[Multichapter] Accidentally In Love (chapter 3)

Title : Accidentaly In Love
Chapter : Three
Author : Din Tegoshi & Nu Niimura
Genre : Romance
Rating : G
Pairing : Miyabu,HikkaPy,TakaDin,Inoopi,Dainu *XD* aneh bgdh…
Fandom : Johhny’s Entertainment, Desperate Housewives
Disclaimer : Py, Miyuy, Din, Opi and Nu belong to theirselves, Hey! Say! BEST and Jin belong to JE. I don’t own them…Comments are LOVE minna~

Accidentaly In Love
—chapter 3—


“Miyuy…apa maksudmu?”, tanya Din mulai tak sabar.

Bentakan Din sepertinya membawa Miyuy kembali ke masa sekarang, lalu menatap temannya satu persatu.

“Apakah benar dia?”, serunya masih sedikit tak percaya.

Opi mendahului langkah mereka, “Aku tak mengerti…terserah kau saja!”, katanya hendak meninggalkan Miyuy.

Din dan Py jadi ikutan akan meninggalkan Miyuy, tapi Miyuy berlari mengejar mereka,
“Chotttooo!!!!”

Semuanya berbalik, seakan meminta penjelasan terhadap sikap aneh Miyuy tadi.

“Jadi…aku….” Miyuy pun menceritakan perihal ramalan yang ia baca di situs tobenatori semalam, dan ia tak menyangka akan mendapatkan ramalan itu dengan tepat.

“Waaahh…kau masih sering membaca Tobenaitori?”, tanya Py takjub.

“Lalu kau percaya dengan hal ini?”, tanya Din agak sinis.

Miyuy tersenyum dengan cerah sekali, “Tentu saja…aku yakin Yabu Kota adalah jodohku….”
seru Miyuy dengan mata berbinar.

—————————

Bel sekolah berdentang 3 kali. Tandanya sudah saatnya para murid Keio High School masuk kelas. Semua orang sudah ditempat, tapi Nu tidak ada, ia belum datang. Din melirik bangku Nu, tak mungkin kan Nu patah hati lalu tidak masuk sekolah, setau Din, Nu adalah murid yang mementingkan sekolahnya.

BRAAAKK!!!

Pintu kelas terbuka tiba – tiba.Nu setengah berlari ke bangkunya sambil terengah – engah.

Opi melirik Nu, “Kau kemana saja?”

“Aku….”, Nu berhenti untuk mengambil nafas sejenak, “Tertidur di Bus…”, katanya lalu duduk dengan nafas masih terengah – engah.

Din tertawa tertahan, “Kau ini ada – ada saja!”

Pelajaran Bahasa Inggris memang pelajaran paling membosankan di kelas. Sebenarnya pelajaran ini harusnya cukup menarik, sayangnya Jun Sensei membawakannya dengan sangat membosankan.

Nu merasakan kepalanya sangat berat, semalam ia hanya tidur kurang dari dua jam karena merasa patah hati, ia mulai menonton semua DVD konser yang ia punya. Menangis semalaman karena mengenang Kyo.

“Hoaaaammm…”, Nu kembali menguap, kepalanya terantuk – antuk karena ia sangat mengantuk. Tak butuh lama, Nu pun merebahkan kepalanya di atas buku pelajaran.
Opi yang tepat berada di sebelah Nu menendang tulang kering Nu dengan sedikit keras.

“Itai~”, teriak Nu yang malah membuat seisi kelas menoleh padanya, termasuk Jun sensei.

“Ada masalah?”, tanya Sensei Jun sambil mendekati bangku Nu yang membuatnya bangun sepenuhnya.

Nu menggeleng, “Tidak sensei…” jawabnya gugup.

“Keluar! Berdiri di koridor!!” perintah Jun sensei.

“Tapi…aku….”, Nu hendak membantah.

“SEKARANG!!!”, perintah Jun sensei lagi.

Kini Nu tak punya keinginan untuk melawan Jun sensei, dan segera keluar, berdiri di koridor.
Suasana di koridor sangat sunyi, hanya sesekali terdengar perkataan dari Jun Sensei atau guru lain di kelas lain.

Rasa kantuk Nu kembali menyerang setelah selama beberapa menit suasana hening itu berada di sekitarnya. Nu mati – matian mencoba menahan rasa kantuknya, tapi ia mulai tak kuat.
BRAAAKKKK!!!

“Hiyaaaa!!!”, teriak seseorang saat tubuh Nu menghantam dirinya.

Nu bangun sepenuhnya

Tapi ia memejamkan mata

Tak lama, ia memberanikan diri membuka matanya, seorang cowok sedang mendekapnya, menahan jatuh tubuhnya.

“Daijoubu ka?”, tanya cowok itu.

Nu gelagapan dan segera melepaskan diri dari cowok yang tidak ia kenal itu. Disekelilingnya puluhan buku berhamburan, tampaknya cowok itu yang membawanya karena bebrapa menit kemudian cowok itu memunguti buku yang berserakan tersebut.

“Ano…”, Nu ikut berjongkok dan membantu cowok itu mengumpulkan buku – buku. Nu membaca di bukunya, 3A, itu sepertinya kelasnya.

Nu hanya mengenal sedikit sekali orang lain selain empat sahabat kentalnya. Nu bisa dibilang anti social, maka ia kadang tidak peduli dengan keadaan sekitar, terkadang ia hanya ingat nama atau bahkan hanya ingat wajahnya saja.

“Nu deshou?” tanya cowok itu, Nu mengagguk. Cowok itu tersenyum, tampak seperti sudah lama ia menunggu untuk hal ini, “Daiki Arioka desu…”

———————-

Sudah sejak ia bertemu dengan Inoo, atau Kei biasanya Chii memanggilnya. Jam pulang sekolah setiap hari Senin, Rabu dan Jum’at adalah waktu yang paling ia tunggu.

Pulang ke rumah, ia pasti menemukan sosok Inoo dibelakang piano, memainkan lagu – lagu indah dari tuts – tuts itu.

Tapi Opi hanya berani memandangi punggung Inoo, mengagguminya dari jauh. Ia sama sekali belum pernah mengobrol dengan Inoo.

“Tadaima~”, seru Opi dari pintu depan.

“Okaeri~”, seru ibunya dari dalam.

Suara piano itu

Pasti Inoo sedang memainkannya

Opi pun bergegas mendekati sumber suara, mendapati sosok Inoo sendirian, tanpa Chii seperti biasanya. Opi heran. Biasanya di ruangan itu praktis ada Chii dan Ibunya yang setia menemani Chii berlatih. Atau terkadang hanya Inoo dan Chii. Tak pernah Inoo seorang diri.

Opi terdiam di tempat, kakinya serasa mati rasa mendnegar alunan piano yang dimainkan Inoo. Sehingga tanpa sadar Opi pun memejamkan matanya, kebiasaan yang sering ia lakukan jika
Onii’chan memainkan pianonya.

“Ehm…mengintip itu bukan perbuatan yang baik.”, seru seseorang.

Opi tersadar, membelalakan matanya memandang Inoo yang ternyata sudah berbalik memandang Opi.

Dengan secepat kilat, Opi menghindar dari tempat itu dan merutuki diri sendiri.
————————

Tak ada hal yang paling buruk bagi Din selain berkunjung ke rumah Yuya. Sejak SMP, hal yang paling sering ia lakukan memang hal ini. Berdua dengan Takaki Yuya, cowok pilihan orang tuanya.

Din menatap sekeliling rumah Yuya yang begitu ia kenal. Di ruangan ini terdapat foto keluarga, Din pun tanpa sadar mengagumi satu sosok cinta pertamanya yang ada di foto itu.

“Fffuuuhhh!!!”, seseorang meniup telinga Din dengan sengaja, membuatnya sedikit terlonjak.

“Onii’chan!! Geli!!”, protes Din.

Cowok yang dipanggil Onii’chan itu tertawa renyah melihat ekspresi Din yang sangat kaget.

“Aku bawakan cemilan. Lagipula masa kau tidak tahu bahwa Yuya hari ini ada les?” tanyanya lalu menyomot salah satu cemilan itu.

Din mencibir, sejak kapan Din peduli akan jadwal les tunangannya itu.

“Tidak…Mama tidak memberitahukanku…”, elak Din lalu memandang cowok itu.

Cowok itu agak mirip dengan Yuya, walaupun tentu saja tidak mirip sepenuhnya. Gaya rambutnya sedikit mirip, namun cowok dihadapannya ini memiliki bibir tipis dan badan yang
lebih besar dari Yuya.

“Tunangan yang buruk!”, seru cowok itu lalu mengacak pelan rambut Din.

“Jinnn…berhenti menggoda tunangan adikmu itu.”, kata seorang wanita paruh baya dari
belakang punggung Jin, itu Okaa-chan.

“Iya nih!! Onii’chan menggangguku terus!”, protes Din.

Okaa-chan tersenyum, “Dinchan harusnya tidak usah datang hari ini, Yuya akan pulang agak malam.”

Din mengagguk, “Gomen ne Okaa-chan…Mama sama sekali tidak memberitahuku..”

“Ya sudah…kau pulang saja, biar Jin yang mengantarmu.”, kata Okaa-chan.

Jin berdiri, “Ayo adik ipar! Kita pulang saja!”, serunya sambil menawarkan tangannya untuk membantu Din bangkit dari duduknya.

Din menurut, ia pun berjalan dibelakang Jin, memandang punggung Jin yang bidang.

“Aku tak suka dipanggil adik ipar…”, bisik Din pelan. Tampaknya Jin tidak mendengarnya dengan jelas.

“Apa? Kau bilang apa tadi?”, tanya Jin.

“Apakah….apakah…”, Din menggantung kalimatnya, “Apakah aku masih bisa jadi pengantin Jin?”, tanya Din lirih.

Jin berbalik, memandang Din dengan seksama, “Tidak mungkin! Kau itu adik iparku…”, katanya seraya memukul pelan kepala Din.

Sementara itu dibalik tembok, Yuya terdiam mendengar perkataan Din. Tangan kanannya terkepal, “Jin! Awas kau!”, bisiknya. Yuya tak pernah semarah ini sebelumnya.

Ia selalu saja dibandingkan dengan kakak sulungnya itu, Yuya selalu dibilang mirip kakaknya, dibilang mengcopy kakaknya itu, makanya dia tak pernah betah sekolah di Horikoshi jika ia mau jujur. Sekolah itu juga adalah sekolah kakaknya dulu, semua orang tau legenda Jin, kakaknya yang dikenal sangat populer dan tampan.

Yuya tahu ia tak setampan kakaknya, tak sepopuler kakaknya, tapi mengapa harus Din ia rebut juga. Pada awal pertunangan dirinya dan Din, sebenarnya ia tahu, Din seharusnya ditunangkan dengan Jin, tapi Jin menolak, dengan alasan saat itu ia memang sedang kencan dengan seorang gadis. Jin menolak hingga kabur dari rumah, sejak saat itu ia ditunangkan dengan Din. Yuya tak menolak, karena dari hati kecilnya ia menyukai Din sejak kecil, sejak mereka sering bermain bertiga. Ia, Jin dan Din adalah teman sepermainan sejak kecil.

“Kau boleh rebut segalanya dariku, tapi tidak Din!”, bisiknya pada diri sendiri.
———————–

Py duduk di taman tempat terakhir kali ia bertemu Hikaru Yaotome, cowok urakan yang sempat memberinya Chupa. Sebenarnya beberapa kali ia berpapasan dengan Hikaru di sekolah, tapi ia sama sekali tak berani untuk menyapa atau berbicara dengan Hikaru di sekolah.

“Dia dimana ya?”, tanpa sadar Py menggumam seperti menunggu Hikaru disitu. Walaupun sebenarnya hati kecilnya tidak yakin bahwa Hikaru akan kembali ke taman itu hari ini.

Sebelah tangannya memegang Chupa rasa Cola yang ia beli tadi di kantin sekolah, awalnya Py akan menyerahkannya saat ia bertemu Hikaru di sekolah, tapi seperti biasa Py tidak berani bahkan untuk sekedar berbicara.

Hikaru adalah cowok yang selalu dikelilingi teman – temannya. Kota Yabu, Yamashita Shoon dan
Ayukawa Taiyou selalu berada disekitarnya sehingga Py sendiri susah untuk mendekati Hikaru, bahkan untuk sekedar memberi kata terima kasihnya.

“Huwaaaaaa!!!! Awaaaasss kaaaauuuuu!!!!”, teriak seseorang dari kejauhan.

Dengan gerakan refleks, Py menoleh dan mendapati empat orang cowok sedang berlari – lari berkejaran menuju tempat itu. Py takut ketahuan, ia tak pernah pandai berbicara dengan cowok seperti Din, maka ia pun langsung bersembunyi di belakang sebuah perosotan.

“Baka Yabu!!! Kau kalah lagi!!!”, teriak Shoon dengan tawa khasnya.

“Kuso!!! Kenapa sih kau selalu membuat permainan bodoh ini!!”, teriak Yabu pada Hikaru yang sedang ikut tertawa.

“Hahahaha…yang penting aku tak pernah kalah…hehe…hukuman!!! ayo hukum dia lagi!!”, teriak Hikaru senang.

Yabu cemberut, ia tak sudi mendapat hukuman aneh – aneh lagi dari teman – temannya itu.

“Hmmm…belikan kami juice!! Cepaaattt!!”, perintah Taiyou.

Shoon duduk di kursi taman, “Iya benar!! Kami tunggu disini!!”, lanjutnya.

Yabu pun dengan wajah tertunduk langsung pergi membelikan juice. Sedangkan Shoon dan
Taiyou duduk di bangku taman. Hikaru menunduk, memgang kedua lututnya karena kecapaian.
Ia melihat sesuat di bawah bangku taman, dengan gerakan cepat Hikaru mengambilnya.

Sebuah Chupa

Rasa Cola

Hikaru memandangnya, mengedarkan pandangannya ke sekitar taman bermain, ia yakin ia tahu siapa yang menjatuhkan ini.

“Hikaru, kau kenapa?” tanya Taiyou bingung dnegan perubahan sikap dari Hikaru yang tiba –
tiba.

Hikaru tampak kaget dan segera memasukan Chupa itu ke saku celananya, “Tidak apa – apa.” Jawabnya cepat, Hikaru menoleh ke belakang, medapati sosok Py yang sedang mengintip mereka lalu berbisik, “Arigatou…”, seraya tersenyum.

To Be Continue~

Comments are Love minna~
aneh ndak chapter yang ini??
xD
nuuuuyyyy!!!!
chapter 4 selanjutnya….hehehe

Advertisements

4 thoughts on “[Multichapter] Accidentally In Love (chapter 3)

  1. Poppy

    akhirnya pangeran chubby milik nu muncul~
    ARIOKA DAIKI…
    hahahah…

    ciee, nocchi~
    ngintip emang gak baik, tapi sapa yang gak seneng ngintip seorang inoo kei~

    hiyaaa~ din dijodohin ama takaki!!
    XD XD
    hohoho~
    kesian tuh takaki, din-nya malah suka ama jin…

    knp mesti chupa rasa cola?
    aku baru beli permen itu kemaren… hahaha
    jodoh nii jodoh~ *ngarep*

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s