[Multichapter] To Reach You (Story 1)

Title:To Reach You  (Story 1)
Author: Fukuzawa Saya
Chara Daiki Arioka(HSJ), Ryutaro Morimoto (HSJ),Suzuki Saifu (Oc) AND SOME OTHER CHARACTER AS EXTRAS~
fandom :JE
Rating :NC –17
Genre : romance as usual~
First NC ~ maaf ya kalo ceritanya ngalorrrrr banget, ini draft cerita udh lamaaa banget baru diterusin ..hahahahahaha..enjoyyyy~
To Reach You
~ Story 1 ~
Sinar matahari pagi menembus jendela kamara apartemen mewah itu, seorang gadis yang tengah menghisap batangan tembakau itu menyenderkan tubuhnya di badan kasur sambil mengacak rambutnya pelan, dia masih ngantuk nampaknya.
Dia menguap ,lalu kembali menghisap rokoknya lagi. Tubuh polosnya hanya ditutupinya dengan selimut putih kasur itu, laki laki yang juga sama polosnya denganya itu tertidur sambil memeluk pahanya itu erat.
“ukh…rokok..”, Laki laki berwajah manis itu terbangun Nampak tergangu dengan asap rokok yang dihirup gadis tadi,
“sepagi ini kau sudah merokok..”, keluhnya lalu berpindah memeluk pinnggang gadis itu ,mengusal pada pinggang gadis itu yang Nampak tak peduli.
Gadis itu ingin beranjak dari kasur itu setelah tadi dia mematikan rokoknya,namun laki laki itu tak membiarkannya dan langsung menarik gadis itu kedalam pelukannya.
“lepas..”, kata gadis itu dingin.
“disini dulu..temani aku..”, kata laki laki itu sambil mencium bibir gadis itu yang langsung mendorong tubuh pemuda itu.
“kau tak membayarku untuk itu..”, kata gadis itu tak peduli lalu melepaskan diri dari pelukan laki laki itu dan beranjak dari kasur itu dan memengut pakaiannya yang berserakan dilantai karena dilucuti pemuda bernama Daiki Arioka itu semalam.
“kirim uanganya ke rekeningku.”,kata perempuan bernama Suzuki Saifu itu lalu masuk kedalam kamar mandi dan tak lama keluar dari kamar mandi .
“nanti malam kemari lagi ya..”,kata Daiki yang kini duduk diranjangnya dengan tubuh polosnya hanya saja bagian bawah tubuhnya ditutupinya dengan seelimut.
“aku tak janji..”, Saifu menyalakan rokoknya lalu menyelipkannya di bibirnya , Daiki buru buru bangkit dari ranjangnya tak peduli dia tak memakai apapun sekarang, menarik lengan gadis itu lalu menyudutkannya ditembok.
“kau harus kemari malam ini..”,kata Daiki lalu mengecup bibir gadis itu sekilas,”aku akan bayar..kumohon..”, bisik Daiki lagi.
Saifu memutar matanya, kalau saja ia tak butuh uang dia tak akan rela menjual tubuhnya pada laki laki bernama Daiki Arioka ini, serorang pengusaha kaya dari sebuah perusahaan besar, kalau saja dia tak butuh uangn. Dia tak akan pernah rela.
“kutunggu..”,kata Daiki lagi lalu mencium pipi Saifu yang menatapnya malas, lalu pergi meninggalakan Daiki yang masih tersenyum menatap sosoknya yang berlalu pergi.
Daiki tersenyum menatap Saifu, gadis yang tak sengaja dia temui saat itu. Saat dia sedang bosan dan penat dengan pekerjaannya dan memutuskan pergi kesebuah club, dan disitulah Daiki bertemu dengan Saifu yang saat itu berada di atap gedung , Saifu mabuk dan hanya duduk sambil menatap kedepan .
 
 
Daiki tak tahu kenapa, tapi dia malah menghampiri Saifu . Daiki si pewaris tunggal perusahaan besarnya, karena memang hanya tinggal dirinya yang tersisa di keluarganya setelah kecelakaan itu.
Kecelakaan yang merenggut nyawa seluruh anggota keluarganya, dan dia tau siapa penyebabnya.
Dalang dibalik kecelakaan itu.
Saudara –saudaranya yang iri dengan keluarganya itulah dalangnya, itu kenapa dia sangat membenci saudara-saudaranya dan tidak pernah membiarkan mereka mendekatinya dengan wajah iblis mereka itu.
Dan sampai detik ini, Daiki terus menerus berusaha menghancurkan perusahaan-perusahaan milik saudaranya.
Daiki cukup puas karena sedikit demi sedikit tujuannya itu mulai tercapai.
Daiki bukan orang yang kejam, tapi dendamnya terhadap mereka membuatnya jadi seperti ini.
Saifu yang waktu itu mabuk berat, yang menatap Daiki awas saat Daiki memnghampirinya.
Daiki bisa melihat kesedihan diwajah manis Saifu yang memerah saat itu.
Kesedihan yang selalu membuatnya sesak, perasaan yang mungkin dirasakan oleh Saifu walau dengan alas an yang berbeda.
Daiki tak peduli, satu hal yang dipikirkan Daiki saat melihat Saifu …dia menginginkan Saifu.
Malam itu Daiki dan Saifu saling bercerita tentang hidup mereka, Saifu terus menangis menceritakan tentang dirinya, Suaminya yang sakit dan hidupnya yang sangat berat karena dia harus bekerja keras untuk membayar biaya rumah sakit Suaminya itu.
Daiki menyimak setiap perkataan Saifu dengan seksama, dan dia tak menemukan sedikitpun kebohongan dimata dan disetiap perkataan Saifu.
Daiki tau Saifu sudah punya suami,tapi keinginannya sudah mutlak.
Dia ingin Saifu dan itu berarti dia harus mendapatkannya.
Tak lama Saifu bangkit berdiri, dia mengatakan ingin pulang tapi baru beberapa langkah dia sudah pingsan.
Daiki dengan sigap mennangkap tubuh Saifu itu dan menggendongnya masuk kedalam mobilnya, dia tak tau dimana rumah Saifu itu kenapa Daiki membawanya ke apartemennya.
Saat Daiki membaringkan Saifu dikasurnya, dia menatap wajah Saifu lama, Daiki menempelkan keningnya di kening Saifu.
“aku tau rasanya ..aku mengerti…”, gumam Daiki.
Seketika perasaan sesak menghantui dirinya lagi,Daiki memeluk tubuh Saifu yang bergumam pelan .
“aku ingin bersamamu..”, kata Daiki lalu mencium bibir Saifu .
Tangan Daiki membuka baju yang dikenakan oleh Saifu, Saifu yang mabuk tak berdaya.
Saifu mabuk berat , Daiki sendiri mulai menciumi setiap jengkal tubuh Saifu.
“andai…aku bertemu denganmu lebih cepat, kau pasti tak akan sesusah ini..”, gumam Daiki sambil menatap wajah Saifu yang memerah .
Paginya Saifu berteriak histeris karena mendapati dirinya polos bersama dengan seorang laki-laki yang juga sama polosnya dengan dirinya.
Daiki dengan tenang menatap Saifu yang menutupi tubuhnya dengan selimut.
“si..siapa kau?!!!kenapa aku ada disini???apa yang kau lakukan???”, Tanya Saifu histeris.
“Arioka Daiki desu..kita bertemu tadi malam di club…aku tau kau butuh uang untuk pengobatan suamimu, dan aku bisa berikan asal kau bersamaku..”,kata Daiki tenang
“jangan bercanda!!!”, seru Saifu marah, Saifu langsung mengambil bajunya yang berserakan dilantai lalu buru-buru pergi dari apartemen Daiki itu.
Saifu menangis sepanjang perjalanan kerumah sakit, dia merasa mengkhianati suaminya Ryutaro Morimoto.
Saifu mengusap sisa-sisa air matanya,lalu memasang senyumannya masuk kedalam sebuah ruangan dirumah sakit.
Dia menghampiri Ryutaro yang tengah tersenyum kearahnya,laki laki berwajah pucat itu tersenyum kearah istrinya,
“Fu-chan…”, panggil Ryutaro sambil tersenyum.
“Ryu….”, Saifu langsung memeluk tubuh suaminya itu ,
“sesak Fu-chan..kenapa kau tambah kurus saja sih??memangnya kau tak makan ya?”, keluh Ryutaro .
Saifu tersenyum lembut,”jangan khawatirkan diriku..kau sudah makan obat kan?”, kata Saifu , Ryutaro mengangguk.
“Morimoto-san…maaf ..”, seorang suster memanggil Saifu, Saifu mengangguk pelan.
“Ryu sebentar ya…”,kata Saifu lalu mengikuti suster itu ke bagian resepsionis.
“Morimoto-san..biaya pengobatan atas suami anda harus dibayar, setidaknya setengahnya….kami sudah mentoleransi anda…jadi tolong jangan menyuitkan kami..”kata salah seorang petugas rumah sakit.
“hontou ni sumimasen…”, Saifu hanya bisa mengatakan itu, lagipula darimana dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu??
Walau dia hanya harus membayarnya setengah sekarang, tetap saja.
Dia tak punya sbanyak itu.
“maafkan kami Morimoto-san..tapi kalau anda tak juga membayar, kami dengan terpaksa akan memulangkan suami anda dari rumah sakit…”
“jangan !kumohon…!jangan, aku akan cari uanganya”, kata Saifu panic, dia tak mau Ryutaro meninggalkannya kalau pengobatannya dihentikan.
Dia tak mau ditinggalkan Ryutaro, karena hanya Ryutaro lah yang dia punya sekarang.
“Ryu..aku pergi dulu ya, aku harus kerja sambilan…”, kata Saifu.
“un…ki o tsukete ne. Maafkan aku…”, gumam Ryutaro sambil tersenyum sedih menatap Saifu.
Saifu mendekat memeluk Saifu,”jangan katakan maaf….kumohon, aku mencintaimu..”, kata Saifu sambil menempelkan keningnya dikening Ryutaro.
Mereka saling memejamkan mata, tangan mereka saling bertaut erat.
“aku ingin selalu bersamamu…, gumam Ryutaro.
“aku juga…”,
“aku ingin kita mempunya keluarga yang normal…dua orang anak, laki-laki dan perempuan. Dirumah sederhana milik kita, kita mempunya keluarga yang hangat seperti yang selalu kita impikan..”, kata Ryutaro sambil tersenyum.
“Ryu…”lirih Saifu sambil menatap wajah Ryutaro yang sangat dekat dengan wajhnya.
“tapi yang bisa kulakukan hanya menyusahkanmu, membuatmu bekerja keras..”, Ryutaro menggenggam tangan Saifu makin erat,”maafkan aku…”
“Ryu..”, Saifu mulai terisak,”jangan katakana itu lagi, kumohon….aku rela melakukan apa saja , asal bisa terus bersamamu..”lirih Saifu lagi.
“aku benar-benar orang yang berbahagia karena memilikimu..”, kata Ryutaro , cairan bening turun dari mata laki laki itu.
Dengan sigap, Saifu mengusapnya dengan jemarinya,lalu memeluk erat tubuh laki-laki yang juga balas memeluk tubuhnya erat itu.
“asal bisa bersamamu…apapun akan kulakukan…”, gumam Saifu lagi.
“maafkan aku…maafkan aku…”, kata Ryutaro sambil terisak,”aku sangat mencintaimu..”
Saifu baru melangkahkan kakinya keluar dari ruang rawat Ryutaro , saat tiba-tiba dia mendapati Arioka Daiki berdiri dihadapannya .
“tawaranku masih berlaku..aku tak hanya  ingin meminta kita berhubungan intim , asal kau mau menemaniku…walau hanya sekedar mengobrol ataupun kau hanya diam bersamaku. Itu sudah cukup…”
Saifu tak punya pilihan lagi, dia butuh uang.
“dengan satu syarat…..kau tak boleh memintaku untuk terus bersamamu ,dan memintaku meninggalkan Ryu…aku akan lakukan apapun yang kau mau, asal kau..”, Saifu menoleh menatap Ryutaro yang tertidur dikasurnya lalu kembali menatap Daiki,”asal kau bisa terus membuatnya bersamaku..”
Daiki mengangguk ,lalu menarik Saifu kedalam pelukannya.
Saifu tak melawan pelukan Daiki itu, namun juga tak membalasnya.
“asal kau bersamaku..itu  sudah cukup…”
Daiki tak mengerti kenapa dia bisa sebegitu terobsesinya pada sosok Saifu, Saifu sudah seperti minuman  keras untuknya, walau hanya sekali tapi terus membuatnya ketagihan dan merasa terus menginginkannya lebih .
TBC <3~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s