokuto… sedang apa disini?” tanyaku pelan.

Pria itu hanya diam kemudian memandang kebelakangku dan kembali memandangku. “Kalau kau tidak ingin terlambat lagi sepert waktu itu, sebaiknya kau pergi saat ini juga.” Kata Hokuto kembali dengan dingin.

“Pe…pergi?” tanyaku pelan.

Apakah sebegitu bencinya dia padaku, hingga bertemu sebentar seperti inipun dia tidak ingin? Hokuto tampak menghela napasnya panjang kemudian berjalan duluan mendahuluiku. Entah kenapa aku merasakan sakit dihatiku.

Namun,,,, tiba – tiba satu tangan kokoh menggenggam tanganku dan menarikku. Aku terkesiap dan memandang sang pemilik tangan.

“Sudah hampir terlambat… apa yang kau lakukan?” tanyanya masih menggenggam tanganku dan menarikku ke sekolah.

Aku tidak tahu bagaimana wajahku saat ini. Yang ku tahu, aku sedang berusaha meredam debaran dihatiku yang tidak mau diajak kompromi dari tadi.

“Just like the song

You make me warm inside

Like a soft summer breeze

A moment to see so true

I won’t stop loving you”

 

**Taiga POV end**

**Author POV**

Taiga berjalan masuk kedalam rumahnya ketika dilihatnya seluruh keluarganya sedang berkumpul di ruang keluarga seperti sedang mendiskusikan sesuatu.

“Baiklah kalau kau ingin seperti itu…” kata sang ayah pada Hokuto yang sedang duduk didepannya.

Sang ibu sepertinya yang pertama menyadari Taiga sudah pulang dan tersenyum memandang putranya. “Okaeri Taiga…” kata sang ibu.

Taiga tersenyum tipis, “Tadaima… A… ada apa?” tanya pria itu hati – hati.

“Kalau begitu aku ke kamar dulu…” kata Hokuto pada kedua orang tuanya, kemudian berjalan melewati Taiga begitu saja dan naik ke lantai dua.

Sang ayah tersenyum menenangkan pada Taiga, “Tidak ada apa – apa… Hokuto hanya minta izin untuk ngekos beberapa waktu kedepan…” kata sang ayah.

“Tidak usah terlalu dipikirkan sayang…” kali ini sang ibu menimpali.

Taiga tiba – tiba tertunduk mendengarnya. Apakah… sebegitu bencinya dia padaku hingga dia ingin pindah dari sini? Sebaiknya aku bicara padanya…

“Baiklah… aku kekamar dulu untuk ganti baju…” kata Taiga pada kedua orang dewasa itu. Mereka hanya tersenyum dan mengangguk.

Taiga berjalan gontai menaiki tangga dan membuka pintu kamar dengan sangat pelan. Didalam tampak Hokuto mulai mengepak barang – barangnya tanpa mempedulikannya yang sudah masuk kedalam kamar.

Pelan,,, pria itu berjalan ke meja belajar dan meletakkan tasku disana.

“Jadi… kau akan ngekos?” tanyanya pelan. Masih belum ada jawaban dari pria itu.

“Apa kau sangat membenciku? Apa kau sangat menyesal dengan pernikahan ini? Apakah pergi dari rumah jalan satu – satunya?” tanyanya lagi masih tanpa melihat wajahnya.

Taiga menaikkan tangannya ke dadanya, terasa sangat sakit disana. Hatinya pedih jika harus memandang Hokuto saat itu. Hatinya sakit ketika melihat Hokuto memasukkan baju itu kedalam tasnya. Tiba – tiba… sebuah tangan kembali menarik tangan Taiga yang bebas. Membawanya keluar dari kamar dan keluar dari rumah. Masih sempat dia mendengar ayah dan ibu memanggil mereka namun, si pemilik tangan tetap menggenggam tangannya dengan erat kemudian menariknya.

Hingga mereka sampai di tepi pantai dekat sekolah, Hokuto lalu menarik Taiga kehadapannya. Taiga hanya memandangnya dalam diam. Pria itu tampak mengambil napas kemudian memandangku.

“Aku memang sangat membencimu…” kata – kata itu keluar dari mulut Hokuto dan Taiga hanya berdiri terpaku sambil memandang pria itu.

“Kau bertanya padaku, apakah aku sangat membencimu? Ya… aku memang sangat membencimu… karena kau sudah membuat perasaanku campur aduk dan gelisah hingga saat ini. Kau bertanya apa aku sangat menyesal dengan pernikahan ini? Ya… aku memang sangat menyesal… karena dengan pernikahan ini aku tidak bisa mengakui bagaimana perasaanku, karena kau adalah saudaraku. Apakah pergi dari rumah adalah jalan satu – satunya? Ya… jika kita tetap berada disatu kamar,,, aku tidak bisa memperkirakan apa yang akan ku lakukan padamu jika aku tidak bisa mengendalikan diriku…” kata Hokuto kemudian.

Taiga tampak terdiam mendengar itu semua. Dia terlalu shock untuk mencerna kata – kata itu semua. Benarkah yang didengarnya… “Nan to iu koto…. Kimi…” kata pria itu pelan.

“Daisuki de Matsumura Taiga… masih tidak bisakah kau mengerti?” kata pria itu lagi.

Taiga hanya kaget mendengar kata – kata itu keluar dari mulut seorang Matsumura Hokuto. Untuk beberapa saat dia hanya terdiam sambil memandang wajah pria di depannya itu.

Ini bukan mimpi? Benarkah yang sedang didengarnya saat itu? Benarkah Matsumura Hokuto menyukainya?

“Aku tau mungkin kau menganggapku konyol… aku pria dan kau pria… tapi, aku sudah merasakannya di hari pertama aku melihatmu… sampai saat ini yang ku sesalkan hanya satu… kau sekarang adalah saudaraku…” kata pria itu lagi sambil memandang kearah lautan sana yang sedang disinari cahaya bulan…

“And if I ever lose my power to fly

Then your love takes me high

I always fiddle to you

Sometimes I think I might lose that all

Cause the chances so small”

Hokuto kemudian mengalihkan pandangannya. Memandang sosok pria cantik yang kini berdiri di depannya. Hokuto hanya bisa terpaku melihat sosok itu kini tersenyum manis sambil menghapus air mata yang mengalir di pelupuk matanya.

“Ku kira… kau benar – benar membenciku. Ku kira aku hanya masalah dihidupmu… syukurlah semua perkiraanku salah… yokatta na…” kata Taiga.

Kemudian dengan yakin Taiga memandang Hokuto dengan senyuman masih di wajahnya. “Boku mo… Hokuto ga zutto zutto daisuki…”

(author tewas kejang2)

Hokuto tersenyum memandang sosok Taiga di depannya yang juga sedang memandangnya. Perlahan … pria itu mendekat kearah Taiga kemudian mengecup singkat kening pria itu kemudian memeluknya dengan erat.

“Cause you hold me close

I feel you near don’t let go say you always be here

Just hold me tight and I’ll be fine dreaming

You will always be mine”

*********

~END~

Save

Advertisements

4 thoughts on “[Oneshot] Don’t Stop Loving Me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s