[Minichapter] Wish You are My Love (story 2)


Tittle: Wish You are My Love (story 2 )
Author :Fukuzawa Saya
Type:Minichapter
Chapter : Two
Genre: romance~
Fandom :JE
Starring : All Hey Say JUMP member`s ~ , Saifu Suzuki(OC) , Johnny Kitagawa(JE Owner), Dinchan (Oc)
Disclaimer : I don`t own all character , I suer ..hahahaha…Saifu Suzuki it`s my OC, Dinchan karakter kepunyaan mama saya ~.I love commend so please commend this story after you read , ne? thanks ^^ ~
 
Wish You Are My Love
~ Story 2 ~
 
 
Saifu duduk disebuah sofa sambil menunggu para member JUMP selesai latihan . 
 
 
 
Tak ada yang dilakukan hanya diam ambil memerhatikan para member menari dan bernyanyi dengan bersemangat , Saifu merasa iri dengan mereka yang bisa bersekolah disekolah biasa,punya teman dan bisa melakukan apa yang mereka suka.
 
 
 
Tak seperti dirinya yang terkadang dibatasi. 
 
 
 
“oi..break minna…”, seru Yabu yang sudah sangat berkeringat .
 
 
 
Para member yang sudah berkeringat itu langsung mengambil minuman mereka ,lalu duduk dilantai sambil minum.
 
 
 
“Saifu , mau minum sesuatu?”,Tanya Yuto.
 
 
 
“eh?”
 
 
 
“ini..”, Yuto memberikan Saifu sebotol teh hijau 
 
 
 
“arigatou…”,kata Saifu.
 
 
 
“ini cemilan,kau mau?”, tawar Yuya sambil menyodorkan Saifu sebuah biscuit coklat,
 
 
 
Saifu mengambil sebuah biscuit,”terima kasih..”, kata Saifu sambil tersenyum.
 
 
 
“ah ya..duduk bersama kami saja dilantai “,kata Daiki.
 
 
 
“eh?”, Saifu mengangguk lalu berjalan menghampiri para member dan ikut duduk dibawah, tepatnya disamping Yabu .
 
 
 
“Saifu, kenapa kau bersikeras menolak untuk dijodohkan? Pria itu munkin orang baik, Johnnys-san tak mungkin menjodohkanmu dengan orang sembarangan kan?”, kata Yabu.
 
 
 
“iya benar…”, kata Hikaru sambil mengunyah kripiknya.
 
 
 
“jangan-jangan kau menyukai seseorang, benar begitu?”, Tanya Yamada membuat wajah Saifu sedikit memerah.
 
 
 
“itu…”
 
 
 
“wajahmu memerah, jadi benar ada ya?”, Tanya Daiki.
 
 
 
Saifu hanya mengangguk.
 
 
 
“kenapa tak bilang saja pada Johnnys-san?mungkin dia akan setuju dengan pria yang kau sukai itu..”, kata Keito.
 
 
 
“muri…”, gumam Saifu.
 
 
 
“eh?kenapa?”, Tanya Inoo.
 
 
 
“Pria itu bahkan tak mengenalku, maksudku kami tak saling kenal…”, kata Saifu.
 
 
 
“memangnya dimana kalian bertemu? “, Tanya Hikaru.
 
 
 
“anou….aku bertemu dengannya di…”, Saifu ragu untuk mengatakannya.
 
 
 
“dimana?kalau kau tidak bisa memberitahukannya, tak apa…”,kata Yabu.
 
 
 
 
“bukannya begitu, rasanya memalukan kalau kuberitahu dimana tempat aku bertemu. Ah..bukan bertemu, lebih tepatnya aku melihatnya ,di gedung JE saat aku kebetulan kesana saat usiaku sepuluh tahun,hari itu aku hanya menemui Ojii-sama, tapi tak sengaja aku tersesat .”
 
 
 
 
Saifu mengingat-ingat kejadian sepuluh tahun lalu, saat dia pertama kali melihat laki-laki itu ,”aku tak sengaja masuk kesebuah ruang latihan, aku melihat banyak anak yang menari. Lalu diantara mereka, ada laki-laki manis…aku masih ingat, rambutnya lucu sekali , tanpa sadar aku terus memerhatikannya yang berlatih dengan semangatnya…”
 
 
 
 
“dia artis???”, seru para member kaget. Saifu kebali mengangguk ragu-ragu.
 
 
 
Saifu tersenyum lembut,”dirinya yang begitu bersemangat membuatku menyukainya,lalu aku melihat majalah dan dari situ aku tau nama dan di grup apa dia bergabung..”,jelas Saifu
 
 
 
“siapa dia? Dia masih  di JE kan?”, Tanya Yabu lagi.
 
 
 
Dan lagi-lagi Saifu mengangguk ragu-ragu.
 
 
 
“kalau begitu bukannya kau bisa dekat dengannya dengan mudah?”,Tanya Inoo.
 
 
 
“aku tak bisa..”, Saifu menunduk,”aku terlalu malu untuk mendekatinya,lagipula pengawalku sangat menganggu..”
 
 
 
“sou ne…”
 
 
 
“ah ya..hari ini kau akan menginap dirumahku, aku sudah menghubungi ibuku dan katanya kau boleh menginap..,kau bisa pakai baju kakakmu nanti . Ah…ya, ponselmu ,kau bawa ponselmu??”,Tanya Yabu.
 
 
 
Saiu menggeleng,”ponselku selalu dipegang oleh pengawal perempuanku , lagipula kalau aku bawa ponsel tempatku berada bisa dilacak dengan mudah , tapi aku juga tak punya uang sedikitpun…”jelas Saifu.
 
 
 
“kami akan membantumu, soal uang..kami akan pinjamkan “, kata Chinen.
 
 
 
“hontou ni arigatou gozaimasu..’,kata Saifu sedikit menundukkan kepalanya.
 
 
 
“douita..” jawab para member bersamaan.
 
 
 
 
 
“baikklah, jadi begini rencananya..Saifu akan berjalan ditengah kita,  pastikan tak ada yang menyadari kalau dia ini perempuan . Ah..ya bisa pinjamkan Saifu jacket dan topi?kurasa kita harus menutupi bentuk tububuhnya dan wajahnya..”kata Hikaru.
 
 
 
“ini,jacket dan topi ku .Pakai saja..”,kata Daiki .
 
 
 
“arigatou..”,kata Saifu sambil menguncir rambutnya yang panjang lalu menutupinya dengan topi , dan memakai jaket Daiki .
 
 
 
Daiki tersenyum,”douita..”
 
 
 
“nah ayo  jalan…”,kata Hikaru.
 
 
 
Mereka mulai berjalan menuju pintu keluar , Saifu merasa sedikt tegang dia sangat takut ketahuan.
 
 
 
“tenanglah…jangan ketakutan begitu..”,kata Inoo menenangkan.
 
 
 
Seperi yang sudah Saifu kira, para satpam berjaga dengan ketat di pintu keluar ,membuat Saifu semakin gelisah. Mereka terus berjalan , sambil pura –pura mengobrol , Daiki dan Yamada yang mengapit Saifu juga pura –pura mengobrol , Saifu sendiri hanya menunduk . 
 
 
 
Saifu melihat Din berada dipintu keluar bersama 3 penjaga lain, mereka tengah membicarakan sesuatu.
 
 
 
Mereka melewati penjaga tanpa ada yang curiga, lalu mobil khusus yang memang selalu mengantar mereka pulang pun menghampiri mereka. Ada 2 mobil (bayangain mobil  Jump yang pas TenJump 2010 :3 ) , Daiki, Yamada , Chinen, Yuto dan Yabu masuk kemobil pertama bersama Saifu sisanya masuk ke mobil kedua.
 
 
 
“antarkan kami kerumah Yabu-kun..”,kata Yamada member perintah pada sang supir, Saifu belum bisa membuka penyamarannya karena supir itu juga staff JE. Saifu duduk dibangku belakang bersama Yabu dan Yuto , sedangkan dibangku tengah ada Daiki, Yamada dan Chinen.
 
 
 
Mobil muali berjalan meninggalkan kawasan gedung JE, setelah keluar dari kawasan gedung JE itu tubuh Saifu yang tadinya tegang mulai relax.
 
 
 
Yuto dan Yabu yang menyadari itu terkekeh pelan.
 
 
 
“sudah kami bilang kan? Tenang saja…”,kata Yuto sambil terkekeh.
 
 
 
Saifu tersenyum,”un..arigatou….”
 
 
 
Akhirnya mereka sampai didepan rumah kediaman Yabu, mereka masih tetap waspada karena banyak wartawan yang mengawasi rumah mereka ditambah lagi para fans yang terkadang berbuat kelewatan pada mereka.
 
 
 
Mereka masuk sambil sedikit berlari memasuki rumah Yabu.
 
 
 
“tadaimaa…”, seru Yabu.
 
 
 
“ojamashimasu..”, seru member yang lain.
 
 
 
Sesosok wanita paruh baya yang merupakan ibu Yabu datang menghampiri mereka”okaeri…mana Suzuki –san?”,Tanya Ibu yabu.
 
 
 
Saifu membuka topinya,”Saya Suzuki Saifu..maaf merepotkan anda..”, kata Saifu sambil menundukan kepalanya.
 
 
 
“iie…kami senang bisa membantumu…”,kata Ibu Yabu  ramah.
 
 
 
“ayo keruang tamu,kita bicarakan rencana selanjutnya…”,kata Yabu, yang lainnya mengikuti Yabu keruang tamu rumahnya.
 
 
 
“ah ya Saifu..kau bisa lepas semua penyamaranmu, kau bisa pakai bajumu lagi.”,kata Yabu.
 
 
 
“ah..hai…”,jawab Saifu.
 
 
 
“mari kuantar ke toilet…”,kata Ibu Yabu, Saifu mengangguk lalu mengikuti Ibu Yabu ke toilet.
 
 
 
 
 
“Daiki..kenapa daritadi melihat kerah pintu sih?kita kan sedang bicara..”, keluh Yamada.
 
 
 
“eh?”, Daiki mengalihkan pndangannya dari pintu ruang tamu beralih menatap teman-temannya yang menatapnya,”ah..gomen..”
 
 
 
“jangan-jangan kau menyukai Saifu..”, tebak Yamada.
 
 
 
“HAH??”, seru member lain kaget.
 
 
 
“chi..chigau!bukannya begitu..”, elak Daiki.
 
 
 
“jadi kau tak menyukainya?”, goda Yuto.
 
 
 
“bukan begitu juga…hanya..”, Daiki merasa bingung ingin mengatakan apa.
 
 
 
“hanya apa..?”,goda Inoo.
 
 
 
“hanya saja dia manis sekali…hahaha, aku sampai agak berdebar saat melihatnya..”, aku Daiki dengan wajah salah tingkah.
 
 
 
Semua member tertawa mendengar pengakuan Daiki yang malah menutup wajahnya yang malu.
 
 
 
“dia memang manis sekali sih, kuakui juga.”,kata Yuto.
 
 
Tepat setelah itu pintu terbuka, Saifu masuk bersama Ibu Yabu membawa nampan berisi jus jeruk dan cemilan.
 
 
 
“Saifu-chan, terima kasih sudah membantu membawa minuman ya..maaf, pasti berat ya…”, kata Ibu Yabu sabil meletakkan minuman dan makanan ke meja.
 
 
 
Saifu menggeleng,”daijobu…”, 
 
 
 
“kalau begitu Ibu tinggal ya ..”,kata Ibu Yabu lalu meninggalkan ruang tamu.
 
 
 
“un..arigatou Oba-chan..”,kata para member .
 
 
 
“Saifu duduklah “,kata Yabu ,lalu Saifu duduk dibangku sebelah Daiki yang kosong. 
 
 
 
Para member tersenyum-senyum melihat Daiki sambil menatap Daiki dengan pandangan menggoda.
 
 
 
“apa sih???”, Tanya Daiki salah tingkah.
 
 
 
“nani mo na…”,jawab para member bersamaan.
 
 
 
“jadi setelah ini Saifu akan tinggal dirumah Daiki ya…”, kata Yabu taba-tiba.
 
 
 
“ehh??”, seru Daiki dan Saifu kaget lalu saling pandang sebentar saampai akhirnya mereka menatap Yabu lagi.
 
 
 
“kenapa Daiki?Saifu? kalian keberatan?”, Tanya Yabu.
 
 
 
“bukannya begitu..hanya saja..”, Daiki bukannya tak suka Saifu tinggal dirumahnya, dia hanya merasa takut jika harus menyukai Saifu , ditambah lagi ada kakaknya Daisuke yang suka mengangganggunya itu.
 
 
 
“kalau Arioka-san tak mengizinkan,tak apa kok..”,kata Saifu.
 
 
 
“bukan…bukannya begitu”, Daiki bingung harus berkata apa,”ah sudahlah, kau boleh tinggal dirumhaku.Aku hanya khawatir Daisuke akan menganggungnya..”,kata Daiki.
 
 
 
“masalah itu urusanmu, pokonya setelah tiga hari kau akan tinggal ditempat Daiki , setelah itu dirumah Yuto lalu Yamada ..setelah itu kita bicarakan lagi nanti…”,kata Yabu.
 
 
 
Saifu mengangguk, walaupun begitu entah mengapa dia merasa tegang karena setelah 3 hari dia akan tinggal dirumah Daiki. 
 
 
 
Saifu menoleh menatap Daiki yang menggaruk-garuk kepalanya bingung ,lalu tersenyum menatap wajah Daiki yang bingung itu.
 
 
 
“kawaii na..”, gumam Saifu .
 
 
 
“eh apa??”, Tanya para member yang mendengar gumaman Saifu itu.
 
 
 
“eh?”, Saifu menggeleng,”iie…”
 
 
 
 
 
Beberapa jam kemudian para member pulang , Saifu diantar Ibu Yabu ke kamar kakak perempuan Yabu yang sekarang tinggal di apartmen. Jadi sekarang kamar itu kososng tak ada yang menempati.
 
 
 
“kau bisa pakai baju punya Kakak perempuan Kou …”,kata Ibu Yabu.
 
 
 
“un..”, Saifu mengangguk,”arigatou gozaimasuu…Oba-sama..”,kata Saifu sambil menunduk sopan.
 
 
 
Ibu Yabu mengusap kepala Saifu pelan,”istirahatlah….kau pasti capek hari ini..”,kata Ibu Yabu.
 
 
 
Saifu mengngguk,”un..oyasumi….”,kata Saifu .
 
 
 
“oyasumi..”,kata Ibu Yabu sambil tersenyum lalu meninggalkan Saifu.
 
 
 
 
 
Yuto melirik Daiki yang duduk disampingnya, mereka ada di stasiun , emnunggu kereta yang akan membawa mereka pulang . Yuto nampak berfikir sampai akhirnya memanggil Daiki.
 
 
 
“Dai-chan…”panggil Yuto , Daiki yang berdiri disamping Yuto menoleh menatap Yuto.
 
 
 
“un?”
 
 
 
“sepertinya ….aku juga menyukai Saifu …”, aku Yuto, sontak membuat Daiki membulatkan matanya kaget.
 
 
 
“eh???”
 
 
 
“aku sungguh-sungguh…entah kenapa,aku juga tak mengerti …”,kata Yuto lagi sambil melihat kearah lain.
 
 
 
 
Tok Tok..
 
 
 
Saifu mendengar pintu kamarnya diketuk seseorang, dia bangkit dari kasurnya lalu membuka pintu. Mendapati Yabu Kouta berdiri di depannya sambil membawa nampan berisi cemilan dan teh hangat.
 
 
 
“boleh aku masuk?”,Tanya Yabu
 
 
 
Saifu mengangguk,lalu membuka pintu membiarkan Yabu masuk.
 
 
 
“dousta?”,Tanya Saifu .
 
 
 
“sebenarnya aku hanya penasaran tentang orang yang kau sukai…”, Yabu menuangkan the ke gelas Saifu ,”tapi,kalau kau  tak mau beritahu…aku mengerti..”,kata Yabu.
 
 
 
Saifu mengambil senbei lalu memakannya,”kau nampak penasaran sekali Yabu-san”,kata Saifu sambil terkekeh.
 
 
 
Yabu hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal,”dan..apa kau tau orang yang dijodohkan denganmu itu sebenarnya siapa?”,Tanya Yabu.
 
 
Saifu menggeleng”Ojii-sama tak pernah mengenalkannya padaku atau apa gitu…yang pasti aku takkan mau menerima perjodohan dengan orang yang bahkan tak aku kenal..”,kata Saifu .
 
 
 
“sou ne…,lalu bagaimana dengan orang yang kau sukai itu?” ,Yabu ikut mengambil sebuah senbei lalu mengunyahnya,”bukankah mungkin saja dia punya pacar atau orang yang dia suka?”,pertanyaan Yabu membuaat Saifu merasa bodoh.
 
 
 
“benar juga…lagipula,mana mau dia denganku?hahaha..bodohnya aku..”,kata Saifu sambil berusaha tersenyum.
 
 
 
“jangan merendahkan diri..kau cantik dan manis kupikir dia akan mau denganmu..”,kata Yabu.
 
 
 
“sou..”, Saifu nampak berfikir,”kalau orang kusukai itu Yabu-san,apa kau mau denganku?”,Tanya Saifu sambil menatap Yabu dengan tatapan serius.
 
 
 
“eh???”
 
 
 
 
Tsuzukuu~~~..yohooooo…ayo dikomen :3 mmaf yahh aneh banget ceritanya ^^ , tapi seneng banget kalo ada yg komen ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s