[Oneshot] I’m Glad to See You (Forbidden Love side story ~)

Title: I’m Glad to see You

Author: Fukuzawa Saya
Type: oneeshoot
Genre: Romance ,Angst.hahahaha
Fandom : JE
Starring : Nakajima Kento(sexy zone), Arioka Saifu (OC), Kikuchi Din (OC) dan selentingan orang lewt lewat*copas kata kata bunda hahahha
Disclaimer: ini adalah side diantara sidenya side*bikin bingung…hahahaha, maafkan saya yang bikin ini cerita makin banya side.hahahaha
~I`m Glad to See You ~
 
 

Saifu Pov
Pesta pernikahan Din nee chan berlangsung meriah dan tak ada masalah apapun.
Aku menatap Din nee dan Fuma-san sambil tersenyum dengan Kento disebalahku yang terus menggenggam tanganku erat, tangan yang dulu selalu digenggam dengan Daiki sama eratnya seperti sekarang, seperti saat Kento menggenggam tanganku.
Dimana Daiki sekarang?
Baik-baikkah dia?
Selama 3 tahun tak ada kabar apapun dari Daiki selain surat yang dia berikan padaku saat dia pergi meninggalkanku.
Kami tahu hubungan kami memang sangat salah,tapi semuanya sudah terjadi dan kami juga tak pernah menyangka akan begini jadinya.
Aku hanya selalu berdoa, dimanapun Daiki berada sekarang , aku berharap dia selalu sehat.
“Fu-chan…dousta?”,Tanya Kento sambil menatapku, membuyarkanku dari lamunanku.
Aku menggeleng,”daijobu…”
“memikirkan Daiki?”, tebak Kento dan aku tak akan pernah bisa berbohong dengan Kento, dia sealu bisa menebak apa yang aku pikirkan.
“aku hanya bertanya-tanya dimana dia sekarang dan apa dia sehat..”, gumamku pelan .
Kento menggengam tanganku makin erat ,”sou ne..percayalah dia akan baik-baik saja..”, kata Kento sambil tersenyum.
“Fuchan..ayo kuantar pulang..”,kata Kento saat acara pernikahan Din nee sudah selesai, dan para tamu sudah mulai pulang.
Aku mengangguk ,lalu mengikuti Kento menuju mobilnya yang diparkir di parkiran hotel .
3 tahun lewat, aku memang berpcaran dengan Kento . Tapi bohong jika aku bilang perasaanku sudah sepenuhnya hilang untuk Daiki, aku masih sering menangis setiap malam karena merindukan Daiki.
Aku hanya bisa menatap fotonya yang ada di dompet dan kamarku ,kadang aku hanya diam dikamar Daiki yang masih sama seperti dulu , saat kami keluar dari rumah.
“Fu-chan…sudah sampai..”,kata Kento
Aku mengangguk,lalu turun dari mobil diikuti Kento yang mengantarku sampai depan pagar rumahku.
“oyasumi…”, kata Kento lembut,
Aku menatapnya,lalu mencium pipi Kento lembut,”oyasumi…”
Kento masih didepan pagar rumahku sampai ahirnya aku masuk ke dalam rumah ,
“tadaimaa…..”, seruku pelan.
Suara isak tangis, begitu jelas.
Suara Mama?
Hatiku jadi gelisah, aku berlari keruang keluarga mendapati Otou-san tengah terdiam sambil memegang handphone yang masih digenggamnya erat.ekspresi wajahnya kaget campur tak percaya.
Sedangkan Mama terus menangis.
“Otou-san…,Mama..”,panggilku takut-takut, aku semakin takut mendengar apa yang akan mereka katakan.
Semoga bukan berita yang tak pernah ingin aku dengar, hal terburuk yang mungkin saja terjadi.
“Saifu..”, lirih Mama sambil memelukku erat,menangis sambil memelukku.
“Daiki…”lirih Mama.
“eh??ada apa dengan Dai-chan??”,tanyaku kalut.
“dia tertembak…”, kata Otou-san pelan,”dia meninggal….”kata Otou-san lagi,lalu langsung menutup matanya dengan sebelah tangannya, meneyembunyikan air mata nya.
“gak mungkin…”aku menggelengkan kepala melepaskan pelukan Mama,”KALIAN BOHONG!!”, teriakku kalut.
“Gak mungkin!!gak mungkin!!!!”, seruku berteriak
Hatiku seperti tersayat, bagaimana mungkin Daiki benar-benar meninggalkanku seperti ini??sebegitu inginkah dia pergi meninggalkanku??
Author Pov
 2 hari kemudian,jenazah Daiki sampai di jepang . Jenazhnya langsung dibawa kerumahnya, Mama pingsan setelah melihat jenazah Daiki, sedangkan Otou-san terus menangis, menangisi anak laki-lakinya yang sudah pergi untuk selamanya.Din juga tak henti-hentinya menangis, masih tak percaya Daiki meninggal.
Apalagi begitu dia tahu Daiki meninggal tak lama setelah dia menelponnya,dan itu menjadi perbincangan terakhir Din dan Daiki.
Saifu sendiri sudah terlalu lelah menangis, wajahnya sudah semabab. Dia terus menangis sampai tadi pagi jenazah Daiki tiba dirumah, Kento disamping Saifu hanya menggenggam tangan Saifu erat, Kento mengerti sesedih apa hati Saifu sekarang.
Kento terus menghibur Saifu sejak kemarin,namun respon Saifu hanya terus menangis. Tak ada yang bisa Kento lakukan lagi selain terus berada disamping Saifu.
Masih tak berubah, Daiki tak berubah sama sekali. Bedanya Daiki hanya bisa terpejam sekarang, didalam peti mati. Tak ada senyum hangat darinya untuk Saifu, tak ada suhu tubuh Daiki yang selama ini biasa Saifu rasakan.
Hanya sebuah tubuh yang terus terbaring dengan wajah tenang .
Saifu mendekati peti mati Daiki, tangan Saifu terulur menggenggam tangan Daiki yang tak balas menggenggam tangannya.
“Dai-chan…kenapa…”, Saifu kembali terisak kuat.
Namun tak ada jawaban apapun dari tubuh Daiki.
“Dai-channnn!!!!”Saifu berteriak Frustasi sambil menjambak rambutnya, Kento meraih tubuh Saifu memeluknya erat.
Hatinya ikut sakit melihat Saifu seperti ini, tak lama Kento merasa tubuh Saifu melemah ,Saifu pingsan masih sambil menangis.
Saifu membuka matanya, hari ini sudah malam.
“Daiki!!”,seru Saifu tiba –tiba sambil terduduk dikasurnya, Kento yang tertidur dipinggiran kasurnya terbangun ,menatap Saifu .
Saifu yang memeluk lututunya sambil menangis terisak.
Kento kembali memeluk Saifu,”tenanglah….aku disini,walaupun kau tak menginginkan aku. Aku ada disni bersamamu”, kata Kento.
Ucapan yang sama saat pertama kali Kento dekat dengan Saifu yang waktu itu baru saja ditinggalkan Daiki, Daiki yang memutuskan mengakhiri hubungannya yang salah dengan Saifu.
Kento masih ingat, saat itu dia menemukan Saifu yang tengah menangis dengan Din disampingnya yang terus menengkan Saifu.Saifu menangis sambil terus menggenggam surat dari Daiki
Surat perpisahan dari Daiki.
“Din nee…kenapa dia meninggalkanku?”,lirih Saifu sambil menangis.
Din memeluk Saifu, berusaha membuat Saifu lebih tenang,”mungkin ini semua untuk kebaikan kalian berdua….percayalah, Daiki pasti juga tak pernah ingin meninggalkanmu. .Dia terpaksa melakukan ini Fu-chan…”
“Tapi Din nee..aku ..aku mencintainya…kenapa semuanya harus seperti ini??kenapa kami adalah saudara??Tuhan kejam sekali padaku …”,Saifu terus terisak.
Satu hal yang dipikirkan Kento tentang Saifu, dia merasa iba dengan Saifu . Kento tak merasa jijik dengan hubungan Daiki dan Saifu karena setelah mendengar cerita Saifu tentang dirinya dan Daiki , mereka tak sepenuhnya salah juga karena mereka toh tak saling tahu merea kakak-beradik saat pertama kali bertemu.
Sejak saat itu, Kento terus mendekati Saifu, berusaha membuat gadis itu tak menangis lagi.
Selalu mendengarkan apapun yang Saifu ceritakan, tentang dia yang merindukan Daiki apapun.
Saifu memang hanya 1 tahun tinggal di share house setelah itu dia kembali kerumah orang tuanya yang tak pernah mengungkit tentang hubungannya dengan Daiki,namun juga ta pernah member itahu  keberadaan Daiki walaupun Saifu terus bertanya.Walau sudah tak tinggal di share house Saifu dan Kento masih tetap sering bertemu, menghabiskan waktu mereka bersama.
Kento yang terbiasa dengan Saifu, dan terbisa dengan gadis itu. Dengan senyumnya, dengan wajah sedihnya dengan harum tubuh gadis itu.
Kento tak bisa mengelak, dia menyukai Saifu .
Gadis yang selalu berada disampingnya itu membuatnya jatuh cinta.
Dan satu setngah tahun yang lalu, dengan keberanian Kento meminta Saifu menjadi pacarnya.
Saifu awalnya menolak, namun Kento memohon dan terus berjanji akan membuat Saifu bahagia.
Saifu yang tak tega akhirnya mengiyakan permintaan Kento walau dia mengatakan pada Kento dia ta janji akan mencintai Kento karena hatinya masih untuk Daiki.
Namun Saifu akhirnya luluh juga, kini dia mencintai Kento walau perasaan Saifu untuk Daiki masih tersimpan rapi didalam hatinya.
“Kento-kun…kenapa Dai-chan benar-benar pergi meninggalkanku?”, Tanya Saifu lirih,menyadakan Kento dari lamunannya.
Kento membelai wajah Saifu lembut ,mengusap air mata Saifu ,” ini suah takdirnya Fu-chan…..Daiki-san tak akan senang jika kau terus menangisinya…”,kata Kento sambil kembali memeluk tubuh Saifu.
“aku hanya masih belum siap dengan semuanya…Dia pergi terlalu cepat…”, lirih Saifu,”ini pertemuan kami setelah 3 tahun kami tak bertemu, tapi kenapa …kenapa kami bertemu dengan keadaan seperti ini?”, lirih Saifu lagi.
“Fu-chan…”,Kento mengusap usap kepala Saifu lembut,”sudah…relakan dia ya? Biarkan dia tenang..”, kata Kento
Tak ada jawaban dari mulut Saifu hanya isak tangis pelan yang masih keluar dari mulut gadis itu .Semua memori tentang dirinya dan Daiki terus terputar di otaknnya, senyum Daiki, ciuman lembut Daiki …Semua yang pernah dia lakukan bersama Daiki.
Tapi kini semuanya hanya bisa dia ingat, dia tak bisa lagi merasakan hangatnya tubuh Daiki.
Dia sangat mencintai Daiki, bahkan hingga sekarang.
Saifu tak rela..tapi dia harus merelakan kepergian Daiki itu.
“Aku bersyukur bertemu denganmu…Daiki…”,lirih Saifu , Kento hanya diam masih sambil menatap Saifu yang menunduk dan kini menatap Kento sambil tersenyum berurai air mata,” Dan aku beryukur bertemu denganmu…Nakajima Kento…”, kata Saifu lembut.
“arigatou…”, kata Kento sambil memeluk Saifu, Kento ikut menangis merasakan perasaan hangat yang mengalir ke dadanya dari senyuman Saifu.
Mereka menangis,menumpahkan kesedihan,merelakan yang terlah pergi , dan berbagi tangis untuk terus mencintai satu sama lain.
5 month later…
Saifu PoV
“Kau terlihat sangat cantik..”,puji Kento saat dia melihatku yang sudah selesai berdandan, Hari ini hari pernikahan kami.
“kuharap Dai-chan datang..”, kataku pelan.
Kento tersenyum,”aku yakin dia akan datang…”,kata Kento sambil menempelkan keningnya di kening Saifu.
“hei kalian …omedetou ne!!”, seru Din nee yang tiba-tiba masuk bersama Fuma-san.
“arigatou…”,kata Kento sambil tersenyum.
“Din nee..kandunganmu sehat-sehat saja kan?”,tanyaku sambil menghampiri Din nee yang tengah hamil 2 bulan.
Din nee mengangguk,”baik-bai saja kok..hehe..”
“aku juga akan segera menyusul ..”, cibir Kento merasa tak mau kalah dengan kakaknya.
“dasar bocah..”, cibir Din.
“aku sudah bukan bocah ..”,kata Kento sambil menjulurkan lidahnya.
“tapi kelakuanmu tetap seperti bocah…”,kata Din.
“hei kalian…sudahlah,acara sudah mau dimulai..kalau begitu aku dan Din kedepan dulu..”,kata Fuma sambil menarik lengan Din ,”selamat untuk kalian berdua..”,kata Fuma sebelum akhirnya keuar dari ruangan itu.
Aku berjalan gugup menuju altar bersama Otou-san, para tamu dan Kento menatapku membuatku semakin gugup. Aku tak mau melakuan kesalahan apapun , aku berjalan lurus menatap Kento didepanku yang berdiri dengan sabar menungguku mengahampirinya.
Disalah satu bangku kosong, disamping  bangku Mama  yang memang kuusediakan untuk Daiki ,aku melihat seseorang berdiri .
Tersenyu sambil menatapku, apa ini? Apa mataku salah lihat?
Daiki memakai jasnya dengan rapi, tersenyum kearahku.Senyum hangatnya yang biasa.
Aku terus menatap sosok itu walaupun kini Kento sudah meraih tanganku.
“Fuchan..?”,panggil Kento membuatu menatapnya,lalu kembali menatap sosok Daiki yang tembus pandang itu.
“omedetou….”
Daiki memang tak bersuara namun dari gerakan bibirnya aku bisa tau dia tadi mengatakan `omedetou `padaku.
Aku tersenyum lalu mengangguk ,”arigatou ….Daiki…”, kataku tanpa bersuara.
Kento menatapku bingung,”ada apa Fu-chan?”,Tanya Kento.
“Daiki datang…”,bisikku pelan sambil menatap kearah Daiki yang masih disana samba tersenyum.
“eh?aku tak melihat apapun…”kata Kento pelan.
“sudahlah…aku senang bisa menjadi istrimu Nakajima Kento…”,kata Saifu .
“eits..kita belum resmi…,ayo kita ucapkan sumpah kita dan sampai kita memakaikkan cincin dijari kita, ita resmi jadi suami istri…dank au akan menjadi nyonya Nakajima…”
“un..wakatta…”, kata Saifu lembut.
Saifu dan Kento sudah resmi menadji suami istri, Saifu menatap lagi bangku Daiki. Dan Daiki masih ada disana walau sosoknya semakin memudar , Saifu tersenyum dengan tangan Kento yang masih mengeggam tanganya erat sambil tersenyum didepan para tamu udangan.
“Dai-chan..arigatou,kau sudah datang…aku mencintaimu dan aku bersyukur bertemu denganmu..”, kata Saifu tanpa suara.
Sosok Daiki itu mengangguk ,”aku mencintaimu juga….”,kata Daiki sambil tersenyum ,lalu sosoknya memudar dan hilang begitu saja.
Saifu tersenyum , ini memang adalah kesalahan pada awalnya.
Namun akhirnya Saifu bersyukur, walapun dia kehilangan Daiki, tapi setidaknya dia tahu
Daiki mencintainya.
Dan dia bersyukur bertemu dengan Daiki, walau pada ahirnya mereka berpisah.
Namun kini ada Kento, dan Saifu beryukur karena bertemu dengan Kento.
“Fu-chan apa yang kau lihat sih?apa Daiki-san masih disini?”,tany Kento
Saifu menggeleng, “dia baru saja pergi…aku bersyukur bisa bersamamu..”,kataku lembut,
“aku pun begitu…Nakajima Saifu..”,kata Kento sambil mencium bibir Saifu .
OWARIIII~
Sedih sendiri bacanya..ini gagal gak sih angst nya???hahahaha
Leave some commen minna….and doakan saya di Mid semester ini >,<)9
Ganbarimasuuuu~ ~~!! Ini karena saya yang terlalu sensitive atau gimana sih??kok rasanya nyesek banget ya pas bikin ini cerita apalagi pas bagian ada Daikinya …

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s