[Oneshot] [SA] Kissing You (Sequel of Tell Me)

Title : [One Shot] Kissing You (sequel of Tell me)
Author : deenzchan
Pairing : HIMITSU ^^
Genre : Shounen Ai
Rating : PG
Cat : oalah!!!! Kok jadi keterusan gini seh??hahahaha…yonde kudasai…hanya sebagian kegilaan saya ditengah2 persiapan UAN..T.T

KISSING YOU


Sudah sebulan ini Tegoshi merasa sangat bahagia. Bagaimana tidak, ia dapat 24 jam bersama dengan kekasihnya, Massu. Tidak hanya di tempat kerja, karena mereka satu apartemen, Tego merasa bahagia bisa memandang wajah Massu setiap harinya.
Seperti sekarang. Tegoshi memiringkan wajahnya, memandang Massu yang masih terlelap. Wajah chubby nya sangat damai, membuat Tegoshi tidak berani membangunkannya. Tegoshi terus memperhatikan tiap lekuk wajah Massu, dan berpikir betapa tampan kekasihnya itu. Tego sedang sibuk memandang hidung Massu ketika tiba – tiba tangan Massu mencapai lengannya.

“Tidak sopan melihat orang seperti itu…” katanya lalu tersenyum.

“Ohayou Massu!” sapa Tegoshi cepat, menutupi rasa gugupnya.

“Tegoshi…aku lapar…” rengek Massu seperti biasanya, setiap pagi.

Tegoshi tersenyum, “Aku sudah siapkan sarapanmu…ayo bangun!” paksa Tego.

Massu beranjak dengan enggan, masih dengan mata setengah terbuka, tapi karena tujuannya adalah sarapan, maka Massu pun menurut saja. Massu mengikuti kemana Tego membawanya, ke meja makan.

Tiba – tiba Tego merasakan tangan Massu sudah ada di pinggangnya, memeluknya dari belakang, “Ohayou….” katanya seraya menundukkan wajahnya, menempelkan dahinya pada bahu Tego.

“Buka matamu, Massu! Hari ini kita harus pergi pagi – pagi!” bentak Tego halus.

Massu menggeleng di bahu Tego, “Tidak mau! Aku mau sama Honey seharian…” rengeknya seperti bayi.

Tegoshi mau tak mau tersenyum, “Bukankah tiap hari juga kita bersama – sama?”

“Hmmm,,,” gumamnya, masih memeluk Tegoshi erat.

“Massu….Kita akan terlambat jika kau terus begini…”Tegoshi pun mencoba melepaskan diri dari pelukan Massu.

Akhirnya Massu menurut dan memakan sarapannya, masih setengah tidur.

“Massu…wajahmu jelek sekali jika setengah tidur begitu!” ujar Tegoshi ringan.

“Tapi honey suka kan?”

Tegoshi pun tertawa ringan menanggapi ocehan Massu.

———————–
Apa – apaan itu? Pikir Massu. Ryo mendekati kekasihnya, mengajaknya bercanda. Apalagi menurut Massu, Tegoshi terlihat menikmati bersama Ryo berdua, membahas lagu apa saja yang akan mereka nyanyikan pada saat konser.

Massu merengut saja, tidak sudi melihat keakraban kekasihnya dengan orang lain.

“Hei! Kenapa kau terlihat depresi?” Massu berbalik dan mendapati Koyama menepuk bahunya.

Massu menggeleng, “Tidak ada apa – apa.” Jawab Massu bohong, padahal hatinya begitu
cemburu.

“Kau bohong!” seru Koyama, “Ayolah kawan…cerita saja padaku…” bujuk Koyama.

“Iie…daijoubu Keii-chan…Arigatou kau sudah memperhatikanku.” Massu pun mencoba tersenyum pada Koyama.

“Baiklah Massu…kau tahu aku mau mendengarkanmu kapan saja..” katanya lalu beranjak menghampiri Shige yang sedang bermain gitar.

———————-
Ryo-chan lucu sekali. Sejak tadi itulah yang Tego fikirkan, Ryo berhasil membuat Tego tertawa terbahak – bahak. Dulu sekali, Tegoshi takut pada Ryo Nishikido. Ia tampak menyeramkan, kalau berkata pun dia sama sekali tidak memikirkan perasaan orang lain, maka Tego pun berusaha tidak menyinggungnya sama sekali. Tapi setelah Tegoshi dekat dengan Ryo,Tego merasa ternyata Ryo-chan sangat menyenangkan.

Ruangan ganti itu telah kosong. Tanpa mereka berdua sadari, ternyata semua member sudah pulang. Tegoshi gelagapan mencari ponselnya ketika mendapati Massu sudah tidak ada disitu.

“Apa yang kau cari Tegonyan?” tegur Ryo yang merasa ceritanya tidak didengarkan karena Tego sibuk mencari sesuatu sejak tadi.

“Ponsel ku…” seru Tegoshi setengah panik, sambil mengeluarkan semua isi tasnya. Akhirnya ia temukan juga ponsel itu.

5 Missed Called from Massu ‘honey’

2 Message
From : Massu ‘honey’
Aku lihat kau sibuk sekali…
Malam ini aku pulang ke rumah
Okaa-chan..
Bersenang – senanglah dengan
Nishikido-kun.

From : Keii-chan
Kami pulang duluan!!yo!bai bai~

Tegoshi menutup mulutnya sendiri ketika membaca pesan dari Massu. Ia benar – benar melupakan Massu sejak tadi.

“Ada apa Tegonyan?” tanya Ryo dengan nada khawatir.

“Tidak…aku…mau menelepon sebentar.” Pamit Tegoshi yang langsung ke kamar mandi.

“Tegonyan..aku menunggumu disini, sudah malam, biar kuantar kau!” teriak Ryo.

Tegoshi yang panik pun mulai mencoba menelepon Massu, tapi ternyata hasilnya nihil.

Ponsel Massu tidak aktif.

“Ayolah…Massu…angkat…” bisiknya pada diri sendiri.

Tegoshi ingat Massu bilang ia akan pulang ke rumahnya.

“Moshi – moshi…” angkat orang diseberang.

“Moshi – moshi…oba-chan…ini Tegoshi..”

“Aaah…Tegoshi-kun. Ada apa?” ternyata yang mengangkat adalah ibu Massu.

“Ano…apa Massu pulang kesana malam ini?” tanya Tegoshi, berusaha nada suaranya tidak terdengar panik.

“Tidak…Taka tidak pulang kesini…bukankah kalian satu apartemen?”

Tegoshi terkesiap, “Obaa-chan…arigatou…sepertinya dia hanya terlambat…arigatou.”

Telepon pun ditutup. Massu….kau dimana??? Pikiran Tegoshi tak tenang.

———————–
“Kau pulang kemana Massu?” tanya orang disebelahnya.

“Entahlah…aku pun tak tahu.” Massu melamun.

BLETAK!

“Itai yo~Keii-chan!!” Massu memegangi kepalanya yang dipukul skuat tenaga oleh Koyama.

“Jawab pertanyaanku dengan benar.” Perintah Koyama.

“Aku benar – benar tidak tahu kemana aku harus pulang!”

“Kau aneh sekali…” kata Shige dari bangku sebelah Koyama.

“Iya…tepatnya hari ini dia aneh sekali. Melamun, tidak ceria, sangat bukan kau Massu!” seru Koyama.

Tiba – tiba Ponsel Koyama berbunyi.

“Moshi – moshi?” angkatnya, setelah beberapa lama mengobrol di ponsel, Koyama memtikan ponselnya dan tiba – tiba memutar balik mobil yang ia kendarai.

“Mau kemana Keii-chan?” tanya Shige.

“Pi mengajaknya ke rumahnya..hehehe..kita bersenang – senang disana saja. Tampaknya Pi baru saja patah hati.” Kata Koyama sambil tersenyum.

—————–
“Sudah sampai Tegonyan.” Seru Ryo pada Tegoshi.

Tegoshi yang pikirannya sedang berkelana ke tempat lain itu mendongak dan memandang Ryo.

“Arigatou Ryotan…” Tegoshi pun tersenyum terpaksa.

Ketika Tegoshi hendak melangkah turun dari mobil Ryo, tiba – tiba saja Ryo mnarik Tegoshi dan kecupan itu pun terjadi. Tegoshi secara reflek pun melepaskan ciuman Ryo.

“Ryotan….” ucap Tegoshi lirih.

“Gomen….Tegoshi..demo…Aishiteru yo~”

“Ryotan…nande?” Tegoshi masih setengah shock dengan perlakuan Ryo yang tiba – tiba itu.

“Aku pun tak tahu kenapa aku harus merasakan perasaan seperti ini… tapi aku tidak bohong…Aishiteru…” ucap Ryo lirih, sambil memandang mata Tegoshi.

Tegoshi merasakan itu tidak bohong. Ryo benar – benar mengatakannya, pandangannya itu tidak bohong.

“Tapi…Ryotan…aku….”

“Kau tak perlu menjawabnya sekarang…” jawab Ryo cepat. Lalu tersenyum pada Tegoshi.

———————-
“Pi…apa yang kau lakukan?mabuk seperti ini?” sambar Koyama ketika mendapati leadernya sedang minum – minum.

“Siapa yang mabuk?” Yamashita Tomohisa, leader NEWS itu sedang di bar dengan segelas bir dihadapannya.

“Kupikir kau mabuk…” kata Koyama lalu duduk juga disebelah YamaPi.

“Aku hanya mengajak kalian semua minum – minum… tidak ada salahnya kan?” ujar YamaPi sekenanya.

“Kenapa kita tiba – tiba berada di Bar ini?” tanya Koyama bingung, ketika tadi Pi mengajaknya ke rumahnya, tapi di tengah perjalanan Pi menyuruhnya ke Bar ini.

“Tidak ada alasan khusus…hanya ingin mengajak kalian di tempat yang lebih layak.hehehe.” jawab YamaPi tertawa.

“Lalu mana Tegoshi dan Ryo?” tanya Shige setelah mereka memesan minuman masing – masing.

“Ponsel Tegoshi sibuk terus, dan ponsel Ryo mati. Terakhir kulihat, mereka sedang berdua kan?” ucap YamaPi lalu menegak Bir dihadapannya.

Perasaan Massu semakin tak enak. Apa mereka pergi berdua? Kalaupun iya, kemana mereka pergi?

Tanpa sadar Massu menegak seluruh birnya dalam sekali minum, saking pani dirinya.

“Tampaknya kau ingin mabuk Massu?” tanya Pi.

Massu tak menjawab, hanya meminta gelasnya diisi kembali.

————————-
Tegoshi tak bisa tidur semalaman. Ponsel Massu terus tidak aktif hingga pagi ini. Ia terus mencoba menghubungi ponsel Massu, tapi tidak pernah berhasil. Tegoshi mulai panik.

Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Massu? Apa ia kecelakaan? Tegoshi juga tidak bisa mengecek keberadaan Massu di kantor johnnys karena hari ini NEWS tidak ada jadwal latihan ataupun acara apapun.

TING TONG…

Bel apartemen berbunyi. Tegoshi pun bergegas membuka pintu dan mendapati Pi sedang menopang Massu.

“Kekasihmu mabuk Tegoshi…” kata Pi.

“Eh?” sejak kapan YamaPi tau ia berpacaran dengan Massu?

“Tenang saja…aku tak akan mengatakannya pada siapapun…hanya aku yang tahu…ia mengoceh terus di mobil.” Jelasnya pada Tegoshi yang masih shock.

“Arigatou Yamashita- san…” ujar Tegoshi ketika YamaPi sudah membaringkan Massu di sofa apartemen mereka.

“Aku pulang dulu…jaga dia..tampaknya dia sangat depresi.” Kata YamaPi yang langsung pergi dari apartemen itu.

“Honey….” panggil Massu tiba – tiba.

Tegoshi menghampiri Massu dan mendapati mata Massu masih terpejam, tampaknya ia mengigau.

“Jangan pergi dengannya…honey….”

“Massu…aku disini…” panggil Tegoshi lirih lalu menggenggam tangan Massu.

————————–
Kepala Massu terasa sakit sekali. Pasti ia mabuk semalam. Kepalanya terasa mau pecah. Massu mencoba membuka matanya, ketika ia mendapati Tegoshi tertidur di sampingnya.

“Tegoshi…” ucap Massu setengah berbisik.

Tampaknya gerakan Massu membuat Tegoshi terbangun, “Massu..kau sudah bangun? Kau tak apa – apa?” Tegoshi mengecek kening Massu dan tampak sibuk khawatir pada Massu.

Massu menahan tangan Tegoshi dan menatap kekasihnya itu lekat – lekat.

“Massu…gomen na…”

Massu hanya menatap lurus pada Tegoshi.

“Aku tak bermaksud mengacuhkanmu kemarin…Gomen ne…aku tidak akan mengulanginya.”

Massu memeluk kekasihnya itu, “Aku cemburu sekali Tegoshi Yuya…”

———————–
“Ryotan…gomen…aku tidak bisa menerima cintamu..”

Ryo memandang Tegoshi kaget.

“Terima kasih kau telah mencintaiku…tapi aku mencintai orang lain.”

Hari ini mereka berbicara berdua, di atap kantor Johnnys. Hanya berdua. Ryo mengajak Tegoshi kesitu agar mereka berdua dapat leluasa berbicara.

Ryo menyipitkan matanya, karena memang ia berdiri menghadap matahari.

“Baiklah Tegonyan…kuharap kau bahagia bersama orang yang kau cintai itu…aku tak akan memaksamu untuk mencintaiku.” Kata Ryo sambil berbalik ke arah pemandangan gedung – gedung tinggi di sebelah kanannya.

“Gomen….” kata Tegoshi lagi.

Ryo tersenyum memandang Tegoshi, “Daijoubu yo~”

—————————
“Hah? Nishikido-kun menciummu?” teriakan itu memenuhi apartemen kecil itu.

“Iya…ia menembakku kemarin malam itu.”

Wajah Massu tampak merengut, ia cemburu.

“Aku sudah menolaknya, Massu..karena aku memilih honey…” ucap Tegoshi lalu tersenyum.

“Kau merusak selera makanku.” Kata Massu lalu menaruh mangkok dan sumpitnya.

Tegoshi malah tersenyum, ia tahu Massu cemburu.

“chu~” Tegoshi mengecup Massu. Tidak di pipi seperti biasanya, tapi di bibir.

“Eeeehhh?” teriak Massu kaget. Wajah Massu memerah karena malu, “Tegosh…” tak sempat

Massu menyelesaikan kalimatnya, bibirnya sudah ditutup lagi oleh bibir Tegoshi.

“Aku janji…ciuman ini akan selamanya jadi milik Masuda Takahisa.” Kata Tegoshi lalu tersenyum memandang kekasihnya itu, “Ayo makan honey!” kata Tegoshi lagi sambil memberikan mangkok dan sumpitnya.

“Janji?” tanya Massu tiba – tiba.

Tegoshi mengangguk, “Janji!”

OWARI~

N.B: menggila deshou???hahahaha….maaph…itu saia bikin ketika stress ngadepin UAN…hehehe…yonde kudasai….COMMENTS ARE LOVE~

^dinchan^

Advertisements

6 thoughts on “[Oneshot] [SA] Kissing You (Sequel of Tell Me)

  1. ~イマ~

    nee,, kasian papa,,
    semakin ga bersih aja bibirnya.. haha

    tau ga nee,, si Pi itu kan patah hati gara” aku.. hahaha..
    sayang alasan patah hatinya di sini tidak di bahas lebih lanjut..

    Reply
  2. dinchan

    @miya: hahaha…jangan salahkan kalo saia ero…dia tuh yang ngajarin *tunjuk tego…my ero ouji* xDDD
    kenapa Ryo yah??paling pas c ryo di cerita ini..entah kenapa..hahaha…
    ntar din bikin pairing TegoPi *dilempar baskom*

    @ima: hehehe…^^ wkwkwk…ini kan ceritanya tentang Tegomass..jadi nee gak pake acara nyeritain Pi..^^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s