[Minichapter] Key of Heart (chap 3)

Title : Key of Heart -chapter 3-
Author : deenzchan
Starring : Tegoshi Yuya x din-chan x Masuda Takahisa
Rating : PG
Genre : ROMANCE (I want make this as romantic as I can)XDD

Cat :I just own the plot~ Comments are Love~ 🙂

Key of Heart
–chapter 3–

Aku gugup.Jujur saja, karena akhirnya kita berdua bisa kencan hanya berdua. Setelah keributan yang dibuat oleh ke-5 temanku minggu kemarin. Aku dan dinchan hari ini akan kencan kembali. Rasanya aku sudah lumayan. Celana Jeans, kaos dan jaket ini tidak berlebihan kan? Kuharap begitu.

Itu dinchan. Hari ini dia terlihat sangat cantik.

“Sudah lama?” tanyanya.

Aku menggeleng,”tidak…aku baru saja datang.”

Ia tersenyum,”Jadi..wahana mana yang akan kita mainkan terlebih dahulu?” tanyanya.

Hari ini kami kembali ke taman hiburan. Bagaimanapun seharusnya kemarin menjadi kencan kita berdua, tapi karena kecerobohanku, kita malah berakhir dengan kencan berenam.
Seperempat wahana sudah kami naiki. Tampaknya matahari sudah bersinar sangat terik, aku dan dinchan memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu.

Dinchan menyerahkan kotak bento warna putih itu padaku. Aku memandangnya dengan takjub. Aku yakin ia telah berusaha keras demi makanan ini. Bagaimanapun juga aku tahu dia tak begitu pandai memasak.

Nasi goreng, dengan telur dan sosis. Tampilannya begitu sedrhana.

“Gomen na..”

Aku memandangnya,”doushite?”

“Aku tak yakin rasanya enak.” Katanya.

“Itadakimasu!!!” kataku seraya menyuap satu sendok penuh nasi goreng itu.

Ia memandangku penuh harap,”Oishi..” kataku, ia tersenyum juga akhirnya.

“Ne dinchan…aku ingin jus…” kataku sedikit memohon.

Ia berdiri dari tempatnya duduk “Baiklah…aku juga ingin beli, tunggu sebentar ya..” akhirnya dia pergi juga.

————————
Dinchan melangkahkan kakinya ke mesin penjual minuman otomatis. Memilih sebentar dan memutuskan untuk membeli 2 jus jeruk. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk Tego yang sekarang sedang menunggunya di taman.

“Arigatou ne dinchan..” seru Tego sambil tersenyum, dinchan hanya tersenyum dan menyerahkan satu jus jeruk tersebut.

Dinchan sedang mengunyah makanannya ketika ia melihat sesuatu yang aneh di tempat bento nya.

“Nani kore?” katanya seraya mengangkat benda tersebut.

Tego merebut benda tersebut lalu memperlihatkannya didepan dinchan.

“Kagi?”tanya dinchan terheran2.

Itu sebuah kalung dengan liontin berbentuk kunci.

Tego beranjak dan memakaikan kalung itu di leher dinchan.

“Purezento…”

“Yuu’kun…ini tak terlalu berlebihan?”

Tego menggeleng pasti,”Terimalah…aku mohon.”

Dinchan tak pernah bisa menolak pandangan Tego itu lalu mengangguk.

————————
“Ohayou dinchan!!!!” teriakan itu memekakkan telingaku. Aku menoleh ke jendela dan mendapati Massu memanjat pohon depan kamarku. Itu sering sekali dia lakukan, tapi semakin dewasa Massu sudah tak pernah melakukan hal bodoh itu.

Aku sedikit kesal padanya dan membuka jendela dengan kasar, “TAK SOPAN!!!” teriakku lantang.

“Aku hanya ingin menjemputmu.” Katanya polos.

Aku memandang wajahnya dan memnemukan kejujuran disana.

“Huffft..” aku mendengus karena kesal pada sahabatku itu.

“Kau sibuk sekali seminggu ini…untuk menyapaku saja kau tak sempat.” Kata Massu mengeluh padaku.

“Turunlah Massu…Mama memasak gyoza..” kataku lalu menutup kembali jendela kamarku, kulihat Massu sudah turun dari pohon dan terdengar masuk ke dalam rumahku. Aku pun turun dengan seragam lengkap dan tasku.

“Ohayou…” kataku menyapa semua yang ada di meja makan. Papa dengan korannya, Mama yang masih di dapur, onee-chan yang masih sibuk dengan berbagai macam vitaminnya juga Massu yang dengan lahap memakan gyoza dari Mama.

“Ohayou…sarapan dulu de..” kata Mama dari arah dapur. Aku pun mengangguk dan ikut duduk.
Setelah sarapan, aku dan Massu menuju ke pintu depan.

“Ma, Ittekimasu!!” teriakku dan Massu bersamaan.

“Itterashai…” seru Mama.

“Ne…dinchan…” panggil Massu.

Aku menoleh padanya, tapi Massu hanya menunjuk sesuatu dengan kepalanya. Aku pun menoleh melihat apa yang Massu maksud dan menemukan sosok Tegoshi di depan rumahku. Menatapku dan Massu.

“Eh? Yuu’kun? Nani suru no?” tanyaku gugup.

Tegoshi tersenyum padaku dan Massu, “Menjemputmu…” katanya menunjukkan sepedanya.

Aku menatap Massu, “Gomen ne…Massu…aku…”

Massu yang awalnya terlihat agak shock, lalu tersenyum, “Daijoubu…aku duluan ya…jya! sampai ketemu di sekolah!!” katanya lalu berlari – lari kecil.

Aku masih menatapnya ketika kurasakan Tegoshi mengambil tasku dan menyuruhku duduk di tempat boncengan.

“Ne…dinchan..” panggil Tegoshi tiba – tiba.

“Hmm..” jawabku bergumam.

“Gomen…” ucapnya tiba – tiba.

“Eh? Nande?” tanyaku.

“Aku tak tahu kau…dan Massu selalu pergi bersama tiap pagi.” Katanya agak gugup.

Aku terdiam. Jujur saja aku sendiri tak tahu harus menjawab apa dari pertanyaan anehnya itu.

“Aaah…daijoubu..” jawabku gugup.

“Jangan – jangan kau menyukai Massu..” ujarnya ringan sambil tertawa.

Aku tersentak dan terdiam, “Kalau iya..apa yang akan kau lakukan?” kata – kata itu keluar begitu saja dari mulutku..

CIIIIITTTT….

Tegoshi berhenti mendadak dan menatapku penuh tanya.

————————
Aku tahu ini harus terjadi. Memang hak Tegoshi lah menjemput dinchan pagi ini. Bukankah Tegoshi memang kekasih dinchan?? Aku tahu ini sangat menyebalkan. Kami sudah tidak pergi sekolah bersama seminggu penuh. Saat pagi ini aku berniat pergi bersama, Tegoshi malah menjemputnya.

Sekarang aku kepagian. Berada di ruang OSIS sambil maen game online sepertinya sangat menyedihkan. Tiba – tiba pintu terbuka, sosok YamaPi pun masuk ke dalam ruangan ini.

“Ohayou..” sahutku pada YamaPi.

Ia tersenyum dan membalas salamku.

“Apa yang kau lakukan Massu?” katanya lalu duduk disebelahku.

“Tadi aku berlari terlalu cepat, sehingga terlalu cepat juga sampai di sekolah.” Kataku.

“Souka…yang lain belum datang?”

Aku menggeleng, “Tegoshi sedang di jalan.” Jelasku.

“Okay…aku ke kelas dulu deh.” Katanya sambil berlalu, “Matikan PC nya kalau sudah selesai.”
Perintahnya lalu benar – benar keluar.

Beberapa menit kemudian, Tegoshi lah yang masuk ke ruangan itu. Suasana tampak sangat canggung. Aku sendiri entah apa yang harus kukatakan padanya. Dia juga sepertinya merasakan hal yang sama.

“Ohayou…” katanya canggung.

“Ohayou…” jawabnya.

“Lama sekali kau baru sampai..” kataku.

Ia masih sibuk menyimpan jaketnya dan tak menggubrisku.

“Ne…Tegoshi? Daijoubu?” tanyaku sambil memeberhentikan game yang kumainkan dan menghampiri Tegoshi.

BUUG!

Pukulan itu terasa sangat sakit di rahangku.

“Nani suru no omae!!” teriakku lalu membalas pukulan Tegoshi.

Perkelahian itu terasa panjang ketika kurasakan tangan Shige sudah menahanku untuk tak memukul Tegoshi lagi, begitu pula dengan Koyama yang sibuk menghalau Tegoshi yang begitu terlihat marah.

“Kalian!” teriak Yamapi, “Apa maksud dari semua ini?”

“Dia yang duluan…” teriakku marah.

Kulihat Tegoshi mencoba lepas dari cengkraman Koyama.

“Pria lemah!” teriak Ryo tiba – tiba.

“Nishikido-kun” ucap Tegoshi pelan.

“Tapi aku tak tahu penyebabnya!!!!” teriakku emosi.

Tegoshi menatapku benci, itu yang kurasakan dari tatapannya, “Kenapa kau terus menyiksa dinchan?!! Tak tahu kah kau dia mencintaimu!!” teriak Tegoshi padaku. Aku tiba – tiba lemas.

Aku sendiri tak percaya dengan apa yang kudengar.

Tegoshi mencoba melepaskan pegangan Koyama dengan paksa, ketika berhasil, Tegoshi pun langsung meninggalkan ruangan OSIS.

“Sungguh..kalian pria lemah.” Kata Ryo lagi.

————————
-flashback-
Aku sungguh kaget dengan yang dinchan katakan. Aku menatap wajahnya yang kini tertunduk dan mengharapkan dia akan tersenyum padaku lalu berkata, “Bohong yuu’kun!!!hahahaha.” dan ia kan tetawa seperti biasanya.

“Dinchan…” panggilku tak sabar, karena sejak tadi dinchan hanya tertunduk saja.

Tiba – tiba kulihat bahunya mulai terguncang, sepertinya ia menangis.

“Gomen na…gomen…” ucapnya terbata – bata.

“Katakan itu tidak benar…dinchan….kumohon…” aku mencengkram bahunya, mencoba meminta persetujuan kalo itu tak benar.

“Gomen…” dinchan terus terisak, tampaknya tangis ini memang sudah lama ia pendam.

“Ceritakan padaku…semuanya…” ucapku akhirnya.

-flashback end-

——————-
Aku bingung. Ini tak mungkin terjadi pada kehidupanku ini. Dinchan menyukaiku? Ini tak mungkin…dan yang lebih aneh, ini dikatakan oleh Tegoshi, padahal setahuku, Tegoshi adalah kekasih dinchan. Aku semakin tak mengerti.

“Kenapa kau terus menyiksa dinchan?!! Tak tahu kah kau dia mencintaimu!!”

Apakah hari ini April Mop? Ini tak mungkin…

Aku memandangi pantulan wajahku di cermin kamar mandi, kusut, tak bersemangat, mataku bengkak terkena hantaman kemarahan Tegoshi tadi.

Tiba – tiba aku teringat percakapanku dengan dinchan saat aku sedang sakit.

“Bagaimana bila…aku menyukai seseorang?”

Aku hampir tersedak. Aku memandang wajahnya, dan memang ada keyakinan di wajahnya itu.

“Siapa?” tanyaku pelan.


“Hmm…dia seseorang yang kukenal dekat.”

Apakah yang dimaksud dinchan saat itu adalah aku? Tapi…kita sudah bersahabat lama sekali, sejak SD bahkan aku tahu sekali apa yang disukai dan tidak disukai dinchan, tapi kenapa semuanya menjadi serumit ini? Aku sendiri tak bisa menebak kapan tepatnya dinchan menyukaiku, tapi aku pun tak tahu apa aku sanggup memalas perasaan dinchan padaku atau tidak.

To Be Continued~

huaaaaa..ini chapter yang aneh….xD
^^
douzo dibaca n jangan lupa comment..becoz comments are love..^^

Advertisements

One thought on “[Minichapter] Key of Heart (chap 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s