[Multichapter] Jumping To My Heart (Chapter 4) ~Only Me~

Title        : Jumping To My Heart ~Only Me~
Author    : Dinchan Tegoshi
Type          : Multichapter, Songfic
Song : Bad Guy by. Joo
Chapter     : Four … ^^
Genre        : Romance *again and again*
Ratting    : PG
Fandom    : JE
Starring    : Yaotome Hikaru (HSJ), Yoshitaka Asuka (OC), other HSJ member~
Disclaimer    : I don’t own all character here.  Yaotome Hikaru is belong to Johnny’s & Association, Yoshitaka Asuka is Py’s OC yang aku pinjam. Hahaha~ it’s just a fiction, read it happily, and I do LOVE COMMENTS… pelase comments… Thanks.. ^^

Jumping To My Heart
~ Chapter 4 ~
~ ONLY ME ~

15 years ago…

Seorang gadis kecil dengan baju berenda itu bersembunyi dibalik rok ibunya. Ia tipe anak pemalu.

“Ayo Asuka… dia seumuran denganmu kok…” kata Ibunya sambil mencoba menarik anak gadisnya itu.

Asuka mendongak memandang Ibunya, mencari penjelasan lebih tentang anak laki – laki yang berdiri di sebelah seorang wanita lain yang seumuran dengan Ibunya.

“Ini Hikaru…” kata Ibu itu pada Asuka.

Asuka terus memandang anak laki – laki itu dengan mata membulat. Pertemuan pertamanya dengan anak sahabat Ibunya, Hikaru Yaotome lima belas tahun yang lalu, saat mereka masih sama – sama berumur lima tahun.

I don’t like if it’s too hot and so do I hate myself
For being like a fool loving only you

3 years ago…

“Sudah beres semua ya?” tanya Ibu pada anak gadisnya yang akhirnya ia lepas untuk tinggal sendiri di kota besar.

“Sudah bu…” jawab Asuka sambil memandang ke seluruhan mansionnya yang lumayan luas itu.

“Baik – baik disini ya sayang…” kata Ibunya sambil memeluk putri bungsunya itu.

Asuka pun merasa sedikit sedih akan berjauhan dengan orang tuanya. Karena ia sudah memutuskan untuk kuliah di Tokyo, maka ia harus tinggal sendiri di Tokyo sementara kedua orang tuanya berada di kota lain.

“Baiklah…Ayah dan Ibu pulang ya… kau harus baik – baik disini…telepon Ayah atau Ibu jika terjadi sesuatu…” pesan Ayahnya sebelum mereka beranjak pulang.

Asuka mengangguk.

“Anou…Yoshitaka-san desu ka?” suara pemuda itu mengalihkan perhatian orang tua Asuka.

“Hikaru-kun!!” seru Ibunya Asuka kaget.

Asuka juga ikut kaget meihat pemuda itu berada di hadapannya sekarang. Sudah tiga tahun mereka tidak bertemu.

Maka pertemuan ini pun berlanjut hingga larut malam. Kebetulan Ibu Hikaru adalah sahabat dekat dari Ibu Asuka. Hikaru dan Asuka pun terus bersama sejak Taman kanak – kanak hingga SMP. Namun, saat SMA, mereka berpisah sekolah, sehingga tidak pernah bertemu lagi.

“Genki desu ka?” tanya Hikaru ketika orang tua Asuka sudah pulang, mereka mengobrol di balkon kamar Hikaru.

Asuka menoleh, “Hmm… genki… Hikka-kun sendiri bagaimana?”

Hikaru hanya mengangguk – angguk, ia merasa sedikit canggung dengan kebetulan yang mendadak ini. Hari terakhir sebelum mereka lulus SMP adalah pengalaman yang membuatnya selalu teringat akan sosok Asuka.

“Masih sibuk dengan pekerjaanmu?” tanya Asuka.

Hikaru kembali mengangguk, “Kau sendiri? Kuliah ya?”

“Un… aku sekarang kuliah…” jawab Asuka lagi.

Hening kembali tercipta di antara mereka berdua. Keheningan yang selalu muncul sejak hari itu.

“Ngomong – ngomong… Hikka-kun sudah lama tinggal disini?” tanya Asuka.

“Tidak juga… aku baru dua bulan ini pindah kesini…” jelas Hikaru.

“Sou ne…”

“Hebat sekali kita bisa bertemu lagi seperti ini…” gumam Hikaru.

Asuka tak menjawab. Pikirannya kembali ke lima belas tahun lalu saat mereka pertama bertemu. Hikaru dan Asuka memang teman sejak kecil. Tepatnya, teman sekaligus musuh.

Masih segar ingatan Asuka saat Sekolah Dasar, Hikaru adalah anak laki – laki yang selalu mengganggunya dan menjahilinya. Saat tiba – tiba sepatunya hilang, ternyata Hikaru menyembunyikannya di sudut taman sekolah. Sering sekali Asuka dibuat menangis hingga mereka masuk Sekolah Menengah Pertama.

Hikaru mungkin semakin besar, ia pun selalu menganggap Asuka adalah partnernya dan sahabatnya. Kelas dua SMP, Hikaru mendapat nilai buruk dalam banyak pelajaran, maka Asuka lah yang harus mengajarinya. Asuka ogah – ogahan tapi tetap melakukannya.

Begitulah hubungan Hikaru dan Asuka yang tak pernah akur namun justru membuat keduanya saling membutuhkan satu sama lain. Namun, saat SMA akhirnya mereka berpisah sekolah. Walaupun Hikaru meminta Asuka satu sekolah dengannya di Horikoshi, Asuka menolak. Ia merasa Hikaru sudah terlalu bergantung padanya, ia harus meninggalkan pemuda itu. Tepatnya, Asuka ingin mencoba melupakan perasaannya pada pemuda gingsul itu.

==========

“Asuka-chaaaannn….neee….” Hikaru mengetuk pintu di hadapannya dengan sedikit tak sabar.

Tak lama gadis itu muncul dari balik pintunya, “Apa sih? Pagi – pagi gini bikin keributan?!!”

“Dompetku hilaaanngg~” seru Hikaru dari depan pintu.

Asuka menghela nafas dan segera masuk ke mansion sebelah. Pemandangan berantakan langsung menyambut Asuka. Pakaian kotor dimana – mana. Asuka memungut beberapa barang di ruangan itu, dan menemukan sebuah dompet coklat di lantai.

“Nih…apa harus memanggilku pagi buta gini untuk urusan dompetmu?” tanya Asuka malas.

“Hehehe.. arigatou Asuka-chaaann!! Ittekimasu!!”

Sudah tiga bulan mereka tinggal bersebelahan. Makin lama hubungan mereka pun kembali membaik seperti dulu. Tak ada lagi canggung atau apapun itu. Semuanya kembali seperti mereka sekolah menengah dulu.

“Hufft…” Asuka mengeluh karena baru minggu yang lalu ia membereskan kamar itu, dan kini sudah berantakan lagi.

“Baiklah…mulai dari kamarnya sepertinya…”

Asuka terdiam saat menemukan sebuah baju pink di atas kasur. Pasti bukan milik Hikaru karena itu pakaian wanita. Bukan juga milik Asuka karena ia merasa tak punya baju itu. Gadis itu menghela nafas berat, ia tak tahu gadis mana lagi yang Hikaru bawa, namun ia cukup tahu, mungkin dirinya selama ini hanya sahabat dari Hikaru, dan mungkin tak akan pernah berubah.

I don’t like tearful songs since it’s always depressing
Causing me to whimper again and in the end making my mouth locked
While I’m calling you Oh

“Telat karena dompetmu ketinggalan?” tanya Yabu ketika Hikaru sampai.

“Na… gomen… untung Asuka-chan menemukannya…” kata Hikaru lagi.

Yabu hanya mengangguk sesaat, lalu kembali menata rambutnya di kaca, “Sou ne… Asuka-chan kembali dekat denganmu….baguslah…”

Hikaru terkekeh, “Kami itu sahabat, dan pasti akan jadi sahabat kan…”

“Pernah dengar kalau wanita dan pria itu tak bisa bersahabat….” suara itu terdengar khas, ternyata Inoo menghampiri mereka.

“Kata siapa? Aku dan Asuka sudah hampir lima belas tahun bersama, dan tidak ada perasaan apa – apa…”

“Contohnya konkrit kok..” Inoo melirik ke arah Yabu yang baru – baru ini jadian dengan sahabat masa kecilnya.

“Tentu beda dong… aku dan Asuka tak mungkin bisa pacaran… aku sama dia itu…. partner…” kata Hikaru lagi, meyakinkan kedua sahabatnya itu.

===========

Ah~ I`m so sorry
If you asked me to stop crying,
I’m not going to shed tears ever again

Present~

“Sou ne…” Asuka melipat bajunya dan membiarkan pemuda gingsul di sebelahnya terus mengoceh.

“Tapi… dia kurang asik diajak ngobrol…tapi dia cantik banget…” kata Hikaru lagi.

“Hmmmm….” Asuka tak menjawab lagi.

“Ne… kenapa Asuka-chan gak jawab sih?”

“Sepertinya setiap kali kau ketemu cewek baru ceritanya sama kan? Ngapain aku harus jawab hal yang sama juga?” tanya Asuka pada Hikaru.

Hikaru manyun mendengar jawaban Asuka.

“Sekarang, keluar dari apartemenku dong…” ucap Asuka sambil tersenyum pada Hikaru.

“Hai…hai…” Hikaru keluar dan melambai ke arah Asuka, “Malam ini buatkan omurice ya Asukaaaaa~” pinta Hikaru sebelum beranjak dari pintu.

“Cepet keluar….kau ada pemotretan kan?” seru Asuka yang sedang beranjak ke arah dapurnya.

“Hai…hai… jya!”

Sudah tiga tahun berlalu, mereka tinggal di satu apartemen, tidak satu kamar tentunya. Padahal Asuka tak pernah berfikir bahwa pemuda itu akan tinggal juga di tempat yang sama dengannya.

Mereka selalu berargumen tentang siapa mengikuti siapa, pada faktanya baik Asuka maupun Hikaru saling bergantung satu sama lain. Hanya tak ada yang mau mengakuinya.

Setelah Hikaru pergi, Asuka juga akhirnya bersiap – siap untuk berangkat ke kampus. Ia sudah tingkat tiga, saatnya belajar lebih keras dari orang lain. Hari ini ia bermaksud untuk ke perpustakaan.

“Kau sudah dibawah? Hmmm..baiklah..” Asuka menutup ponselnya dan segera menuju ke lantai bawah.

“Ohayou..” sapa pria itu.

Asuka hanya tersenyum menyambutnya. Sudah beberapa bulan ini ia dekat dengan pria yang kini tersenyum kepadanya. Ia sudah memutuskan untuk mebuka hatinya pada orang lain.

“Maaf menunggu lama senpai…”

Pria itu menggeleng, “Tak apa… masuk saja…” ia membukakan pintu mobil untuk Asuka.

Lebih tua, jelas lebih dewasa daripada Asuka atau Hikaru. Pria itu justru Hikaru yang mengenalkannya pada Asuka. Salah satu senpai Hikaru di Johnnys.

“Langsung ke kampus? Atau kau mau makan dulu?”

“Aku sudah sarapan Ohno-san..” jawab Asuka sambil tersenyum ke arah Ohno yang menyetir di sebelahnya.

“Baiklah..kita meluncur ke kampus…” kata Ohno.

Oh, please don’t let go of my hand
I’m so sorry
Each time this frangile heart getting estranged little by little
It has been charred and blackened in flames

“Maaf aku telaaatt!!” Asuka memperhatikan penampilan Din yang sedikit berantakan itu.

“Dari mana?” tanya Asuka pada Din.

“Hanya dari kamar mandi…” jawab Din cepat.

“Merokok lagi?”

Din tidak menjawab. Keduanya segera berjalan menuju ruang klub majalah kampus.

Baik Asuka dan Din sebenarnya tidak satu jurusan, tapi mereka bertean karena sama – sama ikut dalam klub majalah kampus.

“Diantar Ohno-san lagi ya?” tanya Din sambil menggoyang pelan bahu Asuka.

Asuka tak menjawab, wajahnya terlihat memerah karena malu, “Hmmm… sou yo… dia hanya mengantar kok..” jawab Asuka.

Din terkekeh pelan, “Memangnya kau dan pacarmu itu sedang bertengkar?”

“Pacar?”

“Hikaru-kun…na?” tanya Din lagi.

Asuka hanya tertawa pelan, “Bukankah sudah kubilang kami hanya sahabat?”

Dalam hati Asuka merasa sedikit sedih karena walaupun bertahun – tahun ini ia selalu menyukai Hikaru, pada akhirnya status mereka hanya sahabat masa kecil saja.

==========

“Aku pulaaanng…” Hikaru mencoba mengetuk pintu, namun tak ada jawaban dari dalam apartemen itu.

“Hmm?” Hikaru bingung, namun akhirnya menyerah, ia fikir Asuka sudah tidur. Padahal biasanya, walaupun Hikaru pulang tengah malam, pintu itu jarang terkunci untuknya.

Baru saja Hikaru akan menutup pintu apartemennya, tiba – tiba terdengar sesutu dari luar kamarnya.

“Arigatou senpai… maaf jadi merepotkanmu…” kata Asuka pada Ohno yang rela menjemputnya malam – malam dari kampus.

“Tidak juga… kebetulan waktu syutingku berakhir saat kau mengirim e-mail padaku,”

Hikaru mengurungkan niatnya untuk menutup pintu dan malah mengintip apa yang terjadi di luar sana. Matanya membulat tak percaya, senpai yang memnag pernah ia kenalkan pada Asuka kini berada di depan apartemen Asuka, mengantar gadis itu pulang.

“Ya sudah,,,kau harus istirahat…besok aku jemput ya…”

Asuka mengangguk, sementara pria itu beranjak dari depan pintu.

“Jadi…sekarang kau pacaran dengan Ohno-kun?” Hikaru muncul dari dalam apartemennya.

Asuka menoleh, kaget dengan kedatangan Hikaru yang tiba – tiba.

“Bukan urusanmu…” balas Asuka lalu masuk ke kamarnya, namun tangan Hikaru mencegahnya.

“Apa?!” seru Asuka galak, malas berurusan dengan Hikaru yang kekanakan.

Sedetik kemudian bibir Hikaru sudah berada di bibir Asuka. Hikaru mencium gadis itu lama, namun beberapa detik kemudian Asuka mendorong keras bahu Hikaru, ia kesal setengah mati pada pemuda tak berperasaan itu.

Bad guy, you’re simply a mean guy
Me, leading this life just to keep my eyes on one person which is you
Feeble woman, I’m simply a nice woman
What shall I do if you go, what shall I do if you leave

Sudah dua minggu ini tanpa komunikasi dengan Hikaru. Ia sedikit lega, namun sejujurnya ia merindukan kebawelan pemuda itu.

Dua tahun tanpa sehari pun Hikaru tak pernah absen mengganggunya. Namun kali ini sama sekali tak ada kata – kata dari pemuda itu.

Ciuman hari itu, persis sama dengan ciuman Hikaru saat kelulusan SMP. Ciuman yang membuat mereka selama tiga tahun sama sekali tidak berkomunikasi. Tanpa disadari, air mata Asuka mengalir, ia tak ingin kehilangan Hikaru lagi.

Ah~ I`m so sorry
I’ll do everything you asked me to do
Let us return back to the beginning point where we can start from scratch
I`m so sorry
Little young me who can easily go to pieces
It’s so sore because I’m torn apart

========

“Ohayou~” suara itu menyapa Asuka.

Setelah dua minggu ia tak mendengar suara itu.

Dengan pelan Asuka menoleh ke arah pintu yang tepat berada di sebelah pintu kamarnya, “Hikka…” bisik gadis itu pelan.

“Ohaaa~” sapa Hikaru lagi.

Senyum yang sama.

Tatapan yang selalu sama.

“Kenapa Asuka-chan malah diem aja?” seru Hikaru mendekati Asuka yang masih bengong karena kaget di sapa lagi olah Hikaru.

“Eh… Ohayou…” balas Asuka akhirnya.

“Sarapan pagi ini apaaa??” tanya Hikaru ketika ia kembali berhasil masuk ke apartemen Asuka lagi.

Asuka menyerahkan setangkup sandwich dan segelas susu pada Hikaru, “Douzo..”

“Hehehehe….”

Pemuda itu makan dnegan lahap sementara Asuka duduk di hadapan Hikaru, menonton Hikaru makan.

“Aku kangen masakan Asuka…” seru Hikaru lagi.

“Sou…” Asuka beranjak untuk mengambil susu bagi dirinya sendiri.

Selama beberapa menit ruangan itu sepi. Namun suasana ini yang selalu membuat Asuka nyaman. Walaupun hanya ada suara kunyahan antara mereka berdua.

“Asuka-chan…aku… tak suka kau dekat dengan Ohno-kun..” tak seperti biasa, nada suara Hikaru terdengar lebih serius dari biasanya.

Gerakan Asuka berhenti seketika. Ia tak mau melihat ke arah Hikaru, tak ingin juga bertanya apa alasannya.

“Ne…jawab aku Asuka-chan…kau tidak benar – benar menyukainya kan?”

“Hidoi yo ne… Hikka-kun wa…” bisik Asuka, air matanya mulai mengalir di kedua belah pipinya.

“Hah?”

“Kenapa aku tak boleh menyukai orang lain?!”

Hikaru gelagapan, “Maksudku… aku tak suka saja kau bersama dia,”

“Lalu siapa yang kau suka untuk bersamaku?!”

Mulut Hikaru terkunci, ia tak pernah melihat Asuka semarah ini.

“Lalu ciuman itu… dua kali ciuman yang pernah Hikka-kun berikan…apa maksudnya?!” emosi Asuka meluap – luap, segala apa yang sudah ia pendam selama ini akhirnya meledak juga.

“Itu…” jujur saja Hikaru juga tak bisa menjelaskannya, “Kita partner… darou?”

Bad guy, you’re simply a mean guy
Me, leading this life just to keep my eyes on one person which is you
Feeble woman, I’m simply a nice to woman
What shall I do if you go, what shall I do if you leave

=============

“Kudengar Ohno-kun akan menikah??” tanya Yamada pada Chinen yang duduk di sebelahnya.

Chinen menoleh kaget, hampir semua member JUMP kini ikut nimbrung pada pembicaraan itu.

“Kau tahu dari siapa?! Aku gak dapet undangannya tuh…” keluh Chinen sambil menatap ponselnya dengan sedih.

“Anou…aku dengar dari staff…kemarin ada yang bertemu Ohno-kun, ia sedang belanja perlengkapan pernikahan dengan seorang gadis muda!!!” seru Yamada lagi, bagaikan tukang gosip jempolan.

Hikaru yang enggan ikut perbincangan itu mulai menyadari sesuatu yang janggal dari semua informasi ini, berkaitan dengan Asuka.

Hampir setiap hari kini Ohno mengantarnya, belum lagi Asuka sama sekali tak mau bertemu dengannya. Apa gadis itu benar – benar akan menikah dengan Ohno Satoshi?

Pikiran Hikaru terus membayangkan hal itu, namun tak kunjung menadapatkan jawaban.

Sementara itu Asuka dan Ohno memang berbelanja beberapa perlengkapan pernikahan di sebuah toko.

“Yang ini tak terlalu berlebihan kan?” tanya Asuka meminta pendapat pada Ohno yang berdiri di sebelahnya.

“Un… cukup sederhana, namun elegan,”

“Jya… sashin o toru…” ucap gadis itu sambil mengabadikan gambar itu di ponselnya.

“Tinggal tunggu jawaban kakakmu ya?”

Asuka mengangguk. Ini memang bukan pernikahannya, melainkan pernikahan kakaknya yang akan dilaksanakan di Tokyo. Berhubung kakaknya dan calon istrinya masih cukup sibuk, Asuka menawarkan diri untuk mengurus beberapa hal. Beruntung ia ditemani Ohno yang mau mengantarnya.

“Ohno-san kapan menikah?” tanya Asuka jahil, sambil masih melihat – lihat di toko itu.

“Menunggumu mungkin… hahahaha…”

Asuka mendelik lalu ikut tertawa, “Hahaha…”

“Sou ne…jadi… Asuka-chan akan menikah duluan…” hati Hikaru mencelos melihat pemandangan di hadapannya itu.

Ia memang berniat mencari tahu kebenaran tentang Ohno dan Asuka, kini yang ia lihat memang benar adanya.

Dengan begini, ia segera menghubungi ponsel temannya, “Moshi – moshi, Yuyan… kau di bar mana malam ini?!”

==========

“Ayo kita main!! Kalau bohong, harus minum satu gelas champagne!!” seru Yuya mencoba mencairkan suasana.

Hikaru yang biasanya ceria terlihat lebih murung. Di bar itu ternyata tak hanya ada Yuya, tapi juga ada Inoo dan Daiki yang memang sedang bersama Yuya.

“Gak menarik…” imbuh Hikaru cepat.

“Ayolah Hikaru… kau tidak datang kesini untuk membuat party ku berantakan kan?” seru Yuya lagi.

Hikaru dengan malas ikut main dengan orang – orang setengah sadar itu, dibawah lampu temaram khas bar.

Botol itu memutar pelan, dan berhenti tepat pada Hikaru.

“Ayo siapa yang mau bertanya sama Hikaru?”seru Daiki pada orang – orang di meja itu.

“Ya! Aku!” kini seorang gadis yang bajunya sungguh minim mengangkat tangannya.

“Hikaru-kun no suki na hito wa… dare?!”

“Ah! Pertanyaan bagus!! Dare? Dare?!” seru yang lain ikut mengompori dirinya.

Tiba – tiba nama itu terlintas di otaknya. Ia memandang bingung dan merasa dibawah pengaruh alkohol, namun perasaan hangat itu berbeda dengan perasaan mabuk. Perasaan hangat ketika ia memikirkan nama dan wajah itu.

“Asuka…” jawab Hikaru pelan, air matanya tumpah ruah.

I don’t give it a damn if I were to tarnish my own pride
It’ll be all right if you can return back to my side
So once again, today, in front of your house
I’m waiting for you all by myself

Kaki Hikaru seakan tak lelah terus berlari pulang menuju gedung mansion itu. Ia harus segera bertemu Asuka. Apapun yang terjadi.

“Asukaaaa!! Asukaaa!!” seru Hikaru dibalik pintu kamar sebelah itu.

Pintu itu seketika terbuka, “Ini sudah tengah malam…mou…” keluh gadis itu dengan mata setengah tertutup.

“Kita…. perlu… bicara…” nafas Hikaru tersengal – sengal.

“Ini… tehnya..” kata Asuka sambil menyerahkan segelas cangkir teh di hadapan Hikaru, setelah pemuda itu duduk di ruang tengah apartemen milik Asuka.

“Hmmm…” Hikaru bergumam karena bingung harus memulai dari mana.

“Sudah tengah malam, dan kau bau alkohol…dari mana sih?” tanya Asuka sambil menutup hidungnya.

Hikaru tak menggubris pertanyaan itu, “Dengarkan aku dulu!”

“Ya?” Asuka memandang Hikaru lama.

“Aku tahu mungkin aku sudah telat, tapi… jangan menikah dengan Ohno-kun!” seru Hikaru akhirnya.

Asuka yang sedang meminum tehnya otomatis terbatuk karena kaget.

“HAAA??!”

“Yang Asuka-chan butuhkan itu… aku kan? Karena yang aku butuhkan itu Asuka-chan…” lanjut Hikaru, dengan percaya diri.

Keduanya sesaat terdiam.

“Hahahaha…. kau ngelindur ya Hikka-kun?”

“Hmmm?” alis Hikaru mengerenyit bingung.

“Siapa yang mau menikah dengan Ohno-san?” ucap Asuka sambil tertawa pelan.

“Eh? Tapi aku melihatmu dengan Ohno-san di sebuah toko peralatan pernikahan!!” seru Hikaru.

Asuka beranjak dan mengambil sebuah contoh undangan yang baru saja ia ambil kemarin, “Ini punya kakakku…ia akan segera menikah… aku hanya membantunya mempersiapkan pernikahan itu…” jelas gadis itu sambil duduk di sebelah Hikaru.

Tiba – tiba Hikaru merasa dirinya sangat lega, dengan refleks ia memeluk tubuh Asuka, lama.

“Yokatta na…” bisik Hikaru.

“Jadi kau tadi menyatakan perasaanmu?” tanya Asuka menggoda pemuda gingsul itu.

“Urusee na!” seru Hikaru, melepaskan pelukannya, membuang muka karena merasa kini mukanya memerah.

“Hahaha…”

“Memang yang kau butuhkan itu…aku kan?” tanyanya lagi memastikan pada Asuka.

Asuka tersenyum, “Maa..naa… aku tak bisa membayangkan kehidupanku tanpa Hikka-kun…”

Hikaru berbalik dan mencium mesra Asuka.

“Eh…” kini giliran muka Asuka yang memerah.

“Jangan harap kau bisa lari dariku…” ancam Hikaru.

“Wakatta…”

I may seem stupid for knowing nothing but you
Truly, I am
Try to born as a woman and live for just a single day
Try to live as a person who only look at me
Bad guy, you’re simply a wicked fool
What shall I do if you go, what shall I do if you leave
==========

Jumping To My Heart ~Only Me~ END
To Be Continued….

Maap lamaaaa~ *bow*
Real World sedang memanggil saia soalnya…
Hahahaha~
Cerita chapter ini agak aneh ya??Maafkan saiaaa… *nnagis darah*
Tapi,
COMMENTS ARE ALWAYS LOVE…
🙂
Next chapter semoga gak lama… *ada yang nungguin emang?*
Hahahahaha~
Yaaaa~
Silahkan di komen sodara – sodara!!LOL

Advertisements

4 thoughts on “[Multichapter] Jumping To My Heart (Chapter 4) ~Only Me~

  1. debbi natalia

    Bunda wa sugoiii~ ne? Gomen baru baca dan komen sekarang. Dari pagi laptopku dipake,hehehehe….
    Bun, yang tampil berikutnya siapa? Michiko-chan dong. Onegai ne~
    Ganbatte ne~ Fighto~

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s