[Minichapter] Key of Heart (chap 2)

Title : Key of Heart -chapter 2-
Author : deenzchan
Starring : Tegoshi Yuya x din-chan x Masuda Takahisa
Rating : PG
Genre : ROMANCE (I want make this as romantic as I can)XDD

Cat :I just own the plot~ Comments are Love~ 🙂

Key Of Heart
Chapter 2

Aku datang setelah Koyama dan Shige yang sudah menunggu duluan. Sekarang jam 10.32, sebenarnya aku ingin menjemput dinchan, tapi memang lebih cepat jika ia pergi dengan Massu yang rumahnya dekat dengannya.

“Shigeeee….mana sih YamaPI dan Ryo?” keluh Koyama lalu duduk di bangku lagi.

“Sebentar lagi, mereka kan masih harus menjemput semua gadis itu.” Kata Shige, “Ngomong – ngomong Tego, mana dinchan mu itu?”

Aku tersenyum, “Ia pergi dengan Massu, kau tahu kan mereka teman sejak kecil.”

Shige hendak berkomentar, tapi ia melihat YamaPi dan Ryo yang jalan dengan 3 cewek. Aku kenal mereka. Memang kakak kelas sih, kebetulan YamaPi, Ryo dan Koyama memang sudah kelas 3 sekarang.

Koyama berdiri kaget ketika melihat siapa yang datang. Itu Keiko, mantan pacarnya, YamaPi tentu saja dengan Maki, dan Ryo bersama Erika. YamaPi melambai pada kami sambil tersenyum dan menggandeng Maki. Aku dan Shige membalas lambaian YamaPi. Tapi tidak dengan Koyama, ia malah kesal melihat mereka.

“Sudah lama?” tanya Ryo lalu mempersilahkan Erika duduk.

“Hmmm…tidak juga.” Jawabku sekenanya.

YamaPi dan Maki pergi sebentar untuk membeli minuman.

“Chotto….” kata Shige tiba – tiba, aku dan Ryo menatap Shige, “Kau janji membawakan gadis untuk kencan denganku dan Massu.”

Ryo memukul kepala Shige, “Sbar dikit, kami kan tidak pergi sama – sama. Tenang saja YamaPi sudah mengaturnya.” Kata Ryo.

Koyama tampak canggung dengan Keiko, bagaimana tidak, mereka baru putus sekitar 4 hari yang lalu. Ia berdiri dan menarik Ryo menjauh. Shige yang penasaran ikut – ikutan menarikku.

“Apa maksudmu Ryo! Kenapa harus Keiko?” Koyama sedikit berbisik.

“Gomen ne Keii-chan. Aku sama sekali tak tahu kalau Keiko yang akan datang. Sebenarnya aku meminta Erika membawa temannya untuk kencan kali ini, dan aku pun tak menyangka kalau Keiko yang ia ajak.”

Aku dan Shige yang ikut – ikutan meeting mendadak ini hanya ikut mendengarkan saja.

“Siapa tau kau bisa berbaikan.” Kata Ryo ringan lalu berlalu.

YamaPi dan Maki sudah kembali membawa dua gelas teh hijau.

“Ada apa ini? Ada yang penting?” tanya YamaPi.

“Tidak ada.” Jawab Koyama singkat.

“Ne..siapa yang belum datang?” tanya Maki pada semuanya.

Erika membuka ponselnya, “Hmmm..Mika dan Yui belum datang.” Katanya.

“Mana Massu dan….Dinchan?” tanya YamaPi.

Aku menggeleng, “Mereka juga belum datang.”

Tak lama 2 sosok wanita datang, Yang satu tinggi dan berambut panjang, sementara yang satunya lumayan cute, mereka tersenyum dan melambai pada kami. Aku tak mengenalinya. Sepertinya mereka bukan murid sekolah kami.

“Ini Yui, dan Misa.” Kata Erika, “Mereka murid sekolah putri.”

Semuanya menyampaikan salam pada mereka. Tapi aku tak terlalu menghiraukan mereka. Aku sibuk dengan pikiran kemana Dinchan dan Massu? Kenapa mereka belum datang, sekarang sudah hampir pukul 11.

Semuanya sedang sibuk sendiri. Aku pun mulai mengecek HP ku yang sejak tadi tak ada tanda kehidupan, seharusnya Dinchan memberitahuku jika ia terlambat.

“Aaaa…itukah mereka?” kata Maki tiba – tiba. Semuanya menengok mencari sosok yang ditunjuk Maki.

“Mereka matching sekali.” Komentar Keiko.

Aku menyadarinya. Mereka memakai pakaian yang sama, tidak sama sih, tapi mirip. Sangat. Mereka terlihat canggung.

“Gomen…kami terlambat.” Kata Massu meminta maaf.

Ada yang sama juga dari mereka, dimana mereka mendapatkan gelang yang sama seperti itu?

—————————–
Aku salah kostum. Keluhku saat semua orang memandangi aku dan Massu yang sekarang memakai baju yang mirip ini. Saat aku memandang siapa saja yang sudah datang, aku tambah merasa aku salah kostum. Maki, Erika, Keiko dan 2 cewek yang tidak kukenal, jelas menyiapkan diri untuk kencan ini. Sedangkan aku seperti gembel terlihatnya. Tanpa baju layak, tanpa make up, dan satu kesalahan lagi, matching dengan orang yang salah.

“Yuu’kun…” aku menyapanya dengan senyumku.

“Kenapa terlambat?” tanyanya lembut.

Aku menatap matanya sesaat, ada guratan kecewa disana.

“Hmmm…aku bangun kesiangan. Gomen ne…” kataku pelan.

“Ayooooo!!!!Sudah lengkap!!!!” teriak Shige.

“Ayooo Pergi!!” kata Ryo lalu menggandeng kekasihnya, Erika.

Hari ini semuanya bergembira, Tego mentraktir semua orang karena memang itu tujuan
sebenarnya, merayakan hari jadian kita. Tapi Tego tak terlalu bersemangat, kadang – kadang malah ia terlihat melamun. Setelah makan kami bermain sepuasnya di Taman Bermain itu. Kami kadang berpisah untuk mencari permainan yang kami inginkan. Koyama dan Keiko pun bahkan terlihat akrab kembali.

Hari sudah malam, setelah berkaraoke ria, kami memutuskan untuk pulang. Tego mengantarku. Walaupun aku bilang aku bisa pulang dengan Massu, tapi ternyata Massu mengantar Misa pulang dulu, jadi akhirnya aku diantar pulang Tego.

Kami berdua berhenti di depan pekarangan rumahku. Sejak tadi ia sangat pendiam, tak seperti Tegoshi yang biasanya. Sepanjang jalan mengantarku Tegoshi hanya menggenggam tanganku, tidak bersuara, bila kutanya jawabannya hanya iya atau tidak.

“Ne Yuu’kun…doushita no?” tanyaku pelan.

Ia tertunduk, masih menggenggam tangan kananku, lalu menggeleng.

“Gelang ini bagus ya…” komentarnya tiba – tiba.

Aku jadi kaget. Sampai begitu perhatiannya kah ia melihat gelangku.

“Hmm…” gumamku tak jelas, aku tau pasti ia menyadari bahwa gelang ini sama persis dengan punya Massu, “Ini gelang persahabatanku dengan Massu.” Jelasku cepat. Sebelum ia bertanya.
Ia memandangku. Aku tak bisa menjelaskan arti dari wajah sedih ini, yang jelas dengan melihatnya saja aku merasa bersalah.

Tego tiba – tiba menarikku kedalam pelukannya. Lama ia tak bersuara. Hanya memelukku. Nafas hangatnya terasa di tengkukku, aku membalas pelukannya, lalu tiba – tiba ia berbisik.

“Jangan tinggalkan aku dinchan…”

Sudah 1 minggu sejak Tego memelukku didepan rumahku. Malam itu ia memelukku hingga rasanya kakiku pegal karena terlalu lama berdiri. Aku tak berani melepasnya karena sejujurnya aku begitu kaget sehingga rasanya semua syaraf tubuhku tak mampu melepasnya.
Sejak saat itu pula aku lebih banyak menghabiskan waktuku dengan Tego. Sepertinya memang aku berusaha untuk menjauhi Massu, bagaimanapun juga aku sama sekali tak bisa menolak kata – kata Tego saat itu.

“Jangan tinggalkan aku dinchan…”

Aku hanya mematung seakan hal itu adalah hal paling romantis yang pernah kudengar darinya.

“Dinchan!” teriakan dari luar kelas membuatku agak kaget, akupun menoleh dan mendapati Tego berdiri diluar kelasku. Seperti hari – hari biasanya.

Aku melambai dan menghampiri Tego.

“doushite?” tanyaku manis. Tego memandangku.

“Ne..dinchan…aku..aku mau mengatakan sesuatu.”

“Apa?”

“Kau ada waktu sabtu nanti?”

Aku mengagguk tanda aku tak ada janji apapun hari itu.

“Yokatta…sepertinya kita harus memperbaiki kencan kita kemarin.”katanya memandangku dengan sungguh – sungguh.

Aku mengerenyitkan dahiku, lalu pura – pura berfikir.

“dinchan??”

Aku mengangguk cepat dan tersenyum.

“Yosha!!!!” tego melompat seakan hal itu sangat menyenangkan, “buatkan bekal ya…”pintanya.
“Hah?belum kapok makan makanan aneh itu?” tanyaku.

“Daijoubu.” Jawabnya lalu melambaikan tangan karena bel sudah berbunyi.

To Be Continued~

P.S : Segini dulu…soalnya yang chapie 1 kemaren sepanjang jalan kenangan..hehehe..
jadi yang ini segini ajah…read n comment…douzo..^^

Advertisements

One thought on “[Minichapter] Key of Heart (chap 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s