[Multichapter] Jumping To My Heart (Chapter 7) ~Love or Lie~

Title        : Jumping To My Heart ~Love or Lie~
Author    : Dinchan Tegoshi
Type          : Multichapter
Chapter     : Seven
Genre        : Romance *yeah~ who’s protest?LOL*
Ratting    : PG-13
Fandom    : JE
Starring    : Yamada Ryousuke (HSJ), Tsukiyomi Michiko (OC), other HSJ member~
Disclaimer    : I don’t own all character here.  Arioka Daiki and HSJ member are belong to Johnny’s & Association, Tsukiyomi Michiko is Jenny’s OC yang aku pinjam. I just own the plot!! Hahaha~ it’s just a fiction, read it happily, and I do LOVE COMMENTS… please comments… Thanks.. ^^

Jumping To My Heart
~ Chapter 7 ~
~ Love or Lie ~


Seperti biasanya, seorang Yamada Ryousuke duduk di sebuah bangku khusus sebelum ia harus ambil gambar dramanya yang sedang tayang. Udara hari ini cukup dingin, dan ia harus syuting di luar ruangan, tentu saja membuatnya malas bergerak kemanapun.

“Yamada-kun, Nakajima-kun… ada sedikit masalah dengan lampu disana…kita akan segera memperbaikinya… maafkan atas segala keterlambatan ini…” seorang staff membungkuk dalam padanya.

Yamada yang sedang tak ingin berdebat hanya mengangguk lalu menyuruh si staff pergi.

“Ahhh.. bosaaann…” ucap Yuto mendatangi Yamada yang juga terlihat sama bosan dengan dirinya, “Aku tidur dulu deh…” tambah Yuto sambil merebahkan kepalanya di meja.

Si pemuda yang diajak bicara hanya melirik sekilas lalu ikut menguap. Tapi ia tak ingin tidur. Hanya badannya saja yang lelah, tapi ia tahu jika dipaksakan ia hanya akan terjaga terus. Akhirnya Yamada memutuskan untuk menyalakan laptopnya, mencari hal yang bisa ia lakukan. Seingatnya ia men yimpan beberapa file menarik di laptopnya.

“Hmmm… online deh..” putusnya sambil menyalakan sambungan internetnya.

Ia menge check beberapa jejaring sosial yang ia miliki. Tidak banyak, namun ia punya. Tentu saja bentuknya rahasia, ia menjaganya dengan nama palsu, dan tidak mungkin di cari oleh fans. Karena jika ketahuan pihak manajemen, ia akan kena teguran karena bukan merupakan jejaring sosial yang resmi dari Johnnys.

“Sial, tidak ada yang menarik..” umpatnya pada layar laptop yang tidak bersalah itu.

Secara random ia tiba – tiba saja mengetik ‘Fan Cafe Hey! Say! JUMP’ di sebuah situs pencarian. Ia menemukan sebuah link resmi Fan Cafe dari manajemennya, lalu mengkliknya.

‘Please sign up before you access this site’

Yamada memandang tulisan itu agak lama. Menimbang – nimbang apakah ia harus masuk ke situs fans Hey! Say! JUMP. Sebagian dirinya malas berkutat dengan hal – hal seperti itu, namun sebagian dari dirinya juga penasaran dengan isi Fan Cafe tersebut.

“Hmmm…” Yamada menggerakan kursor ke arah tulisan Sign Up itu, lalu akhirnya meng klik tulisan itu.

Setelah Sign Up, Yamada mulai masuk ke dunia fans nya, dengan cepat ia membuka thread miliknya. ‘Strawberry Moonlight ~Yamada Ryousuke~’, begitu judul threadnya.

“Ehehehe…” Yamada tersenyum melihat nama threadnya, lalu ia masuk dan melihat beberapa posting milik fansnya yang menarik perhatian.

‘Discussion about our Strawberry Moonlight’

‘What you like about him?’

Secara spontan ia membaca thread itu, dan terkagum – kagum bagaimana fansnya dapat menilai dirinya seperti itu. Lalu ia tertarik dengan sebuah tulisan dari seorang gadis yang menamakan dirinya MichikoLoveYama.

‘MichikoLoveYama’ post :

Hmmm~ apa ya yang kusuka dari Yamada Ryousuke?
Aku suka bagaimana dia membawakan dirinya, aku suka bagaimana ekspresinya saat menyanyi atau menari… 🙂 tapi bisa kubilang aku suka semua tentang dirinya…

“Are??” Yamada bisa merasakan tulisan ini cukup beda dengan pendapat lainnya. Karena penasaran, ia membuka profile si pemilik akun.

“Yamada-kun… kita akan mulai sebentar lagi…” kata seorang staff tiba – tiba mengingatkan Yamada.

“Hmm.. un!!” ucap Yamada tak fokus, lalu mengirimkan pesan pada si pemilik akun dengan cepat.

“Yuto!! ayo bangun!!” seru Yamada sambil menutup laptopnya dan mengguncang badan Yuto dengan sedikit keras.

============

“Michiko-chan!!” seru seseorang memanggilnya ketika ia sedang membaca buku pelajaran untuk jam selanjutnya.

“Ya?” tanya Michiko sambil menoleh dari buku yang ia pegang.

“Sore ini karaoke yuk?” ajak Reina sambil duduk di bangku depan Michiko.

Michiko tampak befikir, besok memang tidak ada ulangan, sore ini juga ia tak ada kerjaan, tapi ia juga sedikit malas untuk ikut dengan teman – temannya.

“Hmmm..” Michiko masih berfikir.

“Ano ne… kita bisa ketemu sama senpai – senpai dari kelas tiga…kudengar mereka juga mau karaoke..hehehe..” ucap Reina bersemangat.

Namun ia tiba – tiba ingat kalau sore ini akan ada Yamada Ryousuke tampil di sebuah acara wawancara.

“Aku tidak bisa ikut…” tolak Michiko.

“Yah… Michiko-chan… padahal pasti lebih menyenangkan jika ada kamu…” Reina kembali membujuk temannya itu.

“Gomen na… nanti sore aku ada acara yang harus ku tonton…hehehe…”

“Yamada Ryousuke lagi ya?”

Michiko hanya tertawa, temannya itu pasti tahu kalau berhubungan dengan Yamada, ia selalu seperti ini. Reina menyerah dan berbalik ke depan.

Michiko lalu menge check ponselnya, ia mendapatkan sebuah pesan di Fan Cafe yang ia ikuti.

MichikoLoveYama has 1 new message

Hai MichikoLoveYama!! Aku member baru disini… yoroshiku~ 🙂
-Ryo0905-

Michiko membuka profile akun itu, dan melihat pemiliknya ternyata baru saja bergabung kemarin sore.

“Wah…teman baru!!” seru Michiko, lalu membalas pesan itu.

===========

“Oke…latihan hari ini cukup..” kata pelatih sebelum akhirnya membubarkan pertemuan hari itu.

Semua member serentak mengambil minuman dingin dan duduk berserakan di lantai ruang latihan. Karena hari ini adalah latihan yang cukup melelahkan. Persiapan konser memang selalu membuat mereka harus berlatih ekstra keras.

“Aku harus ke kampus..” kata Inoo yang beranjak paling awal sambil mengelap keringatnya.

“Aku juga!” Keito ikut bangun dan masuk ke ruang ganti bersama Inoo.

“Hmmm..” yang lain hanya menjawab seadanya.

Yamada berguling mengambil laptopnya yang sejak tadi ia charge baterainya.

“Sudah penuh..” katanya senang, lalu segera menyalakan laptopnya.

“Pasti masuk Fan café lagi ya?” tanya Daiki ikut berguling mendekati Yamada.

“hehehe..” Yamada hanya tertawa, “Pasti Yuto yang bilang?” tanya Yamada.

Daiki hanya mengangkat bahunya, tapi melirik ke arah Yuto yang juga ada di tempat itu, mengelap keringatnya.

“Kau masuk Fan Café?” tanya Chinen ikut – ikutan ke depan laptop.

“Jangan berisik!!” seru Yamada.

“Aduh… sejak pagi aku sakit perut..” keluh Chinen yang terlihat kesakitan.

“Cepat bangun…aku antar ke Rumah Sakit…” Yabu menarik tangan Chinen.

Yamada dan Daiki hanya melihat sekilas, kembali melihat layar laptop setelahnya.

“Waaa~ namamu…”

Yamada menutup mulut Daiki cepat. Tentu saja hal ini tidak boleh diketahui orang lain.

Thread tentangnya memiliki beberapa pendatang ketika ia login dengan nama tersebut.

Ryo0905 has 1 new message

Yamada meng klik tulisan tersebut. Ternyata salah satu fansnya membalas pesan yang ia kirimkan.

Terima kasih Ryo0905!! Kenapa kau bisa menyukai Yama-chan? Aku sudah suka dia sejak setahun lalu… kalau kau tanya kenapa? Aku suka karena Yama-chan tampan *siapa juga yang memungkiri kenyataan ini?* 😛 tapi Yama-chan juga punya sisi yang sangat charming, ia punya banyak kelebihan…
Bagaimana denganmu?

-MichikoLoveYama-

“Hehehehe…” Yamada terkekeh sesaat setelah membaca pesan itu.

“Siapa itu?” tanya Daiki.

“Fansku..hehehe.. semalam ia membahasku di salah satu thread, dan kata – katanya sungguh membuatku penasaran dengannya…”

“Dasar orang aneh…” cibir Daiki.

“Hehehe…” Yamada masih terbang lalu mengetik balasan untuk orang tersebut.

Hai MichikoLoveYama!!

Jangan kaget karena aku ini laki – laki loh, bisa dibilang aku fanboy nya Yama-chan.. 🙂 Ia memang punya banyak bakat, suaranya juga bagus, selain itu ia pintar menari kan? Hehehe~
Aku ingin berkenalan denganmu…siapa tau kita bisa berbagi info soal Yama-chan?
-Ryo0905-

“Narsis tingkat dewa!” seru Daiki memukl pelan kepala Yamada lalu beranjak dari tempat itu.

“Berisik!” balas Yamada masih terkekeh pelan.

“Ia membalas?” tanya Yuto ikut menghampiri Yamada ketika Daiki beranjak.

Hanya Yuto yang tahu soal ia ikut fan cafe ini pada awalnya, dan ia juga yang tahu bahwa Yamada mengirimkan pesan pada seorang fans.

“Un! Tampaknya dia manis…sayang avatarnya pakai fotoku..” ucap Yamada.

“Bagaimana kalau ia mengetahu jati dirimu? Kan bisa jadi masalah besar?!” seru Yuto.

Yamada mencubit pipi Yuto agar tidak ribut, “Sssshhhttt… jangan bilang siapa – siapa dong…”

Yuto mengangguk – angguk sambil menutup mulutnya, “Baiklah…hati – hati saja Ryo…” kata Yuto lagi.

“Aku tahu….” Yamada mulai mengetik lagi di laptopnya.

============

“Lagi apa sih?” tanya Reina melihat Michiko sibuk dengan ponselnya.

“Eh? Tidak apa – apa…” Michiko segera menyembunyikan ponselnya, menatap teman – temannya yang ternyata sedang memandanginya, “Ada…apa?” tanya Michiko bingung.

“Akhir – akhir ini kau sibuk sekali dengan ponselmu…” kata Ayumu menambahkan.

“Hmm..tidak juga…” elak Michiko sambil menutup ponselnya, menyembunyikan kepanikannya karena gelagatnya ternyata disadari oleh banyak orang.

Sebenarnya setelah berbalas pesan, Michiko merasa fans baru itu sungguh menyenangkan diajak berkomunikasi. Ia sering sekali berbalas pesan, dan akhirnya Michiko ingin tahu tentang siapa orang dibalik nama Ryo0905. Baginya, sebagai seorang newbie, atau fans baru, Ryo0905 adalah fans yang baik dan mudah diajak bicara.

Michiko kembali memakan bekal yang ia bawa, mencoba berbaur dengan yang lainnya, walaupun ia penasaran dengan apa yang akan dibalas oleh teman barunya itu.

Ya, kini mereka tidak hanya berkomunikasi lewat forum dan fan cafe, tapi juga lewat sebuah software chatting terkenal, Skype.

Michi-ko  : Kenapa gak mau? 😦
Ryo0905 : Gomen na Michiko-chan… untuk sekarang aku tidak bisa… mungkin nanti kalau aku sudah berani menampakkan wajahku..hehehe..
Michi-ko : Gak adil dong! Kamu kan pernah lihat fotoku? Masa yang selalu kulihat hanya avatar Yama-chan saja?
Ryo0905 : Gomen… Michiko-chan…

Yamada mengutuk dalam hatinya. Itu bukan avatar melainkan memang foto dirinya. Kalau saja Michiko tahu, itu adalah foto pribadi dari ponselnya, bukan foto dari majalah atau paparazi.

Pemuda itu menunduk, tak enak dengan perbuatannya ini. Apa ini bisa disebut dengan penipuan? Tapi ia menemukan bahwa Michiko adalah gadis yang asik diajak bicara. Walaupun mereka belum pernah bertemu.

“Ponselmu kenapa?” Daiki menghampiri Yamada yang masih memperhatikan ponselnya dengan seksama.

Ia menunggu balasan dari gadis itu, namun tak kunjung datang.

“Betsu ni… Dai-chan gak usah usil deh…” ujar Yamada sambil beranjak dari sofa ruang tunggu itu.

Daiki mengangkat bahunya. Ia tahu temannya itu sedang ada suatu masalah, namun baginya tak ada gunanya memaksa Yamada untuk bercerita jika ia tak mau, pasti jika ia ingin, temannya itu akan menceritakannya juga.

“Okoru ka? (Apa dia marah?)” gumam Yamada sambil menghembuskan nafas berat. Apa yang di ingatkan Yuto beberapa minggu lalu menjadi kenyataan, seharusnya saat itu ia mendengarkan Yuto agar tidak memulai sesuatu seperti ini.

============

Ryo0905 : Tadi siang kemana?
Michi-ko : Aku tak mungkin membalas saat jam pelajaran.. Ryo-san…

Satu – satunya identitas yang Michiko tahu hanyalah bahwa pemuda itu bernama asli Ryo, entah Ryo apa? Lawan bicaranya itu tak pernah mau mengaku.

Ryo0905 : Ah souka…maaf ya Michiko-chan.. 🙂
Michi-ko : daijoubu yo… 🙂 Ryo-san…sudah dapat tiket konser baru?
Ryo0905 : yang mulainya minggu depan itu?
Michi-ko : Un!

Yamada menimbang – nimbang apa yang harus ia jawab. Tentu saja ia tak perlu tiket untuk datang ke konsernya sendiri kan?

Ryo0905 : Aku sudah dapatkan tiketnya!! Michiko-chan bagaimana?
Michi-ko : 😦 karena telat, aku belum dapat tiketnya…kata temanku sih masih ada sisa…tapi aku tak yakin…
Ryo0905 : Souka… aku punya tiket dua!! Bagaimana? Kau mau?
Michi-ko : daijoubu ka?? Ada yang punya gaaa?? #excited
Ryo0905 : mmm.. aku memesan terlalu banyak…

‘BAKA!! Kenapa malah tambah berbohong??!!’ rutuk Yamada pada dirinya sendiri.

Michi-ko : hontouni ii ka?
Ryo0905 : Un! Mochiron… nanti aku kirim tiketnya padamu ya?
Michi-ko : kita bertemu saat konser saja…. 🙂

‘Mana mungkin bisa?? Aku dibelakang panggung bersiap untuk tampil di depanmu!!!’ keluh Yamada.

Ryo0905 : aku takutnya kita sulit bertemu… jadi, kukirimkan saja tiketnya… nanti kita bisa bertemu disana…ya?
Michi-ko : Baiklah…nanti kukirimkan alamatku… kirimkan rekeningmu…jadi aku bisa membayar tiketnya..
Ryo0905 : nanti setelah tiketmu sampai saja ya?? 🙂

============

Seperti yang dijanjikan teman fan cafe nya itu, tiket sudah sampai di tangannya. Ia kaget sendiri melihat tanda VIP di tiket itu. Namun seperti kasus ia meminta foto, temannya itu sama sekali tidak mengirimkan nomor rekeningnya.

Walaupun sudah sering ia ingatkan ketika bertemu secara online, ada saja alasannya untuk mengelak. Padahal harga tiket VIP pasti mahal sekali, mana bisa Michiko memakainya tanpa membayar seperti ini?

“Waaahh~ tiket VIP?!! Sugoooiii!!” seru Ayumu sambil mengambil tiket yang sedang dipegang oleh Michiko.

Michiko mengangguk.

“Bukannya kau bilang kemarin belum tentu dapat tiket?” tanya Ayumu bingung.

Sebenarnya Michiko enggan menceritakannya, namun ia juga merasa harus memberi tahu temannya itu.

“Eh? Kau dikasih sama teman online mu?? Okashii yo… rasanya ada yang aneh..” gumam Ayumu yang kini sudah duduk di hadapan Michiko.

“Itu dia masalahnya…dia belum juga memberi tahukan nomor rekeningnya agar aku bisa membayar tiket ini…” ujar Michiko, mengerenyitkan dahinya karena merasa aneh dnegan semua ini.

“Kok jadi seram ya…”

Michiko mendongak, menatap Ayumu yang sudah berdiri dari kursinya, “Maksudku… kalian baru kenal kan? Lalu dia memberikan tiket VIP secara cuma – cuma??!! Ada yang lebih aneh dari ini?”

“Dia juga tak pernah mau jika kuajak mengobrol dengan webcam.. ada – ada saja alasannya!!” ucap gadis itu merasa perlu memberitahu Ayumu.

Ayumu menerawang sekejap, “Jangan – jangan, dia sebenarnya penipu?!”

“Hah? Kenapa?!”

“Ya…dia mau menipumu!! Jadi saat bertemu, kau akan dikerjai olehnya?!”

Omongan Ayumu sebenarnya bisa jadi kenyataan. Mengingat gelagat aneh si pemilik akun baru itu. Tapi ia merasa orang yang diajaknya bicara adalah orang yang sangat baik, tidak ada sedikitpun kata – kata buruk dari lawan bicaranya di tempat online itu.

“Pastikan kau tidak sendiri saat bertemu dengannya. Aku khawatir terjadi apa – apa denganmu… kau pergi sendirian saat konser?” tanya Ayumu dengan wajah khawatir.

Michiko menggeleng, “Aku akan berangkat dengan Riisa, selain itu juga aku akan bertemu beberapa orang disana…”

“Yokatta na… pokoknya kau tak boleh sendirian saat bertemu dia!! Mengerti?!” Ayumu memang sudah seperti kakaknya sendiri.

Ryo0905 : Konbanwa… kau sudah tidur?
Michi-ko : Belum… besok konser JUMP, dan akhirnya aku diperbolehkan Ibu untuk menonton…makanya aku tak bisa tidur…
Ryo0905 : Sou ne… pasti Michiko-senang sekali ya?
Michi-ko : Un!! Bisa menatap Yama-chan secara langsung tentu saja sangat bahagia!! 🙂
Ryo0905 : Yokatta na..kalau kau bahagia…
Michi-ko : Ne.. Ryo-san, kita akan bertemu sebelum konser dimulai kan?
Ryo0905 : Hmmm.. aku belum tahu pasti…pastikan Skype mu on saat konser berlangsung. Ok?
Michi-ko : Un! Wakatta!! 🙂

“Menghela nafas seperti itu memperpendek umur loh!!” Yuto menggoda Yamada yang lagi – lagi terlihat mengeluh pada ponselnya.

“Ne… Yuto…”

“Hmm?” Yuto yang sedang melakukan pemanasan sebelum latihan itu menoleh ke arah Yamada.

“Kau ingat soal fansku yang kuhubungi lewat Fan Cafe?”

Yuto mengangguk, “Ada apa?”

Yamada menceritakan semuanya, termasuk keinginannya untuk bertemu fansnya itu.

“Sudah kubilang hati – hati, kan?”

“Iya…tapi… bagaimana dong?! Aku bingung nih… kalau bertemu, ia pasti kaget… tapi aku juga ingin bertemu langsung dengannya…” keluh Yamada.

Yuto memutar matanya, lalu memandang Yamada, “Kau yakin? Jika yakin, pastikan tak ada yang tahu kalau kalian akan bertemu… baik pers, fans lain, atau… manajer…” bisik Yuto, menekankan pada kata terakhirnya.

“Wakatta… hufft~ baka!! Baka!!” ucapnya pada diri sendiri, “Waaaaa!!” Yamada kaget karena ketika berbalik, ternyata Daiki sudah ada di belakangnya.

“Hei bocah!! Kau bikin masalah apa lagi?!” seru Daiki mencubit pipi Yamada yang kini tepat dihadapannya.

“Ittaaaiiiii!!” Yamada melepaskan tangan Daiki dari pipinya, “Sakit tau…” ucap Yamada menggosok – gosok pipinya dengan tangan.

Yamada akhirnya menceritakannya pada Daiki, percuma saja menyembunyikannya, toh Daiki pasti sudah mendengar sebagian percakapan mereka.

“Sebenarnya….” Daiki melihat sekilas pada Yamada. Kini mereka berada di balkon, tempat biasa mereka bicara.

“Ya?” tanya Yamada karena merasa Daiki terlalu lama menggantung pernyataan yang akan ia keluarkan.

“Aku pacaran dengan fansku…”

“APAAA??!!”

Daiki dengan cepat menutup mulut Yamada, “Baka!! Gak usah teriak – teriak!!”

“Jangan – jangan cewek yang datang di acara fansigning waktu itu ya?” seru Yamada heboh.

“Sssshhhtt!! Jangan keras – keras!!” protes Daiki lalu menoleh, memastikan tidak ada yang menguping pembicaraan mereka.

Yamada mengangguk – angguk, “Gomen…”

“Menurutku, lebih baik kau menemuinya.. apalagi kau sudah berkomunikasi dengannya kan? Dia pasti meyakini bahwa kau adalah teman dunia maya nya yang biasa…” ucap Daiki.

“Tapi… kalau dia malah kabur gimana?”

“Semuanya bisa saja terjadi, kalau sekarang kau tak bertemu dengannya? Bukannya gadis itu malah akan semakin tidak memercayaimu?” Daiki menoleh pada Yamada yang sedang tampak berfikir.

“Wakatta…” jawab Yamada lirih.

“Tapi…resikonya…kalau kau pacaran dengan fans… jangan sampai fans lain tahu..hahaha..” dengan keras Daiki memukul punggung Yamada.

“Dai-chan… memangnya masuk akal jatuh cinta hanya karena bertemu di dunia maya?”

“Masuk akal… karena aku jatuh cinta pada Fu-chan hanya lewat mimpiku…” Daiki terkekeh pelan lalu meninggalkan Yamada yang masih berfikir, Daiki tahu temannya butuh sendirian.

===========

Michiko masih memandangi ponselnya hingga konser dimulai, namun tidak juga ada balasan dari Ryo-san yang bilang bahwa ia akan bertemu dengannya.

“Kau baik – baik saja?” tanya Thalia, seorang fans yang ia temui saat akan masuk ke Tokyo dome.

Michiko menoleh, “Eh…aku baik – baik saja…”

Ia dan Thalia pernah berkomunikasi lewat Fan Cafe, sempat bertukar nomor ponsel. Dan ternyata satu – satunya orang yang ia kenal dan punya tiket VIP juga hanya Thalia, itulah mengapa mereka masuk ke dalam Dome itu bersama – sama.

“Menunggu sesuatu?” tanya Thalia lagi.

Michiko hanya tersenyum menanggapi Thalia.

Ryo0905 : Gomen Michiko-chan… kau dimana? Sudah duduk di kursimu?
Michi-ko : Sudah…kau dimana??

Michiko menoleh, mengedarkan pandangannya, dan menemukan beberapa fanboy juga di tempat VIP itu, tapi tak bisa menebak mana yang bernama Ryo-san, karena dia tak pernah sekalipun melihat foto dari Ryo.

Gadis itu mulai berfikir ada yang aneh dengan situasi ini. Seharusnya jika ia membeli dua tiket, kenapa tiketnya tidak bersebelahan, sementara faktanya ia duduk diantara dua gadis.

Akhirnya Michiko memutuskan untuk tidak memikirkan dulu soal itu, ia menikmati konser dengan bahagia, pengalaman pertamanya menonton konser, dan duduk tepat di tengah, dengan pandangan luas karena duduk di VIP.

Ryo0905 : Kita bertemu setelah konser… ya? Michiko-chan?

Yamada memandang layar ponselnya yang sama sekali tak ada jawaban, sekarang sedang part Hey! Say! BEST, sehingga ia bisa mengintip sebentar ponselnya yang ia biarkan online sejak tadi.

Hingga konser berakhir, ia tak menemukan satu pun balasan dari Michiko.

Ryo0905 : Michiko-chan… kau dimana?

“Kau sedang apa sih?” Hikaru mengintip ponsel yang dipegang oleh Yamada.

“Betsu ni…” elak Yamada, ia ingin sekali bertemu dengan gadis itu.

“Waaahhh!! Konsernya keren sekaliiii!!” seru Michiko tersenyum hingga mereka keluar dari Tokyo Dome.

Thalia hanya mengangguk – angguk, “Ne…habis ini mau kemana?”

Seakan diingatkan, ia mengambil ponselnya dan menemukan banyak pesan dari Ryo.

Michi-ko : gomen Ryo-san… aku sudah diluar Tokyo Dome…kau dimana?
Ryo0905 : Kau tunggu di pinggir gedung sebelah kanan ya… aku akan kesana…

“Hmmm.. sepertinya aku harus ke pinggir gedung sana…” kata Michiko sambil menunjuk arah.

“Eh…kebetulan…aku juga mau kesana… ayo!”

Thalia dan Michiko pun berjalan menuju ke pinggir gedung.

“Kau akan bertemu seseorang?” tanya Michiko pada Thalia.

“Eh? Hehehe.. begitulah…kau juga?”

Michiko mengangguk, dadanya bergemuruh karena merasa sedikit takut saat bertemu dengan orang yang sama sekali belum pernah ia temui.

“Aku keluar sebentar!!” seru Yamada setelah mengganti kaosnya, tubuhnya berkeringat hebat setelah konser tadi.

Yamada sedikit kaget melihat Yabu juga ikut keluar.

“Kou-chan..aku cuma keluar sebentar…” keluh Yamada melihat Yabu mengikutinya.

“Aku juga mau keluar…” elak Yabu karena merasa dituduh oleh Yamada.

“Ngapain?” tanya Yamada curiga.

“Thalia-chan menungguku diluar…” ucap Yabu lalu merangkul Yamada, “Kau? Ayo ngaku…bertemu siapa?”

Yabu berjalan keluar duluan, mendekati Thalia yang sedang berbicara dengan gadis lain.

“Hee?” langkah Yamada terhenti seketika.

Itu gadis yang selama ini berbicara dengannya.

Ia pernah melihat fotonya, dan itu benar – benar Michiko.

“Thalia-chan!! Maaf lama…”

Michiko menutup mulutnya, kaget karena Yabu kini ada di hadapannya.

“Temanmu?” tanya Yabu setelah mengecup pelan dahi Thalia.

“Un… namanya Tsukiyomi Michiko…” katanya pada Yabu.

“Hmmm…Hmm…” Michiko tak bisa berkata – kata. Walaupun ia sering melihat Yabu di layar laptopnya, ternyata melihat langsung berbeda sekali dengan di layar.

“Yabu Kota desu… sepertinya kau sudah tahu ya? Hehe..” ujar Yabu sambil terkekeh pelan.

Sementara itu, Yamada merasa ciut nyalinya. Melihat Michiko berada di hadapannya, ia diserang ketakutan. Ia sangat takut jika Michiko membencinya karena sudah berbohong pada gadis itu.

Yamada berbalik dari tempat itu, mengurungkan niatnya.

=============

Ryo0905 : Michiko-chan… gomen…
Michi-ko : Kenapa gomen? Aku masih menunggumu…kau dimana? Sudah malam…aku harus pulang…

“Temanmu belum juga akan datang?” tanya Thalia yang masih menemani Michiko di sebuah cafe dekat tempat konser tadi.

Michiko menggeleng, “Hinata-san boleh pulang duluan kok…”

“Sudahlah…aku juga menunggu Kou-chan…” jawab Thalia sambil tersenyum.

“Ngomong – ngomong… kalian….” Michiko sebenarnya merasa pertanyaan itu tidak sopan, namun ia sungguh penasaran.

“Aku dan Kou-chan sudah pacaran…hehe.. dulunya sih kita cuma tetangga sejak kecil..tapi akhir – akhir ini kita sulit bertemu karena ia dan aku sama – sama sibuk..” jelas Thalia.

“Sou ne…” Michiko tak menyangka orang yang ia temui malah ternyata adalah pacar Yabu Kota.

Mengingat hal itu, ia jadi ingat soal Yamada Ryousuke. Apa idolanya itu juga sudah punya pacar ya?

Ryo0905 : Kau…bisa menungguku di cafe? Aku akan kesana sebentar lagi…

Michiko tersenyum setelah mendapat balasan itu. Artinya sebentar lagi orang yang membuatnya penasaran akan segera muncul.

“Dapat kabar baik?” tanya Thalia melihat ekspresi wajah Michiko.

“Un! Dia akan kesini sebentar lagi!” seru Michiko.

“Baiklah…kalau begitu aku pindah dulu ya…” Thalia mengambil kopinya dan berjalan ke meja lain yang kosong.

Yamada kena marah oleh Daiki. Setelah meninggalkan Michiko yang menunggu lama di pinggir gedung, malah sekarang menunggunya di sebuah cafe. Ia memakai jaketnya, perasaannya campur aduk tak keruan. Belum pernah ia bertemu seperti ini.

Jaraknya dengan Michiko hanya tinggal beberapa meter saja. Yamada membuka topinya, berjalan ke arah Michiko yang membelakanginya, tampak menatap ke arah jalan diluar.

“Anou… Michiko-chan?” tanya Yamada takut – takut.

Michiko menoleh.

Dan seakan melihat hantu, Michiko mundur beberapa langkah, “Eh?! Eh??!! Nan… nande shiteru no?!”

“Jangan panik!!” kata Yamada sedikit berbisik, tak mau membuat semua orang di tempat itu menyadari dirinya ada di situ.

Michiko tak mampu berkata apapun, menatap bingung ke arah Yamada.

“Aku… Ryo0905…” seakan tak tahu lagi apa yang harus ia katakan, Yamada menunjukkan ponselnya yang baru saja kedatangan pesan dari Michiko.

Michi-ko : Haaaii!! Matteru yo~ 🙂

Sedetik kemudian Michiko berlari meninggalkan Yamada.

============

Michiko memandang layar laptopnya dengan perasaan campur aduk. Nama Ryo0905 yang mengiriminya pesan sebelum berangkat ke konser, Ryo yang berbicara banyak hal soal idola mereka yang sama, Yamada Ryousuke, ternyata adalah Yamada. Ia bingung setengah mati. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang.

“Uso da yo…” air mata Michiko pun jatuh, merasa terkhianati.

Dear Michiko-chan…

Gomen na… aku tahu kau begitu kecewa padaku…
Aku mengaku… aku Yamada Ryousuke..dan mungkin setelah ini aku akan
Meninggalkan Fan Cafe ini.
Jujur saja, sejak masuk ke tempat ini, hanya kau yang ku ajak bicara, hingga kita berbicara lewat Skype, aku senang sekali…
Tapi, aku berbohong padamu…gomen na…
Apa aku kehilangan satu fans ku? Kau sekarang tahu Yama-chan seorang pembohong?
Hontouni Gomenasai…
Sayonara… Michiko-chan…

-Ryo0905-

Yamada kembali membaca pesan yang ia tulis, lalu setelah yakin, ia mengirimkannya. Ia tak pernah jadi seperti ini, ak juga berniat membohongi Michiko. Pada awalnya hanya karena iseng saja, namun karena keadaan sudah seperti ini, ia tak punya cara lain, ia harus meminta maaf.

“Gomen na…” Yamada merasa ada yang kurang saat ia tak lagi berkomunikasi dengan Michiko. Padahal baru sehari peristiwa itu terjadi.

Setelahnya, Yamada memutuskan untuk menghapus akun nya di Fan Cafe tersebut. Sepertinya ia memang benar – benar harus keluar, memulainya dengan kebohongan saja sudah sangat buruk.

==========

“Baiklah…ini hari terakhir di Tokyo…kita harus semangaaatt!!” seru Hikaru sebelum mereka naik ke panggung.

“Un!!” yang lain juga ikut bersemangat.

Setelah berdo’a, semuanya berlari ke atas panggung, memulai konser itu.

Yamada berlari ke arah penonton yang ada di depan setelah lagu pertama selesai. Matanya menangkap sesuatu di kejauhan.

Banner besar bergambar dirinya.

“Aku sudah memaafkanmu… 🙂 by.MichikoLoveYama”

Seorang gadis dengan bersemangat melambai ke arahnya dari bangku penonton VIP, Thalia ada di sebelahnya.

“Jadi…kau menghubungi Thalia-chan untuk hal ini?” tanya Yamada.

Thalia berhasil membawa Michiko ke dalam gedung Tokyo Dome malam itu setelah konser.

“Un… aku… sebenarnya… bingung… tapi… setelah mengobrol dengan Thalia-chan… aku memutuskan untuk memaafkanmu..” ucap Michiko dengan canggung.

“Sou ne… gomen na…” Yamada memandang lama ke arah tangan Michiko yang sejak tadi ingin ia genggam.

“Hmm…aku masih tak percaya orang yang selama ini mengajakku ngobrol tentang Yama-chan adalah Yama-chan sendiri…”

“Kau mungkin menganggapku… cowok narsis?” tanya Yamada memastikan.

“Sedikit…hehehe..”

“Baiklah…untuk permintaan maaf..” Yamada sekilas mencium pipi Michiko dnegan cepat.

“Eh?! Anou.. Yamada-kun..ini.. terlalu cepat?”

Yamada mengangguk, “Gomen… tapi aku tak mau berteman denganmu…”

“Hah?”

“Kau…pernah bilang kalau kau bisa jadi pacar Yama-chan kau akan sangat bahagia kan?”

Michiko malu pernah membicarakan hal itu saat mereka chating lewat skype. Ia hanya menunduk, tak mau menjawab.

“Aku mau mewujudkan impian itu… boleh?”

Setelahnya hanya ada anggukan kecil dari Michiko.

=============
Jumping To My Heart ~Love or Lie?~ END
To Be Continued….

Ayey~ Omataseeee~
Hahaha..
*siapa juga yang nungguin lo din?* 😛
Akhirnya…oh akhirnya… 🙂
Silahkan dibaca dan dinikmati fanfic gaje ini..
Hahaha~
As usual.. COMMENTS ARE LOVE…
Sangat mengharap komen…
Yang baca komen yaaaaa~ Onegai… )
#bow

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s