[Multichapter] Married By Accident (Chap 4)

Title : Married By Accident
Chapter : Four
Author : Tegoshi Din
Pairing : udah tw mungkin??hehehe
Disclaimer: Dinchan n Opichi belongs to theirselves, HSB belongs to Johnnys Ent…. it’s just a fanfic…sooo….read it happily…COMMENTS ARE LOVE..^^

Married By Accident
—story 4—



“Tak kusangka kalian melarikan diri untuk berkencan….aku sangat senang…” kata pria separuh baya, dengan tersenyum berkata pada Dinchan dan Yuya.

“Ayah…maksud kami…” Yuya mencoba menjelaskan.

“Sudah jelas, kalian tampaknya inigin cepat menikah, ne?” potong Ayah Yuya cepat.

Dinchan mengigit bibir bawahnya.

“Dini…Otou-san tak suka perbuatanmu seperti ini…”

Dinchan lebih tertunduk lagi, “Sumimasen Otou-sama…aku tak bermaksud…”

“Sudahlah kawan!! Menikahkan mereka lebih penting daripada kau bertidak marah – marah seperti ini…” seru Ayah Yuya.

“Takaki-san…dia wanita yang seharusnya…”

“Sudahlah!! Tak usah diperkarakan lagi….pesta pernikahan kalian sedang dalam proses…kalian tak boleh bertemu sebelum hari itu!!” kata Ayah Yuya lagi.

Ayah Dinchan akhirnya mengalah dan hanya ikut tersenyum. Mengakui bahwa perkataan Takaki-san itu benar.

“Baiklah Dinchan…kita pulang sekarang, untuk beberapa waktu ke depan kau tidak akan sekolah, kau akan di rumah.”

Dinchan mendongak, tampak tak setuju dengan perkataan ayahnya.

“Kau juga Yuya!! Untuk dua hari kau tak akan keluar, kau akan di rumah untuk mempersiapkan pernikahanmu.”

Yuya menoleh ketika mendengar sebuah isakan yang ternyata keluar dari mulut Dinchan.

———————————-
Pernikahan itu cukup meriah. Selain adat yang begitu kental, ada juga pesta yang bertema Internasional pada malam harinya.

Wajah Dinchan sejak pagi sama sekali tak berubah, ia hanya tersenyum saat upacara dan saat pemotretan. Selebihnya, ia tampak murung, sekarang pun ia hanya duduk di kursinya, memandangi Yuya yang sekarang menjadi suaminya, berbicara pada teman – temannya. Yuya mengundang keempat teman dekatnya, sedangkan Dinchan hanya mengundang Opichi saja, karena pernikahan ini harus dirahasiakan dari teman – teman Dinchan dan Yuya.

Dinchan beranjak, ia ingin mencari Opichi yang sejak tadi ke kamar mandi. Ia tak mau mendengar ocehan Yuya dengan ketiga temannya. Karena Inoo pun sejak tadi menghilang.

“Dengar ya Inoo!! Kau tak bisa sembarangan denganku!”, bentak seseorang. Dinchan hapal suara itu, itu suara Opichi.

Dinchan pun sedikit mengintip pembicaraan mereka dari balik tembok. Opichi dan Inoo sedang bertengkar di taman belakang.

“Dengar!! Aku bersungguh – sungguh…karena kau bilang aku telah merebut ciuman pertamamu…bagaimana kalau kita berpacaran saja?!”

PLAK!! Dinchan kaget melihat Opichi menampar Inoo.

“Kayaknya mulut kamu itu perlu disekolahin deh! Gak perbuatan, gak omongan!! Gak ada yang bagus dari kamu!” teriak Opichi sedikit emosi.

Inoo terdiam, menatap Opichi, “Kenapa kau begitu menolak diriku?! Aku yakin kau juga menyukaiku…”, kata Inoo lalu mendekat ke Opichi.

Opichi menjauhkan wajah Inoo yang mendekat, “Hidoi!! Kenapa kau begitu jahat padaku?!!” kini air mata Opichi sudah tumpah, ia pun berlari dan mendapati Dinchan tengah melihat adegan tersebut.

“Anoo….akuu….aku…tak sengaja melihatnya…” kata Dinchan gugup. Ia takut Opichi marah padanya.

Bukannya marah, Opichi memeluk Dinchan, menumpahkan tangisnya dipelukan sahabatnya itu. Dinchan pun mebawa Opichi ke sebuah bangku, menenangkan Opichi.

“Opichi…doushita no? Ada yang ingin kau ceritakan padaku?”, tanya Dinchan ketika Opichi sudah tak lagi menangis.

Opi menceritakan segalanya pada Dinchan, “Aku tak mau cerita karena kau juga sedang banyak masalah…”, ujar Opichi sambil menyeka air matanya.

“Sejak kapan aku tak punya waktu untukmu? Lalu sekarang, kau mau bagaimana dengan Inoo?” tanya Dinchan pada Opichi yang masih sibuk menyeka air matanya.

Opichi menggeleng, “Aku tak tahu…aku…takut padanya.”, ujarnya lirih.

———–
Hari berikutnya juga lumayan menyiksa bagi Dinchan. Ternyata Kedua orangtua mereka malah sudah menyiapkan sebuah apartemen buat mereka berdua.

“Chotto Otou-sama…ini bukan berarti kita akan tinggal berdua kan?”, tanya Dinchan sedikit berbisik.

“Tentu saja….itu maksud kami…”, kali ini Ayah Yuya yang menjawab.

Dinchan langsung bergidik. Tidak mungkin ia harus se apartemen dengan orang aneh macam Yuya. Ini membuat hidupnya terancam.

“Hah?”, Okaa-sama teriak kaget, “Chotto…apa tak terlalu cepat menempatkan mereka dalam satu rumah?”

“Tidak…tentu saja tidak. Kupikir justru ini akan membuat mereka tambah dekat. Itu bagus kan? Lagi pula aku menginginkan cucu..”, jawab Ayah Yuya.

“Takaki-san…anakku baru 18 tahun…aku tak ingin ia cepat punya anak..”, kali ini Otou-sama yang menjawab.

“Baiklah..tenang saja!! Semuanya sudah ada keputusannya pada mereka berdua…”, kata Ibu Yuya.

Dinchan menunduk. Ia sama sekali tak mau punya anak di usia begitu muda.

“Pokoknya aku ingin mereka tidur terpisah!!”, Okaa-sama sedikit membentak. Tak rela anak gadis satu – satunya itu tinggal dengan orang lain.

“Baiklah…aku tak akan memaksa lagi. Lagipula di apartemen ini ada 2 kamar.”, jawab Ayah Yuya akhirnya.

—————————-

Dinchan belum juga masuk kelas. Katanya sih dia pindahan. Opichi sedikit prihatin dengan sahabatnya itu. Selain harus menikah secara paksa, kini malah harus serumah dengan orang yang tidak ia cintai itu.

“Apa yang mereka perbuat malam ini ya?”, Opichi menangkap suara itu dari kumpulan anak bangsawan itu. Hikaru, Yabu, Inoo dan Daiki sedang berkumpul.

“Hahaha..tampaknya akan menyenangkan…iya kan?”, seru Hikaru.

“Sayang sekali kita ak bisa membantu mereka pindahan..”, kata Daiki menimpali.

“Sssshhh…kurasa kita jangan membicarakan hal itu disini. Kalian tahu kan ini rahasia. Setidaknya begitulah kata Ojii-chan Takaki.”, jelas Inoo setengah berbisik apda teman – temannya.

“Iya Kei! Kita tahu…sudahlah kau tenang saja…jangan terlalu dipikirkan.”, seru Yabu lagi.

Opichi aneh sendiri. Mereka itu cowok tapi senang bergosip. Membuatnya sedikit muak. Opichi memutuskan untuk beranjak dari tempat itu. Rasanya perpus bukan tempat yang buruk untuk saat ini.

Masih mencari sebuah buku, ketika tiba – tiba seseorang menarik lengannya.

“Konnichiwa…Opichi…”, sapanya.

Opichi kaget karena ternyata itu Inoo.

“Ngapain kau disini?!”, bentak Opi setengah berbisik. Siapapun tau tak ada yang mau ribut di Perpus sekolah mereka.

“Tak ada..mencari pacarku saja…”, katanya tenang.

“Dengar kau! Aku….”, Opichi tak sempat meneruskan kata – katanya karena tangan Inoo sudah menenpel pada bibirnya.

“Ssshtt…dengar aku Opichi….kau sudah setuju untuk menjadi pacarku…deshou?”, kata Inoo.

Opichi hanya terdiam. Ya…mereka memang sudah jadian, setelah insiden di pernikahan Dinchan dan Yuya itu, Inoo berkali – kali meminta Opichi menjadi kekasihnya. Walaupun ini sifatnya rahasia, jadi tak ada yang tahu kecuali mereka berdua.

——————————–
Dinchan bingung. Hari pertama ia pindah ke rumah ini, ia merasa sangat canggung dengan keberadaan Yuya disekelilingnya.

Suasana di apartemen kecil itu cukup canggung. Mengingat selain hari pertama, ini juga pertama kalinya Dinchan mendapati seorang pria berada sangat dekat dengannya. Selain itu, Takaki juga merasakan hal yang sama.

Apartemen itu relatif kecil sehingga mereka tidak diperkenankan memilik pembantu. Sekalipun mereka berdua adalah bangsawan, hidup berdua dalam satu apartemen adalah salah satu pelajaran hidup bagi mereka. Selain itu Dinchan yang sudah dilatih sejak kecil tidak ada masalah dengan pekerjaan rumah tangga.

Malam ini memang Dinchan lah yang memasak untuk makan malam mereka. Yuya yang terlihat sedikit mengantuk datang ke meja makan ketika makanan sudah siap.

“Kau baru bangun?”, tanya Dinchan canggung.

Yuya mengangguk lalu menelungkupkan wajahnya di meja makan.

“Kau ini! Tidur sore – dore seperti itu tidak baik!”, tegur Dinchan.

Yuya hanya mengangguk – angguk di meja makan, tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.

“Yuya…dengarkan aku!”, panggil Dinchan.

Yuya mendongakkan kepalanya. Menatap Dinchan bingung.

“Aku tak mau kau macam – macam denganku. Walaupun kita sekarang suami istri, tapi…”

Bukannya mendengarkan, Yuya beranjak dari kursinya, menghampiri Dinchan dengan wajah bak serigala lapar.

“Hahaha…Kita hanya berdua ya??”, kata Yuya mendekatkan diri pada Dinchan.

Dinchan terpojok, kini tubuhnya menempel pada pinggiran kitchen set. Tak bisa bergerak kemanapun.

“Chotto…Yuya…jangan macam – macam atau aku akan teriak!!”, ancam Dinchan.

“Teriak saja…orang – orang akan heran, kenapa kau menolak suamimu sendiri.”, kata Yuya tampak beringas. Dinchan sendiri mengiyakan dalam hati, mana ada istri menolak suaminya sendiri.

“Demo…Yuya…dame!!!”, Dinchan berusaha mendorong Yuya, tapi tentu saja tenaga Yuya lebih kuat darinya, sehingga badan Yuya sama sekali tak bergerak dari posisinya.

“Kau bilang kita kan suami istri…iya kan Dinchan?? Tak ada salahnya suami istri berbuat macam – macam, kan?” kata Yuya meraih tangan Dinchan yang hendak memukulnya.

“Yuya…dame…dame yo~”, Dinchan sangat ketakutan, kini ia memejamkan matanya, berharap ini hanya mimpi buruk.

Yuya hanya tersenyum nakal, menyentuh pipi Dinchan dengan lengannya. Dinchan menangis, ia benar – benar mengeluarkan air matanya, ia takut sekali.

Te Be Ce~

P.S: kenapa ceritanya jadi gini yah??entahlaaahh…comments are Love…^^

^dinchan^

Advertisements

7 thoughts on “[Multichapter] Married By Accident (Chap 4)

  1. ~イマ~

    nee ff nya ga bersih ni..
    aku pan masih di bawah umur tau nee..

    opichi jahat juga ya nampar” inoo.. haha..
    jadian juga tapi akhirnya.. *seneng banget kali ya opichi, hhe*

    Reply
  2. dinchan

    hiyaaaaa!!!!!!!
    kenapa tadi komennya malah keapussss???
    *getok diri sendiri*
    ampunn!!dhe…py…
    komen lagi donk!!!!hahaha…
    *dibunuh ama dhe ama py*

    Reply
  3. dhechinen

    Din Lanjutiiiiiiiinnnnnnnnn >__< kyaaaaaaaaaa lagi puasa dhe jangan erooooooo nanti bataL!!!!!
    haahahaha kyaaa din, dhe suki banget nich… yuyan nakal… nanti kamu di gebuk niichan Tego loh.. hahahahaha din lanjutin ya? pLeaseeeeeeee *pika2 eyes*

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s