[Minichapter] Key of Heart (chap 4) ~finale~

Title : Key of Heart -chapter 4-
Author : deenzchan
Starring : Tegoshi Yuya x din-chan x Masuda Takahisa
Rating : PG
Genre : ROMANCE (I want make this as romantic as I can)XDD

Cat :I just own the plot~ Comments are Love~ 🙂

Key Of Heart
—chapter 4—
~Finale~

“Yuu’kun? Dijoubu? Kau berkelahi dengan siapa?” tanyaku panik. Tegoshi Yuya yang dikenal sebagi cowok baik – baik itu muncul di depan kelasku dengan wajah penuh memar dan sedikit darah di ujung bibirnya.

“Iie..daijoubu..” katanya dingin.

Aku mengeluarkan sapu tangan dari tasku dan mengelap darah segar di ujung bibirnya itu.

“Dinchan…” panggilnya tiba – tiba lalu menggenggam tanganku yang sibuk mengelap darahnya, tanganku otomatis berhenti.

“Hmm..” jawabku bergumam lalu menatap wajahnya.

“Onegai…jangan tinggalkan aku..” dengan gerakan tiba – tiba Tegoshi memelukku dan membuatku terperanjat.

“Yuu’kun…” gumamku, “doushita no?”

“Hanya…jangan tinggalkan aku…” katanya dengan nada sedih.

Aku terdiam mambatu pada posisi yang sama seperti Tegoshi memelukku malam itu. Kata – kata yang sama pula. Aku tahu aku sudah jujur padanya, bahwa aku mencintai Massu, tapi kenapa malah kata – kata ini yang keluar dari mulutnya?

“Demo…Tegoshi…kau tahu..aku…” ucapku terbata – bata.

Tegoshi melepaskan pelukannya dan menatapku dalam, “Aku mengerti…aku….aku hanya…” Ia menggantung kalimatnya.

“Tegoshi..”

“Dinchan…Aishiteru yo~” aku bisa merasakan ia tidak berdusta dengan kata – katanya, Ia serius, dapat kulihat di matanya.

“Tegoshi…aku…”

“Baiklah..pergilah dinchan…”

Aku terkaget dengan apa yang ia ucapkan.

“Pergilah…berbaliklah dan kejar cintamu… tapi kau harus tahu.. aku akan selalu ada…” Tegoshi membalikkan badanku dan mendorongku, seakan – akan dia menyuruhku berlari mengejar cintaku.

Tak terasa air mata ini turun tiba – tiba, aku tak menegerti kenapa rasanya sakit sekali, hatiku terasa sangat sakit.

“Dinchan…” panggilnya, tepat saat aku akan membalikkan badan, ia berkata, “Jangan berbalik…aku tak sanggup memperlihatkan air mataku padamu…kau tahu..kau bisa kembali padaku kapan saja.” Katanya lalu kurasakan sosok Tegoshi menjauh dariku.

Aku bermaksud memanggilnya, dan ketika berbalik kudapati sosok Tegoshi sudah menghilang, tampaknya ia berbelok ke lorong. Saat itu pula aku merasakan kakiku tak lagi sanggup menopang tubuhku sehingga aku terjatuh dan merasakan hatiku sakit sekali.

——————————–
Sudah sebulan ini aku menghindari dinchan dan Tegoshi. Suasana di ruang OSIS benar – benar tidak menyenangkan. Tegoshi dan aku masih berkerjasama untuk banyak urusan, tapi bedanya, jarak antara kami semakin jauh saja. Tegoshi hanya bicara padaku jika diperlukan saja. Kami pun berusaha tidak berada dalam satu ruangan untuk waktu yang lama.

Dinchan juga terasa menjauhiku. Beberapa kali kami bertemu di jalan, tapi dia sama sekali tidak menyapaku. Sepertinya ada masalah juga antara dinchan dan Tegoshi. Entahlah itu apa.

Sore ini aku dapat tugas membuat laporan oleh YamaPi. Rasanya malas sekali, tapi aku datang juga ke ruang OSIS. Tegoshi disana. Masih asyik di depan laptop OSIS, tampak mengetik sesuatu.

“Hi..” kataku menyapanya.

Tegoshi mendongak sebentar, memastikan siapa yang bicara, “Hi..mau pakai laptopnya?” tanyanya.

Aku mengangguk dan lagi – lagi atmosfir canggung sangat terasa diantara kami.

Tegoshi beranjak dari depan laptop dan membereskan buku – buku serta barang – barangnya, tampaknya ia akan pergi.

“Ano…Massu..” panggilnya tiba – tiba saat aku sudah berada di depan laptop.

“Apa?” tanyaku.

“Kau tahu…aku tak akan memaafkanmu kalau kau menyakiti dinchan.” Ujarnya tiba – tiba.

Aku kaget dengan apa yang ia ungkapakan.

“Massu…tampaknya aku tak mau kita bertengkar seperti ini lagi…tampak sangat childish.” Tegoshi berbalik dan memberiku seulas senyuman.

Aku makin kaget. Tegoshi yang ku tahu ia adalah orang yang paling anti dikalahkan, meminta maaf padaku.

“Un!” jawabku bersemangat lalu membalas senyumnya, “Mau menolongku membuat laporan?” tawarku.

Tegoshi mengangguk dan mendekatiku untuk duduk disebelahku, memabantuku membuat laporan.

———————-
Aku hanya memandangi jendela kamarku, merasakan angin sore itu membelaiku pelan. Sudah sebulan, aku sama sekali tidak bicara dengan Tegoshi atau Massu. Aku perlu menata hatiku, aku bertanya setiap hari siapakah yang benar – benar aku cintai. Sampai sekarang aku sendiri masih merasakan ada kejanggalan di hati. Aku tak bisa menjawab pertanyaan itu sampai detik ini.

“DINCAHAAANNN!!” teriakan itu membuatku kaget setengah mati, seraut wajah muncul dihadapanku.

“MASSUUU!!!bisakah kau memanggilku dengan nada biasa saja?” teriakku dongkol.

Senyum lebarnya nampak di wajahnya. Senyum yang sudah sebulan tidak kulihat. Massu kembali memanjat pohon depan kamarku.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanyaku.

“Hmm..” dia pura – pura berfikir, “Kita bicara yuk!” katanya lalu menunjuk bawah pohon.

Aku mengangguk dan segera ke bawah.

“Ada apa Massu?” tanyaku saat kami sudah berada di bawah pohon.

Massu hanya diam, wajahnya terlihat sedikit serius, wajah yang jarang sekali kulihat dari wajahnya.

“Arigatou ne, dinchan…” katanya.

“He? Maksud kau?”

“Arigatou..dinchan…sudah menyukai aku..” katanya lagi. Kalimatnya kini sukses membuatku kaget.

“Massu…kau….” belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, Massu berlutut memandangku yang sedang duduk lalu tiba – tiba memelukku.

“Massu…” aku kaget setengah mati.

“Tapi…bagiku dinchan adalah adikku..dinchan adalah sahabatku…” Massu mengendurkan pelukannya, lalu benar – benar melepaskannya.

Aku kaget pada reaksiku sendiri. Aku merasa itulah yang dikatakan hatiku juga, aku juga merasakan hal yang sama, aku hanya merasa…aku memang hanya bersahabat dengan Massu.

Tiba – tiba aku merasa sangat rindu pada Tegoshi, kini aku tahu, aku mencintai Tegoshi.

“Massu…aku harus pergi…” kataku sambil memandangi Massu.

Massu tersenyum, “Kejarlah dia…”

Aku berlari semampu kakiku kuat berlari. Kakiku tidak terasa capek sama sekali, aku tahu tujuanku ini belum jelas, tapi yang jelas aku tahu siapa yang harus aku temui. Aku berhenti didepan sebuah rumah, mencoba mengatur nafasku yang terengah – engah karena kecepatan berlariku tadi.

Perlahan kusentuh bel rumah itu, seraut wajah muncul.

Wajah yang sangat kurindukan.

Tanpa fikir panjang, aku menghambur ke pelukannya.

“Dinchan…doushita no?”

Kurasakan pipiku memanas, air mataku pun meleleh tanpa ampun, air mata bahagia.

“Dinchan…” suaranya..aku merindukan suaranya.

“Aku sudah menemukan jawabannya.”

“Eh?” ia tampak terkejut dan melepaskan pelukanku, memandangku lalu mengusap air mataku,

“Apa maksudmu?”

“Aishiteru yo~ Yuu’kun…” kataku sambil menunduk.

Tegoshi tampak sangat terkejut, “Maji de? Dinchan?”

Aku kembali memeluknya, “Tanpa sadar, aku ternyata sudah mencintaimu Yuu’kun… saat tadi aku berbicara pada Massu, aku sadar… rasaku pada Massu memang cinta, tapi cinta terhadap sahabat, sangat berbeda rasanya dengan yang kurasakan padamu.” Jawabku panjang lebar, masih berada di dalam pelukannya.

Tegoshi terus memelukku erat, “Yokatta…hounto yokatta..” kurasakan Tegoshi mencium puncak kepalaku, “Aishiteru mo….dinchan…”

“Ne Yuu’kun…” panggilku.

“Hmm..” jawabnya.

“Arigatou…sepertinya kunci yang kau berikan waktu itu…sudah berhasil membuka hatiku.”

Kurasakan pelukan Tegoshi bertambah erat, “Aku tahu dinchan…kurasa sekarang kuncinya sudah bisa membuka hatimu.”

Aku mencintainya, aku benar – benar mencintainya… kurasa… Tegoshi memang kunci hatiku, ia yang membuka hatiku, untuk pertama kali kurasakan cinta yang begitu membuatku tenang.

OWARI~yaaaaayyyy!!!!tamaaaatttt!!!hehhehe…yonde kudasai….COMMENTS ARE LOVE…
^^
ayo kawaaaan….kita bikin yang laen lagih…hehehehe…
^^
makasih yang udah baca….luph u lah!!^^

^dinchan^

Advertisements

2 thoughts on “[Minichapter] Key of Heart (chap 4) ~finale~

  1. Yoshitaka Asuka

    waaaaw…

    kirain baka jadi ama massu~

    tapi gpp deh jadi ama tego juga…

    yang penting happy end~

    wkwkwk…
    din gomen ne…
    monitorku rusak, jadi chap 4 agak terhenti pembuatannya…
    chap 4 aku simpen di kompiku soalnya, kalo di kompi oniichan ku ada, udah aku selesaiin deh~

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s