[Oneshot] I See the Light

I See The Light

Hey! Say! JUMP Yaotome Hikaru

Hey! Say! JUMP Inoo Kei

and the other members of Hey! Say! JUMP

Lyrics: I See The Light ~Bokutachi no Stage~ by Sexy Zone (Thanks to some blog for the translate of this lyrics)

By: Shield Via Yoichi

note: ini saya buat untuk ultah Hikaru Yaotome. gomen telat ya, Hikka!!

Happy reading~~~ ^_^//

“Hikaru!!!” panggilnya sambil melambai kearahku. Senyum mengembang dibibir tipisnya itu. Wajahnya memancarkan keceriaan. Dia duduk tepat disampingku dengan napas yang masih terengah-engah. Kei Inoo, sahabat yang sangat kusayangi orang yang duduk disampingku.

 “Otanjoobi omedeto, Hikka!” serunya. Aku terkejut dan merasa senang. Dia ingat hari ulang tahunku. Hari yang istimewa bagiku.

 “Ini maksudmu menyuruhku keluar rumah di tengah malam dan menunggumu?” tanyaku yang masih mengantuk. Tentu saja, ini tengah malam. Semua orang pasti sudah berada dialam bawah sadar mereka. Sementara, aku menunggu makhluk bernama Kei Inoo hanya karena dia ingin mengatakan selamat ulang tahun padaku. Dia mengangguk menjawab pertanyaanku tadi.

 “Kau ini gila ya, Inoo-chan!” kataku sambil tertawa. Lagi, dia tersenyum kearahku. Membuat matanya tampak segaris.

 “Apapun akan kulakukan untukmu, Hikka.” Dia merangkulku. Aku bingung ingin membalas perkataannya yang menurut agak aneh itu. Akhirnya, aku hanya diam dalam rangkulan Inoo. Aku ikut merangkulnya.

 

 


a year later

How many things are giving off sparkles

We are that illuminating light

Hari ini, tanggal 30 November. Hari ulang tahun Chinen Yuuri,  tupainya Hey! Say! JUMP. Saat ini, kami merayakan ulang tahunnya di sebuah tempat yang telah kami sewa sebelumnya. Tentu saja Chinen tidak mengetahui tempat ini. Ketika Chinen tiba di tempat ini— bersama kami tentunya, dia  begitu kaget. Dia tidak menyangka akan hal ini. Ya, tempat ini di dekor dengan pernak-pernik wajah OhnoSatoshi, idola kesukaannya. Dan itu adalah hasil dari dekorasi kami. Dia begitu senang dan sangat gembira saat menelusuri tempat itu.

Kulangkahkan kakiku keluar. Rasa bosan sedikit menyerangku. Aku berharap udara malam bisa menyegarkan sedikit kepalaku.  Saat ini, langit dipenuhi bintang-bintang gemerlap. Menambah keindahan pada kota ini.  Tanpa sadar, senyumku mengembang.

“Hikka, apa yang kau lakukan disini?” suara itu, suara Inoo. Dia mendekatiku dan melihat kearahku, bingung. Aku menggeleng, membuatnya semakin bingung.

“Aku hanya ingin melihat bintang.” jawabku asal. Aku kembali melihat langit bertaburan bintang. Kelap-kelip. Begitu indah. Entah sejak kapan aku suka melihat bintang.

“Untuk apa kau melihat bintang? Kau sendiri adalah salah satu bintang, tahu.” ucap Inoo yang benar-benar tak bisa kumengerti.

“Maksudmu? Aku tidak mengerti.” Aku mengangkat salah satu alis mataku. Inoo tersenyum, senyumnya yang membuatku merasakan kenyamanan.

“Kau tak mengerti, ya? Ya, sudahlah.” ujar Inoo.  Anak ini benar-benar….  Kei Inoo, kau mau mempermainkanku kah?

“Hei, hei! Katakan apa maksudmu itu!”

“Tidak mau!” katanya sambil menjulurkan lidahnya dan lari, menjauh dariku.

“Inoo-chan!” Kukejar Inoo dengan kesal. Kenapa jadi terbalik seperti ini? Bukannya aku yang sering membuatnya kesal? Kenapa sekarang dia yang membuatku kesal? Ternyata seperti ini rasanya kalau sedang kesal!

These feeling are overflowing in my song for you

Darling… Darling… I want to give it to you

“Untuk apa kau melihat bintang? Kau sendiri adalah salah satu bintang, tahu.”

Ucapan Inoo itu membuatku merasa aneh. Sebenarnya aku sudah sering mendengar hal-hal aneh dari Inoo. Namun, itu tertuju pada Kota Yabu. Bukan padaku. Entah kenapa, kalau ucapan seperti itu ditujukan padaku membuatku merasa risih.

Sejujurnya, aku menyukai Inoo. Entah sejak kapan rasa itu ada, mungkin kejadian tahun lalu. Untuk pertama kalinya dia mengucapkan selamat ulang tahun secara khusus—secara pribadi. Tetapi jika Inoo begitu dekat dengan Yabu, aku cemburu. Cemburu. Ya, cemburu. Aku cemburu pada Yabu. Dia bisa mendapatkan berbagai pujian dari Inoo.

Sempat ada niat untuk mengatakan perasaanku yang sebenarnya pada Inoo. Sayangnya, Inoo begitu lengket dengan Yabu. Bagaikan perangko dan amplop. Sulit dilepaskan. Rasa ini meluap di dalam dadaku. Tetapi, tak dapatku mengeluarnya. Inoo, aku ingin kau tahu perasaanku.

 

 

I see the light.

It’s shinin’ in your eyes.

Now, on the stage, the ground is covered with sparkles

And here tonight, I’ll sing this song for you.

For you only, my love will be put in a song.

Thank you…

“Hikaru! Hikaru!” teriak Inoo padaku yang masih ingin tidur, suaranya mengganggu tidurku yang nyenyak. Dengan perlahan, aku membuka mataku.

“Apa?” tanyaku langsung. Rasa kantuk masih kurasakan. Aku kembali menutup mataku dengan perlahan.

“Kau kasar sekali.” ucapnya. Oke, oke, aku bangun. Dasar, aku benar-benar tidak bisa mendengar Inoo yang mulai ngambek.

“Baiklah, Inoo-chan. Ada apa?” kutatap wajahnya yang terkena cahaya matahari. Membuat wajahnya bercahaya dan matanya yang bersinar itu semakin bersinar.

“Hari ini bulan baru. Ayo, temani aku jalan-jalan.” ajaknya, “Apalagi kita sedang libur dari kegiatan. Temani aku, ya? Ya? Ya? Aku bosan kalau hanya di basecamp saja. Kumohon, Hikka…”

Dia benar-benar membujukku. Entah ada angin apa. Biasanya dia akan mengajak Yabu dibanding aku. Ah, ini yang kedua kalinya dia mengajakku sejak setahun yang lalu. Apa yang terjadi diantara mereka? Biarkan saja. Daripada aku terus menerus menahan rasa cemburuku melihat mereka bersama.

“Baiklah kalau itu maumu.” Inoo tersenyum senang.

Arigato!

Aku pun bergegas mandi dan segera memakai pakaian yang bagus. Menimang yang mana paling bagus dari semua pakaian yang kubawa. Ya, hari ini kami menginap di basecamp Jhonny’s. Jadi, aku hanya mempunyai pakaian yang sekedar saja. Tidak ada pakaian khusus yang kubawa. Aduh, Hikaru Yaotome! Mengapa kau begitu bodoh? Mengapa hanya membawa pakaian yang biasa? Seandainya Inoo mengajakku sebelum menginap ke sini, pasti aku sudah membawa pakaian bagus. Bukan, pakaian terbagus agar penampilanku ‘sempurna’ dihadapan Inoo. Tunggu dulu! Aku sedang memikirkan apa sih? Ini kan hanya jalan-jalan biasa. Bukan suatu acara penting. Aku pun memakai T-shirt dan celana jeans biru tua, lalu jaket.

~~~~I See The Light~~~~~

Kami berkeliling kemana Inoo ingin. Dia tampak begitu senang. Berbeda saat di basecamp tadi. Wajahnya tidak memancarkan keceriaan seperti yang sedang kulihat sekarang. Melihat kebahagiaannya, aku tersenyum senang. Timbul rasa ingin membuatnya terlihat seperti ini terus. Haruskah aku mengatakan perasaanku dan membuatnya menjadi milikku?

“Inoo-chan..” panggilku yang membuatnya langsung menoleh kearahku.

“Ya, Hikka?” Mataku dan matanya beradu pandang.

“Inoo-chan, sebenarnya aku…” Belum sempat aku menyelesaikan perkataanku, tiba-tiba sebuah suara memotongnya.

“Inoo­-chan, Hikka, sedang apa disini?” tanya orang itu, Kota Yabu. Ah, kenapa dia bisa ada disini? Aku jadi gagal mengutarakan rasaku yang menggebu-gebu ini.

To me, if you are just here

I can always do my best

Your smile gives me courage

We will become one at this place

Besok adalah hari ulang tahunku. Tinggal  beberapa jam lagi, aku akan berumur 21 tahun. Kini aku sudah berada di basecamp. Aku kesal karena kejadian tadi pagi saat bertemu Yabu ketika aku sedang berjalan-jalan dengan Inoo. Aku duduk di sofa yang terletak di ruang tengah. Memandang kearah jendela dengan hampa.

“Hikka.” Seseorang memanggilku.

“Hn?” Hanya itu tanggapanku. Siapa sih yang mengganggu acara ber-santai-ku sekarang? Dia menemaniku duduk di sofa ini.

“Aku bosan.” katanya lagi. Siapa sih? Ah, tunggu! Suara ini… suara Inoo!!

“Kenapa? Mau kubuatkan lelucon?” tanyaku yang sudah kembali bersemangat. Dia mengangguk. Aku mulai membuat lelucon-lelucon yang membuatnya tertawa berbahak-bahak. Aku hanya bisa tersenyum melihat reaksinya terhadap leluconku. Asal kau tahu Inoo, kalau kau ada bersamaku, aku bisa melakukan apapun yang akan membuatmu dan membuatku tersenyum bahagia. Senyummu membentuk suatu kekuatan dalam diriku.

 

I see the light. It’s shining in your eyes.

Now, on the stage, the ground is covered with pure love

And here tonight, I’ll sing this song for you.

I want to tell you that my chest is overflowing

Thank you…

 

Bintang bertaburan dilangit. Lebih banyak dan lebih terang dari hari kemarin. Aku terus melihat ke arah langit yang indah itu.

“Lagi-lagi kau melihat bintang.” ucapan itu sontak membuatku melihat ke asal suara. Inoo, si pemilik suara. Dia mendekatiku yang sedang berdiri di balkon.

“Memangnya salah ya aku melihat bintang? Tidak, kan?”

“Bukan begitu. Bintang kok melihat bintang? Kan aneh.” katanya sambil tertawa kecil. Aku menyerngitkan alisku, heran.

“Apa maksudmu?”

“Maksudnya, kau itu bintang menurutku. Selalu bersinar bagi siapapun yang ada didekatmu. Kau tahu, kaulah bintang bagiku. Kau selalu membuatku merasa nyaman dan selalu senang.” Muka Inoo memerah ketika mengucapkan pernyataan itu semua. Aku masih belum mengerti apa yang dikatakannya, namun hatiku berkata, saatnyalah aku harus mengutarakan perasaanku.

Diam, keheningan membelengku di dalam kami berdua. Tak ada yang mau membuka suara setelah mendengar pernyataan Inoo tersebut.

“Inoo-chan…” aku siap mengutarakannya. Aku sudah tak sanggup menahan gejolaknya.

“Ya?”

Daisuki desu…” aku langsung memeluknya. Menyembunyikan rona merah diwajahku. Sementara, Inoo hanya diam. Sepertinya dia kaget mendengar itu. Tiba-tiba, suara tangis terdengar dari Inoo. Aku langsung melepaskan pelukanku.

“Apa ada, Inoo­-chan?” tanyaku khawatir. Dia menggeleng dan menghapus airmatanya. Baru kali ini aku melihat Inoo menangis.

“Aku hanya tidak menyangka kau mengucapkan itu padaku.” Dia memelukku, “Boku  mo… Hikaru…”

Dia menerimaku? Ini bukan mimpi kan? Ini nyata, benar kan?

After this, we will

Dedicate ourselves to you everlastingly

 

 

Aku membalas memeluknya, “Inoo, arigato.” Dia membalas dengan anggukan. Aku melepaskan pelukannya. Menatap matanya yang sudah sekian lama menghantuiku. Membelengguku dari rasa yang menyiksa batinku. Namun, sekarang dia sudah menjadi milikku. Akan kujaga Inoo untuk selamanya. Menjadi bintang terang baginya.

 

I see the light.

It’s shining in your eyes.

Now, on the stage, the ground is covered with sparkles

And here tonight, I’ll sing this song for you.

For you only, my love will be put in a song

Always giving to you

Thank you…

“Hikka, otanjoobi omedeto. Gomen, aku tak bisa memberimu hadiah. Sama seperti tahun lalu.” katanya yang menyadarkanku dari lamunan.

“Tidak apa. Asalkan bersamaku, aku sudah senang.”

“Tidak bisa. Aku harus memberimu hadiah.”

“Tidak perlu. Bukankah kau sudah menjadi milikku yang merupakan hadiah untukku?”

“Itu berbeda. Seharusnya lebih spesial lagi.” Dia berpikir, “Ah, sebagai gantinya, aku akan memberimu ini.” Inoo merapatkan tubuhnya ke tubuhku. Dia… dia menciumku….  aku sangat terkejut. Tetapi, aku sangat senang.  Aku membalas ciumannya.

Inoo, asalkan kau disini bersamaku, aku akan memberikan semua cintaku padamu. Dengan semua cara agar dapat melihat senyummu. Selalu dan selamanya.


 Normal POV

 

 

“Wah, Inoo-chan bahagia sekalinya.” ujar seseorang yang dijawab dengan anggukan yang lainnya.

“Yabu, apa kau tidak cemburu?” tanya yang lain, Daiki Arioka. Saat ini seluruh anggota Hey! Say! JUMP yang mengintip Hikaru dan Inoo dari jauh.

“Cemburu? Untuk apa? Aku malah sangat senang melihat mereka berdua sebahagia itu.” ucap Yabu sambil tersenyum.

“Ya ampun, kapan mereka selesai? Aku mual melihat kemesraan mereka.” ujar Chinen.

“Bilang saja kau ingin juga melakukannya bersama Yama-chan!”  kata Keito yang berhasil membuat Chinen merona merah. Sementara Yamada senyum sekilas.

“Sudah, jangan ribut. Nanti bisa-bisa kita ketahuan oleh mereka. Itu bahaya!” Yuto menenangkan. Mereka pun kembali memfokuskan pandangan mereka kepada objek yang mereka tuju.

The End

ampuni saya.. ;;A;; ini pertama kalinya saya membuat FF Shonen-Ai. benar-benar membuat saya sesak..

ampun, gak mau buat lagi yang begini. ;A; FF ini pernah di post di FB saya Desember 2011, lalu saya repost kesini karena ada yang minta dan ada perubahan sedikit dimana-mana. :>

kutuk aja saya karena buat chara di FF ini begitu nista, kutuk saja saya ;A; *penyesalan yang mendalam*

akhir kata, makasih udah dibaca ya~ :3

Save

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s