[Oneshot] Back In Time

Title        : Back In  In Time [Oneshot]

Type          : Oneshoot
Author    : Fukuzawa Saya
Genre        : Time Traveller, Fantasy
Ratting    : PG-13
Fandom    : JE, HSJ
Starring    : Suzuki Saifu (OC) ,Yamada Ryousuke (HSJ) ,and another member HSJ and OC :3
Minna please take aa seat and make yourself enjoy when you read this fict .and please leave some comment :*


 ~ BACK IN TIME ~
 
Tokyo , 2012 . 11:52 am
 
 
 


 
“Yama-chan !”
 
 
 
Teriakkan dari seorang Nakajima Yuto  membuat Yamada menoleh menatap temannya sejak kecil yang berlari terengah-engah menghampirinya . Hari ini memang hari minggu tapi mereka berdua ada latihan untuk konsert mereka .
 
 
 
Siapa yang tidak tau Yamada Ryosuke?  Salah satu member paling terkenal dari boyband Hey! Say !JUMP yang sudah terkenal diJepang dan berbagai negara luar.
Terkenal ,tampan dan punya talenta .. Siapa yang tidak tertarik ?
 
 
 
“Kenapa kau ?”,tanya Yamada .
 
 
 
” Koree..” ,Yutoo menyodorkan sebuah gelang dari batu berwarna pink biru yang ada ditelapak tangannya.
 
 
“Ehh?! Gelangku? Dimana kau menemukannya? ” ,tanya Yamada panik sambil mengambil alih gelang itu dari telapak tangan Yuto
 
 
 
“Yokattaa..ini tidak hilang .Terimakasih..”
 
 
 
Yuto tersenyum,”Sepertinya kemarin jatuh dikamarku saat kau kerumahku kemarin.Lagipula kau panik sekali saat menelponku kemarin malam , memangnya itu gelang dari siapa? “
 
 
 
Yamada memerhatikan gelang itu ,”Maa~ aku tak tau . Tapi rasanya gelang ini berharga sekali… Aku bahkan takingat gelang ini sejak kapan ada bersamaku..hmm rasanya ..saat dulu aku kecil,sewaktu dirumah sakit “
 
 
 
“Ohh..waktu kau operasi usus buntu itu Yama-chan? ” ,tanya Yuto sambil menekan tombol nomer 5 dilift
 
 
 
Yamada mengangguk,”Aku tak tau tapi sejak aku sadar gelang ini ada bersamaku..rasanya aku takmau ini jauh-jauh dariku ..”
 
 
 
“Apa gelang itu dari cinta pertamamu?”,tanya Yutoo.
 
 
 
“Eh? “,Yamada menggaruk garuk kepalanya yang takgatal.”Bagaimana menjelaskannya yaa… Aku hanya ingat dia …  ,ahh~ sudahlah..” ,Yamada keluar dari lift ,lalu diikuti Yutoo.
 
 
 
Tangan Yamada terus mengenggam erat gelang itu.
Ingatan Yamada terus berputar kemasa itu,berusaha mengingat tentang gelang yang kini dia genggam dengan erat.
 
 
 
 
Tokyo , 2003
 
 
 
 
“Yama-chan .. Semoga cepet sembuh yaa.” ,Yuto berdiri disisi ranjang Yamada yang terbaring sambil tersenyum . Disamping Yutoo ada Daikii ,Yuyaa,Inoo,Chinen dan teman-teman Yamada di J.Jexspress .
 
 
 
“Un..terimakasih..”, jawab Yamada sambil tersenyum ,walau dia takut karena minggu depan dia harus operasi usus buntu.Dan sekarang dia sedang dirawat karena demam.
 
 
 
“Yasudah yaa Yamachan,kami pergi dulu ..semoga cepet sembuh “,kata Daiki lalu pergi diikuti teman-temannya yang lain.Menyisakan Yamada seorang diri yang bosan karena takada teman,hanya bisa membaca buku dan menonton tv.
 
 
 
Lagipula,kemanasih Ibu? Pikirnya .
 
 
 
Yamada beranjak dari kasurnya kearah jendela,dia merapakatkan sweter yang melekat ditubuhnya ,bagi tubuhnya yang sedang deman cuaca secerah ini bahkan bisa terasa dingin.
 
 
 
Yamada hanya memerhatikan luar jendela sambil terdiam .
 
 
 
BRUKKKK
 
 
 
Suara itu sontak membuat Yamada menoleh,menatap seorang gadis manis yang rambutnya panjang berantakan terduduk dilantai sambil mengeluh kesakitan.
“Ahh…sakit sekali ..”,rengeknya . “Dimana ini?”,gadis itu melihat kesekeliling ruangan dan membulatkan matanya kagett menatap Yamada yang juga menatapnya .”E-EHH! Yabaiii! “, seru gadis itu panik .
 
 
 
Yamada merapatkan tubuhnya ditembok,berharap seseorang datang .
 
 
 
Gadis itu menatap Yamada ,berusaha mengendalikan dirinya,”Daijobuu Saifu..tenang,dia hanya anak kecil..tenang..”
 
 
 
“TOLONG~!!!!”,teriak Yamada dengan suara lemah . Buru-buru Saifu membekap mulut Yamada dan menatap Yamada.
 
 
 
“Kumohon tenang ..jangan berisik”
 
 
 
“Hmmm..lhepa…ss…”, gumam Yamada.
 
 
 
“Kulepas tapi jangan berisik kumohon aku tidak akan macam-macam”
Yamada mengangguk ,dia merasa gadis dihadapannya ini takkk berbahaya walaupun dia baru saja mengenal gadis ini.
 
 
“Nee, namaku Suzuki Saifu . Yoroshiku~ .. Kau?”
 
 
 
“Aku..Yamada ..Ryousuke “
 
 
 
 
Gadis bernama Saifu itu menjabat tangan Yamada dengan kedua tangannya,”Salam kenal yaaa … “
Yamada takpernah melihat senyum semanis yang dimiliki gadis dihadapannya ini .
 
 
Membuat dadanya berdetak lebih cepat dan wajahnya memerah ,apa ini yang dinamakan cinta? Pikir Yamada ,namun seketika palanya kembali pusing tubuhnya hampir saja tumbang kalau saja Saifu tak  menangkap tubuhnya .
 
 
 
 
“E-ehh..kau baik-baik saja? “,Saifu menggendong tubuh mungil Yamada
 
 
 
“Kepalaku pusing sekali..”,lirih Yamada digendongan Saifu.
 
 
 
Saifu tersenyum lembut lalu dengan hati-hati meletakkan tubuh Yamada dikasurnya ,”Daijobu…kau akan segera sembuh .”, gumam Saifu ambil menyelimuti tubuh Yamada .
 
 
 
 
“Saifu nee..kau mau kemana?”,tanya Yamada .
 
 
 
Saifu tersenyum lalu mengenggam tangan mungil Yamada,”Aku harus pergi .. nanti aku akan kembali.Aku janji…kita teman kan?”, Saifu mengaitkan jari kelingkingnya di kelingking Yamada .
 
 
 
“Oyasumi ~ ..”, gumam Saifu lalu mencium kening Yamada sekilas, hingga Yamada  benar-benar tertidur.
 
 
 
 
 
 
“SAIFU!!kemana saja kau?”, seru aeorang gadis yang nampak lebih tua dari Saifu sambil melipat tangannya, disamping gadis itu ada dua gadis lain yang geleng-geleng kepala menatap Saifu tak percaya.
 
 
 
“Uwaaaa…Sora nee,gomenasai ..”
 
 
 
“Sa-i-fu ~ !!”, salah satu dari gadis itu menjewer telinga Saifu .
 
 
 
 
“Ittai ittai..Opi nee, yamette …”, seru Saifu .
 
 
 
 
“Kenapa hanya kau yang suka terpisah dari kami saat teleportasi? Membuat khawatir saja..”,omel Opii.
 
 
 
 
“Wakaranaii yo..jangan salahkan aku . Aku kan hanya meminum ramuannya lalu kita berpindah waktu …apa salahku?”, gerutu Saifu sebal.
 
 
 
 
Saifu sendiri sebenarnya bingung,entah kenapa setiap mereka melakukan teleportasi hanya dia yang selalu terpisah dari kelompoknya . Beruntung dia tak mendapatkan masalah dan bisa segera menemukan yang lainnya. Suzuki Saifu, Takahashi Nuu, Sora Hideyoshi , Opii Sakurai . Sekelompok mahasiswa dari tahun 2321 yang termasuk golongan anak-anak berotak jenius,mengembangkan ramuan untuk melakukan perjalanan waktu atau biasa disebut time treveller . Penelitian mereka ilegal karena pemerintah melarang hal tersebut , karena mungkin jika mereka melakukan perjalanan waktu ,hal yang seharusnya terjadi bisa saja tak  terjadi dan itu bisa mengubah segalanya. Namun mereka tetap melakukan hal tersebut secara diam-diam , menabung semua uang mereka untuk penelitian mereka . Namun mereka selalu berhati-hati ,dan tidak pernah melakukan hal nekat yang mungkin mengubah masa depan dan mereka tak pernah membawa satupun barang dari waktu yang mereka singgahi .
 
 
 
 
“Dimana kau tadi?”,tanya gadis cantik namun dari raut wajahnya dia terlihat tegas, Takahashi Nu.
 
 
 
“Ano…rasanya tadi aku jatuh disalah satu ruang rawat . Dirumah sakit…hmm…. apa ya? Aku lupa namanya, tapi tidak jauh dari sini..”,Saifu berusaha mengingat nama rumah sakit tadi.
 
 
 
 
“Sudahlah… Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang? “, tanya Sora .
 
 
 
 
Nuu menatap Sora ,” Sora ..kenapa kau menanyakan hal bodoh seperti itusih ? Kita disini karena kita harus menyelesaikan tugas kita tentang manusia awal abad 20 .Ohh ayolah … Kau lupa? “
 
 
 
” Ahhh~ !! Iya ..ahahahah “
 
 
 
Nuu menggelengkan kepalanya , “Kita sudah kee tahun 2000 kemarin .Waktu kita disini hanya seminggu jadi kerjakan tugas kalian dengan baik . Dan satu lagi, jangan lupa bawa alat penghilang ingatan .. Hilangkan semua ingatan orang-orang tentang kalian begitu kita kembali kee waktu kita “
 
 
 
Sora dan yang lainnya mengangguk mengerti .
 
 
 
“Berpencar seperti biasa ,dan jangan berbuat bodoh .Terutama Saifu ..kau memang pintar ,kuakui tapi tolong jangan gegabah ..”,peringat Sora .
 
 
 
“Wakatta Sora nee … ” , jawab Saifu .
 
 
 
 
Sora dan Nuu pergi berpencar mengamati hal yang ingin mereka amati di waktu dan tempat yang sangat berbeda di Tokyo ini .
 
 
 
 
“Ayo kita pergi bersama rasanya aku khawatir kalau kau sendiri..”,gumam Opii.
 
 
 
“Ehe.. Gomen ne “,Saifu tersenyum lalu berjalan disamping Opii menyusuri taman ,”Neechan … Kenapa disini sangat tenang? Ini sungguh Tokyo? Kenapa berbeda sekali dengan waktu kita? “,tanya Saifu.
 
 
 
“Aku juga sebenarnya tak percaya ini Tokyo . … Tidak seramai dan semodern waktu kita ..” ,gumam Opii sambil memperhatikan jalan .
 
 
 
 
“Neechan …sepertinya aku akan mempelajari tentang anak-anak diwaktu ini .Bagaimana menurutmu? “,tanya Saifu .
 
 
 
 
“Hmmm…itu bagus “, jawab Opii.
 
 
 
 
“Kalau begitu aku akan kerumah sakit lagi ..”
Seri Saifu.
 
 
 
“Ehh? Untuk apa? “,tanya Opii bingung.
 
 
 
 
“Karena Yamachan menungguku ..”,jawab Saifu.
 
 
 
 
“Yamachan?”
 
 
 
 
“Anak yang akan kupelajari ..tenang aku takakan katakan tentang kita dan time treveller “,Saifu nampak bimbang ,”hmmm….mungkin yaa”, gumam Saifu pelan.
 
 
 
“Mungkin?”,Opii menaikkan alisnya sambil menatap Saifu yang salah tingkah.
 
 
 
 
“Aduh..begini maksudku…jadi anak itu melihatku saat tiba-tiba aku muncul dari lubang waktu .Itu kenapa… “
 
 
 
 
“Saifu… Sudahlah,ingat tugasmu untuk menghilangkan ingatan anak itu .Oke ” ,seru Opii akhirnya .
 
 
 
 
Saifu mengangguk mengerti ,”Un ..aku janji,sudah yaa aku harus pergi ~ dahh neechan “, seru Saifu sambil berlari menjauhi Opii.
 
 
 
 
Opii hanya memandangi Saifu yang berjalan menjauh,”Kenapa aku tidak tenang begini? Ah…sudahlah..”
 
 
 
 
 
Saifu baru saja akan masuk kee dalam ruang rawat Yamachan saat tiba-tiba dia merasakan sakunya bergetar .
 
 
 
 
“Ehh…gawat Sora nii…”,gumamnya saat melihat displayname di Handphonenya ,Sora menelponnya.
 
 
 
 
“Ha-hai..”, jawab Saifu takut-takut,karena dia tau Sora sangat tegas tapi juga sangat baik. Dan lagi Sora itu sepupunya,maka dari itu Sora mengenal sekali sifat Saifu karena mereka kenal sejak kecil.
 
 
 
 
“Dimana kau? “,tanya Sora .
 
 
 
 
“E-eh? Aku? Mencari bahan penelitian Sora nee ..kenapa sih? ” , tanya Saifu bingung sambil duduk disalah satu bangku didepan ruang rawat Yamachan,sambil memerhatikan orang-orang yang keluar masuk kamar Yamachan . Ada anak-anak ada juga orang dewasa .
 
 
 
 
“Ohh..kumohon padamu untuk tidak ceroboh Saifu . Dan…tolong kabari aku dimana kau tiap hari hingga kita bertemu lagi minggu depan . Aku mempelajari tentang tingkah laku anak SMA ditahun ini.kau? “
 
 
 
 
“Waaaa…neechan,sugoiii .Aku mempelajari tentang anak kecil dijaman ini ..”
 
 
 
 
“Sou… Kalau begitu berhati-hatilah.Kalau ada apa-apa segera hubungi aku oke? “
 
 
 
 
 
Saifu mengangguk,”un.. Wakatta ..jyaa, mata nee ..” ,Saifu kemudian memutus sambungan telponnya .
 
 
 
 
 
“Kenapa yang menjenguk Yamachan banyak sekali? “,gumam Saifu sambil cemberut.Dia takmungkin masuk keruang rawat Yamachan kalau ramai begini . “Maa~ … Aku lapar ..”,gumam Saifu lalu bangkit dari bangkunya dan menuju kantin rumah sakit.Perutnya lapar dan dia harus makan.
 
 
 
 
 
“Ryou ..ayo makan dulu”
 
 
 
 
“Haii kachan..”,jawab Yamada sambil memakan makanan rumah sakit yang disediakan.Memang tidak terlalu enak,tapi dia tak diizinkan makan makanan selain dari yang disediakan rumah sakit.
 
 
 
 
 
“Ohhya ,tadi teman-temanmu datang saat kau sedang tidur . Mereka mengatakan agar kau harus cepat sembuh dan main bola bersama mereka ..”, kata Ibu sambil membereskan baju Yamada dan menaruhnya dilemari kecil.
 
 
 
 
 
“Un… Wakatta kaachan”,jawab ibu
 
 
 
 
 
“Kalau begitu ibu pergi sebentar yaa? Ibu harus menjemput adikmu . Kalau ada apa-apa hubungin ibu yaa.. Dah Ryou “, seru Ibu lalu meninggalkan ruang rawat .
 
 
 
 
 
“Bosan… ” ,gumam Yamada sambil cemberut ,lalu menatap kearah pintu berharap Saifu datang.
 
 
 
 
“Mana Saifu nee..katanya dia akan datang “,gumam Yamachan . Hingga beberapa menit pintu takjuga terbuka dan seseorang yang dia harapkan datang tak juga datang . Yamada memutuskan untuk tidur lagi.
 
 
 
 
“Eh..sedang tidur yaa?”,gumam sebuah suara yang memasuki ruangan Yamada,dan sontak membuat Yamada terbangun lagi dan tersenyum menatap siapa yang datang.
 
 
 
 
“Saifu nee!!”,seru Yamada lalu memeluk Saifu yang balas memeluknya.
 
 
 
 
“Kenapa baru datang? “,Yamada cemberut menatap Saifu yang memeluknya .
 
 
 
 
“Gomenn ,tadi banyak yang menjengukmu.Neechan gamungkin masuk kan? Ehe..”
 
 
 
 
“Sou kaa .. “
 
 
 
 
“Bagaimana caranya aku bisa berada diruangan ini terus yaa?”,Saifu berfikir berusaha mencari solusi agar dia tak dicurigai karena berada dikamar ini.
 
 
 
 
“Kenapa neechan tak menyamar jadi suster saja?”,seru Yamada.
 
 
 
 
“Ah! Benar juga “, seru Saifu,”eh..tapi bagaimana aku mendapatkan seragam suster rumah sakit ini?”,gumam Saifu.
 
 
 
“Pinjam saja..”
 
 
 
“Gamungkin Yamachan…terpaksa aku harus mengambilnya diam-diam”,gumam Saifu lagi sambil tersenyum.
 
 
 
“Mencuri?”
 
 
 
“Hmmm…”,Saifu menimbang-nimbang perkataan Yamada,”lebih tepat disebut meminjam tapi aku tak minta izin.ehehehe… “
 
 
 
 
“Sama saja nee..” ,Yamada tertawa menatap wajah Saifu .
 
 
 
 
“Kalau begitu tunggu sebentar,aku akan meminjam baju dulu .. “,Saifu bangkit dan meninggalkan ruangan Yamada.
 
 
 
 
“Neechan cepat kembali yaa..”, seru Yamada dan dibalas acungan jempol oleh Saifu yang menghilang dibalik pintu.
 
 
 
Hampir satu jam kemudian Saifu kembali ,sudah memakai pakaian suster .
“Yamachan…gomenn lama.Aku harus menunggu hingga ruang ganti suster sepi .. Yaampun untung saja aku tak tertangkap”,gumam Saifu sambil merapikan rambutnya,namun langsung tersadar Yamada hanya mebatapnya takjub”hei kau kenapa?”,tanya Saifu sambil mencubit pipi Yamada.
 
 
 
“Neechan cantik ..”,gumam Yamachan.
 
 
 
 
“Sou..arigatouu ..”,Saifu kembali berbalik dan mematut dirinya dicermin dinding.
 
 
 
 
“Anou…”
 
 
 
“Hmmm?”, Saifu masih merapikan dirinya didepan cermin tanpa menoleh menatap Yamada.
 
 
 
 
“Neechan sebenarnya siapa?”
 
 
 
 
Pertanyaan itu sontak membuat Saifu berbalik dan duduk disisi kasur rawat Yamachan.
 
 
 
“Bagaimana menjelaskannya yaa… Begini..”,Saifu menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
 
 
 
 
“Neechan penjahat?”,tebak Yamada.
 
 
 
 
“Bukan …jadi..berjanjilah kau tak akan mengatakannya pada siapapun.kau janji?”, Saifu mengacungkan jari kelingkingnya,dan Yamachan langsung mengaitkan jari kelingkingnya di kelingking Saifu.
 
 
 
 
“Jadi begini Yamachan… Aku ini dari masa depan…” Mulai Saifu.
 
 
 
“Eh? Neechan doraemon? “, tanya Yamada polos.
 
 
 
 
“Doraemon? Ohh… Tokoh kartun itu yaa? Hmm..bisa dikatakan seperti itusih.Tapi aku bukan robot kucing “
 
 
 
 
“Lalu?”
 
 
 
 
“Aku kesini hanya untuk meneliti kehidupan diawal abad 20. Itu saja setelah itu aku harus kembali atau harus kewaktu yang lain untuk melengkapi data-data yang kami punya…” Jelas Saifu lagi.
 
 
 
 
“Eh… Neechan akan pergi? “,Yamada menatap Saifu yang menunduk kecewa,”Kenapa neechan tak tinggal disini saja sama aku?”
 
 
 
Saifu tersenyum mengusap kepala Yamada lembut,”Aku tak bisa … Maaf..”
 
 
 
 
“Kenapa? “,Yamada cemberut ,merasa tak ingin berpisah dari Saifu.
 
 
 
 
“Ini bukan waktu dimana seharusnya aku ada … Mungkin nanti kita akan bertemu lagi diperjalanan waktuku .Tapi mungkin kau takakan mengingatku “
 
 
 
 
“Eh? Kenapa? Aku janji akan mengingat neechan ..dan saat kita bertemu lagi..aku akan…”,wajah Yamada seketika memerah,dia ingin mengatakan dia ingin menikah dengan Saifu namun dia terlalu malu untuk mengatakannya.
 
 
 
 
“Kau takkan bisa mengingatku..ingatan semua orang tengtang aku ,akan dihapus…”,Saifu tersenyum menatap wajah Kagettt Yamada.
 
 
 
 
“Tapi… Aku tak mau melupakan Neechan…”,lirih Yamada.
 
 
 
Saifu memegang tangan Yamada,”gomenn…”
 
 
 
 
Saifu memeluk Yamada yang balas memeluknya erat,”Neechan..kapan neechan akan pergi?”,tanya Yamada dalam pelukan Saifu .
 
 
 
 
“Minggu depan…” ,gumam Saifu .
 
 
 
 
“Eh…”Yamada melepaskan pelukannya dari Saifu,”Minggu depan?”
 
 
 
 
“Iya..kenapa?”
 
 
 
 
“Minggu depan aku operasi usus buntu… “
 
 
 
 
“Eh? Hontouu?”,Saifu kembali memeluk Yamada,”gomenn ,Neechan gabisa bersamamu saat itu..”
 
 
 
 
“Un…daijobuu.. “, jawab Yamada walau sebenarnya dia tak rela.
 
 
 
 
“Kalau begitu aku akan terus bersama Yamachan disini .. “,janji Saifu.
 
 
 
 
“Janji? “,Yamada menganitkan kelingkingkanya kekelingking Saifu yang tersenyum.
 
 
———————-
 
Ibu mengganti bunga divas ,setelah memastikan Yamada memakan makan siangnya .Saifu duduk disisi kasur rawat Yamada setelah dia selesai menyuapi Yamada makan siangnya .
 
 
 
“Ryou ..jangan nakal yaa.Suster terimakasih sudah menjaga Ryou ..”, Ibu menunduk kerah Saifu, ibu mengira Saifu memang suster yang ditugaskan menjaga Yamada.
 
 
 
“Ah..tidak .Ini sudah tugas saya …”, jawab Saifu ramah .
 
 
 
“Kalau begitu boleh aku minta tolong unjuk menjaganya sampai hari operasinya? Aku lumayan sibuk mengurus dua anak perempuanku,dan aku タ tega meninggalkan Ryou disini sendiri,jadi kalau tak keberatan…”
 
 
 
 
“Un tentu saja aku akan menjaga Yamachan dengan baik .Tak usah khawatir yaa..”, Saifu tersenyum .
 
 
 
“Kalau begitu terimakasih,aku tertolong sekali .Sekarang aku harus pergi karena ada pertemuan orang tua disekolah kakaknya Ryou.. Jyaa nee”, seru Ibu lalu pergi meninggalkan ruangan.
 
 
 
 
“Dah kaachan…”, seru Yamada sambil melambaikan tangannya kearah ibunya.
 
 
 
 
Saifu menghela nafas lega , selalu bersyukur Ibu Yamada tidak curiga terhadapnya terlebih lagi dia selalu berada dikamar Yamada kecuali saat suster lain memeriksa kondisi Yamada .
 
 
 
 
“Ehehe …hari ini pun selamat yaa nee ” ,gumam Yamada sambil tersenyum manis .
 
 
 
 
“Eheheh iya …tapi waktuku tersisa tiga hari lagi yaa. Ohh yaa, semoga kau cepat sembuh dan jangan makan sembarangan lagi “,peringat Saifu sambil mencubit pelan hidung Yamada yang bersemu merah.
 
 
 
 
 
“Anou…rasanya aku ingin minum susu strawberry. Neechan mau gakk belikan aku? “,tanya Yamada .
 
 
 
 
Saifu mengangguk,”un ..tunggu sebentar disini yaa,aku kebawah”, Saifu lalu beranjak pergi dari ruangan Yamada.
 
 
 
 
Yamada sendiri malah langsung mengambil keitainya dan menelpon seseorang .
 
 
 
 
 
“Haii, moshi -moshi.Dai-chan…ini aku,boleh aku minta tolong ..?”
 
 
 
 
 
“Yamachan..ini susu..eh,kau tidur yaa..”, Saifu memasuki ruangan rawat Yamada namun bocah laki-laki itu sudah tertidur pulas. “Shoganai naa…mungkin saat dia bangun dia akan minum susunya ..”,gumam Saifu sambil duduk disisi ranjang Yamada memerhatikan wajah polos tidur bocah itu.
 
 
 
 
 
“Hmmm…aku jadi mengantuk juga ..”,gumam Saifu sambil menguap,lalu sedikit menggeser tubuh Yamada lalu membaringkan tubuhnya disamping tubuh mungil Yamada yang reflek memeluk Saifu ,Saifu menggenggam tangan kiri Yamada lalu jatuh tertidur juga . Yamada sebenarnya belum tertidur sepenuhnya, dia tersenyum lalu mempererat pelukannya ditubuh Saifu .
 
 
 
 
——-
 
 
“Yamachan..mana suster yang selalu ada diruanganmu itu? “, Arioka Daiki yang lebih tua itu mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan namun tak menemukan sosok yang dia cari.
 
 
 
 
Yamada yang membolak-balik halaman majalah komiknya lalu menutupnya.”Mungkin dia sedang makan siang ..”,jawab Yamada ,”Ohh yaa,bagaimana dengan barang yang kutitip?”
 
 
 
 
“Ohh…ini.”,Daiki merogoh sakunya lalu mengeluarkan sebuah kantung kertas kecil bermerek salah satu toko aksesoris .”Itu pilihanku..kupikir itu dan bagus “,Daiki memerhatikan ekspresi Yamada saat dia melihat barang yang dititipkannya ,”Bagaimana?”,tanya Daiki lagi.
 
 
 
 
 
Yamada tersenyum,”Ini bagus sekali …uangmu akan kuganti”, seru Yamada.
 
 
 
 
“Jangan dipikirkan lagipula itu bukan barang mahal .Lagipula…memang itu buat siapa? “,tanya Daikii sambil memandang Yamada .
 
 
 
 
“E-eh…bukan untuk siapa-siapa..”,elak Yamada dengan wajah merona.
 
 
 
 
“Pasti untuk suster itu yaaa? Dia manis sih yaa,aku juga suka.Tapi kalau Yamachan suka sih aku rela-rela saja…”,goda Daikii lagi.
 
 
 
 
“Daichann apa-apaansih? Sudah kukatan bukan yaa bukan “, Yamada masih mengelak namun takberani memandang wajah Daiki karena dia yakin wajahnya masih memerah.
 
 
 
 
“Mengaku saja!” Seru Daiki lagi sambil tertawa-tawa.
 
 
 
 
“Daichannn~!!!”
 
 
 
 
Saifu menatap adegan itu sambil terkekeh pelan didepan pintu . Enggan untuk masuk karena nampaknya Yamachan menikmati bermain dengan temannya itu.
 
 
 
 
Saifu masih asik memerhatikan perkelahian kecil antara Daikii dan Yamada sampai dia merasakan telpon masuk kee handphonenya .
 
 
 
 
 
“Moshi-moshi Sora nee…? Iya … Eh?Baik aku segera kesana !”,seru Saifu lalu menutup telponnya .Saifu menatap sekilas kearah Yamada yang masih asik bercanda , lalu langsung pergi meninggalkan rumah sakit.
 
 
 
 
“Ryou.. Operasimu dipercepat .Besok kau sudah harus operasi ..”, Ibu tiba-tiba masuk ,mengagetkan Yamada dan Daikii yang masih asik bercanda.
 
 
 
 
“Ehh?”,kedua anak itu terkejut mendengar apa yang dikatan Ibu.
 
 
 
 
“Semuanya akan baik-baik saja takusah khawatir ..”,Ibu berusaha menenangkan Yamada yang agak takut ,sebenarnya Yamada lebih takut dengan kenyataan bahwa waktunya bersama Saifu hanya tinggal beberapa hari.
 
 
 
 
“APA?! Kita kembali besok? Ta-tapi? “,Saifu takbisa berkata apa-apa lagi setelah mendengar dia harus kembali kewaktunya besok kalau tidak mau semua hal yang sudah dia dan yang lainnya teliti dihancurkan oleh negara.
 
 
 
 
 
“Turuti dulu apa mau mereka .Kita takbisa membiarkan hal yang sudah susah payah kita kerjakan dihancurkan begitu saja “, Sora menatap Nuu yang terlihat kesal dan takingin berkomentar.
 
 
 
 
“Kita kembali besok sore, jangan terlambat berkumpul disini “, Sora memutuskan ,lalu menepuk pundak Nuu,”kita harus selesaikan tugas kita ,ayo..”, seru Sora lalu berlari diikuti Nuu.
 
 
 
 
“Kalau begitu aku harus mengerjakan semuanya dengan cepat .Kau juga Fuchan,kembalilah tepat waktu “,Opii menepuk-nepuk pundak Saifu yang nampak takrela ,”kalau begitu sampai jumpa besok…”, seru Opii lalu berlalu pergi .
 
 
 
 
 
Sedangkan Saifu berjalan tanpa semangat menuju rumah sakit . Dia takbisa berbuat apapun lagi selain menurut ,dia yang paling muda dikelompok mereka dan dia takbisa membantah .
 
 
 
 
Saifu masuk kedalam ruangan Yamada,mendapati Yamada yang hanya duduk gelisah dikasurnya.
 
 
 
“Neechan…”,lirih Yamada.
 
 
 
 
“Hmmm?doushitee?”, Saifu menatap Yamada dengan lembut lalu duduk disisi ranjang Yamada.
 
 
 
 
“Aku harus operasi besok.Apa saat aku membuka mata lagi nanti …Neechan masih ada ? Neechan masih punya 3hari bersamaku kan? Iyakan? “
 
 
 
 
“Gomen… “,Saifu menunduk,”Aku harus kembali besok Yamachan…”,lirih Saifu.
 
 
 
 
“Eh? Tapi neechan janji satu minggu bersamaku kan? Kenapa Neechan ingkar janji? “, Yamada nampak takterima,bahkan sudah ingin menangis.
 
 
 
“Ada hal yang takbisa aku jelaskan ..maafkan aku.Sungguh bukannya aku ingin ingkar janji ,hanya saja….”,Saifu terdiam,”maafkan aku….”
 
 
 
 
 
“Neechan….”, Yamada sudah mulai berurai air mata.
 
 
 
 
“Maaf…”,hanya itu yang bisa Saifu katakan.
 
 
 
 
 
Yamada mengambil sesuatu dari kantung bajunya lalu memperlihatkannya kearah Saifu yang menatapnya bingung.
 
 
 
 
“Apa maksudmu?”,tanya Saifu bingung,”untukku?”
 
 
 
Saifu memandang sebuah gelang dengan batu-batu kecil berwarna biru pink yang terlihat manis digenggaman Yamada.
 
 
 
 
“Aku ingin berikan ini untuk Neechan saat kita berpisah .Tapi…aku takingin berpisah dengan Neechan…”, Yamada mengusap air matanya dengan tangannya .
 
 
 
 
Saifu bangkit lalu memeluk bocah itu ,membiarkan sii bocah menangis dalam pelukannya .”Gomenn… Simpan saja gelang itu .. Aku takbisa membawanya ..”, lirih Saifu .
 
 
 
 
Yamada takmenjawab hanya terus menangis sambil menggenggam erat gelang yang ada ditangannya . Takada suara lain sore itu,hanya ada suara isak tangis kecil yang keluar dari mulut sii bocah yang menangis dalam dekapan sii gadis.
 
 
 
 
 
“Neechan…”,panggil Yamada, hari ini hari operasinya dan juga hari terakhirnya bersama Saifu sebelum gadis itu pergi.Kurang dari sejam operasinya akan dimulai ,oleh karena itu sekarang Yamada masih mempersiapkan dirinya untuk operasi.
 
 
 
 
“Iyaa? “,Saifu menoleh menatap Yamada.
 
 
 
 
 
“Apa kita akan bertemu lagi?”, tanya Yamada.
 
 
 
 
Saifu seketika terdiam ,lalu tersenyum,”Aku taktahu… Saat kita bertemu pun,aku taktahu kau masih mengenaliku atau tidak..”, gumam Saifu.
 
 
 
 
“Sou… Kalau begitu, boleh aku mengatakan sesuatu? “, tanya Yamada ragu-ragu.
 
 
 
 
Saifu mendekat lalu mengangguk .
 
 
 
 
“Aku suka neechan… “, kata Yamada dengan suara kecil,wajah bocah itu sudah bersemu kemerahan.
 
 
 
 
 
Saifu awalnya kagett mendengar perkataan Yamada ,namun lalu tersenyum . “Arigatouu… “
 
 
 
 
Yamada tersenyum ,”Aku berharap kita bisa bertemu lagi neechan…”
 
 
 
 
Saifu mendekat lalu memegang pipi Yamada,mencium bibir bocah itu lembut .
 
 
 
“Aku harap juga begitu…”,Saifu mengeluarkan sebuah pistol kecil dari dalam sakunya ,lalu menempelkannya kekepala Yamada.
 
 
 
 
“Neechan..apa..i-…”
 
 
 
 
Saifu menatap Yamada yang langsung jatuh tertidur setelah dia mengambil seluruh ingatan bocah itu tentang dirinya . Saifu mengelus kepala bocah itu lalu mencium dahi bocah itu sekali .
 
 
 
“Selamat tinggal…”,Saifu menggeleng lalu tersenyum ,sebutir air mata jatuh dari matanya , “Sampai jumpa…”, seru Saifu lalu meninggalkan rumah sakit itu,meninggalkan waktu itu.Kembali kewaktunya.
 
 
 
 
Yamada membuka matanya perlahan ,namun tubuhnya begitu sakit untuk digerakkan.Dimana dia? Pikirnya.
 
 
 
 
“Rumah sakit?”, gumamnya .”Ahh..yaa,aku kan habis operasi..”,ingatnya .
 
 
 
“Ryou jangan banyak bergerak dulu nanti luka diperutmu bisa terbuka lagi..”,ingat Ibu sambil memotong apel .
 
 
 
 
“Ibu?”
 
 
 
 
“Kau lapar? Atau haus? “Tanya ibu.
 
 
 
 
Yamada menggeleng,”Aku baik-baik saja..”,jawabnya namun merasa ada yang kurang diruangan ini,namun dia tak tau apa.
 
 
 
“Ahh yaa,ini gelangmu .Terjatuh diruang operasi…” ,Seru Ibu sambil memberikan Yamada yang menatap bingung gelang yang diberikan ibunya.
 
 
 
 
“Ehh? Ini …”
 
 
 
 
“Punyamu kan?” ,tanya Ibu sambil membereskan baju Yamada yang kotor.
 
 
Yamada menatap gelang itu bingung,namun merasa ada sesuatu dengan gelang itu.
“Ah…sudahlah..”, seru Yamada lalu kembali berbaring tanpa melepaskan gelang itu dari genggamannya.
 
 
 
 
-present time-
 
 
 
 
“Yamachan!! Kita sudah selesai .semua boleh pulang  ..”, seru Yabu lalu mengambil handuk dan minumannya .
 
 
 
 
Yamada sendiri juga langsung mengambil handuknya ,mengelap semua keringat yang keluar dari tubuhnya . Lalu meminum airnya .
 
 
 
 
“Yamachan… “,Yutoo yang juga sudah basah oleh keringat duduk disamping Yamada ,”Entah kenapa aku penasaran dengan asal gelang itu Yamachan..”
 
 
 
 
“Maksudmu gelang ini?”, gumam Yamada sambil mengambil gelang yang selalu dia bawa dalam tasnya itu.
 
 
 
 
 
“Menurutmu …darimana asal gelang ini? “,tanya Yutoo.
 
 
 
 
“Yaaa~…”,Yamada menggaruk-garuk kepalanya,”wakaranai nee..”
 
 
 
Yutooo dan Yamada terus memandang gelang itu dengan pandangan bertanya .
 
 
 
 
“Heiii! Kalian sedang apaa?! Eh? Gelang itu?”,suara Daikii membuyarkan lamunan kedua orang itu.
 
 
 
 
“Gelang itu? Maksudmu? “,tanya Yutto bingung .
 
 
 
 
“Iyaa gelang ini..”, Daikii mengambil alih gelang itu dari tangan Yamada,” gelang yang waktu itu kau titipkan padaku kan? Yang untuk suster itu,kau tidak ingat? “,   
 
 
 
 
 
“Eh??”
 
 
 
 
“Kenapa kau tidak ingat padahal suster itu akrab sekali dengamu ..”,Daiki mengembalikan gelang itu ke Yamada yang masih mencoba mengingat ,”aku duluan yaa..jyaaa neee”, seru Daikii lalu langsung perdi meninggalkan Yamada dan Yuto.
 
 
 
 
“Kau yakin tak ingat? Daichann saja ingat..” Yuto menatap Yamada “lagipula suster yang mana….”
 
 
 
 
 
“Kepalaku kenapa rasanya pusing sekali sih? Aku hanya mencoba mengingat tapi kenapa…”
 
 
 
 
 
“Sebaiknya pulang saja..kau tidak boleh sakit!ingat concert kita minggu depan, sudah lupakan saja gelangnya ..”,seru Yuto lalu beranjak berdiri diikuti Yamada.
 
 
 
 
“Yamachan sudahlah takusah paksakan diri mengingatnya kalau kau memang takingat.nanti kau bisa sakit kalau memaksakan diri … “,Yutoo dan Yamada berjalan dengan penyamaran dijalanan Tokyo yang ramai . Yamada yang takberkonsentrasi dengan jalan sedari tadi taksengaja menabrak pejalan kaki lain.
 
 
 
 
“Mouu..Yamachan sudahlah…” ,seru Yutoo .
 
 
 
 
 
BUUUKK
 
 
 
 
Yamada dan gadis yang baru saja ditabraknya jatuh terduduk ditanah.
 
 
 
 
“Yamachan!”,seru Yuto kagett lalu menghampiri Yamada,”Sudahlah Yamachan…”
 
 
 
 
“Maafkan aku ..”,seru Yamada sambil menghampiri gadis yang masih terduduk ditanah memandangnya .
 
 
 
 
 
“Eh..?” ,Yamada terpaku menatap gadis yang kini tersenyum kepaadanya.
 
 
 
 
 
“Daijoubu desuu ..”,gadis itu berdiri lalu tersenyum ,”jaga dirimu dengan baik yaa…”
 
 
 
 
 
 
“Nee…chan…”,entah kenapa kata-kata itu begitu saja keluar dari mulutnya.Matanya terus menatap gadis yang kini sudah berdiri itu.terlihat cantik dengan baju terusan tanpa lengan warna biru langit itu.
 
 
 
 
 
Gadis itu hanya tersenyum ,lalu melangkah mundur .
 
 
 
 
“Neechan ! Matte !! “,Yamada bangkit hendak mengejar gadis itu namun gadis itu sudah menghilang diantar keramaian.
 
 
 
 
 
Yamada tiba-tiba merasakan keitainya bergetar,ada telpon masuk dari nomer takdikenal.
 
 
 
 
“Moshi-moshi?”,jawab Yamada masih sambil melihat sekitarnya berusaha mencari dimana Saifu.
 
 
 
 
 
“Yamachan..ohisashiburi.Aku menepati janjiku untuk bertemu,tapi maaf takbisa lama ehehe..kau baik?”
 
 
 
 
Air mata Yamada tumpah ruah,bagaimana bisa dia merasakan dadanya begitu hangat setelah mendengar suara Saifu? “Aku baik…”, gumam Yamada sambil terisak .Yuto hanya bisa menarik Yamada menjauh dari kerumunan orang .
 
 
 
 
 
“Hahaha kau terlihat baik sekali..dan juga terkenal . Kau tambah tampan,bahkan sepertinya aku jatuh cinta kepadamu ..”, seru Saifu lagi walau sebenarnya dia tersenyum sambil menahan tangisnya.
 
 
 
 
“Neechan …aku rindu sekali . Kumohon…aku ingin bertemu denganmu lagi …”, isak Yamada.
 
 
 
 
“Untuk apa..?”,lirih Saifu .
 
 
 
 
“Aku hanya ingin bertemu kumohon…”, Yamada seolah mendapatkan ingatannya kembali , dia ingat Saifu ,ingat semua yang mereka lakukan dulu.
 
 
 
 
 
Saifu mengigit bibir bawahnya lalu menatap Sora yang ada disampingnya,seolah meminta persetujuan.
 
 
 
“Shoganai naa… Baiklah bertemulah dengannya,dan kau tau resikonya kan? “, peringat Sora.
 
 
 
 
Saifu mengangguk,”Un… Kita harus bertemu berdua saja…ditaman kota vv ,oke? “, Putus Saifu.
 
 
 
 
“Wakatta…”,Yamada mengahapus air matanya ,lalu menutup keitainya .”Yutoo kau pulang duluan saja,aku masih ada urusan .”, kata Yamada .
 
 
 
 
“Eh..?menemui gadis tadi?”,tanya Yutoo penasaran.
 
 
 
 
“Hmm..aku duluan.”, seru Yamada lalu berlari meninggalkan Yutoo .
 
 
 
 
Saifu sedaritadi gelisah menunggu Yamada.Apa keputusannya ini benar ? Sebenarnya tidak seharusnya dia menemui orang yang ingatannya sudah dia ambil,bahkan sampai-sampai ingatan orang itu kembali . Sora,Nuu dan Opii mengawasi dari jauh . Menunggu hingga urursan Saifu benar-benar selesai.
 
 
 
 
“Saifu nee…”
 
 
 
 
Saifu menatap sosok Yamada yang terengah-engah dan berdiri dihadapannya yang tengah duduk disalah satu bangku taman .
 
 
 
“Yama…”
 
 
 
“Neechan…”, Yamada langsung memeluk erat tubuh Saifu . Menumpahkan segala kerinduannya pada sosok gadis ini.
 
 
 
 
“Ahahahhaha…kau ini kenapa? Badanmu besar sekali..”,ejek Saifu sambil membalas pelukan Yamada yang seolah takingin melepaskan pelukannya pada gadis itu.
 
 
 
 
“Neechan ..kenapa kau kecil? “,tanya Yamada .
 
 
 
 
Sontak membuat Saifu memukul kepala Yamada,” bukan aku yang mengecil tapi kau yang tumbuh besar “, seru Saifu.
 
 
 
 
Yamada segera tersadar,memperhatikan gadis dihadapannya.Takada yang berubah,bahkan wangi gadis itupun takberubah . “Neechan…kenapa kau masih sama seperti dulu? “
 
 
 
 
 
“Mungkin karena aku awet muda?”,jawab Saifu bodoh.
 
 
 
 
 
Yamada duduk disamping Saifu ,lalu mengeluarkan gelang yang dulu taksempat dia berikan.”Ambillah….”,Yamada memberikan gelang itu pada Saifu.
 
 
 
 
 
“Ahahah..gelang ini …”, Saifu memakai gelang itu. ,”Arigatouu.. “
 
 
 
Beberepa menit hanya ada keheningan diantaraa mereka,terlalu bingung untuk mengatakan apa.
 
 
 
 
“Anou..,aku takbisa lama-lama..aku harus pergi..”,gumam Saifu lirih. Dalam hatinya dia takingin pergi,dia takmau mengakuinya tapi dia menyukai Yamada bahkan sejak mereka berpisah Saifu selalu memikirkannya hingga dia meminta melakukan perjalanan kewaktu sekarang.
 
 
 
 
 
“Tunggu sebentar saja kumohon…”,Yamada menunduk berusaha menyusun kata-kata dalam otaknya agar dia takterdengar konyol,”bawa aku bersamamu…”
 
 
 
 
Saifu menggeleng kuat,”tidak…tidak bisa..”, Saifu bangkit memandang Yamada yang masih duduk ,menunduk “kau takboleh bersamaku …”,lirih Saifu .
 
 
 
 
 
“Tapi aku suka padamu Saifu! “, tanpa sadar kata-kata neechan yang selalu diucapkan Yamada menghilang .Dia merasa dia cukup dewasa untuk Saifu,dan dia bukan anak-anak lagi.
 
 
 
 
Saifu mendekat memeluk Yamada , “Maafkan aku…mengertilah…”,lirih Saifu yang sudah mulai terisak .
 
 
 
 
“Tapi aku …”, Yamada kehabisan kata-kata .
 
 
 
 
“Terimakasih untuk perasaanmu…”,gumam Saifu lalu melepaskan pelukannya,lalu mulai melangkah mundur namun Yamada menahan tangan Saifu lalu menarik Saifu dalam pelukannya lagi,merengkuh wajah Saifu dan mendaratkan bibirnya dibibir Saifu .
Mencium gadis itu lembut,sekali lagi untuk terakhir kalinya .
 
 
 
 
 
“Aku mencintaimu…Neechan..Suzuki Saifu..”,lirih Yamada lalu mencium kening Saifu.
 
 
 
 
Saifu hanya bisa terisak pelan . Yamada kembali memeluk tubuh Saifu ,lalu mereka terjatuh ditanah terkapar pingsan sambil berpelukan.
 
 
 
 
 
“Hal ini merepotkan sekali..kuharap tidak ada hal seperti ini terulang lagi..”,gumam Nuu sambil kembali menyimpan pistol penghilang ingatannya kedalam saku.
 
 
 
 
“Opii sudah pastikan semua ingatan orang-orang tentang Saifu terhapus? “, tanya Sora memastikan.
 
 
 
 
Opii melihat tabletnya dan melihat daftar orang yang mengenal Saifu diwaktu ini ,dan semunya tertulis complited . “Oke,semuanya sudah …”
 
 
 
 
Sora berjongkok menatap kedua wajah sedih yang saling berpelukan itu,”Nuu..bagaimana dengan gelang ini? “,tanya Sora sambil menunjuk gelang yang dipakai Saifu.
 
 
 
 
“Biarkan saja, kalau dia bertanya bilang saja itu gelang darimu . Setidaknya kita sudah menghapus ingatannya dia tentang pemuda ini. Kita bukan manusia kejam yang merampas semuanya kan? “
 
 
 
 
 
“Sou nee..”,gumam Sora pelan ,dia sebenarnya taktega dengan Saifu namun dia takbisa berbuat apapun.
 
 
 
 
“Cepat kita bereskan semuanya . Opii ,Sora bawa Saifu biar pemuda ini aku yang urus …”,seru Nuu . Sora dan Opii mengangguk
 
 
 
 
Sora dan Opii memisahkan tubuh Saifu dan Yamada yang saling berpelukan ,lalu membawa tubuh Saifu menjauh .Menunggu Nuu mengurus Yamada.
 
 
 
 
 
“Permisi ..”,Nuu mengguncang guncangkan tubuh Yamada yang kemudian membuka matanya perlahan. “Kau akan masuk angin jika tidur ditaman ..”,seru Nuu lagi santai.
 
 
 
 
“Eh!?”,Yamada bangkit,menatap kesekelilingnya bingung,”ini dimana? “
 
 
 
 
“Ditaman… Kau pingsan yaa? “,tanya Nuu lagi pura-pura taktahu.”Baik-baik saja?”
 
 
 
 
Yamada mengangguk , “A-aku baik baik saja.Terimakasih…”,tiba tiba Yamada merasakan keitainya bergetar . ” Haii Yutoo,iya aku kerumahmu … Aku ditaman vv .Kenapa? Aku juga taktau kenapa aku ada disini.Sudahlah takpentiing,aku kesana sekarang..”, Yamada menutup telponnya ,”terimakasih..un..eh?”,Yamada mengerutkan dahinya bingung “kemana orang tadi? Sudahlah…”, Yamada berlalu pergi meninggalkan taman yang sepi itu.
 
 
 
 
“Sora ,Opii pastikan diperjalanan kita selanjutnya takada hal merepotkan seperti ini terjadi lagi .Jaga Saifu dengan benar oke …” Nuu memberikan Opii dan Sora ramuan untuk bertransportasi .
 
 
 
 
 
“Kita kembali dulu kewaktu kita, hingga kondisi Saifu memungkinkan ..pegang tubuh Saifu erat-erat okey..”
 
 
 
 
 
“Haii..wakatta ..”, seru Opii dan Sora ,mereka bertiga memgang tubuh Saifu yang masih pingsan dengan erat .Lalu meminum ramuan transportasi buatan Nuu.
 
 
 
 
Tidak sampai hitungan menit hingga tubuh mereka menghilan terhisap lubang hitam yang muncul dibawah mereka.
Takada lagi ingatan,takada lagi ingatan takada lagi perasaan yang tertinggal diwaktu ini .Mereka berdua terpisahkan oleh waktu dan mereka memang tidak ditakdirkan bersama .
 
 
 
     TIME TREVELLER END~
 
 
 
 
Otsukaresamadeshita ~ maaf kalo aneh! Maaf kalo gaje! Maaf kalo segala-galanya ! Inspired dari mimpi saya dijumat malam ~ . 
Gomenna tau-tau saya ngepost dicatetan . Para admin lain gomenasai #nunduk..ada kesalahan teknis dengan blog saya hontou ni sumimasen deshita 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s