[Oneshot] My Birthday Wish

Title       : My Birthday Wish
Type      : Oneshot
Author    : Dinchan Tegoshi
Genre     : Romance, Fantasy
Ratting    : PG
Fandom   : JE
Starring    : Chinen Yuuri (HSJ), Yamada Ryousuke (HSJ), Nakajima Yuto (HSJ), Miki (OC) dan orang-orang yang lewat.. 😛
Disclaimer    : I don’t own all character here. Chinen Yuuri, Yamada Ryousuke and Nakjajima Yuto are belongs to JE, Miki adalah OC saia pinjem dari orang yang lagi ultah… 🙂
Kalo banyak typo maafkan…penyakit males baca ulan lagi kambuh… 😛
COMMENTS are LOVE… it’s just a fiction.. please read it happily~ I love comment… please leave some comment~ ^^

MY BIRTHDAY WISH

Miki bertopang dagu sambil melihat awan di sekelilingnya. Sudah lama ia tidak pulang dan hari ini pasti ayahnya bertanya macam-macam tentang kehidupannya di bumi.

Umurnya baru tiga belas dan sebentar lagi akan jadi empat belas. Itulah kenapa seorang Miki harus bersabar hidup di bumi sampai umurnya mencapai delapan belas tahun dan sudah legal tinggal di kahyangan.

“Miki… ayah memanggilmu…” seru Ibu sambil menghampiri Miki dengan sayapnya yang indah sekali.

Sayap yang Miki inginkan di ulang tahunnya kali ini. Memang nanti juga setelah berumur delapan belas, ia akan otomatis mendapatkan sayapnya. Tapi ia sudah tidak sabar. Dan untuk ayahnya, tidak ada hal yang tidak ia kabulkan untuk putrinya itu. Peraturan malaikat. Setiap permintaan akan dikabulkan sebelum mereka berumur delapan belas dan bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.

“Miki, putriku… maaf ayah sibuk sekali hingga tak memperhatikanmu…” kata Ayah sambil menyuruh si gadis untuk duduk di dekatnya.

“Tidak apa-apa ayah…aku tahu kau sibuk…” jawab Miki dengan manis.

“Bagaimana sekolahmu? Dapat banyak teman?” tanya Ayah lagi.

Miki mengangguk, “Aku dapat teman banyak… guru-guruku juga baik sekali…” kata Miki bersemangat.

“Lalu di rumahmu bagaimana?” Miki memang tinggal di rumah seorang pria yang disebut Miki sebagai ‘paman’. Orang ini sebenarnya malaikat yang memang tugasnya mendampingi malaikat-malaikat yang masih ada di bumi sebelum kembali ke kahyangan.

“Baik… dan aku juga menemukan banyak teman di sekitar rumah…”

Deg.

Ketika mengucapkannya, sesosok pemuda yang selama ini Miki kagumi mendadak mampir di otak Miki. Hampir saja ia lupa untuk menceritakan tentang pemuda itu kepada ayahnya.

Walaupun awalnya pertemuan mereka karena tidak sengaja saling bertabrakan di tangga, tapi pemuda itu sangat tampan dan manis. Tapi sikapnya kadang tidak baik. Sering merengut dan marah-marah. Namun lama kelamaan sikapnya menjadi cukup baik, dan Miki tak pernah protes jika mereka berbicara dan bercanda sewaktu-waktu.

Kalau ia sudah cukup umur, mungkin ia bisa membawa si pemuda menjadi malaikat juga seperti yang dilakukan Ayah pada Ibunya dulu. Tapi untuk itu, ia harus menunggu sampai umurnya delapan belas tahun.

============

Awan tampaknya merasakan kemarahan seorang iblis yang mengakibatkan warnanya cukup gelap. Sepertinya hujan siap turun.

“Kuso!!” ia merasa lemah, letih dan tak berdaya karena perasaannya sendiri.

‘Kalau kau cukup pintar, kau bisa meninggalkan dia dan membuatnya terbunuh walaupun ia seorang malaikat…’ perkataan Yamada padanya masih terngiang-ngiang di otaknya.

Mudah saja bagi Yamada yang belum pernah jatuh cinta. Menyakitkan untuk melihat seseorang yang kau cintai harus mati di tanganmu sendiri. Tapi berita ini sudah sampai di raja iblis dan itu berarti ia tak punya pilihan lain, dirinya mati atau gadis itu yang mati.

“Chinen-kun!!” sebuah suara dari belakang membuat sayap hitamnya bersembunyi seketika.

Chinen menoleh dan mendapati gadis itu mendatanginya lagi.

“Hai Miki-chan…”

Tempat mereka sering bertemu. Di atas atap apartemen. Chinen tak menyangka jika Miki seorang malaikat sampai ia melihatnya sendiri Miki dijemput oleh kawanan yang dulu membunuh ayahnya.

Beberapa bulan ini Chinen dekat dengan Miki dan mengacuhkan sinyal yang diberikan oleh Miki bahwa ia seorang malaikat. Cinta bisa membuatmu bodoh. Katakan saja begitu. Selain itu karena hawa Miki masih sangat lemah, ia belum delapan belas sehingga Miki tak tahu bahwa Chinen adalah iblis. Sebaliknya Chinen tak bisa menebaknya kalau Miki benar-benar malaikat atau sekedar manusia yang berhawa sangat baik. Ia gagal melihatnya terlebih dahulu.

Dirinya memang bertugas di bumi sebagai pengintai dan pengawas bagi iblis lain yang bertugas mengganggu manusia di bumi. Bisa dibilang ia salah satu petinggi dan itu artinya ia boleh berpenampilan biasa saja.

“Chinen-kun sudah lama disini?” tanya Miki lalu duduk di sebelah Chinen.

Chinen hanya menatap Miki dengan pandangan kosong. Bingung karena semuanya sudah terlanjur. Jika ia tak membunuh Miki, maka taruhannya adalah pihak Malaikat akan tahu dan perang besar akan terjadi lagi seperti dulu. Pilihan lainnya, ia menyerahkan diri dan mati menyerahkan diri. Tak lagi ada pilihan selain itu.

“Kenapa diam saja?” tanya Miki heran.

“Tidak ada apa-apa…” jawab Chinen canggung lalu membuang mukanya dari gadis muda itu.

“Anou ne Chinen-kun… aku bilang pada ayahku kalau aku ingin hadiah yang spesial buat ulang tahunku nanti…” ucap Miki bersemangat.

“Hontou?” Chinen tersenyum simpul. Senyum terbaik yang bisa diberika oleh seorang iblis sepertinya.

“Un! Kalau aku sudah mendapatkannya, aku pasti memberitahu Chinen-kun!!” seru Miki lagi.

Miki memang berencana memberitahukan jati dirinya pada Chinen saat ia sudah mendapatkan sayapnya. Menurut Miki, berbohong pada orang yang ia sukai sama saja dengan berbohong pada dirinya sendiri. Dan ia tak suka hal seperti itu.

“Yokatta na… kapan ulang tahunmu?” tanya Chinen memastikan.

“Minggu depan…” jawab Miki dengan perasaan bahagia. Ia tak bisa memastikan reaksi apa yang akan diberikan oleh Chinen, tapi setidaknya ia sudah jujur pada orang yang menjadi cinta pertamanya itu.

==============

“Hei lemah~ apa kabar?” Chinen yang sedang duduk di taman setelah membeli beberapa makanan pun terdiam melihat Yamada turun dengan sayap hitam legamnya.

“Kenapa diam? Kau sudah siap mati? Kuberi tahu kau satu berita besar lainnya…” ucap Yamada masih melayang-layang di hadapan Chinen.

“Apa?” tanya Chinen masa bodoh.

“Miki-chan mu itu anak raja malaikat… bisa dibilang… orang yang membunuh ayahmu!! Hahahaha…” tawa Yamada menggelegar, namun hanya Chinen yang bisa mendengarnya karena Yamada tidak sedang dalam keadaan berubah wujud.

“Uso da yo na!!” seru Chinen mulai gusar.

“Uso jyanai tte… aku melihatnya sendiri tadi ia diantar oleh ayahnya ke sini…”

Sementara itu Miki yang baru saja mandi dan hendak menjemur handuknya terkaget karena melihat iblis di taman itu. Iblis itu mendekati Chinen. Dari sejarah yang ia tahu, dari cerita banyak orang, Miki tahu kalau iblis itu mahluk yang jahat. Mereka tidak segan membunuh orang atau menghasut orang agar membunuh. Selain itu, malaikat juga pernah perang besar dengan kaum iblis bertahun-tahun lalu.

Tapi Miki masih terlalu muda untuk melihat semua iblis yang ada. Ia belum punya kekuatan seperti itu.

“Yabai!! Chinen-kun harus diperingatkan!!” Miki hendak berbalik ketika ia melihat sayap yang sama muncul dari punggung Chinen.

Pemuda itu tampak marah dan menerjang iblis yang ada di depannya.

Miki terjatuh karena lemas, “Uso… Chinen-kun wa… akuma ka…”

============

Chinen murka dan menyerang Yamada. Dengan tangan kosong ia memukul Yamada hingga terjatuh.

“Nani kore? Kau sakit hati medengar gadis tercintamu itu ternyata musuh bebuyutanmu? Naa?” cibir Yamada sambil mengelap darah hitam yang mengalir dari sudut bibirnya.

Wajah Chinen telrihat bingung. Ia tahu kalau Miki seorang malaikat, tapi kenapa harus anak tua bangka yang membuat ayahnya terbunuh saat perang besar dulu.

“Kita memang punya perjanjian soal tidak akan ada lagi perang… tapi kalau kau melanggar teritori mereka, terutama mencintai dan membuat gadis itu di pihak kita… maka perang akan kembali terulang…hahahaha,” Yamada terbang menjauh, “Sepertinya menarik… kau membukakan jalan bagi kami…”

“Ngomong-ngomong Chii…” Yamada kembali mendekat, namun agak menjaga jarak dari Chinen, “Sudah dengar kau harus membunuhnya? Asal kau tahu…jika kau melakukannya, itu berarti amunisi buat para malaikat bodoh itu mulai menyerang… jadi, kalau kau mau menyelamatkan gadismu dan tidak memicu perang… kau yang harus menyerahkan diri untuk mati…”

Kini Yamada benar-benar pergi. Kini Chinen mengerti kenapa raja iblis menginginkan ia membunuh Miki. Ini bukan masalah peraturan apapun, tapi raja menginginkannya sebagai pemicu perang dengan malaikat. Untungnya Chinen memang tak pernah memikirkan kemungkinan ia harus membunuh Miki.

Satu-satunya cara ia harus mati demi Miki, dan tidak boleh ada lagi perang. Sebagai iblis seharusnya ia senang jika perang terjadi lagi. Bertahun-tahun ini semua iblis mengeluhkan tidak ada yang menarik dengan mengganggu manusia saja. Tapi perjanjian dengan malaikat membuat mereka tidak bisa bergerak untuk menyerang. Chinen tak mau itu. Ia memang selalu dianggap iblis lemah, dengan alasan itu pula ia ditempatkan sebagai pengawas. Tak ada yang membantah karena dulunya ia adalah anak raja iblis itu sendiri.

Perlahan sayap hitam Chinen kembali hilang. Ia terduduk dan meratapi nasibnya. Ia akan menyerahkan dirinya pada raja iblis. Ia harus mati. Ia tak bisa melihat Miki mati atau perang terjadi lagi.

=============

Miki masih shock sehingga saat melewati dapur ia tak menyapa Yuto yang ditugaskan sebagai pendampingnya selama ini.

“Miki-chan… ada apa?” tanya Yuto yang melihat Miki melwati dapur dan langsung masuk ke kamar.

Yuto yang sedang memasak makan malam itu sedikit heran melihat Miki yang tak biasanya semurung itu. Dengan cepat Yuto mengejar Miki dan mengetuk pintu  kamar Miki.

“Miki-chan… doushita no? Kau baik-baik saja?” tanya Yuto.

Miki tak menggubris perkataan Yuto diluar. Bagaimana mungkin ia menyukai seorang iblis? Hal yang paling dibenci ayahnya. Mahluk hina yang menurut ibunya harus segera dibasmi karena mengganggu ketentraman dunia.

Dan sekarang ia harus menghadapi bahwa orang yang ia sukai adalah mahluk itu.

“Miki-chan…” Yuto ternyata belum menyerah untuk mengetuk pintu itu.

Miki akhirnya membuka pintu, “Hmm?”

“Apa yang terjadi Miki-chan? Kau harusnya menceritakannya kepadaku…” kata Yuto lembut.

Memang selama ini hanya Yuto lah orang yang paling ia percayai. Itulah juga alasan Yuto menjadi pendampingnya di bumi.

Yuto masuk ke kamar Miki dan duduk bersebelahan dengan Miki yang menekuk lututnya di lantai.

“Yuto-chan… bagaimana menurutmu tentang…” Miki sepertinya enggan, namun akhirnya meneruskan, “Iblis?”

Yuto otomatis mengerenyitkan dahi. Belum saatnya Miki mengetahui hal itu. Ia masih terlalu muda.

“Miki pasti nanti akan tahu… ne?”

“Tapi aku ingin tahu sekarang!!” seru Miki tak sabar.

Yuto menghela nafas berat dan mengacak pelan rambut Miki, “Dulu sekali… kita tak pernah punya hubungan baik dengan kaum mereka. Sejak dulu, mereka punya pekerjaan sebagai tukang bunuh orang atau menyesatkan manusia… sementara kita… seperti yang kau tahu tugasnya membawa kebahagiaan kepada manusia,”

“Mereka terus melakukannya dan membuat malaikat murka. Terlebih lagi seorang malaikat terbunuh oleh seorang iblis di bumi. Maka pecahlah perang besar. Kita saling membunuh dan membuat kekacauan di kahyangan. Hingga raja iblis terbunuh oleh panah raja malaikat… para iblis kwalahan dan mengaku kalah saat itu. Kita semua tahu, iblis tak akan pernah puas sampai bisa mengalahkan para malaikat,”

Yutao menghela nafas sejenak, “Tapi akhirnya kami membuat pernyataan dan perjanjian bahwa tidak akan ada perang lagi, kecuali jika peraturan dilanggar. Misalnya jika iblis membunuh malaikat…” kata Yuto mengakhiri ceritanya.

“Dendam itu terbawa hingga sekarang?” tanya Miki.

“Tentu saja Miki-chan…pada akhirnya kita memang punya kehidupan yang berbeda. Satu-satunya yang sama adalah kita berbai kahyangan dengan mereka…” jawab Yuto dengan sabar.

“Sou ne…”

“Ada satu peraturan aneh lagi di kerajaan iblis. Jika seorang iblis ketahuan membantu malaikat, maka iblis tersebut harus menyerahkan dirinya untuk mati… atau dia harus membunuh malaikat itu. Itulah mengapa para malaikat tidak mau mendekati mereka, karena taruhannya adalah nyawa. Dan tentu saja itu akan menyulut perang lagi jika hal itu terjadi…”

Miki menunduk makin dalam. Bagaimana jika Chinen menyerahkan diri untuk mati? Atau selama ini Chinen mendekat untuk membunuhnya dan menyulut perang besar lagi antara mereka? Miki menangis sesenggukan, ia tak tahu harus berbuat apa.

=============

Sudah dua hari Chinen tak menemukan sosok Miki yang berlari ke arahnya setiap senja tiba. Dengan riang bercerita apa saja yang ia lakukan hari itu, atau dengan bersemangat mengajak Chinen bermain.

Sayap Chinen mengembang lagi, dengan kesal ia mencabut satu bulunya yang seketika berubah menjadi belati, “Mou soro soro da ne… sudah saatnya aku berangkat sepertinya…” gumam Chinen tak jelas.

“Kemana?”

Chinen kaget dan seketika menyembunyikan sayapnya. Sebentar. Tadi kan dia dalam keadaan berwujud iblis? Kenapa Miki bisa lihat? Tentu saja karena dia malaikat, bodoh! Umpat Chinen pada drinya sendiri.

“Kau sudah lihat…percuma aku sembunyikan…” kata Chinen acuh, “Pergilah… atau aku harus membunuhmu…” katanya lagi masih dengan nada bicara yang sangat dingin.

“Kalau begitu bunuh saja… bukankah selama ini kau punya banyak kesempatan untuk itu?” tanya Miki malah mendekat pada Chinen.

Chinen membuang pandangannya dari Miki, “Aku membunuh pada saat yang tepat…” jawab Chinen lagi.

“Sebenarnya apapun wujudmu… apapun wujudmu…” kini air mata Miki mengalir deras, “Aku tidak peduli! Chinen-kun tetap Chinen-kun, kan?” ucapnya masih ditengah-tengah isakan yang tak mampu ia redam.

“Tapi aku tak bisa melindungimu… sekarang pergilah!!”

Miki menerjang tubuh Chinen dan memeluknya, “Demo… demo… aku ingin memperlihatkan hadiah dari ayah nanti saat aku ulang tahun!! Kumohon!!”

Chinen meremas tangan Miki dengan tak rela, “Baiklah…aku akan menunggu hingga saat itu tiba…”

=============

Chinen mondar-mandir sejak tadi. Tapi Miki tidak juga datang. Sekarang tanggal 24 April, itu artinya ia harus segera berangkat ke kerajaan untuk hari eksekusinya. Tapi gadis itu malah tidak datang-datang membuatnya khawatir saja.

“Sudah waktunya ya? Lemah?” Yamada seperti biasa menggoda Chinen yang ia anggap sebagai iblis paling lemah.

“Tak usah banyak komentar… aku disini bukan untuk menunggumu…” elak Chinen malas.

“Menunggu kekasih hatimu itu datang? Baka da na… tidak mungkin dia datang… pesta sudah menunggu di kahyangan sana untuk malaikat sepertinya,” ucap Yamada dengan nada meremehkan.

“Kau tidak tahu apa-apa! Diam kau!!” kini Chinen tak sungkan menghardik Yamada yang langsung terbang dengan kesal menjauh dari Chinen.

“Baiklah putriku… selamat ulang tahun… Ayah senang sekali kau bisa menghabiskan waktu spesialmu itu di kahyangan…” kata Ayah dengan wajah gembira.

Miki mengangguk senang.

“Jadi… apa permintaanmu, nak? Ayah akan mengabulkannya untukmu…”

Miki menutup matanya. Ia sudah memantapkan hatinya.

“Sudah waktunya…” gumam Chinen yang akhirnya menyerah untuk menunggu Miki.

Ia terbang menuju kerajaan. Raja sudah bilang ini memang waktunya.

Chinen terbang semakin tinggi menembus awan, ketika dirasanya orang-orang memperhatikan dirinya. Iblis lain memperhatikan cara terbang Chinen yang sedikit aneh, bahkan ia sendiri tak mengerti kenapa tubuhnya terasa lebih ringan.

“CHOTTO Mattteee!!! Apa yang kau lakukan pada kaumku?!!” suara iblis yang kejam menggelegar.

Ayah Miki menjawab dengan sangat tenang, “Tidak ada kan selama ini peraturan tentang hal ini…lagipula ini sistemnya berter dengan milik pribadi kami…lagipula, iblis bernama Chinen itu selalu kalian bilang tidak berguna kan?”

Chinen menghampiri keduanya, bertanya-tanya ada apa sebenarnya.

“Miki memintaku untuk mengubahmu menjadi malaikat… dan karena ini adalah birthday wishes aku harus mengabulkannya…”

Chinen menoleh dan mendapati sayapnya telah berubah jadi putih.

“Are??!!” ucap Chinen heran.

“Aku melihat di dalam hatimu kau snagat baik, Chinen-kun…”

“Kau tidak bisa memulai perang…karena aku tidak melanggar perjanjian apapun…” kata Ayah Miki dengan tenang.

Raja iblis terlihat sangat gusar lalu beranjak dari tempat itu masih dengan perasaan kesal setengah mati. Walaupun jahat, setidaknya iblis tahu bagaimana menghormati perjanjian. Dengan alasan itu, selama ini perjanjian antara malaikat dan iblis tidak pernah dilanggar.

Chinen masih setengah tak percaya ketika Ayah Miki kembali angkat bicara.

“Miki menukarnya dengan hidupnya sebagai malaikat…”

Chinen terperangah, “Maksudnya?!”

“Ia tidak akan punya sayap hingga umurnya 28 tahun… harga yang harus ia bayar jika ingin menyelamatkanmu…”

Chinen berterima kasih lalu segera turun kembali ke bumi, mencari gadis itu.

“Miki!!” sudah Chinen duga. Miki pasti ada di atap.

Miki menoleh, “Yappari… wangi malaikat memang paling enak…” ucap Miki tersenyum.

“Kenapa kau menukar penyelamatanku dengan sayapmu!! Bukankah kau ingin sekali punya sayap??!!” seru Chinen.

“Sayangnya… aku lebih menginginkan Chinen-kun dibandingkan sayap itu… aku… takut sekali memikirkan Chinen-kun akan menghilang dari sisiku…” Miki mulai menangis lagi.

Chinen menarik Miki ke dalam pelukannya, “Mulai sekarang aku tak akan kemana-mana,” dan untuk pertama kalinya, Chinen tersenyum dengan sangat manis.

“Otanjoubi omedetou…Miki-chan…” bisik Chinen tepat di telinga Miki.

==============

OWARI~

Segalanya hanyalah khayalan gaje saia…jadi maap kalo aneh..
Ngaco dan sok fantasy gitu…
Maapkan juga kalo fail se-fail failnya.. #Bow
Hahahaha…
COMMENTS ARE LOVE…
Please don’t be a silent reader…

Advertisements

7 thoughts on “[Oneshot] My Birthday Wish

  1. Anonymous

    halo….salam kenal…
    akhirnya ktmu jg yang ngefans sm tegoshi haha…
    sbnrny udh lama liat2 blog kamu, aq suka dengan fanfic yg qm buat, cm selama ini jd silent reader, jd ga prnah comment…

    btw, nama user q di facebook ap y? mw minta password utk fiction NC17…
    blh???
    thx ^^

    Reply
  2. Indah_F

    halo, salam kenal…

    sdh lama aq liat2 blog qm, aq suka cerita2 yg kamu buat, khususny tentang Tegoshi (i'm a big fan of him too ^^)

    btw, mw tanya, nama user di FB qm apa? i can't find it…

    Reply
  3. Indah_F

    halo, salam kenal…

    udh lama aq liat2 blog qm, khususnya fanfic yg qm buat… i like it ^^

    trnyt penggemar tegoshi juga haha…

    mw tany, nama user qm di FB ap? i can't find it…

    Reply
  4. fukinyan

    Halo ^^ Salam kenal ya Kak 🙂
    Aku akhir2 ini baru suka hey say jump xDa dan cari2 fanfic buat dibaca..
    terus nemu fanfic ini xD aku suka banget hehehe soalnya beda gitu, biasanya kan cuma school live gitu2 aja. tapi ini sampe ada malaikat & iblis *^* aku suka banget XD hehehe
    oh iya, untuk nc-17 yang berpassword itu haru menghubungi kaka lewat mana ya? ^^ aku pengen minta passwordnya hehehe

    Reply
    1. Dinchan Post author

      Hello fukinyan! salam kenal juga.
      Makasih udah mampir dan ngasih komen disini. ^^
      untuk yang ber password, silahkan hubungin LINE kami, atau bisa lewat twitter admin : _dini07

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s