[Oneshot] Little Angel ~ALS Side Story~

Cat : ini buatan anak bungsu saia yang pengen bikin side story dari side story.. *Eh?* ya begitulah~ hahaha
jadi saia bolehin aja… 🙂 just enjoy it~

Title : little angel – another love story side story-

Author: saifu

Chara : okamoto keito (HSJ ), Saifu Suzuki (OC ) and other character.

One shot~….

* Credit to : Saifu

Little Angel


Saifu berjalan sambil menenteng buku buku dikedua tangannya , peluh mengalir dari dahinya .dia baru saja selesai kuliah dan ingin pulang .. saifu menghela nafas panjang . dia lelah..saifu kuliah di bidang fotografi dan dalam beberapa bulan lagi  dia akan menamatkan kuliahnya . dia berjalan malas keluar dari gedung universitasnya , tersenyum melihat keito yang tengah berdiri menunggunya didepan gerbang universitasnya.

“keito-kun..“panggil saifu sambil berjalan cepat kearah keito yang tersenyum kearahnnya sambil melambaikan tangannya.

“mau langsung pulang?“Tanya keito sambil mengambil alih buku buku di tangan saifu , saifu mengangguk.

“hmm..aku capek .nande?“Tanya saifu , keito menggeleng .

“iie…ikou..sudah sore.“kata keito lalu mengandeng tangan saifu .

“tadaima…“seru saifu sambil masuk kedalam rumahnnya, dibelakangnnya ada keito yang tengah memegang buku buku saifu.

“okaeri..“seru kei  yang berjalan menghampiri adiknya dan keito yang masih tampak canggung bila berhadapan langsung dengan kei yang sepertinya siap membunuhnya kapan saja kalau kalau keto berani macam macam pada saifu , apalagi sejak saifu mengatakan dia ingin tinggal bersama keito dan langsung membuat kei marah dan tanpa sadar memukul saifu..kei lebih waspada kepada keito . kei menatap keito dengan tatapan dingin.

“sudah malam..lebih baik kau pulang keito ,ibu dan ayah kami sedang pergi…jadi kau pulang saja..saifu masuk sana.“kata kei , keito haanya mengangguk canggung  sedangkan saifu mentap kei sedikit tidak suka.

“kenapa kau mentapku begitu? Hmm?“Tanya kei pada saifu yang mentapnya , saifu hanya cemberut mentap kakanya.

“onii-chan..kau.apa  nii-chan gabisa bersikap lebih baik sama keito?“kata saifu sedikit kesal pada kei .

“ah..sudahlah..keito hati hati dijalan ya..jya..“kata kei sambil menutup pintu rumahnya, keito hanya tersenyum kecil mentap saifu yang tampak bersalah dengan sikap kei  terhadap keito.

Saifu dan keito semakin sibuk mempersiapkan skripsi mereka , ya..mereka akan segera menamatkan kuliah mereka..namun karena terlalu sibuk mereka jadi jarang bertemu ..saifu dan keito mengerti ..jadi mereka tidak banyak mengeluh karena mereka jarang bertemu dan mereka berusaha menyelesaikan tugas akhir mereka dengan cepat agar mereka punya waktu luang untuk bersama .

Saifu berjalan cepat bahkan hamper berlari menyusuri koridor universitasnya sambil memneteng kameranya dan beberapa peralatannya . saifu mengumpat dalam hati , hari tanggal 1 april ..dan ini adalah hari ulang tahun keito . keito hari ini tidak ada mata kuliah dan hanya dirumah , saifu melihat keluar jendela yang ada di sepanjang dinding koridor..langit mendung dan sepertinya akan hujan. Saifu berlari semakin kencang ke lokernya , dia menaruh kameranya didalam lokernya takut jika tiba tiba hujan dan kameranya bisa rusak karena kebasahan , dia mengambil kotak berisi cake coklat yang sudah dibelinya tadi pagi . dia berlari pelan takut jika dia berlari kencang kuenyaa akan terguncang guncang dan rusak , saat saifu tengah berjalan cepat tiba tiba hujan turun ..saifu mau tak mau berlari kencang ke apartemen keito yang sudah dekat .

“ting tong…“

Keito yang tengah menonton tv beranjak dari sofanya membuka pintu , kaget mendapati saifu sudah basah kuyup sambil tersenyum kearahnya dan menyodorkan sebuah kotak putih yang juga sudah sedikit basah.

“fu.kau basah …ini apa?“Tanya keito sambil mencoba mengeringkan rambut saifu yang basah dengan tangnnya.

“otanjoubi omedetou gozaimasu keito –kun…“seru saifu riang sambil tersenyum , untuk beberapa saat keito hanya bisa terpaku melihat saifu , lalu tersenyum kearah saifu.

“arigatou…“kata keito , saifu mengangguk.

“ayo masuk..ganti bajumu ya..pakai kaus ku saja..ayo masuk.“kata keito sambil menggandeng tangan saifu masuk.

“ojyamashimasu…“kata saifu . keito masuk kemarnya dan kembali sambil membawa selembar kaus dan sebuah celana panjang miliknya.

“pakai saja…sedikit kebesaran mungkin tapi yang penting tidak basah , sudah sana ganti bajumu..“kata keito lalu mengambil piring didapur dan 2 gelas the untuknya dan saifu.

“ehhh…..kuenya rusak…“seru saifu sedih melihat kue yang sengaja dibelnya untuk keito bentuknya sudah tidak beraturan dan juga sedikit basah karena terkena hujan tadi, keito tersenyum sambil mengelus elus kepala saifu.

“daijobu..yang penting masih bisa dimakan kan? Toh saat dimakan pun bentuknya akan menjadi tidak beraturan juga..“kata keito santai sambil memakan kue tersebut

“tapi…“

“tapi apa? Arigatou ne…fu ..“kata keito sambil tersenyum kearah saifu yang mau tak mau juga ikut tersenyum kearah keito. Keito menatap saifu .

“nande keito-kun?“Tanya saifu bingung karena keito menatapnya dengan tatapan yang menurut saifu beda dari biasanya , tiba tiba wajah keito mendekat kewajah saifu sampai akhirnya bibir mereka bersentuhan. Mereka berciuman lama ,keito melepaskan ciumannya sejenak menatap saifu yang juga mentapnya. Keito menidurkan saifu disofa yang tengah mereka duduki lalu mulai mencium lagi bibir saifu.

“keito…“panggil saifu masih bingung dengan apa yang akan dilakukan keito , namun begitu keito mulai menciumnnya sambil menarik kaus yang dikenakannya saifu mengerti ..dan yang selanjutnya terjadi hanya mereka berdua yang tahu. (author:cukup saya bkin ini bagiannn!!!!!!gyaaaaaaaaaaaaaaa!*kabur)

2 bulan kemudian .

“fu..daijobu ka?“Tanya kei pada saifu yang menopang kepalanya di meja makan, sedari tadi makanan yang sudah disipakan ibunya pun hanya diabaikannya sampai menjadi dingin. Saifu menggeleng.

“daijobu ..aku hanya masuk angin kurasa..“kata saifu sambil memegang sumpit yang sedari tadi ada di samping mangkuk nasinya hendak memakan nasinya , baru akan memasukkan nasi kemulutnya , saifu langsung berlari kearah kamar mandi, kei yang bingung mengikuti saifu kekamar mandi..bingung melihat saifu muntah muntah di westafel.

“ugrhh…“erang saifu sambil memegang perutnya,kei menghampiri saifu dan mengusap usap pundaknnya.

“daijobu ka..?“Tanya kei khawatir, saifu mengangguk dan mengelap mulutnya dengan handuk.’

“daijobu…“kata saifu pada kei yang tampak khawatir, namun dalam hati saifu sedikit was was ..takut jika perkiraannya benar.

“biar kita ke dokter…“kata kei , saifu menggeleng .

“tidak perlu nii-chan..aku hanya perlu istirahat saja “kata saifu ,lalu berjalan melewati kakanya masuk kekamarnya . dia merebahkan tubuhnya dikasurnya ,memegangi perutnya…dia tidak takut jika perkiraanya benar, hanya saja..dia takut orang tuanya marah..apalagi kei ..saifu takut kei marah dan menghajar keito .

“besok aku akan kedokter saja.“kata saifu pelan pada dirinya sendiri , saifu sebenarnya ingin minta keito ikut menemaninya ke dokter tapi urung dilakukannya.

“biar aku sendiri saja…“kata saifu pelan kepada dirinya sendiri lagi ,lalu sibuk dengan pikirannya sendiri.

“bagaimana dokter?“Tanya saifu was was pada dokter di depannya , dokter itu tersenyum .

“selamat Suzuki-san…anda telah mengandung…sudah 2 minggu..“kata dokter tersebut, saifu Nampak kaget.

“eeehhh???“

“ada apa Suzuki-san?“Tanya dokter itu bingung karena bukannya senang saifu mlah kaget mendengar pernyataan dokter .

“eh? i..iie…arigatou ne..sensei..“kata saifu lalu beranjak dari ruang dokter tersebut , dia berjalan sembari megangi perutnya..perutnya yang kini ada bayi kecilnya yang tengah tertidur lelap. Saifu ragu untuk member tahu keito, mereka baru saja lulus dari universitas 1bulan lalu..tidak mungkin bagi mereka unutk menikah..orang tua saifu tidak akan mengizinkan.terutama kei . keito yang baru saja lulus universitas tentu saja belum punya penghasilan yang cukup untuk membiayainya dan anaknya nati..keito hanya baito di totko 24jam gajinya pun tak terlalu besar. Saifu menarik nafas panjang.

“bagaimanapun aku harus memberitahukannya pada keito…“kata saifu pelan pada dirinya sendiri .

“ting tong…“.

“are.? Saifu…? Dousta?`Tanya keito bingung melihat saifu yang berdiri didepan pintu apartemennya dengan wajah cemas.

“bicara didalam saja ne keito…“kata saifu , keito mengangguk dan mempersilahkan saifu masuk kedalam apartemennya .saifu duduk di sofa ruang t keito sedangkan keito mengambil 2 gelas jus jeruk untuk mereka berdua.

“silahkan..“kata keito sambil meletakkan 2 gelas jus jeruk dimeja tepat didepan sofa yang diduduki saifu , saifu mentap keito ragu. Saifu ragu untuk memberitahukan tentang kehamilannya.

“saifu..kau kenapa? Kenapa menatapku begitu?“Tanya keito bingung .

“keito…ck, bagaimana cara mengatakannya..ck.“kata saifu sambil mengeluh.

“katakana saja fu..ada apa?“Tanya keito lembut . saifu mengigit bibir bawahnya, mengenggam tangan keito yang duduk disampingnnya.

“keito..aku..“

“ya?“

“aku…“

“katakana saja fu..kau percaya padaku kan?“kata keito pada saifu , saifu mentap keito sambil mengenggam sebelah tangan keito erat .

“aku hamil keito…“kata saifu pelan namun keito masih bisa mendengarnya. Hening untuk beberapa menit. Saifu mendesah dalam hati karena hamper 5 menit keito tidak juga bicara..hanya diam.

“keito aku..“ kata kata saifu terpotong oleh wajah keito yang tersenyum kerahnya, saifu mentap keito bingung.

“kita menikah saja ya fu…“kata keito.

“eh?“

“kita besarkan anak kita bersama“kata keito lagi.

“chotto…keito.“kata saifu.

“hm..nani?“Tanya keito sambil mentap saifu.

“kau…bagaimana bisa kita menikah, kita baru saja lulus kan? Kita belum punya pekerjaan..bagaimana kita membesarkan anak ini?“kata saifu sambil menatap keito.

“daijobu..percayalah padaku…ne fu?“kata keito sambil tersenyum, saifu tersenyum mengangguk.

“arigatou…“kata saifu . keito mengangguk.

“ah, aku harus bertemu keluargamu kurasa..besok bagaimana?“Tanya keito , saifu hanya mengangguk.

Suasana di ruang tamu keluarga suzuku terasa suram , aura kemarahan orang tua saifu dan kei terasa dengan jelas diruangn itu.

“APA MAKSUDNYA SEMUA INI!!!“bentak kei pada saifu dan keito yang tengah duduk bersimpuh dilantai menghadap orang tua saifu dan kei , kei terlihat sangat marah orang tua saifu juga. Ayah saifu tampak benar benar marah hingga tidak bisa bicara apapun. Kei berkecak pinggang , wajahnya memerah marah.

“KEITO!!KAU…!!KALIAN!!BERANI BERANINYA KALIAN MELAKUKAN HAL ITU !!!“bentak kei lagi .

“inoo-san ..karena itu aku ingin bertanggung jawab menikahi Suzuki-san“kata keito sambil menatap kei.

“APA?KAU BISA APA???MEMANGNYA ANAK ITU MAU KALIAN BERI MAKAN BATU???!!!TIDAK!!AKU TIDAK MENGIZINKAN KALIAN MENIKAH!“ bentak kei kesal .

“demo..onii-chan…aku..“

“URUSEE FU!!“bentak kei pada saifu .

“tapi nii-chan..bagaimana anak ini??aku harus segera menikah dengan keito..oka-san..otou-san..“kata saifu lirih , wajahnya tampak memohon . kei marah , sangat marah pada adiknya ini..dengan tindakan sembrono saifu dan keito.

“fu…kau! Kau masih mudaa!!!kau mengecewakan otou-san fu..“kata ayah saifu dengan nada marah, saifu menunduk ..menagis, keito mengusap usap punggung saifu yang menangis. Kei langsung menarik tangan keito ,mengibaskannya dan menarik saifu .

“jangan sentuh adikku!!“bentak kei sambil menatap keito kesal.

“onii-chan!!kumohon…aku..aku ingin menikah dengan keito!!“kata saifu sambil menangis terisak pada kei yang mencengkeram lengannya erat , kei enggan melihat wajah saifu dia marah sekali.

“onii-chann….“kata saifu menangis sambil berlutu kepada kei yang mencengkram lengannya erat. Keito tidak tahu apa yang harus dia katakana , dia bersujud dibawah kaki orang tua saifu.

“onegashimasu..biarkan kami menikah..“kata keito sambil bersujud didepan kaki prang tua saifu , saifu enoleh kearah keito menangis melihat keito bersujud didepan kaki orang tuanya.

“keito…“lirih saifu. Kei menatap saifu , dia tidak tega melihat adiknya..tapi dia benar benar kecewa. Kei melepaskan cengkramannya pada tangan saifu.

Wajah ayah saifu tampak berfikir. Menarik nafas panjang.

“baiklah….kalian boleh menikah..“kata ayah saifu akhirnya, setelah mendengar perkataan ayahnya kei langsung masuk kekamarnya..tidak ingin mendengar lebih lanjut pembicaraan mereka, dia belum rela membiarkan adiknya menikah. Kei sangat menyangi saifu walau saifu hanyalah adik tirinya, tapi dia sangat menyanginya.

“hontou ni otou-san??“Tanya saifu , ayahnya tidak menjawab , hanya mentap keito.

“aku harus bicara dengan ibumu keito , jadi pastikan dia segera menemuiku ..malam ini pulanglah..“kata ayah saifu lalu tanpa bicara apa apa lagi masuk kekamarnya. Ibu saifu hanya tersenyum simpul .

“keito kun pulanglah..“kata ibu saifu , keito mengangguk lalu pulang .

Saifu menatap ibunya, yah…dia memang bukan ibu kandungnnya . tapi ,dia tetaplah ibunya.

“oka-san…aku..“

“fu-chan..malam ini istirahat saja ya.“kata ibu saifu lalu masuk kekamarnya. Saifu menunduk , dia tau keluarganya kecewa padanya , saifu tahu itu.

Esoknya ibu keito datang kerumah saifu ,membicarakan pernikahan saifu dan keito. Ibu keito tampak bersalah , dia berjanji akan membiayai hidup keito saifu dan anaknya nanti samapi keito bisa membiayai hidpnya sendiri . kei mau tak mau merelakan saifu meikah dengan keito . kei memberi keito banyak wejangan.1bulan kemudian saifu dan keito menikah ..ibu saifu dan orang tua saifu sudah mempersiapkan rumah untuk saifu dan keito , rumah mereka tak jauh dari rumah orang tua saifu. Keito semakin giat bekerja , dia masih baito..beberapa bulan kemudian saat usia kandungan saifu menginjak 5 bulan keito mendapat pekerjaan sebagai karyawan disebuah perusahaan besar. Kehidupan mereka semakin membaik karena keito punya pekerjaan yang bagus , sapmpai pada akhirnnya kini . orang tua saifu ,kei , ibu saifu , din, dan keito tengah berdiri cemas didepan ruang bersalin . saifu tengah menjalani persalinan. Kei panic , dia takut terjadi apa apa pada adiknya , din disamping kei menangkan kei yang gelisah , mereka semua gelisah menunggu persalinan saifu tapi yang paliang gelisah adalah keito .sedari tadi dia mondar mandir didepan ruang bersalin saifu . peluh mengalir diwajahnya, sesekali dia melihat jam, tampak tidak sabar. 30menit kemudian suara khas bayi terdengar dari dalam . dokter keluar dari ruang bersalin tersebut , membuka maskernya.

“okamoto-san..yang mana okamoto-san?“Tanya sang dokter . keito menghampiri dokter tersebut

“saya okamoto..“kata keito ,dokter itu tersenyum .

“selamat anak anda perempuan..“kata sang dokter,lalu berlalu dari hadapan keito.keito menangis , kei menghampiri keito.

“selamat…jaga keponakanku dengan baik..“kata kei pada keito.

“arigatou…“kata keito sambil tersenyum mengusap air matanya.

“Okaa-saann!!”, seru saifu didepan rumah orang tuanya, “Tadaima!!”, serunya lagi

“Ah.. Fu-chan..”, kata Ibu sambil menghampiri saifu .

“Ojamashimasu..”, kata seseorang lagi.

“Ayo masuk…”, kata Ibu.

“Nee-chan!! Kau datang?!!”, seru Saifu ketika melihat Din di dalam rumah.

Din mengangguk, “Un! Waaa~ Karen sudah besar ya..”, Din menyambut anak kecil yang umurnya baru sekitar satu tahun itu di pelukannya.

“Iya… ia baru bisa bilang Mama dan Papa..”, kata Saifu tersenyum.

“Dinchan!! Yo!”, sapa Keito yang sibuk menaruh barang – barang milik mereka.

“Yo!”, sapa Din, “Ne.. Fu-chan… kenapa anakmu ini mirip Keito ya? Rugi banget harus mirip dia..”, kata Din lalu mencibir pada Keito.

“Hahahaha~ sial kau!”, kata Keito.

“Ah! Kebetulan sekali Dinchan datang… hari ini Karen ulang tahun pertamanya..”, kata Ibu.

“Ooohh~”, Din menggendong Karen dengan sayang, “Kau sudah besar ya Karen-chan..”, kata Din gemas.

“Kita akan makan malam bersama.. kau ikut ya…”, kata Ibu.din mengangguk , saifu tersenyum menatap din yang tengah menggendong Karen . tersenyum . saifu bersyukur dapat bertemu din..dapat bertemu keito ..dan …karena mereka, hidup saifu menjadi bahagia walau pernah diisi dengan kesedihan namun pada akhirnya seperti inilah mereka .saifu senang din dapat berbahagia dengan takaki.

“fu-chan kenapa bengong…Karen melihatmu nih..dia bingung kaa-channya dari tada hanya diam“kata din sambil menggendong Karen yang mentap saifu ,saifu menjulurkan tangannya mengambil alih tubuh Karen yang tadi digendong din.

“mama..“seru karena dengan suara manisnya.

“kawaiii…“seru din.

“ah..karen-chan..kau benar benar sial..kenapa wajahmu harus mirip keito?? Coba kalau wajahnya mirip kei…“kata din sambil tertawa tawa. Kei yang baru saja mengganti bajunya mencubit pipi din.

“itte…“kata din .

“sial kau din , karennn…kau sehat?“kata kei sambil menatap karena yang digendong saifu. Karen mengangguk untuk menjawab pertanyaan oji-sannya tersebut.

“biar kugendong fu..“kata kei , saifu mengangguk lalu memberikan Karen pada kei yang menggendongnya dengan saying lalu mencium pipi tembam Karen.

“heii..ayo cepat bantu ibu siapakan makan malam …kei ambil kue di toko kue xx , ibu sudah pesan kau tinggal ambil saja“seru ibu dari dapur,, kei memberikan karen kepada saifu.

“aku pergi dulu keren-chan…matte ne..“kata kei lalu bergegas pergi dengan mobilnya.

Malam itu mereka merayakan ulang tahun Karen yang pertama bersama…saifu tersenyum menatap malaikat kecilnya. Karen. Saifu mencium pipi Karen yang sudah setangah mengantuk , keito menatap saifu lalu ikut mencium Karen yang sudah tertidur.sedangkan  Yang lain sedang membereskan sisa sisa pesta mereka .

“oyasumi my little angel…“bisik keito dan saifu di kuping Karen pelan.

“OWARII“

Are? Owari??? Hahahahahahahahahaha….

GAJEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE




Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s