[Oneshot] Because I Love You ~SP Ryutaro side~

Tittle : Because I love you ~special Ryutaro side~
Author : Fukuzawa Saya
Beta Read by me… 🙂
Chara: Morimoto Ryutaro (HSJ), Suzuki Saifu (OC) , Daiki Arioka (HSJ)..and some other characters
The special part of because I love you fanfic was made by me… 😛

Because I Love You
~SP Ryutaro side~


Ryutaro PoV

Aku berjalan sedikit gugup melewati koridor universitasku, ini hari pertama aku memulai masa kuliahku..dan tentu saja aku gugup .aku menarik nafas panjang sebelum akhirnya aku masuk kedalm ruagn kelasku.sudah banyak yang datng..aku berjalan menuju bangku kosong sedikit dibelakang lalu duduk menunggu dosenku datang. Aku mengedarkan pandanganku kesekeliling..semuanya tengah berbincang dengan teman teman mereka yang sudah mereka kenal atau yang baru mereka kenal hari ini ,aku lebih memilih mengambil buku catatanku dan mencoret coret buku catatnku asal ..walau asal tetap saja aku bingung karena hasilnya bagus.

Tak berapa lama seorang laki laki paruh baya masuk kedalam ruang kelasku sembari menenteng buku ditangannya ,semuanya langsung diam dan mentap laki laki itu yang sudah pasti adalah seorang dosen.

“ohayou minna..”, sapanya, semuanya pun menjawab salamnya termasuk aku .

“baiklah..saya tanaka hiroki..dosen kalian , saya 56 tahun and..silahkan perkenalkan diri kalian..”, kata dosen itu santai lalu satu persatu dari kami mulai memperkenalkan diri kami ,sampai akhirnya giliranku. Aku berdiri ,semua mata mentapku.

“boku wa..Morimoto ryu..”

“HUWAAA!!!gomenasai aku terlambat..”, seru seorang perempuan dengan perawakan sedang rambut panjangnnya terurai berantakan .semua mata tertuju padanya yang tersenyum payah pada tanaka sensei.

“kau..sekarang kan hari pertama , kau malah terlambat…”, tegur Tanaka-sensei..perempuan itu membereskan rambutnya dengan tangannya.

“maaf~…aku  telat bangun dan tadi macet…hontou ni sumimasen”, katanya lagi sambil membungkuk dalam pada tanaka-sensei.

“baiklah..untuk hari ini saya maafkan, silahkan perkenalkan dirimu..”, kata Tanaka sensei pada gadis itu , gadis itu menghadap ke kami lalu membungkukkan badannnya ,tersenyum menatap kami.

“Hajimemashite atashii wa Suzuki Saifu desu yoroshiku onegaishimasu…”, katanya sambil tersenyum dan aku yakin..aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya.

“Morimoto-kun konnichiwa~”, sapanya sambil berlari kearahku . sudah 1 minggu sejak aku bertemu dengannya dan entah kenapa setiap melihatnya dadaku berdebar lebih kencang disbanding biasnya namun aku mencoba menahannya.

“konnichiwa..fu-chan..”, sapaku.dia tersenyum manis kerahku. Namun detik berikutnya dia cemberut sambil  sesaat setelah melihat handphonennya.

“kenapa?”, tanyaku hati hati , dia mentapku sekilas sambil cemberut.

“Dai-chan gak bisa jemput aku..menyebalkan.padahal dia sudah janji.”, katanya dengan nada kesal ,

Dai-chan? Pacaranya kah?

“Dai-chan??pacarmu?”, tanyaku dengan nada kecewa.

“bukan..dia bukan pacarku.”, jawab saifu, aku sedikit lega.

“tapi dia tunanganku..”, katanya lagi sambil tersenyum kearahku yang terdiam. Aku baru tahu yang rasanya patah hati..ternyata memang sakit.

Sejak hari itu aku berusaha focus. Fokus hanya menganggap saifu adalah tunangan orang , tidak ingin berharap ..dia manis tentu saja mustahil dia belum punya pasangan..andai aku bertemu dengannya lebih awal..mungkin saja dia akan bersamaku.

“Jadi gambar ini seharusnya tak begini?”, Saifu mengerenyitkan dahinya sedikit bingung.

“Begini maksudnya Fu-chan…”, jelasku dengan nada sabar.

“Hahahaha… oh~ aku mengerti!! Arigatou Morimoto-kun..”, kata Saifu padaku yang tersenyum kecil.

“Ryutaro Morimoto!”, seru dosen di depan, “Ini hasil ujianmu..”, katanya lagi.

Aku beranjak dari bangkuku berjalan  ke depan mengambil hasil ujianku, lalu kembali ke sebelah Saifu, “Not bad.. B plus..”, kataku pada saifu yang tampak sibuk dengan gambarnya.

“Wah.. nilaimu bagus.. aku hanya dapat B loh… sulit sekali mendapat nilai bagus di mata kuliah ini..”, keluh Saifu sambil memasang wajah kesal yang menurutku malah terkean kekanak kanakan yah..dari sikapnya aku tau dia memang manja dan kekanak kanakan ..

“Fu-chan habis ini ada acara?”, tanyaku sambil menaruh hasil ujianku kedalam map .

Saifu menggeleng, “Tidak… kenapa?”

“Kita ke perpus ya… sekalian mengerjakan tugas berkelompok ini..”, kataku.

“Ok desu..”, jawab Saifu. Tak lama ponsel saifu bergetar , dia membuka hp nya..pasti dari tunagannya itu , tebakku dan benar saja .Saifu manyun ke arah ponselnya.

“Kenapa?”, tanyaku sedikit malas .

“Hmm.. mau menemaniku ke ulang tahun?”, ajak saifu.

“Ulang tahun?” tanyaku bingung ,

Saifu mengangguk, “Anak temanku ulang tahun…”

“Baiklah…”, jawabku tanpa pikir panjang .

Sedikit menyesal, itu yang kurasakan..pesta ulang tahun itu sungguh berbeda dari yang ada dibenakku.dan tentu saja..itu menyisakan pengalaman yang membuatku sadar..tempatku bukan disana, dan tidak seharusnya aku datang kesana

“Sudahlah Fu… aku tak apa – apa kok..mungkin karena saat itu aku pakai baju seperti pelayan..”, kataku menenangkan saifu yang mengeluh terus karena maslah kemarin.

“Tapi… aku tak suka ia begitu sombong dengan menyuruhmu…”, seru Saifu kesal.

“Ia sudah minta maaf…”, kataku lagi ,berusaha melupakan kejadian kemarin.

Saifu terdiam, “Iya sih… tapi…”, nada suara Saifu melembut.

“Sudah ya.. aku benar – benar tak apa – apa..”, kataku sambil tersenyum kearah saifu yang menatapku tak enak.

“hontou ni sumimasen morimoto-kun..”, kata saifu sambil menunduk , aku hanya tersenyum simpul sambil menatapnya …yang tersenyum kearahku.

Aku benar-benar harus melupakannya..tapi ,itu sangat susah..aku bukan hanya sekedar suka..aku sudah jatuh cinta padanya dan entah apa yang bisa kulakukkan untuk bisa mendapatkannya..arioka-san..bahkan dari sunia yang sangat jauh berbeda denganku.aku hanya orang biasa. Sedangkan dia? Pewaris sebuah perusahaan besar. Aku menghela nafa berat ,  memegang dadaku yang terasa sedikit sakit.
“bodohnya aku…”, gumamku pelan pada diriku sendiri.

Akhir akhir ini saifu tampak tidak berkonsentrasi, dia lebih banyak diam dan tampak berfikir…aku berusaha tidak mencampuri urusan pribadinya..tapi tetap saja..aku sungguh terganggu melihat wajahnya yang tampak bingung .

“Kau benar – benar tak apa – apa?”, tanyaku pada saifu yang daritadi hanya diam sambil memainkan spidol di tangannya.,kami ada di apartemenku mengerjakan tugas kuliah kami.
“Hanya masalah sepele kok…”, senyum Saifu terlihat getir.

“Kalau gitu, cerita aja sama aku..”, kataku padanya..

Saifu memandangku lama, namun akhirnya menceritakan masalahnya dengan Daiki. Saifu tak mampu menahan tangisnya, ia mulai menangis saat menceritakan bahwa ia harus putus dengan Daiki.

“Fu-chan… Arioka-san belum bilang apa – apa padamu?”, tanyaku hati hati namun sebenarnya aku sungguh tidak tahan melihat tangisnya.

Saifu menggeleng, “Aku tak mengerti kenapa dia menyembunyikan hal seperti ini?! Padahal kami tinggal bersama… tiap hari kami bertemu…”, tangis Saifu semakin keras.

Tanpa pikir panjang aku menarik  Saifu ke dalam pelukanku, “Kalau kau bersamaku, kau tidak akan menangis seperti ini Fu-chan…”, bisikku sangat pelan, namun Saifu masih bisa mendengarnya.

“Morimoto-kun….”, tangis Saifu seketika berhenti, “Kenapa?”, Tanya saifu  lirih.

“Suki dakara…”, bisikku lirih.

“Morimoto-kun… tapi…”, Saifu bingung bereaksi dengan pernyataan tiba – tiba ini.

“Mereka hanya orang kaya…. Mereka tak akan mengerti perasaanmu sepenuhnya… aku bisa mengerti…”, kataku tanpa melepaskan pelukanku.

Saifu terdiam.  aku memeluk saifu yang hanya terdiam semakin erat.namun tiba tiba melepaskan pelukanku.

“Tidak… bukan seperti itu Morimoto-kun…”, elak Saifu, aku mentapnnya.

“aku..saifu.aku benar benar menyukaimu…”kataku sambil hendak memeluknnya lagi kalau saja saifu tidak menhan tangannku.

“gomen…aku mencintai daiki..”,katanya sambil menatapku . aku tersadar..lalu mengambil jarajk darinya , menutup mukaku dengan tanganku.

“gomen..bukan maksudku..”, kataku .saifu menggeleng.

“daijobu..”, katanya sambil tersenyum kearahku. Mau tak mau aku tersenyum juga kearahnya , mencoba merelakannya .

“aku pinjam kamar mandimu ya..”, katanya , aku mengangguk ..lalu mulai meanjutkan gambar yang tadi kubuat sampai keitai saifu berbunyi . aku menoleh kearah kamar mandi ,lalu aku mengamit keitai saifu.membuka pesan dari tunangannya itu.

From : My Lovely Dai
Subject : doko?
Kamu dimana?
Kita harus bicara…
Love,
Daiki

Sedikit cemburu ..aku memutar mataku malas, dan entah mengapa aku malah menelpon tunangan saifu itu. Dan tak butuh menunggu lama , karena begitu aku menghubunginya, dia langsung mengangkat telponnya.

“Moshi moshi? Kau dimana?”, tanya suara disebrang sana yang aku yakini adalah suara tunangannya saifu.

“Ini ponsel Fu-chan… aku Morimoto Ryutaro… Fu-chan sedang di kamar mandi…”, jelasku , entah kenapa aku malah mengatakan hal itu padanya tanpa berfikir dia akan berfikiran jelak padaku nanatinya.

“Dimana ini?”, Tanya tunangan saifu dengan nada sedingin es.

“Hmmm…”, aku enggan menjawab pertannyannya ..saifu keluar kamar mandi dan kaget melihatku tengah berbicara dengan seseorang di telponnya.

“Jangan diangkat teleponnya!!”, seru saifu sambil berlari kearahku yang langsung mematikan telponnya, keitainya mati karena kehabisan batrei.

“siapa yang menelpon??”, tanyannya panic sambil mencoba menghidupkan keitainya tapi karena batreinya habis tentu saja keitainya tidak menyala.

“hanya tunanganmu..dia hanya bertanya kau dimana..tapi karena keitaimu keburu mati aku tidak sempat menjawabnya..”, jelasku tanpa mentapnya.

Wajahnya sedikit kecewa , lalu dia hanya diam sambil duduk di sofa. Aku hanya diam sambil melanjutkan tugasku walau sesekali aku menatpnya lewat sudut mataku , masih berharap dia akan menjadi milikku. Sudah larut tapi saifu belum juga pulang dari apartemenku , aku sebenarnya ingin dia tidak kembali ke apartemen tunangannya itu sama sekali dan tetap di apartemenku .tinggal bersama denganku.

“Fu-chan..kau mau minum?”, tawarku , dia mentapku lalu mengangguk . baru aku akan berjalan menuju dapur aku mendengar bel apartemenku dipencet, aku berbalik menuju pintu. Membuka pintu sedikit bingung menatap pria tinggi dengan rambut gondrong berdiri di hadapanku.

“Ya? Cari siapa?”, tanyaku pada laki laki yang berdiri di hadapanku.

“Kau Morimoto Ryutaro?”, tanya laki laki itu hati hati.

Aku  mengangguk, “Ya… ada apa?”

Laki laki  tak menjawab, lalu mendorong tubuhku dari pintu. Ia masuk ke apartemenku , dan mendapati Saifu sedang duduk di ruang tengah itu.

“Yuya-Nii!!”,seru  Saifu kaget saat melihat laki laki itu.

“Fu… ini gak lucu… ngapain kamu malam – malam ada di apartemen ini?”, nada suara laki laki  meninggi, tandanya ia benar marah.

“Hmmm… itu… Nii-chan… itu…”

“Apa?!!”, laki laki itu berbalik mentapku , “KAU!! KAU YANG MEMBA…”

“Bukan Nii-chan!! Bukan!!”, seru Saifu sambil mencegah laki laki itu.

Ponsel laki laki itu  berbunyi,dia  mengangkatnya tanpa melihat namanya.

“Ya? APA??!! Kau serius??!!”, serunya tampak  kalut.

Aku  maupun Saifu hanya melihat laki laki itu bingung.

“Fu… kita harus ke Rumah Sakit…”, seru laki laki itu sambil mengamit tangan saifu

“Eh? Ada apa Nii-chan?”, Tanya saifu bingung

“Dai-chan kecelakaan..”

“HAAAAHHH??!!”, seketika tangis Saifu meleleh. Dan tentu saja yang bisa kulakukan hanya terperangah melihat mereka yang berlari meninggalkan apartemenku dengan terburu buru, walau yang ada dibenakku adalah..semoga , daiki itu tidak selamat agar saifu bisa bersamaku.

6 hari kemudian aku mendapat kabar..tunangan saifu selamat dan sedang dirawat dirumah sakit untuk masa pemulihan. Aku ingin menjenguknnya dan meminta maaf pada tunangan saifu itu, kalau saja aku tidak menelpon tungannya dan membuatnya kalut mencari saifu pasti dia tidak akan menjadi seperti ini dan juga karena sudah mendoakan yang buruk untuknya. Saifu sudah menelpon aku siang tadi..dia bilang setelah tunangannya keluar rumah sakit 1 bulan lagi mereka akan segera menikah . aku hanya bisa menucapkan selamat padanya walau pun aku merasa sakit karena aku mencintainya tapi aku berusaha merelakannya.

Aku berjalan sedikit ragu memasuki ballroom hotel tempat diadakan resepsi pernikahan saifu.menarik nafas panjang sebelum akhirnya masuk dan mendapati saifu tengah berdiri disamping tunangannya yang kini sudah berganti status menjadi suaminnya , saifu dan suaminya tersenyum bahagia sembari menyalami para tamu yang memberikan ucapan selmat pada mereka. Aku tersenyum lalu menghampiri saifu yang tersenyum kearahku.

“Morimoto-kun..kau datang”, seru saifu padaku yang tersenyum kearahnya.

“omedetou..”, kataku sambil menjabat tangan saifu , saifu mengangguk .

“arigatou…”, kata saifu sambil tersenyum , dia sudah milik orang lain.

“boleh aku memelukmu?”, Tanyaku , saifu beradu pandang dengan suaminya .lalu tersenyum mengangguk.
Aku langsung memeluk saifu yang balas memelukku.

“semoga kau bahagia…”, kataku sambil melepaskan pelukanku padanya , dia mengangguk.

“arigatou..”, katanya lagi . lalu aku menatap suamai saifu , Daiki Arioka.

“selamat..”, kataku sambil berniat bersalaman dengannya , dia tersenyum lalu menjabt tanganku.

“terima kasih..”, katanya sambil tersenyum.aku tersenyum.

“aku menyukai fu-chan…tapi aku senang ..karena kalian saling mencintai..dan aku harap kalian dapat berbahagia..”, kataku sambil tersenyum , daiiki tersenyum , saifu juga ikut tersenyum.

“arigatou…”, kata mereka berbarengan.aku mengangguk.

“tolong jaga dia ya..”, kataku lagi pada daiki. Daiki mengangguk, mnepuk nepuk lenganku.

“serahkan padaku..”, katanya sambil tersenyum .

Aku tersenyum , menatap mereka. Aku memang mnyukai saifu tapi..aku akan bahagia jika melihatnya tersenyum dengan pasangannya ..karena aku mencintainya.

OWARIIIIII…hahahaha..maaf kalo aneh ..but Please leave some coment 🙂




Advertisements

3 thoughts on “[Oneshot] Because I Love You ~SP Ryutaro side~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s