[Oneshot] It Just Wasn’t Enough

Title        : It Just Wasn’t Enough
Author    : Dinchan Tegoshi
Type          : Oneshot
Genre        : Romance *apalagi sih??hahaha*
Ratting    : PG aman sangat~ 😛
Fandom    : JE
Starring    : Kota Yabu (Hey!Say!JUMP), Deguchi Mayumi (OC), dan beberapa orang lewat – lewat termasuk anak BEST yang lain.. 😛
Disclaimer    : I don’t own all character here. Kota Yabu is belongs to Johnnys & Association. Mayumi Deguchi adalah chara nya yang request fanfic ini. it’s just a fiction, read it happily, and I do LOVE COMMENTS… pelase comments… Thanks.. ^^

IT JUST WASN’T ENOUGH

P.S : Yang Request, maafkan ceritanya jadi gini…bisa dibilang gak begitu bagus kali ya…maaf juga lama banget jadinya..berhubung author baru ngebolang dari kampung, dan baru dapet mood nulisnya… *maklum author moody* 😛


“Yatto owatta!!” seru Natsuko sambil mengepalkan tangannya ke udara. Semester panjang ini akhirnya berhasil ia taklukan.

Mayumi yang duduk di hadapannya hanya tersenyum melihat kelakuan sahabatnya itu.

Ponsel Natsuko tiba – tiba saja berbunyi, dengan segera gadis muda itu membaca pesan masuk.

“Na… aku diajak goukon sama kakak kelas…ikut yuk…mumpung kita sudah libur!!” seru Natsuko bersemangat.

Mayumi menggeleng malas. Bagi gadis itu hal – hal seperti Goukon adalah hal yang merepotkan. Ia tak suka bertemu orang secara random seperti itu.

“Ayolah…kata Din-senpai masih butuh dua orang… ya?? Ya??” seru Natsuko sambil menarik – narik tangan Mayumi.

“Hai! Hai! Wakatta!!” jawab Mayumi akhirnya.

“Yatta!!” secara refleks Natsuko memeluk sahabatnya itu.

Maka sore itu Mayumi dan Natsuko menunggu senpai nya datang di dekat parkiran mobil. Natsuko dan Mayumi kebetulan kenal dengan senpai nya itu di sebuah acara kepanitiaan kampus.

“Maaf agak lama… ada sedikit urusan..” kata Din setelah sampai di tempat mereka menunggu.

“Tidak apa – apa senpai…” jawab Natsuko.

“Ayo…” Din membuka pintu mobilnya, dan membawa keduanya ke sebuah restaurant di daerah Shibuya.

“Mereka sepertinya belum datang ya senpai?” tanya Natsuko.

Sementara Mayumi hanya mengikuti keduanya dari belakang.

Din menatap jam tangannya, “Sepertinya belum…”

Ketiganya duduk di sebuah meja yang kebetulan terdapat di dekat jendela. Tak lama seorang gadis yang dikenal Mayumi sebagai kakak kelasnya, Sayaka, datang juga.

“Jadi cuma berempat ya?” tanya Sayaka sambil duduk di sebelah Mayumi.

Din mengangguk, “Tahu kan Opi-chan sekarang sudah punya pacar, jadi dia gak bisa ikut…” keluh Din sambil menopang dagunya.

“Sou ka… mana nih cowok – cowoknya?” tanya Sayaka.

“Mereka belum datang…” jawab Din lagi.

“Ayo Kou-chan…” ajak Hikaru sambil membuka pintu mobil.

Yabu menatap sahabatnya itu dengan malas, “Kenapa juga aku harus ikut?”

“Hmm…” Hikaru tampak berpikir, “Karena orangnya kurang satu?” jawabnya santai.

Yabu mencibir malas, namun akhirnya masuk juga ke mobil milik Yuya, si pemilik mobil hanya memandang kedua orang itu sambil geleng – geleng kepala.

“Dai-chan nyusul..” kata Yuya ketika kedua temannya sudah masuk ke mobil.

“Hooo.. baiklah…”

Yabu masih menatap keluar jendela mobil dengan tidak bersemangat. Goukon untuknya adalah mimpi buruk, belum dua bulan ia putus dengan pacarnya, masa sekarang sudah harus mencari pacar baru?

Pacarnya yang sudah bersamanya selama tiga tahun. Bukan waktu yang singkat, banyak sekali kenangan antara mereka berdua.

Tak lama mereka sampai di sebuah restaurant.

“Maaf..menunggu lama?” tanya Hikaru sambil tersenyum pada Din.

Din menggeleng, “Tidak kok..kita juga baru sampai…”

Dimulai lah acara perkenalan itu. Semuanya tampak bersenang – senang, hanya Yabu yang terlihat ogah – ogahan hingga acara hampir berakhir.

“Gimana kalau kita sekarang ke karaoke?! “ ajak Sayaka bersemangat.

Semuanya setuju, namun Yabu menggeleng, “Malas..kalian saja yang pergi.. aku bisa pulang naik taksi…” kata Yabu sambil beranjak dari tempat itu.

Mata Mayumi mengikuti bayangan Yabu yang menjauh, otaknya berfikir keras apa yang harus ia lakukan? Jujur saja sejak pertama bertemu Yabu, ia memang tertarik pada lelaki itu. Walaupun terlihat bete sepanjang Goukon ini.

“Tidak menyusul?” bisik Natsuko.

Tak perlu kata – kata, Natsuko sudah terlalu lama bersama Mayumi, dari gerakan tubuh saja, Natsuko tahu temannya itu menyukai Yabu.

Mayumi mendorong Natsuko, “Ngapain aku harus nyusul?!” namun ia merasa mukanya memerah, gadis itu menunduk menyembunyikan mukanya.

==========

Yabu mengepulkan asap rokok yang ia hisap sejak tadi. Ia bukan perokok, hanya jika sebuah masalah sedang menimpanya, ia rasa bukan hal buruk mengalihkan perhatiannya sekejap pada barang sarat nikotin itu.

Bukan tanpa alasan ia begitu tak suka hari ini. Harusnya tepat hari ini adalah hari jadi mereka ke tiga tahun, tapi beberapa minggu lalu gadisnya meninggalkannya. Untuk Yabu, sedikit sulit melupakan gadis itu. Hampir segalanya telah ia berikan, ia selalu yakin bahwa gadis itu yang akan menemaninya terus, tidak seperti sekarang.

“Tumben ada disini..” Yuya menghampiri Yabu sambil menyulut sebatang rokok juga.

Pagi ini memang mereka harusnya ada kuliah, tentu saja Yuya juga ada di kampus.

“Hanya sedikit stress..” jawab Yabu menerawang.

“Sou ne…”

Ruangan merokok pagi ini ternyata cukup padat oleh mahasiswa. Menimbulkan banyak sekali asap di sekitar mereka.

“Ah aku jadi ingat… minggu ini temani aku ya?” kata Yuya tiba – tiba.

“Temani? Kau? Maksudnya?” dahi Yabu mengerenyit heran.

“Itu..kau ingat gadis bernama Natsuko yang kita temui di Goukon?” Yuya membiarkan Yabu befikir sejenak.

“Ah! Iya… lalu?”

“Aku mengajaknya kencan, tapi kali ini aku minta double date… jadi aku tak usah terlalu canggung…”

Seingat Yabu, seorang Yuya tak pernah punya masalah soal canggung dengan gadis manapun.

“Chotto…lalu kenapa aku? Kenapa gak Hikka?” Selama mereka berteman hingga sekarang, orang yang suka ikut hal – hal macam ini adalah Hikaru. Dirinya selalu menjadi pilihan terakhir dari list bersenang – senang macam ini.

“Karena dia ada janji lain…”

“Kalau…”

“Dai-chan bilang minggu ini jadwalnya main game…”

“Hmmm…”

“Jangan sebut Kei-chan karena dia sekarang sudah punya pacar…” tambah Yuya lagi, seakan tahu apa yang dipikirkan Yabu.

“Baiklah..” akhirnya pemuda itu menyerah. Sekali – kali mungkin ia harus mencoba bersenang – senang.

================

Minggu pagi yang cukup cerah. Natsuko dan Mayumi sudah menunggu Yabu dan Yuya di depan sebuah pusat perbelanjaan.

“Tenang…kau sudah cantik kok..” hibur Natsuko pada Mayumi yang gugup.

Mayumi kembali melihat pantulan dirinya di cermin, ia berharap Yabu setidaknya mau melihat dirinya.

“Aku sudah bilang pada Yuya-senpai semuanya..jadi biarkan dia yang mengatur…”

Ide double date ini sebenarnya bukan dari Yuya, melainkan dari Natsuko yang dimintai tolong oleh Mayumi. Gadis pemalu itu ingin kembali bertemu dengan Yabu, maka Natsuko  punya ide untuk mempertemukan keduanya dengan alasan double date.

“Yo!!” Yuya melambaikan tangannya pada Natsuko.

“Senpai!!” sambut Natsuko hangat.

“Ayo…berangkat…” Yuya menarik lengan Natsuko dan menggenggam tangan gadis itu.

Natsuko menahan tangan Yuya, “Itu…”

“Ah! Sampai lupa… Yabu…ini Mayumi…”

“Mayumi Deguchi desu…” Mayumi menunduk sekilas, memberi salam.

“Yabu Kouta desu..” balas Yabu.

Sebenarnya ia ingat gadis itu ada di hadapannya selama Goukoun minggu lalu, hanya ia terlalu sibuk dengan pikirannya sehingga mengabaikan kenyataan itu.

“Nah…hari ini.. kalian partner ya…” ucap Yuya lalu kembali menarik Natsuko menjauh.

Sepeninggal Yuya dan Natsuko, baik Yabu maupun Mayumi hanya saling memandnag canggung. Keduanya tak punya kata – kata untuk membuka percakapan ini.

“Ayo…” akhirnya Yabu buka suara.

Mayumi hanya mengangguk dan mengikuti Yabu dari belakang.

“Mau es krim?” tanya Yuya pada Natsuko.

Yabu heran, sepertinya Yuya sama sekali tak canggung dengan Natsuko.

“Kau? Mau es krim?” tanya Yabu akhirnya menyadari bahwa Mayumi masih di sebelahnya.

Mayumi kaget karena Yabu tiba – tiba memanggilnya, lalu mengangguk cepat tanpa sepatah kata pun.

Sisa kencan sore itu tak menunjukkan perubahan sikap dari Yabu. Bahkan baik Mayumi maupun Yabu jarang sekali berbicara satu sama lain.

“Dari sini kita pisah ya… aku masih ada urusan dengan Nacchan..” ungkap Yuya ketika hari sudah mulai malam.

“Eh?” Yabu tak bawa kendaraan, kini Yuya malah meninggalkannya, bersama Mayumi pula.

“Jya!! Ah… antar Mayu-chan pulang ya!! Yoroshiku!!” Yuya menggamit tangan Natsuko.

Natsuko melambaikan tangannya pada Mayumi, “Hati – hati Mayuuu!!”

Sepeninggal Yuya dan Natsuko keduanya malah semakin canggung.

“Kalau gitu… aku antar pulang ya… ayo..” Yabu mendahului Mayumi ketika dirasa tangan gadis itu menahan lengan Yabu.

Pemuda kurus itu menoleh, menatap Mayumi, “Kenapa Deguchi-san?”

“Anou… Yabu-kun… anou…” Mayumi mencoba merangkai kata untuk menahan pemuda itu lebih lama bersamanya.

“Ya?”

“Mau makan ramen bersamaku?!” seru Mayumi menatap Yabu dengan seksama.

“Ii yo..” jawab Yabu enteng.

Kedai ramen yang mereka datangi malam itu cukup ramai. Setelah pesan, Yabu hanya mengedarkan pandangannya ke sekitar kedai itu, sementara Mayumi menunduk dan merasa jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.

“Daijoubu?” Yabu memerhatikan sejak tadi Mayumi hanya menunduk saja.

Secara refleks Mayumi memandang Yabu, “Senpai…aku…mau minta maaf…” sejak tadi kata inilah yang ia pikirkan.

“Maaf? Untuk apa?”

“Sebenarnya…. double date ini hanya bohong…aku meminta Nacchan untuk membantuku bertemu dengan Yabu-senpai…” ucap Mayumi sambil tertunduk. Bagaimanapun juga ia tak suka berbohong pada siapapun, apalagi Yabu adalah orang yang ia sukai.

Yabu terkekeh pelan, “Yappari sou na…”

“Eh? Maksud senpai?”

“Pertama, yang mengajakku adalah Yuyan, dengan alasan ia canggung. Itu tidak masuk akal…” jawab Yabu sambil tersenyum, “Kedua, mereka sama sekali tak terlihat canggung…”

“Nacchan dan Takaki-senpai?” tanya Mayumi.

Yabu mengangguk.

Mayumi menutup mukanya karena malu, “Gomen senpai…”

Pemuda itu kembali terkekeh, “Sudahlah…tak usah dipikirkan…kenapa kau meminta untuk bertemu denganku lagi?”

Mayumi yang masih menutupi mukanya itu berbisik, “Suki dakara…”

Namun Yabu dapat mendengarnya dengan jelas, “Kau ingin kita berpacaran? Gitu?” demi apapun Yabu tak memikirkan apa yang ia katakan, segalanya keluar begitu saja dari mulutnya.

Mayumi membuka tangannya, “Eh? Senpai?!”

“Aku bercanda Deguchi-san… aku tak bisa… kita baru saja kenal kan?” Yabu menatap mata Mayumi yang penuh harap padanya.

Mayumi menggeleng, “Aku benar – benar menyukai Yabu-senpai!!” seru gadis itu dengan wajah serius.

Yabu menarik bahu Mayumi agar sedikit tenang karena sepertinya kejadian tadi membuat banyak orang memperhatikan mereka.

“Tapi…”

“Beri aku waktu dua bulan saja…”

Yabu tak punya jawaban lain, ia hanya mengangguk sekilas. Mayumi sungguh – sungguh dengan perasaannya, dan Yabu tahu rasanya tidak digubris oleh orang yang kita sukai.

Ia berjanji, ia akan mencobanya.

Itu saja mungkin akan berhasil.

==========

“Mayu!! Remote mana sih?” Yabu berdiri, mencoba mencari di bawah kursi yang ia duduki, namun barang kecil itu tidak ia temukan.

“Eh?! Ya disitu… dimana lagi?” jawab Mayumi yang sibuk di dapur.

Yabu manyun dan menarik bantal – bantal kecil di sekitar sofa, “Mayuuu~ gak adaaa!!” protes Yabu lagi.

Beberapa detik kemudian Mayumi datang, dan dengan cepat menarik majalah yang ada di meja, barang yang sejak tadi Yabu cari ada di bawahnya.

“Ini kan Kou-chan?” ucap Mayumi sambil tersenyum.

“Hehe.. maaf…”

Yabu memperhatikan punggung Mayumi yang menjauh dan kembali sibuk di dapurnya. Ini apartemennya, sejak mereka berpacaran hampir dua bulan lalu, Mayumi sudah terbiasa datang ke tempatnya.

Bohong jika Yabu sudah bisa melupakan mantan pacarnya, tapi keberadaan Mayumi setidaknya membuat ia sedikit tenang. Hari demi hari ia mulai terbiasa dengan keberadaan gadis itu di sekitarnya.

“Ini… aku buatkan sandwich…” ucap Mayumi sambil menyodorkan sepiring sandwich di hadapan Yabu.

“Sugeee~ kelihatannya enak..” Yabu mengambilnya dan mulai memakan sandwich itu, “Umai na…” pujinya tulus.

Mayumi tersenyum senang. Sudah hampir dua bulan, mungkin ini tandanya ia memang diterima oleh Yabu. Hanya satu pertanyaan besar, kenapa Yabu tak mau menyentuhnya? Bukankah mereka sepasang kekasih? Bahkan untuk menggenggam tangannya saja Yabu tak pernah.

“Maaf jadi harus membuatkanku sarapan…hehe..” kata Yabu di sela – sela makannya.

Mayumi tersenyum, “Tidak apa – apa..kau harus sarapan sebelum ke kampus,”

Setelah sarapan, keduanya berangkat ke kampus bersama. Sedikit perubahan yang Mayumi rasakan adalah bagaimana Yabu sekarang lebih terbuka padanya, ia bisa berbicara tak canggung lagi dengannya, dan panggilan “Mayu” yang tak lagi terdengar canggung. Mayumi senang dengan segala perubahan itu, walaupun ia masih merasa ada sesuatu yang salah pada hubungan mereka, Yabu belum sepenuhnya membuka hati pada dirinya.

“Baiklah…nanti aku telepon yaaa…” kata Yabu sambil melambai menjauh dari Mayumi yang sudah tiba di fakultas teknik, sementara Yabu ke fakultas MIPA.

“Yaa!!”

Mayumi menoleh karena kaget, “Nacchan!! Bikin kaget aja…”

Natsuko tersenyum, “Hahaha.. wajah kagetmu itu lucu sekali..”

Mayumi tak menjawab lalu masuk ke aula, hari ini akan diadakan kuliah umum, sehingga semua mahasiswa fakultas teknik berkumpul di satu aula.

Keduanya duduk di bangku tengah, beberapa menit lagi kuliah itu akan dimulai.

“Wah..ada wangi enak..” kata Natsuko mencari sumber wangi yang dimaksud.

Mayumi ikut mencari sumber wewangian itu, “Ah! Itu kah?” bisik Mayumi, menunjuk sekilas seorang gadis cantik yang duduk dekat mereka.

Rambutnya panjang terurai serta pakaiannya yang modis memang menarik perhatian beberapa orang di sekitar tempat itu.

“Ah! Hitomi-senpai!!” ucap Natsuko setengah berbisik pada Mayumi.

“Hitomi-senpai?” Mayumi tak pernah tahu gosip apapun di kampus ini.

“Iya…dia kan dibilang sebagai mahasiswi tercanyik di fakultas ini… bukankah…dia itu mantan pacar Yabu-senpai?” kata Natsuko takut – takut, “Kau…. tak tahu?”

Mayumi menggeleng, ia sama sekali tak pernah tahu.

===========

“Tumben kau kesini lagi pulang dari kampus?” tanya Yabu, lalu mengambil sekaleng bir dan menyodorkannya pada Mayumi.

Gadis itu merimanya, “Tidak apa – apa Kou-chan..aku hanya iseng saja..”

“Sou ka.. maaf.. aku tinggal bentar ya… rasanya gatal sekali setelah tadi main basket dengan Hikka..” Yabu beranjak, “Aku mandi dulu ya..”

Mayumi memperhatikan sekeliling apartemen kecil itu. Ia baru sadar selama ini, ia hanya datang saat pagi hari, atau sepulang dari kampus, tak pernah sempat memperhatikan tempat ini. Satu – satunya tempat yang sering ia datangi hanyalah dapur di apartemen ini.

Ia memang seharusnya tak mengharapkan apapun dari jalinan hubungan yang baru saja berjalan dua bulan. Tapi dalam hati kecilnya ia sangat ingin lebih mengerti tentang Yabu, ia selalu menceritakan apa saja pada Yabu yang ia yakini sebagai kekasihnya.

Mayumi bergerak ke sebuah meja yang ia tahu adalah meja kerja milik Yabu. Tangannya bergerak membuka laci meja itu. Ia penasaran saja dengan apa yang ada di dalamnya.

‘2nd Year Anniversary~ Kou-chan Love Micchan’

Mayumi melemparkan foto itu kembali ke dalam laci. Foto Yabu dan Hitomi, berarti itu memang benar bahwa mereka mantan pacar.

“Kau kenapa?” suara Yabu menyadarkan Mayumi yang masih berdiri di depan meja kerja milik pemuda itu.

Mayumi menoleh, gelagapan karena kaget, “Tidak apa – apa Kou-chan…” jawab gadis itu gugup.

“Sou ne… kau sudah makan?” tanya Yabu sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.

Mayumi menggeleng.

“Ya sudah…ayo kita makan diluar…nanti kuantar pulang…”

Sekali lagi Yabu mengisyaratkan bahwa Mayumi belum sepenuhnya ia terima di tempat ini.

=============

“Kau mau kemana Mayu?” tanya Natsuko ketika melihat Mayumi bergegas keluar kelas setelah pelajaran selesai.

“Ini…pulpen punya Kou-chan ketinggalan kemarin…aku mau kesana mengembalikannya..”

Natsuko hanya mengangguk, “Hati – hati Mayu!!” serunya.

Mayumi bergegas ke daerah fakultas MIPA. Ia lupa untuk memberitahu Yabu sebelumnya, ia pikir karena hanya mengembalikan pulpen saja, maka ia tak harus memberitahu Yabu sebelumnya.

Langkah Mayumi terhenti ketika baru saja hampir keluar dari fakultasnya.

Yabu

Tidak sendiri, tapi dengan Hitomi.

Keduanya tampak berbicara, sesekali Yabu menimpali dan tersenyum pada Hitomi.

Secara refleks Mayumi bersenyembunyi dari keduanya. Ia bukan gadis cengeng, tapi rasanya seperti terkhianati, dan itu membuat air matanya jatuh seketika.

“Masuk saja…maaf kau menunggu diluar…” kata Yabu sambil membukakan pintu untuk Mayumi.

Betapa kagetnya Yabu mendapati Mayumi berjongkok dekat apartemennya. Seingatnya ia sudah memberi tahu gadis itu kalau ia akan kerja sampingan sore itu.

“Tidak apa – apa..” jawab Mayumi pelan.

Yabu segera menuju dapur, “Kau duduk saja dulu..aku bikin teh dulu yaa…” ucap Yabu cepat.

“Kou-chan…”

Yabu kaget karena Mayumi tiba – tiba saja sudah berada di belakangnya, tangannya memeluk erat tubuh kurusnya.

“Mayu-chan…doushite?” mau tak mau, sebagai laki – laki normal tentu saja ia merasa dadanya berdegup kencang karena gerakan Mayumi yang tiba – tiba seperti itu.

“Kou-chan suka aku?”

“Eh?” pertanyaan yang akhirnya keluar dari mulut Mayumi. Yabu tahu hari ini akan datang, dan sampai sekarang ia belum tahu jawabannya.

“Kou-chan tidak bisa menjawabnya?” pelukan Mayumi semakin erat.

“Mayu… aku… tak tahu…” gumam Yabu pelan, ia tak yakin pada dirinya sendiri.

“Atau Kou-chan masih mencintai Hitomi-san?”

“Kau? Tahu dari mana?”

“Semua orang tahu hal ini Kou-chan…hanya aku yang tak tahu… jawablah yang jujur…”

Yabu menghela nafas berat, “Mayu….kumohon jangan begini…” keluh pemuda itu. Baginya, ini bukan perkara mudah. Bukan masalah jawab menjawab atau appaun itu.

“Jangan tinggalkan aku….” isakan Mayumi terdengar kentara sekali di ruangan yang sepi itu, “Kalau sekarang Kou-chan meninggalkan aku…mungkin aku bisa mati…”

Untuk pertama kalinya Yabu mendengar Mayumi begitu putus asa.

“Kumohon Kou-chan…”

Yabu meremas tangan Mayumi yang melingkar di pinggangnya, tak yakin dengan hatinya, tak yakin ia bisa terus bersama Mayumi.

============

Bulan berikutnya sudah lewat. Mayumi tahu Yabu tetap belum membuka hatinya, tapi ia menutup mata akan kenyataan itu. Selama ia masih bisa bersama Yabu, ia tak keberatan.

Yabu begitu baik padanya, Mayumi merasakan kebaikan Yabu memang tulus, tapi ia juga selalu merasa sebenarnya Yabu hanya sekedar simpati padanya.

“Besok ada acara tidak?” tanya Mayumi menghampiri Yabu yang setengah terlelap di depan televisi.

“Hmmm..” Yabu tampak berfikir, lalu menggeleng.

“Besok nonton yuk!!” ajak Mayumi sambil tersenyum manis pada kekasihnya yang kini menatapnya dengan bingung.

Mungkin efek ngantuk, namun akhirnya mengangguk.

Keeseokan harinya Mayumi sudah menunggu Yabu di depan sebuah pusat perbelanjaan.

“Gomen!! Aku telat ya?”

Mayumi menggeleng, “Tidak kok…ayo…”

Mereka melihat daftar film yang diputar, berencana untuk menentukan film apa yang akan mereka tonton.

“Yang mana ya?” gumam Mayumi.

“Itu saja!” tunjuk Yabu pada sebuah film aksi, “Micchan…” sebut Yabu sambil masih melihat ke layar di belakang petugas bioskop.

Bukan sekali ini Yabu salah memanggilnya ‘Micchan’.

“Micchan?”

“Ah! Gomen Mayu-chan maksudku…aku tadi bilang Mayu-chan kan?” kata Yabu gelagapan, menoleh menatap Mayumi yang tentu saja sedih.

Hingga film berakhir, Mayumi tak mengucapkan sepatah kata pun pada Yabu. Ia capek terus begini. Ia memang sangat mencintai Yabu, tapi inikah sikap yang terus – terusan harus ia terima?

“Mayu? Daijoubu?” tanya Yabu tak enak ketika mereka sudah berada di luar bioskop.

Mayumi terlihat menunduk saja sedari tadi.

“Gimana kalau kita beli takoyaki?” seru Yabu mencoba mencairkan suasana, lalu menarik tangan gadis itu, menggenggam tangannya.

Tak disangka Mayumi menghempaskan tangan Yabu, “Ayo kita hentikan saja ini…” ucap gadis itu.

“Hah? Mayu-chan…ada apa?”

Mayumi menatap mata Yabu dengan mata berkaca – kaca, “Kita hentikan saja senpai…Yabu-senpai… onegai… putus denganku ya?”

=============

“Mayuuuu~” Natsuko datang sambil memeluk sahabatnya itu.

“Ada apa ini?!hahaha..”

“Kenapa gak ngasih tau aku kalau kau putus dengan Yabu-senpai?” tanya Natsuko sambil menampakkan wajahnya yang cemberut.

“Sudah seminggu lebih kok..lagipula bukan masalah besar…” elak Mayumi.

Natsuko menatap Mayumi dengan wajah cemebrut, “Gomen naaa.. karena banyak tugas aku lupa memperhatikanmu,”

“Sudah kubilang aku baik – baik saja…” Mayumi tersenyum pada Natsuko.

“Karena kau juga sudah single, gimana kalau kita Goukon lagi?!” seru Natsuko ceria.

“Memangnya kau single? Lalu Takaki-senpai?”

“Eh? Yuyan itu… hanya apa ya?? Kita hanya teman kok…”

Mayumi hanya manggut – manggut, ternyata kabar burung soal Yuya yang playboy itu memang benar adanya.

“Jadi? Mau tidak??!!” Natsuko mengajak Mayumi dengan bersemangat.

Mayumi menggeleng, “Aku serius Nacchan…kali ini aku tak mau ikut…” kata Mayumi dengan wajah seriusnya.

Natsuko hanya manyun dan masih mencoba menghibur temannya. Walaupun Mayumi menyembunyikannya, Natsuko tahu di dalam hati Mayumi sekarang sedang sangat sedih.

Natsuko memeluk sahabatnya itu, “Semuanya akan baik – baik saja…” bisiknya.

Mayumi masih menunggu bis selanjutnya datang. Karena tadi ia harus ke perpustakaan, ia ketinggalan bis dan harus menunggu yang selanjutnya.

Karena bosan, gadis itu memainkan ponselnya, berharap sesuatu yang emnarik akan muncul di layarnya.

Sebuah tangan tiba – tiba muncul di hadapannya, tangan itu menyodorkan sebuah jepit yang sangat ia kenal.

“Eh?” Mayumi mendongak, melihat siapa orang yang dengan tak sopan menyodorkan tangan dihadapannya, “Kou….chan?”

“Jepitmu tertinggal di apartemenku…” kata Yabu sambil menyerahkan jepit itu.

Mayumi mengambilnya, “Gomen Kou-chan..maksudku..Yabu-senpai..”

“Un…ada lagi yang tertinggal..” kata Yabu lalu mengambil sesuatu di dalam saku jaketnya, menyerahkannya pada Mayumi.

“Hah? Maksudnya?”

“Itu kunci…kau tak tahu?”

“Bukan itu…ini… apa? Bukankah kita sudah putus?” ucap Mayumi bingung.

“Itu kunci agar kau bisa masuk apartemenku…kau tak perlu lagi menunggu di luar,” ungkap Yabu.

“Hah? Tapi senpai…kita….” Mayumi makin bingung.

“Aku tak terima keputusan sepihak macam itu…” Yabu menghembuskan nafas berat, menatap Mayumi yang masih terlihat bingung.

“Masalah aku memanggilmu Micchan, itu murni kesalahanku, dan aku berjanji itu tak akan terjadi lagi… soal Hitomi… kami sudah putus, Nacchan bilang kau melihatku bersamanya tempo hari? Itu saat Hitomi mengembalikan kunci apartemenku… itu saja…lagipula Micchan…maksudku Hitomi sudah punya kekasih lain… jadi anggapanmu aku akan kembali padanya adalah salah besar…” jelas Yabu panjang lebar, ia tak mau kesalah pahaman ini jadi berlarut – larut.

“Eh?”

“Saat hari dimana kau mengungkapkan perasaanmu, jujur saja aku bingung, tapi…. dalam hatiku aku berjanji akan mencoba mencintaimu…jadi, maukah kau berusaha lebih lagi agar aku benar – benar bisa mencintaimu sepenuhnya?”

Mayumi menatap Yabu tak percaya, “Kou-chan….suka padaku?”

Yabu tak menjawab, mengalihkan pandangannya ke tempat lain.

Tak lama, sebuah isakan terdengar dari Mayumi, gadis itu begitu lega mendnegar semuanya dari Yabu.

“Mayu…” panggil Yabu, “Daijoubu?”

“Gomen…aku selalu menyimpulkan hal – hal yang tidak – tidak…tapi…itu karena…”

“Aku tahu…lain kali tanyakan langsung padaku…sekarang, berhenti menangis…” Yabu membelai pelan rambut Mayumi.

“Kou-chan…”

“Hmm?”

“Arigatou…”

Yabu mencium puncak kepala Mayumi, menarik gadis itu dalam pelukannya. Kesalahannya dulu, saat ia tak mengejar Hitomi tak boleh terjadi lagi. Kini ia akan menjaga Mayumi, ia tahu saat ini ketika ia memeluk Mayumi, ia membuat janji baru pada dirinya sendiri.

Bukan lagi belajar mencintai gadis itu.

Tapi belajar menjaga gadis itu baik – baik.

============

OWARI~

Halaaaaahhh~
Apa – apaan ini ceritanya??? #Plakk
Gomen Yuli!! Aku gak bisa bikin yang sesuai harapan kali ya??
Tapi, komen itu tetap CINTA buat saya..
So, PLEASE LEAVE SOME COMMENTS kawan – kawan!! ^^
Because COMMENTS ARE LOVE…
Makasih udha mau baca fanfic gajeku lagi…
🙂



Advertisements

2 thoughts on “[Oneshot] It Just Wasn’t Enough

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s