[Oneshot] My Heart Belongs

Tittle: My Heart Belong’s [Oneshoot]

Type: Oneshoot
Genre: Romance as usual
Rating: PG-13
Starring : Miharu Sato (OC), Inoo Kei (HSJ), Suzuki Saifu(OC), Daiki Arioka (HSJ), Mikako Sato(OC), dan beberapa peran pendukung
Disclaimer: Dedicated to Silvia Inoo for her birthday,hope you like it, hope you love itu. However I know your love just for Inoo Kei, your husband in future ~ … =))
 
My Heart Belongs
Inoo Kei melangkahkan kakinya menuju sebuah ruang perpustakaan di kampusnya. Pemuda berusia 22 tahun itu,melirik kesekeliling .Masih terlalu pagi dan terlalu sepi, hanya ada beberapa mahasiswa yang berlalu lalang dengan wajah ngantuk dan setumpuk tugas yang dibawa dengan kedua belah tangan.
 
“Ah~…sepi sekali..”, gumam pemuda itu sambil duduk disalah satu bangku perpustakaan yang dekat dengan jendela, selama beberapa menit pemuda itu sibuk melihat langit pagi yang nampak cerah.
 
“Aww…”, dan ‘BRUKKK’ , terdengar beriringan keluar dari mulut seorang gadis diikuti buku-buku yang berjatuhan.
 
Seketika itu Inoo menoleh, mencoba mencari sumber suara yang ternyata berasal dari seorang gadis yang tengah memunguti buku-buku yang tidak sengaja dijatuhkannya. Tanpa berfikir, Inoo bangkit dari bangkunya dan menghampiri gadis itu. Berjongkok, membantu gadis itu membereskan buku yang dijatuhkannya.
 
“Maaf..”, ucap gadis dengan rambut sebahu dan kacamata hitam yang nampak manis dikenakannya.
 
“Daijobu…”, Inoo bisa melihat nama gadis itu dari nametag yang dipakainya tertulis, Sato Miharu . “Kau petugas perpustakaan?”,tanya Inoo dengan wajah seramah mungkin.
 
Gadis itu malah menunduk sambil memeluk erat buku yang ada ditangannya, lalu mengangguk, “A-aku..ba-baik baik saja ..”, kata si gadis agak terdengar gugup.
 
“Sou ka ..”, Inoo mengangguk, “Lain kali, hati-hati ya ..”,kata Inoo lalu kembali duduk dibangkunya. Begitu juga dengan gadis bernama Miharu yang langsung membereskan buku-buku yang tadi dijatuhkannya.Lalu kembali duduk dibangku resepsionis perpustakaan.
 
Inoo sedari tadi memang duduk dengan sebuah buku dihadapannya yang terbuka lebar untuk dibaca, tapi kenyataannya.Pemuda itu malah melirik curi-curi pandang pada gadis yang duduk tenang sambil membaca sebuah buku.
 
Inoo Kei, selalu percaya dengan cinta pada pandangan pertama.Baginya hal itu tidak mustahil terjadi, seperti dirinya sekarang . Yang entah kenapa tak bisa lepas dari gadis yang bahkan baru dikenalnya-ralat, baru ditemuinya hari ini.
 
Tanpa sadar menit demi menit, jam berganti jam . Inoo Kei tetap berada di perpustakaan tanpa bosan.Matanya masih lirik curi-curi pandang pada gadis yang tak pernah nampak bosan dengan buku yang dibacanya.Kadang, Inoo harus memalingkan wajahnya dengan cepat saat gadis itu sadar bahwa ia sedang diperhatikan. Kalau sudah begitu, gadis itu akan menunduk lebih dalam dan menyembunyikan wajahnya.
 
“Kei~!! Kucari kemana-mana ngapain kau disini?? Sudah sore gini ..”, Yabu Kouta masuk kedalam perpustakaan dengan kelewat ceria. Membuat beberapa orang yang nampak tidak suka dengan suara berisik menatapnya.”Baca apa kau? “,Yabu duduk disamping bangku Inoo sambil mengeluarkan keitainya dan memasang headphone dikupingnya.
 
“Gak papa ..aku hanya sedang ingin disini, kenapa? “,tanya Inoo lalu sekilas menatap gadis bernama Miharu, yang tengah beranjak dari bangkunya digantikan oleh seseorang penjaga perpustakaan lainnya yang memang sudah shift-nya.
 
Dengan terburu-buru, Inoo membereskan bukunya meninggalkan Yabu yang tengah asik dengan tugasnya.
 
“He-Heii!! Inoo mau kemana?”, tanya Yabu sedikit berteriak pada Inoo yang berjalan sedikit terburu-buru tanpa menoleh.
 
“Sttttt—!!”, penjaga perpustakaan yang nampak tua itu melotot kearah Yabu yang hanya bisa nyengir tanpa dosa lalu memilih diam dan melanjutkan tugasnya.
 
 
 
 
“Ehh? Kenapa tiba-tiba turun hujan? “, keluh Miharu sambil menatap kearah langit sambil cemberut. Dia tidak bawa payung hari ini,lagipula dia hanya baito jadi petugas perpustakaan selama libur sekolahnya. Terpaksa gadis itu menunggu sambil berdiri ,berharap hujan segera reda agar dia bisa pulang.
 
“Ah…”, Miharu melepas kacamatanya yang berembun karena udara agak dingin saat hujan. Dengan sapu tangannya, gadis itu menggosok embun yang ada di kacamatanya lalu kembali memakainya.
 
“Silahkan kalau kau ingin pakai..”
 
Suara dibelakangnya ,sontak membuat Miharu menoleh. Mendapati laki-laki yang tadi pagi ditemuinya itu dengan sebuah payung berwarna biru gelap yang sudah terbuka.
 
“Kau ingin ke stasiun?”,tanya Inoo lagi,dan hanya dijawab anggukan oleh gadis yang nampak canggung itu.
 
“Aku juga akan kesana, bagaimana kalau bersama? “,tawar Inoo ramah,berharap gadis itu mengiyakan tawarannya.
 
“Ti-tidak usah…”, jawab gadis itu sambil menggeleng dan menunduk. “Aku..baik-baik saja ..”
 
“Tidak apa-apa kok..lagipula, aku juga akan ke stasiun . Aku tidak akan melukaimu atau apapun kok ..hanya ke stasiun bersama, tidak ada salahnya kan? ”
 
“Tidak perlu..aku sungguh tidak apa-apa..”,tolak Miharulagi.
 
“Kalau begitu..aku akan menemanimu menunggu hujan reda”
 
“Ehh?”
 
“Sudah agak sore ,dan bahaya gadis sepertimu jalan sendirian”, jelas Inoo, “Tidak apa kan?”
 
“Tapi…”
 
“Kau kuliah?”,tanya Inoo mencoba membuat gadis itu mengeluh.Gadis itu hanya menggeleng sambil menatap genangan air .
 
“Eh? Kenapa?”,tanya Inoo lagi penasaran.
 
“Karena aku masih SMA ..”,jawab gadis itu singkat.
 
“EH??!!”,Inoo menatap gadis dihadapannya itu kaget,lalu tertawa” Ahhaha, sudah kukira .Wajahmu terlihat terlalu muda untuk jadi mahasiswi. Kau kelas berapa? Baito?”
 
“Kelas 3 SMA, dan iya aku sedang baito ..”, kata gadis itu lagi singkat. Miharu tidak terlalu terbiasa dengan laki-laki sejak dulu.Gadis itu menganggap laki-laki itu makhluk jahat yang suka menyakiti perempuan.Terbukti dengan orang tuanya yang bercerai karena Ayahnya itu suka memukul atau menyakiti Ibu, dirinya atau adik perempuannya yang masih kecil itu.
 
Itu kenapa, sebisa mungkin Miharu tidak ingin terlalu dekat dengan lelaki manapun. Dia sadar, nantinya dia pun harus menikah. Tapi, dia fikir sekarang ini dia belum menemukan laki-laki yang tepat untuknya walau lumayan banyak teman lelaki satu sekolahnya yang menginginkannya jadi pacarnya. Karena selain pintar ,gadis itu juga manis.
 
“Hujannya sudah reda …”,gumam Inoo sambil tersenyum kearah Miharu  yang hanya menganggukkan kepalanya.
 
“Kalau begitu terimakasih sudah menamaniku..”,kata Miharu,lalu jalan mendahului Inoo yang lalu terkekeh dan mengikuti gadis yang tidak menoleh sama sekali kearahnya itu.
 
Inoo semakin tertarik pada gadis yang terlihat menolak keberadaannya itu, tak biasanya. Padahal, mayoritas perempuan dikampusnya suka dengannya,dan selalu berusaha akrab dengannya. Tapi, gadis ini malah menunjukkan dia tidak ingin terlalu terlibat dengannya.
 
“Oneechan ~!!”
 
Miharu dan Inoo menoleh bersamaan,mendapati seorang gadis kelas 1 SMP yang mengenakan seragam sailornya itu.
 
“Mikako, kau baru pulang?”,tanya Miharu sambil menatap adiknya yang melirik kearah Inoo yang tersenyum.
 
“Neechan..dia pacarmu?”,tanya Mikako penasaran sambil tersenyum kearah Inoo yang berjalan mendekati dia dan kakaknya.
 
“Bukan ..”
 
“Inoo Kei desu..aku mahasiswa di tempat Kakak-mu kerja sambilan “,kata Inoo ramah.
 
“Mikako Sato desu..aku kelas 1 SMP , salam kenal “,kata Mikako sambil melemparkan senyum kearah Inoo.
 
“Ngapain sih kau?Ayo pulang..”,kata Miharu sambil masuk kedalam stasiun diikuti adiknya dan tentu saja Inoo.
 
“Inoo-san mau naik kereta juga?”,tanya Mikako.
 
“Ah iya ..aku mau pulang.Dan sepertinya kebetulan kita satu kereta “
 
“Sou..biasanya”Bisakan kau gsapa Inoo .
 
“Konnichiwa..”,Ibu tersenyum,”Teman kalian?”,tanyanya sambil menatap Miharu dan Mikako bergantian.
 
“Bukan..”,jawab Miharu.
 
“Ah..Aku Inoo Kei ..”,kata Inoo canggung ,dan bingung harus memperkenalkan dirinya sebagai siapa.
 
“Neechan ini bagaimana.. Dia kan temanmu..”,kata Mikako.
 
“Sudahlah..keretanya datang”,kata Miharu lalu masuk kedalam kereta, mencari tempat duduk kosong.
 
“Bagaimana kalau kau kerumah kami? Ikut makan malam bersama ya ..hanya kare sih, tapi kalau kau mau datanglah..”,kata Ibu yang duduk disamping Inoo didalam kereta. Miharu yang duduk tak jauh mereka hanya mendumal dalam hati .
 
 
“Terimakasih atas makanannya ..enak sekali..”, kata Inoo sambil tersenyum.Setelah makan malam, Ibu dan Mikako mengobrol dengan Inoo dimeja makan.Sedangkan Miharu menatap kesal pada Inoo dan berharap cowo itu cepat pergi saja.
 
“Kenapa kau tak pulang?”,tanya Miharu sambil menopang kepalanya dan menatap Inoo.
 
“Miharu itu tidak sopan..”,kata Ibu sambil menatap Miharu yang nampak tidak peduli.
 
“Pulanglah sudah malam ..”,kata Miharu, kini dengan nada suara yang lebih bersahabat.
 
“Besok hari minggu gimana kalau kita pergi bersama?Aku janji akan pulang kalau kau bilang ‘iya’ “, kata Inoo.
 
“Apa-apaan kau ? Pulanglah ..”
 
“Tidak apa kan Miharu? Kau kan selalu sibuk baito dan sekolah..sesekali mainlah”, kata Ibu.
 
“Tapi bu..besok aku ada baito ..”, elak Miharu, berusaha mencari alasan.
 
“Aku akan menunggumu sampai baito-mu selesai kalau begitu ..”,kata Inoo,”Nah kalau begitu aku pulang..”
 
“Miharu antar Inoo-kun sampai depan yah..”,kata Ibu lalu membereskan piring di meja.Sedangkan Miharu dan Inoo saling tatap.
 
“Baiklah..baiklah tuan pemaksa ..”,kata Miharu jengkel. Baru kenal sehari dengan pemuda ini saja,sudah cukup membuatnya sakit kepala.
 
“Terimakasih makan malamnya..dan ..aku gak bermaksud jahat.Hanya..ingin berteman denganmu.Apa itu tidak boleh?”,tanya Inoo saat dia dan Miharu sudah ada didepan rumah Miharu.
 
Miharu menghela nafas,”Baiklah..hanya berteman dan jangan macam-macam”,kata Miharu lalu berbalik masuk kerumahnya.
 
“Miharu-chan..oyasumii ..”,kata Inoo sambil tersenyum.Senyum termanis yang biasanya membuat perempuan disekitarnya merasa ingin pingsan, tapi Miharu hanya menjawab dengan gumamaman tanpa menoleh dan menghilang dibalik pintu rumahnya.
 
“Cewek menarik ..”, gumam Inoo sambil tersenyum.
 
—————————————————————————
 
“Mi-chan , siapa laki-laki yang daritadi menatapmu itu?”, bisik Saifu sambil menatap Miharu yang hanya duduk disamping gadis itu. Suasana di cafee lumayan ramai hari ini, tapi kedua gadis itu memang bertugas dikasir sehingga tidak terlalu repot.
 
“Bukan siapa-siapa..”
 
“Uso~ .. Dia kayaknya suka sama kamu. Tampan juga ..aku jadi naksir ehehe..”
 
“Kalau saja kurekam omonganmu tadi, aku akan serahkan ke Daiki rekamannya ..”,cibir Miharu .
 
“Heee~ ! Jahat .. Eh, ngomong-ngomong habis ini mau kemana? Jalan-jalan yuk..”,ajak Saifu.
 
“Kemana?”
 
“Gatau ~ … “,jawab Saifu.
 
“Saifu~ bantu disini “, seru Manager cafe yang memanggil Saifu.
 
“Aku kesana dulu..”, seru Saifu lalu beranjak menghampiri tamu cafe mereka yang baru datang.
 
 
 
“Mi-chan..jadi jalan kan?”,tanya Saifu yang sudah selesai ganti baju karena shift-nya sudah selesai hari ini. Miharu yang ada disampingnya juga sudah selesai berganti baju.
 
“Asal tidak ketempat yang menghabiskan uang. Gamasalah..”,kata Miharu yang berjalan beriringan bersama Saifu keluar cafee.
 
“Ahahahaha…aku tau kok, aku juga kan gamau buang-buang uang yang sudah susah payah kukumpulkan.Aku dan Daichan,rencananya mau jalan-jalan bersama minggu depan.Mungkin ke Onsen ..”
 
“Keluar kota?”,tanya Miharu sambil mengeryitkan dahinya.
 
“Iyah..”
 
“Miharu!!”
 
“Yaampun…dia masih disini?”,keluh Miharu sambil menatap Inoo yang berjalan menghampirinya.
 
“Tuh kan, dia pacarmu..kau bohong “, kata Saifu sedikit berbisik sambil menyenggol lengan Miharu.
 
“Ah~ temanmu ya? Inoo Kei desu ..”
 
“Suzuki Saifu desu..aku teman sekolah Miharu. Kau.. SMA?”,tanya Saifu.
 
“Ah~ bukan.. Aku mahasiswa di Meiji Daigaku. Semester akhir jurusan arsitektur  ..salam kenal “
 
“Sugoii ~ Miharu kau dapat pacar yang keren ..”,puji Saifu.
 
“Jadi maksudmu aku gak keren? “
 
Saifu ,Miharu,dan Inoo menoleh mendapati lelaki dengan rambut di cat coklat yang nampak sangat imut itu.
 
“Daichan~! Kau telat menjemputku ..”, rajuk Saifu sambil menghampiri Daiki Arioka, dan menyambut genggaman tangan pacarnya itu. “Dia ini,pacar Miharu .Namanya Inoo Kei-san “
 
“Inoo Kei desu~”
 
“Daiki Arioka desu.. Aku pacar Saifu “, Daiki tersenyum.
 
“Dia juga sudah kuliah ..jurusan Desain interior , semester akhir ..”, tambah Saifu, “mungkin kalian akan cocok”
 
“Jadi kita mau kemana?”,tanya Miharu yang sedari tadi nampak diabaikan.
 
“Gimana kalau double date?”,usul Daiki, “Gapapa kan? “
 
“Jangan bercanda ..dia bukan pacarku ..”, tolak Miharu.
 
“Tapi,aku gakeberatan jadi partner-mu di double date ini..”
 
“Sudahlah Miharu..ayo pergi..”,kata Saifu akhirnya dan jalan didepan Miharu dan Inoo sambil bergandengan tangan, sambil sesekali tertawa.
 
“Gimana kalau kita pegangan tangan?”,usul Inoo.
 
“Jangan membual…”,kata Miharu lalu naik kedalam bus diikuti Inoo. Didalam bus, Saifu dan Daiki tentu saja duduk bersama, sedangkan Miharu mau-tak-mau harus duduk bersama Inoo yang sejak tadi berusaha mengajaknya bicara. Tapi,gadis itu hanya menanggapi dengan gumaman tak jelas atau sesekali menatap Inoo malas kalau dia tak ingin menjawab pertanyaan pemuda itu.
 
“Kenapa kita ke taman bermain?”,keluh Miharu .
 
“Kalau ke game center .. Daichan bakal keasikan sendiri habisnya..lagipula gpp kan? Walau agak ramai ..”, kata Saifu ,”Nah ,ayo beli tiket ..”,ajak Saifu yang sudah berjalan lebih dulu dengan semangatnya disusul Daiki yang tersenyum melihat tingkah Saifu.
 
“Kau tidak suka kesini?”,tanya Inoo sambil mengeluarkan uangnya,”Biar kubayar tiket jatahmu..”
 
“Tidak perlu..”,kata Miharu sambil mengeluarkan uang.”Aku gaperlu kau bayari..”
 
“Mi-chan.. Bersikaplah lebih baik sama Inoo-kun .. Kita pisah ya , nikmati waktu kalian berdua..”,kata Saifu sambil tersenyum.
 
“Arigatou Saifu-chan…”,kata Inoo.
 
“Ah!! Iya…Inoo-kun”, Saifu sedikit berjinjit untuk membisikkan sesuatu dikuping Inoo yang kemudian tersenyum.
 
“Baiklah, terimakasih..”,kata Inoo tersenyum.
 
“Kau bilang apa padanya?”,tanya Daiki sambil menggenggam erat tangan Saifu yang hanya nyengir.
 
“Rahasia… Aku ingin naik roller coaster~!!”, seru Saifu bersemangat sambil berlari menarik tangan Daiki.
 
“Kau ingin naik wahana apa?”,tanya Inoo, berharap dalam hati gadis itu tidak ingin naik roler coaster atau masuk kerumah hantu.
 
“Tidak kemana-mana .. Aku gak mood “, jawab Miharu.
 
“Loh?”
 
“Aku mau makan ..ikut atau tidak terserah kau..”,kata Miharu sambil berjalan ke sebuah kedai burger diikuti Inoo, setelah membeli 2 buah burger dan 2 botol air mineral mereka duduk disalah satu bangku yang kosong.
 
“Kenapa kau tidak ingin bermain?”,tanya Inoo sambil memakan burgernya.
 
“Hanya tidak ingin..”
 
“Lalu kenapa kau ikut?”
 
“Karena Saifu memintaku ikut ..”
 
“Kenapa kau menurut?”
 
“Karena .. Aku mau kau diam saja, jadi makanlah dengan tenang tanpa banyak bertanya . Okey?”
 
“Gimana kalau kita naik biang lala?”, usul Inoo setelah selesai dengan burgernya.
 
“Gak tertarik..”,jawab Miharu singkat.
 
“Ahhh~ ayolah.. Uang yang kau keluarkan akan sia-sia kalau kau tidak naik wahana apapun ..”, Inoo bangkit dan menarik Miharu ke antrian biang lala. Tak sampai 15 menit sampai akhirnya mereka bisa naik di bianglala.
 
“Wahh..bagus sekali pemandangannya..”,seru Inoo sambil menatap langit yang semakin pekat. Tapi lampu-lampu dari kota membuat pemandangan jadi indah.
 
Miharu hanya diam,sebenarnya daritadi dia merasa kepalanya pusing .Malah, matanya nampak berkunang-kunang sekarang.Maka dari itu dia memilih hanya diam,tanpa banyak bergerak.
 
“Kau baik-baik saja?”,tanya Inoo sambil memandang wajah Miharu yang menunduk khawatir,”Kau pucat Mi-chan..”,
 
“Aku baik-baik saja …”
 
Tiba-tiba , Inoo dan Miharu merasa bianglala yang mereka naiki berguncang. Seketika itu juga, biang lala itu nampak berhenti saat mereka tepat berada dipuncak.
 
“Ehh? Mati? Usoo!!”,seru Inoo panik sambil menatap Miharu, yang akan jatuh kalau saja Inoo tidak menangkap tubuh gadis itu.
 
“Astaga..kau demam?”, seru Inoo panik sambil menatap wajah lemas Miharu.Beberapa hari ini Miharu memang memaksakan dirinya untuk terus baito, tak heran kalau dia sampai sakit begini.
 
“Yaampun…”,Inoo menyentuh dahi Miharu yang panas, dengan cepat Inoo membuka syalnya dan memakaikannya dileher gadis yang kini ada dalam dekapannya.
 
“Bertahanlah..”,gumam Inoo, “Aduh sial..kenapa bianglalanya belum jalan juga?”,keluh Inoo.
 
“Aku baik-baik saja..”,gumam Miharu dengan suara lemah.
 
Drttttt—- . Miharu merasa keitai yang ada disaku jaketnya itu bergetar.
 
“Biar aku yang angkat..”, kata Inoo sambil mengambil alih keitai Miharu dan menjawab telpin dari Saifu itu.
 
“Moshi-moshi..ini Inoo, iya kami di bianglala. Eh? Baiklah..suruh mereka segera memperbaikinya, Miharu demam disini .Okey “, kata Inoo lalu memutus sambungan telfonnya.
 
“Tunggu sebentar lagi, mereka sedang membetulkan biang lalalnya..bertahanlah..”,kata Inoo sambil memeluk erat tubuh Miharu. Gadis itu sebenarnya ingin menolak pelukan Inoo, tapi entah kenapa rasanya perasaan pemuda itu terasa dengan jelas lewat pelukan penuh proteksinya dan suara penuh khawatir yang tak berbohong itu.
 
“Arigatou…”, hanya itu yang terfikirkan dibenak gadis itu .Perlahan matanya terpejam, yang bisa dilihatnya terakhir kali sebelum menutup matanya adalah wajah tersenyum Inoo yang begitu lembut.
 
“Tidurlah..”, gumam Inoo lembut, tangannya mengusap lembut kepala gadis itu. Sementara bibirnya, mencium kening gadis yang sudah tertidur itu.
 
 
—————————————————————————-
 
Mengerjapkan mata, Miharu menatap kesekeliling ruangan yang sudah dia kenal sebagai kamarnya. Sinar matahari pagi, sekan menusuknya dan menyuruhnya untuk bangun.
 
“Uhmm…”,gumamnya sambil menyentuh kompres dikepalanya.
 
“Sudah bangun?”,Ibu masuk dengan membawa bubur dan segelas air mineral juga obat penurun demam,”Ibu sudah katakan agar kau tidak terlalu lelah kan? Lihat sekarang kau sampai tumbang…kau harus istirahat, dan mau Ibu suapi sarapanmu?”,tanya Ibu.
 
“Tidak..tidak perlu..”
 
“Kau pingsan saat naik bianglalal bersama Inoo-kun,kemarin dia ,Saifu, dan Daiki mengantarmu kemari. Wajah Inoo sangat khawatir .. Ibu rasa dia lelaki baik “, kata Ibu sambil tersenyum.
 
Tanpa sadar wajah Miharu memerah, “Ibu…”
 
“Ibu yakin dia tidak seperti ayahmu.. Mulai sekarang lebih terbukalah pada laki-laki..”,kata Ibu sambil tersenyum lalu meinggalkan kamar Miharu.
 
DRRTTTT—
 
Miharu menoleh menatap keitainya yang ada disamping bantalnya,membukanya dan mendapati sebuah e-mail dari Inoo Kei.’Sejak kapan dia punya alamat e-mail-ku?’,pikir gadis itu .
 
From: Inoo Kei
Subject: (no subject)
 
Ohayou~ bagaimana keadaanmu? Sudah lebih baik? Jangan paksakan dirimu lagi dan jangan sampai tumbang .
 
 
P.S. Suki da ..
 
 
Wajah Miharu seketika memerah membaca e-mail singkat dari Inoo itu, dan entah kenapa dadanya terasa bekerja lebih cepar dari biasanya.
 
“Baka…”,gumam Miharu sambil tersenyum memandang e-mail itu.
 
 
 
A month later ~
 
 
“Miharu~ shiftmu habis seperti biasa kan? “, Inoo Kei menopang dagunya menatap Miharu yang sibuk dibalik kasir cafee tempat dia baito sepulang sekolah. Inoo Kei , hampir setiap hari ke cafee itu untuk menjemput Miharu.
 
“Iyah..kau gaperlu ke cafee ini tiap hari.Aku bisa jaga diriku sendiri ..lagipula, memangnya kau sekaya itu sampai-sampai tiap hari kemari “, kata Miharu sambil menghitung total pesanan Inoo, “1 buah cheesecake, 1 buah tiramisu cake  dan 1 es kopi … 4500 yen”, kata Miharu.
 
Inoo mengeluarkan selembar 10000 yen dan memberikannya pada Miharu yang memberikan Inoo kembaliannya.
 
“Hei.. Tiramisunya tertinggal..”, kata Miharu saat Inoo berjalan kesebuah meja kosong di cafee itu.
 
“Itu untukmu,makanlah…”,kata Inoo sambil tersenyum .
 
“Baka…”, kata Miharu sambil menatap cake itu. Dan tanpa sadar gadis itu pun tersenyum, dadanya kembali berdetak lebih cepat dari biasanya.
 
 
“Mi-chan..kau ingin ambil jurusan apa saat kuliah nanti?”,tanya Inoo yang berjalan beriringan dengan Miharu.Seperti biasa Inoo mengantar Miharu pulang setelah baito.
 
“Hmmm…mungkin sastra jepang?”
 
“Sou..itu bagus..”, Inoo mengangguk-angguk.
 
“Tadaima~ ..”, seru Miharu sambil masuk kedalam rumahnya, terkaget dengan kondisi rumahnya yang agak berantkan juga isak tangis yang terdengar dari ruang tamu rumahnya. Tanpa berfikir, gadis itu diikuti Inoo dibelakangnya keruang tamu rumahnya.
 
“O-ka-e-ri~ .. Anakku, lama tak bertemu ..”
 
“KAU!!!”, seru Miharu dengan segala amarah yang sudah tertahan selama ini.
 
“Kenapa reaksimu begitu melihat ayahmu sendiri? Dasar anak sial ~!! “, seru Ayah sambil menatap Miharu. Laki-laki dengan tampang acak-acakan yang nampak tak terurus itu. Bau alkohol tercium menyengat dari mulut lelaki itu.
 
“Ibu, Mikako kalian tidak apa-apa??”,tanya Miharu sambil menghampiri Mikako yang memeluk Ibunya sambil tersenyum.Di wajah Ibu terlihat bekas lebam habis dipukul.
 
“KAU!! Beraninya memukul Ibuku…!”, seru Miharu marah. Sedangkan Inoo, dengan gerakan perlahan membawa Ibu dan Mikako kedekatnya .
 
“Miharu..dia nampak mabuk”, bisik Inoo sambil sesekali menatap Ayah.
 
“Kenapa kau gak mati saja ?”, kata Miharu sambil menatap Ayahnya.
 
“Apa kau bilang!!Anak tak tau diri!!”, Ayah Miharu sudah akan menampar Miharu kalau saja Inoo tidak menahan tangan Ayah Miharu yang sedikit lagi menyentuh wajah Miharu,menamparnya.
 
“Jangan memukulnya..”, seru Inoo .
 
“Siapa kau? Pacarnya?Hahahahahahaha…”, dengan sekali dorongan Ayah berhasil mendorong Inoo dan membuat pemuda itu terjatuh.
 
“Kurang ajar!!”, seru Miharu sambil menerjang tubuh kurus Ayahnya dan berusaha memukul Ayah-nya itu. Dengan marah Miharu memukul wajah Ayahnya itu.
 
“MIHARU!!”, seru Inoo sambil berusaha menarik tubuh Miharu yang masih memukuli Ayahnya yang mabuk itu.
 
“Pergi kau!! Pergi!! Kau bukan ayahku!!”, seru Miharu marah dengan air mata berlinangan ,”Ayahku bukan setan macam kau yang tega memukuli-ku , Ibu dan Mikako!!”,jerit Miharu.
 
“Anak sial…”, Ayah bangkit sambil menatap Inoo yang memeluk Miharu yang menangis dalam pelukannya.Entah setan apa yang merasukinya, Ayah mengeluarkan pisau kecil yang ada di kantungnya.
 
“MATI KAU ANAK SIALAN!!”, seru Ayah sambil hendak menerjang Miharu, tapi Inoo dengan cepat melindungi Miharu dengan tubuhnya.
 
“AKHH—“
 
“INOO!!”, Miharu menatap Inoo yang terjatuh dengan punggung tertusuk pisau.
 
“KAU!!”, Miharu menatap Ayahnya yang lalu kabur .
 
“IBU!! Panggil ambulance !! “,seru Miharu panik,”Mikako panggil polisi!! Tankap lelaki sial itu”
 
Ibu dan Mikako segera melakukan apa yang diperintahkan Miharu .
 
“Inoo..kau tidak apa-apa?”, rasa khawatir dan takut menyelimuti gadis itu. Darah yang keluar dari tubuh lelaki itu sangat banyak.
 
“Kau tidak apa-apa?”,tanya Inoo lemah.
 
“Ngomong apa kau!! Harusnya aku yang bertanya begitu…”,seru Miharu sambil memeluk tubuh Inoo sambil menangis.
 
“Yokatta… Aku senang kau tidak apa-apa .”, Inoo tersenyum ,dengan kekuatan yang tersisa membalas pelukan Miharu yang menopang tubuhnya itu.”Aku menyukaimu …Miharu..setidaknya..kalau..aku mati sekarang, aku sudah mengatakannya…aku menyukaimu…”
 
“JANGAN BICARA LAGI!!”,seri Miharu, “Kau takkan mati…ambulance akan segera datang,dan kau akan baik-baik saja ..aku janji”,seru Miharu, pelukannya semakin erat ditubuh kurus pemuda itu, “Bertahanlah…”
 
“Aku menyuka..imu…Mi..haru..”,kata Inoo terbata-bata, dengan nafas yang tersenggal-senggal.
 
“Aku juga menyukaimu! Bertahanlah…”
 
“Aku ingin mendengarnya lagi…tolong katakan lagi…”,gumam Inoo dengan mata terpejam dan bibir tersenyum.
 
“Inoo Kei aku menyukaimu…”, kata Miharu dengan air mata berlinang.
 
“Yo-katta….aku senang ..”
 
“Bertahanlah ….”,isak Miharu sambil memeluk erat tubuh Inoo .
 
————————————————————————
 
 
Inoo Kei membuka matanya, menatap kesekeliling ruangan putih.Punggungnya terasa sakit, jarum infus tertancap dilengannya juga pakaian rumah sakit yang dikenakannya sudah cukup menjelaskan dimana dia sekarang.
 
“Eh?”
 
Inoo menatap Miharu yang tertidur di sisi ranjangnya sambil menggenggam tangannya erat. Tersenyum,pemuda itu duduk dikasur rawatnya, sebelah tangannya yang bebas digunakannya untuk mengelus lembut rambut hitam panjang gadis yang masih tertidur itu.
 
“Uhmmm….”
 
“Ohayou~ …”, Inoo tersenyum sambil menatap Miharu yang baru saja terbangun.
 
“INOO!!”, seru Miharu kaget saat terbangun dan mendapati Inoo sudah siuman setelah 2 hari koma.Inoo mengeluarkan banyak darah sehingga harus diberikan transfusi darah,Stock golongan darah Inoo kosong saat pemuda itu masuk kerumah sakit. Namun, Miharu meminta darahnya ditransfusikan untuk Inoo. Miharu tidak tau, apa darahnya sama dengan golongan darah Inoo. Setelah memeriksan golongan darahnya yang ternyata cocok, transfusi darah segera dilakukan dan nyawa Inoo selamat berkat itu.
 
“Aku khawatir sekali…”, kata Miharu yang kini sudah berlinang air mata.
 
“Daijobu da yo~ … “, Inoo memeluk Miharu yang balas memeluknya.
 
“Aww!!”, seru Inoo saat Miharu menyentuh bekas luka tertusuknya yang masih terasa nyeri itu.
 
“Gomen…”
 
“Daijobu~ ..”,kata Inoo sambil meringis ,”Yang terpenting ..aku masih bisa melihatmu..”,kata Inoo sambil tersenyum.
 
“Jangan bertindak bodoh lagi dengan melindungiku .. “
 
“Kalau aku tidak begitu..kau yang akan tertusuk, dan aku tidak mau itu terjadi..”
 
“Kenapa?”,tanya Miharu sambil menatap wajah Inoo.
 
“Bukankah sudah kukatan? Kalau aku menyukaimu…”,Inoo menatap Miharu .”Miharu… Kalau aku memintamu jadi kekasihku…apa kau mau?Aku memang tidak terlalu kuat untuk melindungimu tapi…”
 
Kata-kata Inoo terputus saat Miharu memeluk Inoo dengan erat sambil menangis dipundak pemuda itu. Tanpa kata-kata lagi, Inoo tersenyum . Dia tau perasaannya kini sudah tersampaikan.
 
“Aku yang akan menjagamu..”, lirih Miharu,”Tidak peduli apapun… Aku menyukaimu juga Inoo ..”
 
“Yokatta…aku senang mendengarnya. Lalu, aku mau kau memanggilku ‘Kei ‘ ..”,pinta Inoo.
 
“Eh..itu…”, wajah Miharu seketika memarah.
 
“Panggil namaku…”, pinta Inoo lagi sambil menatap wajah Miharu yang memerah.
 
“Ke…Kei …”, panggil Miharu malu-malu, disambut senyum termanis yang bisa diberikan Inoo saat ini. Juga tangannya yang merengkuh gadis dihadapannya kedalam pelukan.
 
“Suki da..”, gumam Inoo sambil mencium puncuk kepala gadis yang ada didalam pelukannya itu.
 
“Watashi moo… Kei no koto ga suki da…”
 
Miharu tersenyum, berjanji dalam dirinya akan terus mencintai pemuda yang kini memeluknya dengan penuh perlindungan .Satu-satunya pria yang dapat membuat hatinya tergerak itu.
 
“Inoo Kei suki da ~ ….” , Miharu tersenyum kearah Inoo yang tersenyum padanya. Senyum termanis yang hanya diberikannya untuk pemuda itu.
 
 
~FIN~
 
Special puruzento buat bebep Silvia ~ Happy Basuday~ !!! Kuharap kau menyukai ff abal ini =* . Happy birthday ^^)/ Saifu deshita ❤ 
Advertisements

One thought on “[Oneshot] My Heart Belongs

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s