[minichapter] Bloody Scene in Hokkaido part.1

Title : Bloody Scene in Hokkaido
Type : Minichapter
Author : Anisu-chan
Genre :  Supernatural, Romance, Mystery
Rating : PG-15
Cast : Okamoto Keito (HSJ), Hideyoshi Sora (OC), Takaki Yuya (HSJ), Akiyama Sayumi (OC), Akiyama Sayuri (OC), Yaotome Hikaru (HSJ)
Disclaimer : I don’t own all character here, and I just own this plot ^^
N/B : yay, this is special fanfic for bunda (Dinchan). Enjoy please J
Bloody Scene in Hokkaido
Part. 1


Liburan musim panas tiba, tentu saja liburan musim panas sangat dinantikan banyak orang. Karena liburan musim panas cukup panjang, walaupun saat liburan musim panas, guru tidak segan-segan memberikan tugas yang cukup banyak, “Hideyoshi, kau mau ikut liburan berdua di villa milikku?” tanya Okamoto Keito yang merupakan teman sekelas Hideyoshi Sora.
“Boleh. Tapi hanya kita berdua saja? Kalau aku ajak teman bagaimana?” tanya Sora yang terlihat cukup antusias.
Keito tampak menimbang-nimbang permintaan Sora, akhirnya setelah cukup lama ia memikirkannya, “Baiklah, tapi kau hanya boleh membawa maksimal dua teman saja. Aku tidak suka jika terlalu ramai.”
Sora mengangguk, “Ok. Kau baik sekali, Keito.”
“Ke-Keito?” Keito tampak kaget.
“Kita ini sudah sekelas selama dua tahun, tidak ada salahnya kan jika aku memanggil nama depanmu? Lagipula selama ini kau selalu baik padaku,” Sora tersenyum kearah Keito. Sifat Sora yang hangat pada siapapun memang banyak disukai orang, termasuk Keito.
“Tidak apa-apa. Aku cukup senang mendengarnya. Kalau begitu, bagaimana jika aku memanggilmu Sora?” kata Keito terlihat ragu.
“Memang begitu seharusnya, karena kau satu-satunya teman lama yang tidak memanggil nama depanku.”
“Ah, gomen. Aku hanya tidak PD memanggil nama depan seseorang,” ujar Keito jujur.
“Ayolah jangan terlalu formal. Oh iya, bagaimana jika aku mengajak Sayumi dan Sayuri?” tanya Sora.
“Boleh saja. Lagipula mereka itu teman dekatmu. Aku sering melihat kalian bersama diluar jam sekolah.” jawab Keito.
“Eh? Kau tau?” Sora terlihat heran. Bagaimana tidak? Okamoto Keito yang ia kenal, merupakan laki-laki yang memiliki hubungan sangat payah terhadap siapapun, kecuali kepada Takaki Yuya dan Yaotome Hikaru. Selebihnya, Keito tidak pernah terlihat melakukan interaksi sosial kepada siapapun. Dan ini pertama kalinya ia mengajak Sora berbicara berdua.
Keito tampak gugup, kelemahannya memang tidak bisa berbohong didepan orang, “A-aku pernah melihat kalian karaoke bersama, saat aku pulang les.”
“Sou sou. Ne, Akiyama-chan. Maukah kalian ikut bersamaku dan Keito untuk berlibur di villa Keito?” tanya Sora kepada Akiyama Sayumi dan Akiyama Sayuri yang duduk tepat dibelakangnya.
“Boleh saja,” jawab Akiyama Sayumi dan Akiyama Sayuri berbarengan.
Sora berbalik badan kembali menghadap Keito, “Jadi? Hanya kita berempat?” tanyanya.
“Hm, aku akan ajak Yuya dan Hikaru. Selama ini aku selalu menghabiskan liburan musim panas bersama mereka.” jawab Keito.
“Wah, ini seperti triple date ya?!” kata Sora dengan polos.
“Se-sepertinya.” ujar Keito dengan wajahnya yang mulai memerah. “Baiklah Sora, sampai jumpa besok.”
“Hai,” jawab Sora yang tampak bahagia.
“Sora-chan, kita akan pergi ke villa Okamoto bersama Takaki-kun dan Hikaru-kun juga?” tanya Akiyama Sayumi dan Akiyama Sayuri.
“Aku tau kalian berdua kembar identik, tapi jangan terlalu sering ngomong bersama gitu dong.” komentar Sora.
“Baiklah, aku saja yang tanya. Jadi, apa benar kita akan pergi liburan musim panas bersama Takaki-kun dan Hikaru-kun juga?” tanya Sayuri.
Sora mengangguk puas, “Tentu saja. Mereka teman dekatnya Keito. Kalian senang kan?” goda Sora.
“Tentu saja!!” kata Sayumi dan Sayuri berbarengan lagi.
***
“Kau serius liburan kali ini di villa mu yang di Hokkaido?” tanya Takaki tampak kaget.
Keito mengangguk mantap, “Kau tau kan cerita kakekku yang pernah membawa nenekku liburan kesana dan akhirnya mereka saling mencintai sampai sekarang.”
“Oh aku tau, jadi kau ingin liburan kesana supaya…” kata-kata Hikaru terhenti, karena tiba-tiba sebuah tangan menempel di bahunya.
“Hey, Hikaru-kun.” sapa Akiyama Sayuri sambil tersenyum manis.
“Hey, Sayuri-chan. Kau sendiri?” tanya Hikaru heran, karena biasanya Sayuri selalu terlihat bersama kembarannya dan juga Sora.
Sayuri menggeleng, “Tidak, mereka berdua mau ke toilet dulu. Kalian baru datang? Kami sudah menunggu kalian selama 15 menit lho,” kata Sayuri yang terlihat sedikit kesal.
“Gomen, Sayuri. Aku telat bangun,” kata Takaki sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal.
Sayuri tersenyum, “Aku sih tidak masalah dengan orang yang suka ngaret kalo lagi janjian, tapi Sayumi beda sekali denganku.”
“Minna!! Cepat naik, keretanya sudah datang!” teriak Sora dari jarak yang cukup jauh.
“Ck, Sora itu punya malu gak sih? Ditempat umum teriak sambil melambaikan tangan begitu,” kata Sayuri dengan raut wajah yang terlihat kesal.
“Tapi itu kelebihan Sora. Ia selau terlihat ceria dimanapun berada,” jawab Keito tiba-tiba yang otomatis membuat Sayuri, Hikaru dan Takaki tampak bingung. Tapi mereka tidak terlalu mempersoalkannya karena kereta yang akan mereka gunakan untuk pergi ke villa Keito sudah siap berangkat dari stasiun sekarang.
***
“I-ini villamu, Keito?” tanya Sora kaget begitu melihat villa Keito yang cukup besar untuk ukuran rumah Jepang.
“Iya, villa ini sangat jarang dikunjungi. Ini adalah kunjungan pertama setelah 6 tahun ditinggalkan. Tapi tenang saja, villanya tetap bersih kok, karena setiap minggu dibersihkan oleh orang suruhan ayahku.” kata Keito.
“Kenapa villa sebagus ini jarang dikunjungi?” tanya Sayumi begitu masuk kedalam villa yang besar tersebut.
“Karena villa ini ang.. aw, sakit!” kata-kata Hikaru terpotong lagi, kali ini karena ulah Takaki yang menginjak kaki Hikaru secara tiba-tiba.
“Eh? Kenapa?” Sayumi makin penasaran begitu melihat tingkah laku Hikaru dan Takaki.
“Karena.. kalau hanya aku, Hikaru dan Keito yang ada di villa ini rasanya sepi sekali.” ujar Takaki disertai anggukan Hikaru.
“Oh, karena ukuran villa ini terlalu besar ya.” Sayumi menyimpulkan sendiri apa yang dikatakan Takaki barusan.
“Kalian bisa memilih kamar sesuka kalian, disini ada 6 kamar. Silakan pilih saja.” kata Keito yang baru saja keluar dari kamar mandi villanya.
“Kita tidur bertiga saja ya? Aku tidak bisa tidur sendiri,” kata Sayuri kepada Sayumi dan Sora.
Begitu mendengar kata Sayuri, Keito langsung meresponnya, “Setiap kamar hanya ada dua kasur personal. Jadi tidak bisa bertiga.”
“Baiklah, kalau gitu aku tidur sendiri saja.” kata Sora dengan santai.
***
“Sayuri, Sayumi, ayo kita bermain di pantai!!” teriak Hikaru dari ruang tengah.
“Tunggu aku Hikaru-kun!” teriak Sayuri dari depan pintu kamarnya yang berada dilantai dua.
Hikaru tersenyum melihat penampilan Sayuri dengan bikini birunya, “Ayo cepat.”
“KYAA!!” teriakan Sayuri memekik seluruh ruangan yang ada divilla tersebut, ia tersandung kabel yang terletak dilantai dekat tangga.
BRUK, “Daijobu ka, Sayuri?” tanya Hikaru panik karena kepala Sayuri bocor akibat kecelakaan yang membuat kepalanya terbentur oleh ujung meja jati yang diletakkan tepat disebelah kiri tangga.
Sayuri menggeleng, “Kepalaku pusing.. Darah? A-aku takut darah!!” Sayuri mulai panik melihat darah yang mengucur dari kepalanya.
“Sayuri? Kau kenapa?” Sayumi yang baru saja keluar dari kamarnya, panik melihat Sayuri yang kepalanya sudah mengeluarkan darah cukup banyak.
“Bagaimana ini? Perahunya sedang digunakan Takaki dan Yamano-san untuk membeli makanan.” ujar Hikaru panik, kemudian ia mengambil ponselnya yang masih tergeletak di meja, “Tidak ada sinyal!”
“Okamoto dan Sora kemana? Apa disini tidak ada alat-alat P3K? Sayuri! Bangun Sayuri!!” Sayumi yang mulai panik melihat kembarannya yang sudah kehilangan kesadarannya.
“Aku tidak tau dimana mereka berdua. Tunggu disini, biar aku cari kotak P3K!” Hikaru berlari agar ia bisa mempersingkat waktunya untuk lebih cepat mengambil kotak P3K yang terletak dibelakang villa Keito.
 “Sayumi, kotak P3K-nya kosong!” Hikaru terlihat lemas saat ia menenteng kotak P3K yang kosong.
“Kau tidak membawa obat-obatan?” tanya Sayumi.
Hikaru menggeleng, “Aku juga tidak bawa. Mungkin Okamoto membawa obat-obatan. Kau bisa cari Okamoto, Hikaru?”
“Baiklah, sebaiknya kau menghentikan pendararahnnya dulu. Aku akan mencari Keito dan Sora.”
***
“Gomen, Sayumi. Aku tidak tau kalau Sayuri jatuh dari tangga,” kata Sora dengan nada penyesalan yang sangat jelas terdengar.
“Bagaimana kau tau kalau saat itu kau sedang berdua dipantai bersama Okamoto. Kau ini kenapa sih Sora? Tak biasanya kau meninggalkan aku dan Sayuri.” kata Sayumi yang mulai kesal dengan Sora.
“Keito mengajakku ke pantai, dia ingin berdua denganku, katanya ia ingin cerita.” jawab Sora jujur.
Sayumi memandang Sora dengan bingung, “Hah? Tumben sekali orang itu ngajak oranglain ngobrol selain Takaki-kun dan Hikaru-kun.” amarah Sayumi sepertinya mulai mereda begitu mendengar jawaban Sora tadi.
“Aku tidak tau, aku juga sudah mulai merasa aneh saat ia mengajakku liburan musim panas divillanya.”
Sayumi melihat jam dinding yang ada dikamarnya, “Takaki-kun sudah pulang?”
“Belum, katanya dilaut akan ada badai. Makanya ia tidak bisa pulang sekarang.”
“Pantas saja villa ini jarang digunakan, tempatnya dipulau tengah laut dan tidak ada sinyal!” Sayumi mulai kesal, “Pokoknya begitu Takaki tiba disini, aku dan Sayuri akan segera pulang. Terserah, kau mau pulang atau tetap disini bersama Keito.”
“Sayumi!! Kau kenapa sih? Hanya karena Sayuri jatuh dari tangga kau mau pulang?” kata Sora yang kesal dengan sikap keras kepalanya Sayumi.
“Terserah apa katamu! Aku tetap mau pulang.”
Sora keluar dari kamar Sayumi dan Sayuri, tidak ada gunanya berdebat dengan Sayumi, ia terlalu keras kepala. Sora melihat ke sekeliling villa yang ia tempati, ia tampak tertarik dengan bangunan villa ini yang tampak seperti bangunan tua khas Eropa.
“Bloody Scene in Hokkaido?” tanyanya kepada diri sendiri begitu melihat rentetan buku yang terjajar rapi dilemari ruang tengah.
“Wah tampaknya buku ini sudah lama,” Sora membuka buku tersebut dengan rasa penasaran yang teramat sangat. Ia langsung tertarik kepada buku tersebut begitu melihat judulnya.
“Sora? Sedang apa?” Hikaru yang tiba-tiba muncul dari kamarnya dilantai dua langsung menghampiri Sora yang sedang heran dengan buku yang barusan ia ambil.
“Hikaru tau buku apa ini? Aneh sekali, buku ini hanya berisi gambar-gambar pembunuhan dan terakhirnya ada gambar pasangan yang sedang berciuman.” kata Sora sambil menunjukkan buku tersebut kepada Hikaru.
Hikaru menggeleng, “Kau dapat darimana buku ini?”
Sora menunjuk kearah lemari tempat buku tersebut berada, “Disana.”
“Halaman pertama buku ini ada laki-laki yang tenggelam karena tertelan ombak,” ujar Hikaru memandang halaman pertama buku tersebut.
***
“Okamoto, apa tidak ada perahu lagi? Sudah 2 hari Takaki-kun belum juga pulang.” Kata Sayumi yang mulai khawatir.
Keito menggeleng, “Mungkin ia sedang asyik disana atau badainya belum juga berhenti. Tapi dari kemarin cuacanya cerah.”
“Tidak ada kabar apapun darinya?” tanya Sayumi.
“Entahlah, aku belum melihat ponselku sejak berada disini. Lagipula sinyalnya hanya ada diluar,” Keito menjawab enteng sambil berjalan menuju dapur.
“Orang itu kenapa sih? Sama teman sendiri gak ada rasa khawatir begitu!” umpat Sayumi.
“Sudahlah Sayumi, tidak ada salahnya kan jika kita tetap berlibur disini. Lagipula pantai disini sangat indah.” kata Sayuri.
“Iya benar, Sayuri mau ke pantai bersamaku?” ajak Hikaru.
Sayuri membalas ajakan Hikaru dengan senang hati dan wajahnya terlihat sumringah saat Hikaru menggandeng tangannya.
“Aku takut jika Takaki-kun mati karena tenggelam dilaut,” ujar Sayumi dengan miris.
Sora yang sedari tadi mencerna maksud gambar-gambar yang ada dibuku misterius yang ia temui dua hari lalu langsung melihat Sayumi dengan bingung, “Kau kenapa?”
“Aku takut jika kutukan dibuku itu mengkutuk kita semua disini!” kata Sayumi yang mulai meneteskan air matanya.
“Ayolah, Sayumi jangan menangis. Kau bisa lihat sendiri kan buku ini hanya berisi gambar-gambar aneh. Tapi aku suka, karena aku suka hal-hal yang berbau horor.” jawab Sora santai.
“Lihat, dibelakang buku ini bertuliskan ‘Kutukan sudah mulai berjalan jika kau kembali menaruh buku ini kembali ditempatnya’. Seperti dihalaman awal buku ini, seorang laki-laki tenggelam dilaut. Bisa saja hal ini terjadi kepada Takaki-kun, makanya ia belum pulang sampai saat ini!” Sayumi mulai panik.
“Kutukan itu tidak pernah ada Sayumi! Dan juga kenapa disini ada akhir yang bahagia? Kau tau kan gambar dihalaman belakang?!” Sora mulai tertarik dan sedikit takut kali ini.
“Aku berpikir, dibuku ini hanya ada dua orang yang hidup. Dua orang itu laki-laki dan perempuan, dan akhirnya mereka bisa menjadi sepasang kekasih yang bahagia karena hanya mereka berdua yang hidup.” Kata Sayumi.
“Itu bukan alasan yang logis, Sayumi. Bagaimana mungkin sepasang kekasih hidup bahagia diatas kematian orang-orang disekitarnya.” Sora menutup buku tersebut dan memandang Sayumi dengan serius, “Dengar Sayumi, kutukan itu tidak pernah ada! Dan mungkin saja sekarang ini Takaki belum pulang karena perahunya rusak atau ia lupa karena terlalu asyik ditempat ia membeli makanan. Bisa saja kan? Kau tau kan Takaki itu orangnya seperti apa? Dia selebor.”
Sayumi terdiam, “Sayumi mau ikut aku bermain dipantai bersama Hikaru dan Sayuri?” ajak Sora.
Sayumi menggeleng, ia masih terdiam dengan raut wajah yang terlihat khawatir.
***
To be Continued
Tadinya mau bikin Oneshot, tapi kepanjangan jadi bikin minichapter ajalah hehe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s