[Oneshot] Everything For You

Title: Everything for You
Chapter: Oneshoot
Author: Nu Niimura
Pairing: TegoxDinchan
Fandom: DH, Johnny’s Entertainment, J pop
Genre: Romance
Rating: PG 15
Disclaimer: I do own em. Dinchan as ma mommie and Tego as ma daddie XD
A/N: Ficcienya bujug, jangan salahkan author. Tego gombal, itu fakta aktual

Everything For You
by.Nu Niimura


“Ahahahaha! Semuanya menggila, kacau!”, Tego berjalan menuju mobilnya -yang sejak tadi berada di area parkir- dengan penuh tawa ceria

“Iya, aku beruntung ikut ke pesta barusan..”, balas Dinchan tak kalah cerianya

Tego dan tunangannya, Dinchan, baru saja mengikuti pesta yang cukup seru bersama semua member NEWS dan beberapa band lain yang bernaung dibawah label Johnny’s Entertainment.

“Sankyu..”, ucap Dinchan sembari tersenyum manis dan kemudian masuk kedalam mobil melalui salah satu pintu yang dibukakan Tego untuknya

Tak lama kemudian, Tego sudah ada dikursi sebelahnya, bersiap memasukkan kunci ke lubangnya

“Dinchan . . “, seru Tego lembut

“Ya…”, jawab Din seraya menolehkan wajahnya kesamping, kearah Tego

Tapi, dalam hitungan singkat itu, Tego sudah mendekatkan wajahnya ke wajah Dinchan, membuat wajah gadis itu bersemu merah
Lembut. Tego menganugrahkan sebuah kecupan untuk bibir manis Dinchan

“Aah, Yuu-kun bau alkohol…”

“Oh, ya ?”

“Ng, biar aku yang bawa mobilnya…”, tawar Dinchan

“Baiklah”, Tego hanya bisa mengiyakan, tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada mereka jikalau ia menyetir dalam keadaan mabuk, sekalipun dirinya sendiri tak menyadari tengah berada dalam keadaan mabuk

Merekapun akhirnya bertukar posisi.

Kemudian Dinchan, meng-ignite dan menjalankan mobil menuju apartemen Tego.

“Ah, gelap…”, Dinchan melepas sepatunya dan segera meraba-raba dinding untuk menemukan letak sakelar lampu

“Yuu-kun…?”, Dinchan bisa merasakan Tego telah demikian dekat dibelakangnya, hingga Dinchan bisa merasakan hembusan nafas Tego. Dan ketika Tego meletakkan kedua tangan Dinchan yang sedang merabai dinding, Dinchan berbalik. Ia semakin kebingunan ketika Tego menghimpit tubuhnya ke dinding.

“Yuu-kun, ap..”

Namun, ciuman dari Tego membuat Dinchan tak bisa meneruskan kata-katanya

Ciuman yang agak berbeda dari biasanya

Jari Tego tanpa sengaja menekan sakelar.
Sekalipun ruangan itu telah berubah terang, Tego masih belum juga berhenti.
Hanya berhenti untuk mengangkat tubuh Dinchan ke kamar dimana Tego biasa tidur.

Dinchan tak bisa berkata. Jantungnya berdebar terlalu kencang. Perasaannya bercampur antara bingung dan gugup, Tego belum pernah merperlakukannya seperti itu sebelumnya.

Dinchan semakin bingung ketika Tego menurunkannya diatas tempat tidur dan kembali menciumnya, lebih bernafsu. Sangat berbeda dengan yang biasa dilakukan Tego, kecupan yang begitu lembut.

Berusaha menghentikan, Dinchan mencoba berontak, tapi tenaganya kalah kuat dari pada tenaga Tego yang dipikirnya tengah kesetanan.

Tego melepas bajunya sendiri, kini tubuhnya topless. Dinchan hanya bisa membelalakkan matanya. Ia sangat takut, namun berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis. Namun Dinchan sudah tak bisa menahan air mata nya untuk tidak jatuh ketika Tego melepas paksa cardigan pink yang sejak tadi dikenakannya.

“Yuu-kun, jangan…”

Bukannya mendengarkan perkataan Dinchan, Tego melanjutkan aksinya, ciumannya turun ke leher Dinchan

“Yuu-kun, dengar aku!!”, nada bicara Dinchan begitu lantang ketika ia berhasil mendorong Tego menjauh darinya hingga Tego jatuh tersungkur ke kebelakang

“Kenapa Yuu-kun jadi…”

PLAKKK !

Tego menampar Dinchan, cukup keras hingga gadis itu semakin terisak. Apalagi ketika Tego menghempaskan tubuh Dinchan kembali berbaring di tempat tidur

“Berani menolakku?! Berani mendorongku?!”

Sorot mata itu. Dinchan yakin, itu bukanlah sorot mata seorang Tego.

Tegoshi Yuya yang selalu memperlakukannya dengan lembut

Tegoshi Yuya yang menyayanginya

Tegoshi Yuya yang menghormatinya

“Yuu-kun bodoh! Aku benci Yuu-kun yang seperti ini!!”

Kata-kata Dinchan itu membuat Tego terdiam, dan kemudian pergi, meninggalkan Dinchan yang tengah menangis dikamar itu. Sendirian.

Dalam isaknya, sesekali Dinchan menatap foto yang terletak diatas meja sebelah tempat tidur Tego.

Potret tersenyum dirinya bersama Tego. Mengenakan yukata, ketika mereka berdua pergi ke matsuri tempo hari.

Dinchan menyadari, ia sudah cukup lama bersama Tego, bukan mustahil kalau Tego juga akan menginginkan itu. Tapi Dinchan sangat takut, ia tak mau melakukannya terlalu cepat, semua punya waktu yang tepat.

“Aku tak mau kehilangan Yuu-kun…”

Sementara itu. Tego terduduk sendirian di beranda apartemennya. Menatap kosong pada langit malam yang semakin pekat.

“Memang. Dinchan benar, kau bodoh, Tegoshi Yuya! Kau bilang menyayanginya, tapi kau memukulnya, bahkan hampir melakukan itu padanya. “..Dinchan, tolong jangan benci aku…”, Tego bermonolog

“Yuu-kun…”, Tego sedikit terkejut

“Dinchan, maafkan aku. Aku sudah…”

“Yuu-kun…”, Dinchan menggenggam sebelah tangan Tego erat “…lakukan itu padaku…”, pandangannya menatap lekat pada Tego, membuat Tego tak sempat meneruskan kata-katanya

“Apa maksudmu…?”

“Aku…tak mau kehilangan Yuu-kun, aku akan lakukan apapun yang Yuu-kun inginkan. Asalkan Yuu-kun senang…”

“Kau serius?”

Dinchan hanya mengangguk pelan sebagai jawaban dari pertanyaan Tego

~Di kamar Tego~
“Relax lah…”

Tidak menjawab. Dinchan hanya menggigit bibir bawahnya ketika Tego melepas kancing kedua dari baju yang ia kenakan. Sama sekali tak bisa menatap matanya

“Aishiteru…”, Tego berbisik tepat di telinga Dinchan

Dinchan terkejut, ketika Tego kembali mengancingkan bajunya yang tadi sempat akan dilepas
“Kenapa?”

“Kau ragu, kan? Kau…takut”

Dinchan menggeleng, tapi masih tak bisa menatap mata Tego

“Bohong, kan…?”

“Sedikit…”

Tego tersenyum lembut

“Kenapa tak mau? Padahal aku sudah mengumpulkan semua keberanian. Meyakinkan diriku sendiri untuk melakukan yang Yuu-kun inginkan…”

Lengan Tego menarik Dinchan kedalam pelukan. Erat

“Maaf…aku tak mau memaksa”

“Aku sama sekali tak terpaksa. Yuu-kun, tolong jangan tinggalkan aku karna tak bisa berikan yang Yuu-kun inginkan. Aku…”, suara Dinchan bergetar, kembali terisak “…tak ingin kehilangan Yuu-kun…”

“Bodoh”

“Eh?”

“Mana mungkin aku meninggalkanmu hanya karena itu. Maafkan aku, Dinchan, telah berbuat kasar. Pegang janjiku untuk tak akan berbuat kasar padamu lagi…”, pelukan Tego berubah semakin erat

“Benar kan, Yuu-kun tak akan meninggalkan aku karna aku tak bisa berikan sekarang…?”, ucap Dinchan malu-malu, membenamkan wajahnya di dada Tego, tak mau kekasihnya melihat seberapa merah wajahnya sekarang

“Aku tak akan. Kau percaya aku, kan?”

“Tentu…”, jawab Dinchan pelan

“Semuanya punya waktu yang tepat, bukan? Untukku, asalkan kau bersamaku, menyayangi dan disayangi olehmu, semuanya telah lengkap.

Because, you’re my everything…”

Dinchan hanya tersenyum, sekalipun Tego tak melihat. Yang seperti inilah Tegoshi Yuya

Tego mengendorkan pelukannya. Tak lain untuk mengecup kening Dinchan, begitu lembut

“I love you…”

“I know. I love you too”

~Encore~

“Dinchan, sudah terlalu malam untuk pulang, tidurlah disini bersamaku…”

Mata Dinchan sedikit terbelalak dan wajahnya kembali memerah. Dengan kontan memegangi leher bajunya

“Ng, maksudku…tidur…I’ll do nothing but sleep…”

“Baiklah…”, akhirnya Dinchan mengiyakan

“Aku masih menyimpan beberapa piyama yang aku pakai dulu, mungkin bisa kau pakai, walaupun masih tetap sedikit kebesaran…”, Tego membuka lemari dan mengambil sepasang piyama untuk diberikan pada Dinchan

“Terimakasih. Aku akan ganti baju di kamar sebelah…”, malu-malu, Dinchan keluar dengan membawa piyama yang diberikan Tego ditangannya

Tak lama kemudian, Dinchan sudah kembali, mengenakan piyama yang dulu dipakai Tego, namun tetap saja masih terlihat kebesaran untuknya

“Come on, ma hun…let’s share a blanket together…”, Tego tersenyum, dari atas tempat tidurnya, duduk bersandar dengan selimut menutupi sebagian tubuhnya

Lagi-lagi wajah Dinchan memerah

“Tak apa. Kemarilah…”

Dinchan akhirnya beralih ke sebelah Tego, berbagi selimut dengannya. Jantungnya berdebar, baru kali ini ia tidur bersama Tego.

Wangi shampoo yang dipakai Tego masih melekat di bantal, membuat Dinchan tersenyum tipis ketika mengistirahatkan kepalanya. Tego membalas senyumannya, senyuman hangat seorang Tegoshi Yuya yang begitu menyayanginya

“Dinchan, boleh aku memelukmu…?”

“Ng…”, Dinchan ragu untuk menjawab

“Tanganku hanya akan memelukmu, tak ada aktifitas lain yang menyertai…”

“Eh? Maksud Yuu-kun apa?”

Tego tak menjelaskan lebih jauh “Biarkan aku memelukmu…”

“Iya…”, balas Dinchan dengan disertai senyuman

Hangat. Malam itu Dinchan akan terlelap dalam dekapan Tego. Mengingat apa yang terjadi hari itu, dan bagaimana semuanya berakhir, membuat Dinchan memejamkan matanya dengan simpul senyuman masih tersisa di bibirnya

“Tidurlah yang nyenyak…Oyasumi, Dinchan”

“Oyasumi, Yuu-kun…”

~OWARI~

N.B: ahahaaaaa….nuuuuyyyy!!!*hug* thanks fanfic nya…hehehe..addduuhhh…romance gilaaa..hehee…ini entah dia dapet inspirasi dari mana??!!hehehe…
COMMENTS ARE LOVE

Advertisements

One thought on “[Oneshot] Everything For You

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s