[Oneshot] Kitto Wasurenai

Title                  : Kitto Wasurenai
Type                 : Oneshoot
Author               : Uci Pradipta
Genre               : Romance, Friendship
Ratting              : Kira kira berapa?:P
Fandom             : Johnny’s Junior & Johnny’s Entertainment
Starring             : Hokuto Matsumura, Yuma Nakayama, Keito Okamoto, Ichiko Yaotome (OC), Lisa Morimoto (OC)

 
Kitto Wasurenai

Siang itu, Hoku berdiri memandangi lapangan yang sedang dipakai untuk ekstrakulikuler PMR. Pandangannya tertuju pada seorang gadis yang sedang sibuk mengajari juniornya bagaimana cara membalut luka. Ichiko Yaotome. Selama 3 tahun ia telah menyimpaan perasaan sukanya pada gadis bernama Ichiko itu.
“Hoku.. Hoku-chan” panggil seorang gadis dengan centilnya.
Hoku menggeridik sebal. Dengan malas ia menoleh.
“Doushita no Hani-chan?” Tanya Hoku pada gadis berparas imut nan centil khas wanita Jepang.
“ Kikitai koto ga arun deso ga”
“Donna koto desu ka? Jangan bilang yang kemarin?”
“Unn~ benar. Ini soal yang kemarin. Apa kau berubah fikiran? Aku harap kau akan menjawab ‘iya’”
Hoku mengingat-ingat apa yang terjadi kemarin.
*Flashback*
“Hoku? Ada yang mau ku bicarakan. Ayo ikut aku” kata Hani sambil menarik Hoku ke grdung olahraga yang sepi.
“Nani ga atta no? Kitakan bisa ngomong dikeas” kata Hoku sebal
“Anoo, emm.. kimi ga daisuki. Suki. Suki!”
“Eh?” Kata Hoku kaget. Ia tak pernah menyangka bahwa Hani sang idola para lelaki disekolahnya menyukainya .
“Maukah kau jadi pacarku?”
“Gomene. Aku tidak bisa. Sudah ada gadis lain yang kusuka. Gomene Hani-chan”
*Flashback end*
“Bukankah sudah ku katakana kalau sudah ada gadis yang kusuka? Berhentilah berharap. Masih ada banyak lelaki disekolah ini yang mencintaimu sepenuh hati”
“Tapi aku maunya kamu. Hoku-chan!” bentak Hani.
Hoku sudah malas menghadapi wanita seperti ini. Ia berjalan meninggalkan Hani menuju ruang markas Pramuka. Ketika Hoku sedang berjalan menuju markas Pramuka, ia bertemu dengan Oku, gadis yang setipe dangan Hani, berpangkat sebagai ketua cheerleader sekolah.
“Damn!” eluh Hoku. Seketika ia langsung berbalik arah untuk menghindari Oku. Tapi gagal. Oku suka mengganggunya, mengaku-ngaku kalau Hoku telah menjadi pacarnya. Hoku sangat benci dengan tipikal gadis yang centil.
“Hoku-chan!!!”teriak Oku sambil menggandeng lengan Hoku. Dengan cepat ia melepaskan gandengan itu.
“Oku-chan. Pergilah. Aku sedang ingin sendiri” kata Hoku tajam
“Eh? Tidak. Aku tidak akan meninggalkanmu sendiri. Hoku-chan, kau kan pacarku, aku akan menjadi pacar yang baik untukmu”
“Listen, I never have relationship with you! Never. Jangan mengaku-aku seenaknya!”
“Kalau begitu, jadilah pacarku. Oke?”
“Mimpi saja kau. Aku sudah ada wanita yang ku suka. Pergilah sana!”
Beruntung terdengar suara pengumuman bahwa semua anggota paskibraka harus berkumpul di lapangan sekarang. Ia dapat berpisah dengan Oku, si pengaku-aku itu.
Sewaktu Hoku dilatih oleh senpainya ketika membenarkan barisan, ia bertemu dengan Lisa, senpainya yang ternyata juga memiliki kesamaan dengannya, ero. Ketika barisan bershafnya tidak lurus, Lisa menendang tungkainya, agar barisannya lurus.
“Aww..” rintih Hoku
“Jangan gitu ih, gua jadi kerangsang tau!” bentak Lisa senpainya. Sekejab, seluaruh anggota pasukan paskib tertawa.
Hokupun menarik Lisa-senpai ke belakang barisan.
“Ntar ke hotel yuk kak” kata Hoku jahil.
Semenjak kejadian itu, Hoku dengan Lisa menjadi dekat. Bukan dekat seperti seorang lelaki yang menyukai wanita, namun sebagai adik kakak. Berawal dari ke-ero-an yang tak sengaja itu, kini Hoku sudah mulai meneritakan bagaimana kisah cintanya pada Lisa senpainya.
Suatu malam, hoku menelepon Lisa senpainya.
“Konbanwa Lisa-senpai” kata Hoku lesu
“Konbanwa Hoku-chan. Doushita no? Kok lesu gitu?”
“Anoo, Oku-chan dan Hani-chan”
“Ada apa dengan mereka?”
“Oku-chan mengancamku, kalau aku tak menerimanya menjadi pacarnya, dia mengancam akan bunuh diri. Sedangkan Hani-chan, ia mengancam akan memberi tahukan pada orang tuanya, lalu akan melabrakku. Apa yang harus ku lakukan? Padahal aku sudah bilang, kalau aku sudah menyukai wanita lain”
“EEEHHH? MAJIDE?” Teriak Lisa tak percaya.
“Unn~ what can I do Lisa-senpai? Aku sangat pusing”
“Hmm, ini sangat rumit. Demo, sekarang kau baik-baik saja kan?”
“Unn~ hanya sedikit pusing”
“Sudah, jangan terlalu difikirkan lagi. Istirahatlah, besok kalian masih harus latihan paskib.  Odaiji ni Hoku-chan”
“Arigatou”
Setelah menutup telepon, Hoku merebahkan tubuhnya dikasur. Menatap langit-langit kamarnya. Membayangkan sesuatau yang indah, membayangkan bahwa Ichiko menjadi miliknya. Membayangkan senyumnya yang manis dan keramahannya saja sudah membuat Hoku merasa terbang ke langit dengan sejuta bintang-bintang yang bertaburan.
“Ichiko, aku harap, kau bisa kumiliki seutuhnya” kata Hoku sebelum memejamkan matanya sambil tersenyum.
*********
Paginya, Hoku hamper terlambat masuk sekolah. Tapi Hoku malah bersyukur karena ia hamper terlambat masuk sekolah, karena ia bisa bersama Ichiko. Kebetulan, Ichiko satu bus dengannya. Tak disangka-sangka, Ichiko lah yang menyapanya.
“Hoku-san?” sapa Ichiko sopan sambil tersenyum.
“Eeh? Ichiko?”
“Hai. Ohayou” kata Ichiko setelah duduk disampingnya.
“Ohayou. Kau naik bus juga?”
“Hanya hari ini. Entah, Yuma-chan tidak menjemputku.”
DHEG..
Jantung Hoku serasa berhenti. Mendengar kalimat yang Ichiko katakan barusan. Tapi Hoku mencoba untuk positif thinking. Tapi kesedihan diwajahnya tak dapat dihapuskan begitu saja.
“Eh? Hoku-san? Daijoubu desu ka?” Tanya Ichiko.
“Unn~ daijoubu” jawab Hoku sambil memaksakan sebuah senyuman disudut bibirnya.
“Ngomong-ngomong, kau pacarnya Oku-chan kan? Kalian serasi lho”
“Eeh?! Ile! Dia hanya mengaku-aku saja. Yang aku suka adalah Ichiko-san.ett,, ile. Bukan begitu maksudku” kata Hoku kelepasan
“Unn~ aku juga suka Hoku-san kok” kata Ichiko sambil tersenyum manis seperti anak kecil.
“Eeh? Majide?” Tanya Hoku tak percaya kegirangan.
“Hoku-san. Kita sudah sampai. Ayo, kita telat!” kata Ichiko menyadarkannya.
Merekapun turun dari bis.
“Eh? Kita benar-benar telat. Kau mau berlari?” Tanya Hoku setelah melihat jam tangannya.
“Tentu saja. Bisa di omeli sensei kalau telat”
“Ayo!” tanpa sadar aku menggandeng tangan Ichiko, namun Ichiko tak menolak. Kami berlari bersama, bergandengan tangan.
Setelah mereka berhasil bernegosiasi dengan satpam sekolah, merka pun berpisah menuju kelasnya masing-masing.
“Hoku-san. Arigatou ne. jya~”
“Unn~ jyaaa”
Untuk beberapa saat, Hoku merasa bahwa ia adalah orang yang paling bahagia di dunia. Namun, saat istirahat, Hoku merasa ia adalah orang yang paling kasihan dan menyedihkan di dunia. Ia tak sengaja melihat Ichiko dan Yuma-senpai sedang berada di dekat UKS.
“Yuma-chan” panggil Ichiko
“Ne? douishita no Ichiko?” Tanya Yuma.
“Suki dakara..”
DHEG..
Hoku merasa lingkungan sekitarnya lenyap, berubah menjadi gelap, hampa, dan hanya ada ia sendiri didalamnya.
Dada Hoku terasa berat, nafasnya tercekat, tak sanggup melihat dan mendengar lagi percakapan selanjutnya. Ia berlari dengan gontai menuju bukit belakang sekolah. Tak perduli siapa yang ia tabrak ketika berlari. Bukit belakang sekolah adalah tempat yang sepi, dimana dia dapat berteriak sepuasnya mengurangi rasa sakit yang mendalam di dada.
“ICHIKOOOOOOOOOO!!!! NANDE? NANDEEE??????????!!!!!!!AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” teriak Hoku sekencang-kencangnya. Berharap rasa sakit didadanya berkurang.
“Nande Ichikoo? Kau buat aku merasa seanang, terbang karena bahagia, lalu kenapa? Kenapa kau hempaskan kembali ke bumi?! Kenapaaa!!!!!!! Apakah aku tidak ada apa-apanya? Aku tau, Yuma senpai punya kelebihan disbanding aku, tapi kenapaaaa kau tega menghempaskan rasaku ini”
“Aku ini memang pengecut! Pengecut! Seharusnya aku sudah mengatakan padamu sejak dulu. That should be me holding your hand, buying you gift, making you laugh, feeling your kiss, this is so sad. That should be me, that should be me..That’s so wrong. It’s pain in my heart. Seharusnya sudah ku katakana sejak dulu” sesal Hoku.
“Kenapa? Bukannya kau belum menyatakan cintamu pada Ichiko?” kata seseorang.
“Eh? Yuma-senpai?”
“Aku menolaknya, ada gadis lain yang ku sukai.”
“Eh?”
“Hoku!!!! Hoku-chan! Daijoubu desu ka?” Tanya Lisa-senpai terengah-engah  setelah memeluk Hoku yang tak berdaya.
“Daijoubu Lisa-senpai” kata Hoku.
“Anata wa! Kenapa kau disini?” bentak Lisa pada Yuma. Yuma tak menjawab. Lalu berpaling meninggalkan Hoku dan Lisa.
Hoku menceritakan semua yang telah terjadi pada Lisa. Inilah yang membuat hoku tak segan-segan menceritakan kisah cintanya pada Lisa, ia pendengar yang baik, juga pemberi solusi dan yang terpenting, Lisa selalu menjaga rahasia.
“Sou ka.. tenangkanlah dirimu sebentar, lalu, katakan apa yang ingin kau katakan pada Ichiko. Katakan yang sejujurnya. Aku tahu kau pasti bisa. Ganbatte ne” kata Lisa sambil tersenyum simpul.
“Arigatou Lisa-senpai”
Keesokkan paginya, Hoku memberanikan diri berbicara pada Ichiko. Ia menghampiri Ichiko di ruang PMR.
“Ichiko, ada yang ingin kubicarakan” kata Hoku sedikit ragu.
“Eh? Hoku-san? Ada apa?” kata Ichiko lalu meninggalkan bidai di meja dan menghampiri Hoku.
“Daijoubu desu ka? Matamu sambab. Kau harus merelakan Yuma-senpai, ia telah menyukai yang lain.
“Ett, bagaimana kau tau? Sudahlah, lupakan saja.” Kata Ichiko. Mata Ichiko mulai nanar. Ia akan menangis, tapi ia tahan. Ichiko memalingkan wajah, dan beranjak meninggalkan Hoku. Tapi ia tertahan, Hoku memegang tangannya. Lalu menarik Ichiko dalam ke dalam pelukkannya.
“Kimi ga daisuki,, Ichiko”
Sekejab, setelah perkataan Hoku, Ichiko menangis dalam pelukkan Hoku.
“I hope, I can be the one for you” tambah Hoku. Ichiko makin terisak.Hoku memeluk lebih erat lagi tubuh Ichiko.
“Hoku, gomennasai. You can’t be the one for me. Aku memilih Yuma-senpai karena aku fakir, ia bisa membuat pertunanganku dengan Okamoto-san gagal, tapi ternyata tidak bisa. Aku dijodohkan dengan Okamoto Keito. Setelah lulus SMA, aku harus pindah ke Inggris, dan cepat atau lambat, namaku akan berubah menjadi Okamoto Ichiko. Dan, aku memang menyukai Yuma-senpai. Maaf. Kalau aku bersama Hoku-san, Hoku-san mungkin akan tersakiti. Aku tidak mau melukai Hoku-san. Gomennasai Hoku-san” kata Ichiko disela-sela tangisnya, lalu kini ia berbalik memeluk Hoku.
“Wakatta.. demo, aku akan selalu menyayangimu. Semoga Okamoto Keito ituadalah orang yang tepat, yang bisa membuatmu bahagia. Aku akan bahagia, jika Ichiko bahagia. Hanya satu perminyaanku Ichiko. Bahagialah untukku.”
“Hontou ni arigatou Hoku”
********
Hoku mengantarkan Ichiko pergi ke aula untuk menaruh barang-baang yang akan digunakan PMR. Namun, ada yang menghebohkan yang mengusik keingin tahuan Ichiko dan Hoku.
“TERIMA.. TERIMAA.. TERIMA..” teriak kerumunan itu.
Hoku dan Ichiko menerobos masuk kedalam kerumunan siswa-siswi itu. Terlihat, Yuma sedang menunggu jawaban dari seorang Lisa.
Hoku terlonjak kaget. Tak percaya bahwa yang dimaksud gadis yang Yuma-senpai suka itu adalah Lisa-senpai. Tapi Hoku juga tak menyalahkan Yuma-senpai. Hoku tak mengelak akan pesona Lisa-senpai.
“Unn~ aku mau” jawab Lisa.
“Majide? Banzaii!! Kata Yuma lalu memeluk Lisa.
Hoku menoleh ke Ichiko, wajahnya berubah sedih kembali. Lau Ichiko keluar dari kerumunan. Hoku mengikutinya. Ichiko dan Hoku sudah menaruh barang-barang yang mereka bawa tadi.
“Daijoubu desu ka Ichiko?”
“Unn~ daijoubu Hoku-chan” kata Ichiko sambil menghapus air matanya yang sudah terlanjur membasahi pipinya dengan punggung tangannya.
Once again, Hoku menarik tubuh Ichiko ke dalam pelukkannya. Sekali lagi pula, Ichiko menangis di dalam pelukkannya.
Hoku benar-benar tak tega harus melepaskan Ichiko seperti ini. Ia hanya ingin Ichiko kembali ceria seperti biasanya dan bahagia.
********
Malam perpisahanpun tiba. Hoku sekarang memang sudah bersama Ichiko, tapi sebagai sahabat. Bukan sebagai pacar.
Aetelah acara perpisahan di sekolah selesai, Hoku, Lisa, dan Yuma mengantarkan Ichiko ke bandara. Setelah Ichiko berpamitan pada Lisa dan Yuma, kini giliran Ichiko berpamitan pada Hoku.
Hoku takut malam ini akan terjadi. Perpisahan. Ia tak mau berpisah dengan Ichiko.Jauh di dalam lubuk hatinya, Hoku tak ingin melepaskan Ichiko, tapi ia juga ingin Ichiko hidup bahagia. Dan sampai sekarangpun Hoku tetap menyayangi Ichiko.
“Hoku-chan, maaf, aku harus pergi. Sebenarnya aku tak ingin meninggalkan Jepang. Tapi aku harus. Maafkan aku. Aku menyayangimu” kata Ichiko lalu memeluk dan mencium pipi Hoku.
“Aku juga saying Ichiko.”
“Aku tidak akan bisa hidup dengan tenang kalau Hoku tidak bisa mencari pacar yang lebih baik dariku. Ralat, pendamping hidup! Kau laki-laki yang baik, ku doakan kau mendapat pendamping hidup yang bisa membuatmu bahagia. Sayonara~” kata Ichiko.
“Arigatou, akan ku usahakan. Hiduplah yang bahagia. Kitto wasurenai” kata Hoku lalu mencium kening Ichiko.
“Minna-san, hontou ni iro iro osewani nariashita. Sayonaraaa” kata Ichiko lalu menunduk memberi hormat.
“Sayonaraaaa” Tambah Ichiko sambil melambaikan tangan lalu berjalan menjauh.
Hoku tak akan pernah melupakan malam ini.  Malam perpisahan. Ia harap, ia bisa bertemu dengan Ichiko lagi suiatu hari nanti. Dan sampai kapanpun, Hoku tetap tidak akan bisa melupakan Ichiko sampai kapanpun. Karena didalam hatinya, ada kasih yang tulus untuk Ichiko yang tak akan pernah luntur sampai kapanpun.
 
This is the last time..
I’ll ever love anyone this much
That’s how I felt..
When you said ‘ you can’t be the one for me ’
But, in my heart, you’re always be the one for me
And when you’re break my heart
I’ll always wish..
You can life happiness along your life
Like it or not forever, like it or not..
I still can’t forget you..
I love you, I need you,  I want you
Sayonara…
Advertisements

One thought on “[Oneshot] Kitto Wasurenai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s