[Oneshot] Your Face

Your Face

Hey! Say! JUMP Chinen Yuuri

Ohno Chiku

Song: My Resistance -Takaramono- – Kis-My-Ft2

by: Shield Via Yoichi

Fanfic ini dipersembahkan untuk kakak tersayang, Kak Citra.

Hajimemashite. Ohno Chiku desu. Yoroshiku onegaishimasu!” Chiku menunduk dalam, badannya bergetar karena gugup. Dari kejauhan terlihat seorang anak laki-laki sedang menatapnya intens. Tiba-tiba dia merasa penasaran dengan Chiku.

“Nah, Ohno-san. Silakan duduk di kursi kosong sebelah sana.” Guru menunjuk ke kursi kosong itu, Chiku melihat ke arah tersebut. Chiku mengangguk lalu berjalan menuju kursi tersebut. Anak laki-laki yang sedari tadi melihatnya tampak sanggup gugup, tentu saja karena Chiku duduk di sebelahnya.

“A-ano…” Chiku melihat ke arah samping, “Chinen desu. Chinen Yuuri. Yoroshiku.”

“Y-yoroshiku onegaishimasu.” jawab Chiku sambil sedikit menunduk. Chinen mengangguk sambil tersenyum, dia disambut baik ama Chiku. Chinen meliriknya, wajah gadis itu bersemu merah. Mungkin dia masih gugup dengan kelas baru, pikir Chinen.


Ne, Ohno-san..”

“A-ada apa, Chinen-kun?” Wajah Chiku kembali memerah. Chinen menyerngit heran, sudah enam bulan mereka sekelas dan berteman dekat. Kenapa Chiku selalu gugup padanya? Kenapa wajah gadis itu selalu memerah? Apa dia takut berbicara pada orang lain? Atau dia takut berbicara dengan lawan jenis?

“Kita ini teman kan?” tanya Chinen. Chiku melihatnya sejenak lalu mengangguk, “Kalau begitu aku akan berbagi rahasia padamu!”

“Rahasia?” Chiku memasang wajah bingung. Chinen mengangguk cepat, kemudian mengambil sebuah buku. Dia membuka itu, di sana tersimpan sebuah foto.

“Kau tahu siapa dia? Dia idolaku Ohno Satoshi.” kata Chinen semangat, “Kebetulan satu marga denganmu, hehe…” Mata Chiku sedikit terbelalak. Dia tidak mungkin tidak kenal kakak sepupunya sendiri. Chinen melihat Chiku yang mematung, “Ohno-san? Kenapa diam saja?”

“A-ah, tidak apa-apa.” Chiku mengibaskan tangannya dan wajahnya kembali memerah, “Ada yang kau suka darinya?”

“Kau mau tahu? Sini duduk dekat denganku.” Chiku pun menggeser kursinya kearah meja Chinen, “Nah, persiapkan telingamu, aku akan menceritakan rasa sukaku pada idolaku secara detail!” Chiku mengangguk. Chinen tersenyum lebar, “Jadi……”


“Kita sudah kelas tiga! Dan aku sekelas lagi dengan Ohno-san~” kata Chinen, Chiku hanya tersenyum kecil. Entah kenapa dia merasa begitu nyaman bersama dengan laki-laki ini, “Tiap memanggilmu aku jadi teringat idolaku, hehe..”

“Kau bisa memanggilku Chiku kok, Chinen-kun.”

“Itu tidak sopan sekali.” Chinen menggelengkan kepalanya keras, “Lagipula terdengar seperti dengan memanggil nama panggilanku sendiri. Chii-kun.”

Chiku tertawa kecil, “Hahahaha, benar juga.”

Chinen terdiam, dia melihat Chiku intens. Mengapa pipinya selalu merona? Aku selalu tidak mengerti setiap melihat wajahnya memerah karena berbicara padaku. Apa dia sedang marah? Atau sakit? Sakit apa sampai setiap hari memerah begitu? Banyak pertanyaan yang muncul setiap Chinen menatap wajah merah Chiku.

“Chinen-kun, nanti ingin masuk ke SMA mana?”

Chinen berpose berpikir, “SMA ya? Aku belum merencanakan kemana pun. Aku hanya ingin bertemu idolaku, meminta tanda tangan, foto bersama, lalu–” Chinen mulai berangan-angan kembali. Chiku hanya menatapnya, dia tidak bisa berkata apa-apa. Dia juga tidak bisa bilang kalau Ohno Satoshi adalah kakak sepupunya, bisa kena marah dia kalau orang-orang tahu.

Chiku tidak takut pada kakak sepupunya itu, Satoshi adalah sepupu yang baik. Hanya saja jika orang seperti Chinen tahu akan hal ini, dia pasti selalu merengek pada Chiku agar dapat bertemu dengan Satoshi. Apalagi setelah mendengar cerita Chinen tentang rasa sukanya pada Satoshi, Chinen pasti mencari segala cara agar Chiku mempertemukannya dengan Satoshi.

“Ohno-san sendiri mau masuk SMA mana?” tanya Chinen tiba-tiba.

“A-aku juga belum memikirkan itu.” Chinen mengerngit, lagi-lagi dia menjawab dengan gugup. Membuatnya sedikit kesal dan semakin penasaran. Chiku menatap Chinen yang sedang heran, “A-ada apa?”

“Ah, tidak. Aku hanya heran kenapa kau selalu gugup.” Chinen tertawa, “Kayaknya aku yang aneh ya.. haha…” Chiku sedikit menunduk, tetap melihat ke arah Chinen yang tiba-tiba memegang perutnya, “Aku lapar, ke kantin bersama yuk?”

Chiku mengangguk, “Un!”


Chiku menatap pantulan dirinya di cermin, “Sempurna.” katanya setelah melihat dirinya sudah rapi. Hari ini adalah hari yang penting baginya, hari pertama masuk SMA.

“Chiku, sarapan sudah siap~” teriak seseorang memanggilnya.

“Baik, bu. Aku segera ke sana!” jawab Chiku. Dia kembali melihat pantulan dirinya. Hari ini dia harus bisa berubah, dia tidak ingin seperti Chiku yang dulu. Yang selalu gugup, terutama jika dekat Chinen. Dia harus menjaga jarak dengan pemuda itu. Bisa-bisa mereka jadi bahan ejekan kalau selalu bersama dan perasaannya terhadap Chinen bisa terungkap. Tidak, Chiku tidak ingin itu terjadi. Selain itu dia juga tidak mau Chinen menempel padanya karena nama keluarga Ohno ini.

Chiku keluar dari kamarnya lalu berjalan menuju meja makan, “Chiku-chan sudah besar!”

“Eh?” Chiku kaget saat mendengar suara sepupunya, “Satoshi-nii!” Chiku langsung memeluknya.

“Seorang gadis tidak boleh memeluk pria sembarangan seperti ini!” kata Satoshi, Chiku cemberut. Satoshi mengacak rambut Chiku, “Peluk saja pacarmu. Nanti dia cemburu kalau melihat kita berpelukan, orang lain juga akan berpikiran lain.”

Chiku mengangguk mengerti lalu berjalan menuju tempat duduknya, “Kenapa datang kemari?”

“Ingin melihat sepupuku memakai seragam SMA.” Wajah Chiku langsung memerah, “Bercanda~ Cuma ingin berkunjung, tidak boleh?”

“Lebih sering berkunjung dong!” Chiku memulai makannya.

“Kalau aku tidak sibuk ya..” Satoshi tertawa, Chiku pun ikut tertawa disela-sela kegiatan makannya.


Chinen menatap punggung Chiku yang duduk di depannya, mereka kembali berada dalam satu kelas. Dia terlihat begitu cantik dengan rambut panjangnya terurai, berbeda saat SMP dulu. Namun Chinen merasa sedikit kesepian, Chiku sama sekali tidak melihat ke arahnya, bahkan menyapanya pun tidak.

“Oi, Chinen. Kau kenal dia kan?” tanya seseorang yang duduk disampingnya. Chinen mengangguk, “Wah, beruntungnya! Tampaknya aku menyukainya!”

Chinen menyerngit, apa-apaan pemuda ini? Chinen hanya memberi senyum ganjil padanya, “Kau suka padanya karena dia cantik?”

“Tentu saja! Laki-laki mana yang tidak suka perempuan cantik?” Chinen tertawa malas. Dia kembali melihat punggung Chiku. Jarak mereka dekat, tapi kenapa Chinen merasa Chiku jauh?

Waktu terus berlalu, sudah sebulan sejak SMA Chiku selalu menahan diri untuk berbicara dengan Chinen. Selalu memasang wajah jutek pada pemuda itu membuat Chinen heran padanya.

“Ah, kau bilang kau dekat dengan Ohno-san. Tapi tampaknya tidak begitu.” kata teman Chinen. Chinen hanya bisa diam, “Apa pernah terjadi sesuatu? Ohno-san tampak tidak suka denganmu.”

Chinen mengangkat bahu, “Aku juga bingung. Dia seperti bukan Ohno-san yang aku kenal dulu.” Chinen memandang ke arah sekumpulan cewek-cewek yang mungkin sedang menggosip dan Chiku berada di sana. Dia terlihat sangat senang. Seingat Chinen, Chiku bukan tipe yang suka menggosip. Kenapa? Kenapa berubah begitu jauh? tanya Chinen dalam hatinya.


“Ohno-san, aku dengar kau suka tempat ini ya?” Chinen mendengar seseorang berbicara pada Chiku, diam-diam dia mencoba menguping.

“Ah, iya. Tempat ini membuatku nyaman sih.”

“Wah, kalau begitu kita sama! Aku juga lho.” Chinen mencoba mengintip ke arah mereka. Dia akrab sekali dengan laki-laki itu!! teriak Chinen di dalam benaknya.

“Benarkah? Lain kali sepertinya kita harus pergi bersama. Hehe…” Chinen mengepal tangannya. Tanpa dia sadari dia berjalan menuju ke sana.

“Aku juga suka tempat itu!” katanya memasuki percakapan mereka.

Chiku menatapnya datar, “Ah, kalau begitu aku pergi dulu ya…” Chiku berjalan meninggalkan dua pemuda itu.

“Ah, Chinen!! Apa yang kau lakukan?” Pemuda itu meremas rambutnya, Chinen hanya melihat ke arah Chiku dengan tatapan sedih. Apa salahku?


“Ohno-san…”

“Kau mau apa, Chinen-kun?” tanya Chiku, “Cepat katakan, aku ingin segera pulang.”

“Kenapa? Kenapa kau menjauhiku? Apa aku pernah berbuat salah padamu?” Chiku hanya diam. Chinen memegang pundak Chiku, “Lihat ke ar–”

“JANGAN SENTUH AKU!” Chiku mengempas tangan Chinen yang memegangnya. Dia tahu sekarang wajahnya memerah, “Sudahlah, aku mau pulang!” Chinen menghela napasnya lalu dengan cepat berpindah ke depan Chiku. Chiku menelan ludah kasar, sekarang Chinen akan tahu tentang perasaannya.

“Kenapa? Apa yang kau…” Chinen tersentak kaget saat melihat wajah merah Chiku. Wajah yang sekarang dia rindunya. Kini dia tahu kenapa wajah Chiku selalu memerah, itu karena dirinya. Chiku menyukainya. Begitu juga dengan rasa sepi yang dirasakannya, Chinen akhirnya mengerti.

Chinen memeluknya, “A-apa yang kau lakukan?”

“Diamlah, aku juga menyukaimu.” Chinen mengeratkan pelukannya, “Apa kau menjauhiku karena perasaan ini juga?”

“Tidak. Ada satu rahasia yang tidak kau ketahui.” Chiku melepas pelukan Chinen, “Aku adalah adik sepupu Ohno Satoshi.”

Chinen terdiam sejenak lalu ketawanya lepas, “Lalu? Apa hubungannya denganku?”

“K-kau kan fans beratnya! Tentu saja aku takut keceplosan padamu tentang ini.”

Chinen masih tertawa, “Aku akan berusaha untuk dapat bertemu dengan idolaku dengan usahaku sendiri. Seperti aku mendapatkanmu sekarang.” Chiku menunduk, wajahnya begitu panas sekarang. Chinen memegang pipi Chiku, “Jangan menunduk. Aku suka lihat wajahmu seperti ini, Chiku-chan.”

Chinen menyatukan keningnya dengan kening Chiku dan saling beradu pandang. Sekarang tidak ada perdebatan, tidak ada lagi yang menjaga jarak, mereka sudah dipersatukan dengan perasaan mereka. Chinen juga sedikit beruntung, walau dia tidak mendapatkan cinta dari idolanya, dia mendapatkan cinta dari sepupu idolanya yang selalu menunjukkan wajahnya yang merona merah hanya padanya.

The End

Happy birthday, kakcit! Maaf telat post ya.. hehe

lalu, maaf mengubah nama keluarga Chiku dengan seenaknya XD

I love you, kak @citracikun. Zutto, daisuki!

Advertisements

2 thoughts on “[Oneshot] Your Face

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s