[Minichapter] DICE (Chapter 1)

Title: DICE

Type: Minichapter (Chapter 1)

Genre: Romance, fantasy, ShounenAi

Author: Nadia Sholahiyah Utami

Fandom: HSJ

Starring: Nakajima Yuto, Nakamaru Takeshi, Okamoto Keito

WARNING: Cerita ini aku ambil dari Webtoon yang sering aku baca. Ada unsur kekarasan di dalamnya, dan ini hanya fiksi jadi jangan di tiru ya.

DICE

 

Nakamaru Takeshi, nama itu sudah tidak asing lagi dilingkungan Universitas Meiji karena ia adalah seseorang yang sangat kutu buku. Mau ada atau tidak adanya jadwal kuliah Takeshi selalu saja datang ke perpustakaan yang berada di kampus otomatis hampir seluruh siswa-siswi bahkan dosen mengenalnya, apalagi pustakawan dan pustakawati di perpustakaan tersebut.

Hmm ia tidak terlalu tampan sebenarnya, maka dari itu ia tidak pernah mempunyai kekasih hingga saat ini bahkan ia belum pernah di sukai perempuan layaknya laki-laki tampan yang lain. Tapi itu tak masalah bagi Takeshi karna itu tidak menganggunya untuk belajar.

Hari ini, Takeshi kembali datang ke perpustakaan, duduk di tempat yang sama dan membaca buku yang sama-karna belum selesai di baca-.

‘Hari ini dia datang tidak ya?” tanya Takeshi dalam hati, diam-diam ia melirik ke arah pintu masuk perpustakaan.

Tepat saat itu orang yang ia tunggu-tunggu pun datang, cepat-cepat Takeshi munutup wajahnya dengan buku dan pura-pura membaca buku. Tapi konsentrasi nya semakin terganggu karna orang itu duduk di sebelahnya ‘aduh mati aku, dia tampan sekali’ Takeshi gelisah. Baru-baru ini Takeshi selalu memperhatikan pemuda yang berada di sampingnya, aneh memang kalau Takeshi harus jujur ia menyukai pemuda tampan dan mempesona itu. Apa boleh di kata Takeshi terlanjur menyukai lelaki itu, tapi ia lebih memilih diam.

Tak mungkin Takeshi mengungkapkan perasaannya, baru beberapa minggu Takeshi melihat pemuda itu tapi sudah mempunyai perasaan ‘suka’ apalagi sesama pria. Bisa di cap lelaki tak normal nantinya.

“Daijoubu?” tanya pemuda itu, karna heran melihat tingkah Takeshi.

Takeshi tersenyum sambil menggeleng.

“Beberapa minggu ini kamu selalu melihat ku, aku jadi tidak enak” pemuda itu sedikit mengeluarkan senyum liciknya.

“Ha? Oh itu…” lidah Takeshi rasanya kelu “mungkin.. hanya perasaan mu” elaknya.

“Hahaha… souka… sudah beberapa minggu ini juga orang-orang memanggil ku tampan” sumpah demi apapun, semakin lama mendengar kata-kata dari pemuda di sampingnya, semakin membuat perut Takeshi mual. Kenapa ia begitu percaya diri? “itu karna aku sudah terlahir kembali”

“Mana bisa?” Takeshi buka suara, tapi tatapannya masih kepada buku dari tadi.

“Tidak percaya?” tanya pemuda itu, Okamoto Keito namanya, saat ia melihat dari buku tulis milik pemuda itu.

“Eh?” mata Takeshi membulat “bisa?”

Keito merogoh saku celananya, lalu mengeluarkan dadu bercahaya biru yang berada di genggamannya “selamat datang Dicer baru” Keito memberi dadu itu kepada Takeshi, lalu pergi meninggalkan Takeshi yang masih dalam kebingungan.

“Dicer?” tiba-tiba handphone nya bergetar, tanda pesan masuk.

 

By: X

Selamat kamu sudah resmi jadi Dicer, aku adalah ‘X’ (≧◇≦) salam kenal ya~ Takeshi-kun.

 

“Dia tahu nama ku?” Takeshi berbicara dengan handphone nya.

 

By: X

Tentu saja, aku ini adalah server yang langsung bisa mengetahui nama sang Dicer ‘3’) gunakan Dice mu dengan baik ya. Ikuti quest ku dan kau akan mendapatkan dice lebih banyak lagi ╰( ̄▽ ̄)╭

 

“Dice?” Takeshi melihat dadu yang sudah berubah menjadi warna merah di tangannya. Takeshi makin terkejut melihat perubahan itu.

“Sebenarnya apa ini?” tanya Takeshi lagi.

 

By: X

Oh, Dice mu sudah berwarna merah berarti kau sudah bisa menggunakannya aahh curang padahal aku sama sekali belum kasih quest apapun kepada mu()

 

Takeshi hanya bisa mengerutkan keningnya, tidak mengerti maksud dari pesan si ‘X’.

 

By: X

=,,= kau tidak mengerti maksud ku?

 

Takeshi menggeleng.

 

By: X

Ah baiklah…akan aku jelaskan dengan singkat, padat, dan jelas #eaaaa (╯▽╰) jadi begini Dice itu bisa kamu gunakan untuk apa saja ;menambah kekuatan mu, ketampanan mu, tinggi, ingin lebih gemuk, atau lebih kurus, dan lain-lain. Tapi harus ada beberapa Dice dulu baru kau bisa melakukan semua itu. Dengan cara menjalankan quest dari ku, setiap quest akan di beri beberapa dice untuk mu, semakin sulit quest yang aku beri semakin banyak dice yang akan kukasih. Sekarang mengerti?

 

“Artinya… aku bisa menambah kepintaran ku?”

 

By: X

Tentu saja bisa! Kamu sudah siap terima quest dari ku? ●▽●

 

 

Takeshi mengangguk mantap.

 

DICE

 

 

Sejak malam itu Takeshi melakukan quest yang di beri oleh X. Mulai dari quest yang mudah hingga yang sulit.

Seperti sekarang tepat pukul 24.00 waktu Jepang Takeshi masih belum tidur-menuruti quest dari X- Takeshi mendapatkan quest lagi dari si X

 

By: X

Quest: Dekati laki-laki yang bernama Okamoto Keito, lalu kamu harus menanyakan mengapa ia menjadi Dicer.

Dice yang di dapat : 5

 

“Apa? Jadi Okamoto itu Dicer?” tanya Takeshi seusai melihat quest dari X.

 

By: X

Cih, kau pikir apa? -3-) yaiyalaahh… kan dia yang memberi mu Dice dan itu quest dari ku Hahahah… aku sering bertanya kenapa dia mau jadi dicer tapi tidak pernah di jawab. Aku sebaaalll  ̄ˍ ̄

 

“Tapi kau tidak pernah tanya kenapa aku mau jadi dicer?”

 

By: X

Itu karena…. aku ingin melihat mu pacaran dengan manusia bukan buku (≧▽≦)/~┴┴ hahahahaha aku tahu karna Keito selalu duduk disamping mu saat di perpustakaan, diam-diam kamu selalu perhatikan Keito kaaann?

 

“Eh?” tanpa di sadari pipi Takeshi sudah memerah.

 

By: X

Yasudah pokoknya besok pagi kamu harus bisa menemukan Keito dan jalankan quest mu dengan baik. Tambahan dice 5 buah lagi deehh y^o^y

 

Melihat itu Takeshi langsung bersemangat “yang benar?”

 

By: X

Tentu, yasudah aku mau tidur. Oyasumi ▔□▔)/▔□▔)/▔□▔)/ *tidur

 

Besoknya, sesuai Quest dari X Takeshi pun kembali datang ke perpustakaan ‘biasanya dia kesini’ Takeshi membatin.

Dan ternyata benar Keito kembali datang ke perpustakaan, dari balik bukunya Takeshi mengintip langkah Keito ketika pemuda itu berjalan mendekatinya pandangan Takeshi langsung fokus ke buku yang ada di depannya.

“Ada yang salah dengan ku?” tanya Keito tiba-tiba yang ternyata sudah ada di samping Takeshi.

“Tidak ada” Takeshi masih sibuk dengan bukunya.

“Jangan bohong, tatapan mata ku tajam loh, jadi aku tahu” Keito menyeringai ke arah Takeshi.

Tiba-tiba handphone Takeshi bergetar, saat dilihat ternyata itu dari X.

 

By: X

Ayo cepat tanyakaann ~~~ ≧﹏≦

 

Takeshi memutar bola matanya kemudian menyimpan benda itu ke saku celana.

“Baiklah… Okamoto-kun… kamu seorang Dicer kan?” akhirnya baru kali ini ia bicara dan bertatap muka dengan Keito. Betapa berisiknya dada Takeshi saat ini.

“Hahhahahha….” Keito tertawa, karena tidak ingin mengganggu orang-orang di perpustakaan, ia pun membawa Takeshi keluar dari perpustakaan, dan melanjutkan tawanya.

“Kok malah ketawa?”

Perlahan Keito menghentikan tawanya lalu berusaha bicara “tentu saja aku Dicer. Aku yang memberi dadu biru itu”

Takeshi mengangguk, cukup dia sudah tahu itu dari X “lalu kenapa kamu mau jadi dicer?”

“Aku ambil dadu ini dari seseorang yang benci Dice, dia sudah tahu Dice ini karna ada saudaranya yang mati karna benda ini” Keito menunjukan dadu berwarna merah yang ada di tangannya ke Takeshi “jadi, aku saja yang ambil toh buktinya sampai sekarang aku tidak mati” Keito kembali tertawa “dan aku jadi tampan seperti ini sampai-sampai kau terus perhatikan ku kan selama ini? Hahahaha….” tiba-tiba Keito terdiam dan cepat-cepat memeriksa Handphone nya “aku pergi dulu, jyaaa” lalu Keito berlari.

Pssshhhh

Beberapa dadu bercahaya biru datang di hadapan Takeshi, dan langsung di ambil olehnya.

Lagi, handphone Takeshi bergetar sebenarnya ia tahu kalau itu dari X tapi apakah kali ini X memberi dia quest baru?

 

By; X

Quest: Berlari ke arah kelas di lantai paling atas, kelas paling ujung sebelah kiri lalu selamatkan seseorang yang sedang di siksa disana.

Dice yang di dapat : 20

 

Takeshi tidak melakukan apapun dia hanya diam, tidak tahu harus berbuat apa karna takut jika nanti dia yang menyelamatkan orang itu malah dirinya yang tewas.

“A-aku takut…..” tangan Takeshi bergetar.

 

By: X

Jangan takut, tambahkan kekuatan mu, dan juga kecepatan mu. Tapi jangan berlebihan karna itu akan berakibat buruk o(╯□╰)o

 

“Dice ku sudah ada berapa?”

 

By: X

(・へ・) hmm 22

 

“Baiklah aku ingin tambah kekuatan dan kecepatan ku”

 

By: X

 

-Loading-

 

Kekuatan dan kecepatan mu sudah dikonfirmasi.

 

 

Setelah itu Takeshi merasakan tubuhnya sangat ringan ‘apakah ini efeknya?’ tanya Takeshi dalam hati, lama diam dalam pikirannya Takeshi berlari menuju ke dalam gedung kampus.

 

 

~Kelas yang ada di lantai paling atas~

 

 

Di dalam kelas Yuto sedang membereskan bukunya, jam pelajaran telah usai dari tadi namun entah kenapa dia masih nyaman di dalam kelas sebelum akhirnya bangkit untuk pulang.

Baru selangkah Yuto bergerak, pintu kelasnya terbuka dan muncullah Keito, detik berikutnya ia memukuli wajah Yuto dengan tangan kosonganya.

Well, walaupun dengan tangan kosong tapi tenaga Keito sangat kuat karena ia sering berlatih di gym.

Di tambah, kekuatan yang ia tingkatkan menggunakan Dice.

“APA SALAH KU?!” Yuto tahu kalau dirinya sering di bully, lebih tepatnya karena orang-orang iri dengan keadannya-tampan, kaya, dan banyak di kelilingi para perempuan- tapi tidak seperti ini juga caranya.

Keito masih saja menghantam wajah Yuto yang sudah terbaring di lantai, ada kesempatan Yuto mengelak pukulan Keito hingga meleset tangannya menghantam lantai, lelaki tinggi itu cepat-cepat berdiri, mengambil tangan Keito lalu menekuk tangan itu tepat di belakangnya dengan kuat.

“Aarggghh!!” Keito mengerang karena merasakan sakit di sekitar tangannya.

“Apa karena quest dari X itu? Hah?!” Yuto to the point, ia benci sekali dengan permainan konyol bernama Dice atau Dicer ia tak perduli, tapi Keito-lah yang mengambil Dice dari tangannya saat ia hendak membuang dadu tidak berguna itu-menurutnya-.

“Kalau iya memang kenapa arrghhh!!” Yuto tambah kencang mengunci tangan Keito di belakang tubuh kekar Keito.

“Kau gila!”

Keito menghela nafasnya tanda ia menyerah “baiklah, lepaskan aku. Aku menyerah saja” perlahan Yuto melepas genggaman tangannya dari Keito, namun sedetik kemudian Keito kembali berdiri dan meghantam wajah Yuto, kali ini tanpa ampun.

Keito mengangkat tubuh Yuto.

PRANG!!

Menghantam badan itu ke jendela hingga pecah, untungnya Keito menggegam erat kerah baju Yuto, jadi badan Yuto tidak ikut jatuh ke bawah.

“Lebih baik kau mati, karena aku sudah lebih tampan dari pada kamu!” seringai licik di wajah Keito muncul.

Sedangkan Yuto hanya bisa pasrah, kalaupun ia mati hari ini Yuto janji tidak akan membuat hidup Keito tenang.

“BERHENTI hhhh.. hhh” Takeshi yang baru saja muncul dan melihat kegaduhan itu, mencoba untuk melerai meski dengan nafasnya yang satu-satu karena lelah habis berlari.

Keito melihat sumber suara yang berasal dari belakangnya, ‘oh Dicer baru’ batin Keito.

Keito menghempas tubuh Yuto ke lantai yang sudah lemah tidak berdaya, wajahnya babak belur hasil karya dari tangan Keito.

Ia menghampiri Takeshi, memang Takeshi memasang wajah takut tapi saat Keito akan menghajarnya, tangan Takeshi sudah duluan menahan pukulan Keito, kakinya bergerak menendang selangkangan Keito, membuat susuatu milik Keito menjerit di dalam.

Keito menunduk menahan sakit di bagian bawah tubuhnya “apa perlu kau mati hari ini?” tanya Takeshi dengan suara rendah.

“Aku tidak mau mati, harusnya kau yang mati KUTU BUKU!!” Keito kembali bangkit dan bersiap untuk memukul Takeshi lagi.

Namun usahanya kembali gagal karena Takeshi mendorong tubuh Keito hingga menabrak kursi dan meja.

“Grrrr… Dasar amatir”

Yuto yang masih lemah dan merasakan sakit di sekitar wajahnya hanya bisa menonton perkelahian antara dua orang itu.

Samar-samar Yuto coba mengamati wajah Takeshi sepertinya ia sering dengar julukan ‘Kutu Buku’ yang di lontarkan oleh Keito tadi.

 

Kutu buku… Takeshi… Buku… Kutu Buku…

Otak Yuto terus berputar untuk menemukan jawaban.

Dan akhirnya jawaban itu Yuto temukan, Nakamaru Takeshi, pemuda yang setiap hari datang ke perpustakaan, tidak perduli ada jadwal kelas atau tidak pada hari itu.

Yang pasti, Takeshi sering menolongnya saat Yuto di bully walaupun akhirnya Takeshi yang babak belur karena di pukuli.

Entah apa alasan pemuda itu, Yuto hanya tahu kalau Takeshi bagaikan malaikat penyelamatnya. Seperti saat ini, Takeshi kembali datang untuk menolongnya yang sedang di hajar Keito. ‘apa dia punya kontak batin dengan ku?’ heran Yuto.

“KYAAAAAAA” teriakan Keito menyadarkan Yuto dari lamunannya, terbelalak karena baru kali ini melihat Takeshi menang dan baik-baik saja di waktu bertengkar.

Ternyata Keito jatuh dari jendela karena Tekashi mendorongnya, tentu saja laki-laki itu mati di tempat.

Namun ada satu masalah, Dice yang ada di kantong Keito buyar kemana-mana sehingga banyak siswa yang memungutnya, apalagi Dice itu berwarna biru.

Psshhh

Belum selesai kecengangan Yuto karena kehebatan Takeshi, ia kembali terbelalak karena ada cahaya biru dihadapannya, beberapa dadu biru datang ke tangan Takeshi.

Dadu? Artinya ia seorang Dicer?

Apa kali ini mata Yuto benar-benar rusak karena perbuatan Keito?

Yuto menelan ludah “k-kau.. Dicer?” ia tak sanggup lagi menahan penasarannya.

“Ya” jawaban singkat dari Takeshi mampu meruntuhkan segala rasa kagumnya terhadap Takeshi, yang ia anggap sebagai malaikat selama ini apakah itu semua ia lakukan karena quest dari X yang tidak jelas itu?

Yuto berusaha bangkit dari duduknya, hampir saja Yuto jatuh lagi Takeshi bermaksud untuk menolong tapi tangannya malah di hempas, Takeshi jadi bingung sendiri.

“Aku tidak mau di sentuh Dicer bodoh seperti mu” tegas Yuto menatap tajam Takeshi dengan penuh kebencian.

“Kau.. benci Dicer?” alih-alih menjawab, Yuto malah pergi meninggalkannya walau jalannya masih agak susah.

 

DICE

 

To Be Continue…

Advertisements

2 thoughts on “[Minichapter] DICE (Chapter 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s